Taliban Lakukan Serangan Terkoordinasi pada 3 Pos Militer di Faryab

FARYAB (Jurnalislam.com) – Mujahidin Imarah Islam melancarkan serangan terkoordinasi pada posisi militer musuh di wilayah Qamchaq Kabupaten Pashtun Kot pagi ini di tengah operasi militer yang sedang berlangsung tahunan “operasi Azm” , Al Emarah News melaporkan, Senin (29/02/2016).

Operasi di mana senjata berat dan ringan yang digunakan masih berlangsung saat ini di 3 pos pemeriksaan militer sejauh ini telah dikuasai, seorang komandan dan 2 pengawalnya tewas dan 4 lainnya luka-luka.

Demikian pula 4 kuda dan 2 sepeda motor musuh juga telah disita.

Rincian lebih lanjut tentang situasi yang sedang berlangsung akan diperbarui kemudian.

Taliban Bantah Klaim Musuh

Kedatangan Dostum dan milisi untuk provinsi Jowzjan dan Faryab disambut oleh Mujahidin dengan serangan berat yang menyebabkan musuh mengalami kerugian mematikan setelah berusaha merebut kembali distrik Khwaja Musa provinsi Faryab dengan bantuan kekuatan udara dan pasukan darat tetapi segala puji hanya untuk Allah saja, musuh menderita kekalahan memalukan dan saat ini dikepung dan diserang di sekitar ibukota.

Puluhan personel musuh tewas dan terluka dalam bentrokan di Khwaja Musa termasuk 5 komandan yaitu Bismillah, Shamal, Sattar, Najeeb dan Ismail. Klaim bahwa musuh membunuh sejumlah besar Mujahidin termasuk 4 pejabat tinggi atau sejumlah besar Mujahidin menyerahkan diri sepenuhnya adalah klaim palsu dan dibuat-buat.

Kami hanya kehilangan 1 Mujahid di seluruh operasi.

 

Deddy | Al Emarah News | Jurnalislam

Rezim Assad telah Bunuh 29 Orang Sejak Gencatan Senjata Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Oposisi moderat Suriah mengatakan rezim Suriah dan sekutunya membunuh 29 orang dalam serangan setelah baru-baru ini menyepakati perjanjian mengakhiri perperangan, Anadolu Agency melaporkan, Senin (29/02/2016).

Dalam surat yang dikirim kepada Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon hari Ahad, kepala oposisi terkait Komite Negosiasi Tinggi Suriah, Riyad Hijab, mengatakan bahwa rezim Bashar al-Assad, Rusia, Iran dan unit bersenjata asing lainnya sedang melakukan serangan terhadap rakyat Suriah meskipun kesepakatan untuk menghentikan permusuhan mulai berlaku pada 27 Februari

Hijab mengatakan pasukan rezim telah melanggar kesepakatan di 25 daerah berbeda yang dikuasai oleh oposisi dengan 24 insiden penembakan artileri dan lima operasi darat. Dia juga mengatakan bahwa pesawat tempur Rusia yang didukung pasukan rezim melakukan 26 serangan udara, termasuk serangan dengan bom cluster dan vakum.

Komite meminta PBB dan kelompok Friends of Syria mengambil langkah yang diperlukan untuk menghentikan pelanggaran Rusia.

Kesepakatan penghentian perperangan yang ditengahi pekan lalu oleh AS dan Rusia, mulai berlaku tengah malam Jumat waktu setempat.

Suriah tetap terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Assad menumpas protes pro-demokrasi, yang meletus sebagai bagian dari pemberontakan "Musim Semi Arab (Arab Spring)".

Sejak itu, lebih dari 250.000 orang (470.000 orang menurut lembaga kemanusian lokal) telah tewas dan lebih dari 10 juta lainnya mengungsi, menurut angka yang dirilis oleh PBB.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

 

Inggris Kirim Pasukannya ke Tunisia di Perbatasan Libya

TUNISIA (jurnalislam.com) – Inggris mengirimkan tim pelatihan sekitar 20 tentara ke Tunisia dengan alasan untuk membantu menghentikan orang-orang yang masuk secara ilegal dari negara tetangga Libya, Menteri Pertahanan Michael Fallon mengatakan kepada parlemen pada hari Senin (29/02/2016), lansir World Bulletin.

"Sebuah tim pelatihan terdiri dari sekitar 20 tentara dari 4 Brigade Infanteri sekarang bergerak ke Tunisia untuk membantu gerakan kontra lintas batas ilegal dari Libya dalam mendukung pemerintah Tunisia," katanya.

Inggris seharusnya tidak memiliki "peran tempur" di Libya, tetapi siap untuk memberikan saran dan pelatihan militer bagi pemerintah Libya jika diminta untuk melakukannya dan hanya dengan persetujuan terlebih dahulu dari anggota parlemen Inggris.

Dia membantah bahwa pilot British bergabung dengan pasukan udara lainnya dan mengambil bagian dalam misi seluruh negeri.

Libya telah memiliki parlemen dan pemerintah saingan sejak 2014, setelah aliansi milisi menyerbu Tripoli dan memaksa pemerintahan yang diakui secara internasional untuk melarikan diri ke timur yang terpencil di negara kaya minyak tersebut.

Libya terlempar ke dalam kekacauan setelah oleh ulah pemberontakan yang didukung NATO untuk menggulingkan penguasa lama Moamer Kadhafi pada 2011.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Pejabat Yaman: Syiah Houthi Rekrut Tentara Bayaran Afrika untuk Perkuat Sanaa

YAMAN (Jurnalislam.com) – Seorang pejabat militer Yaman mengatakan pemberontak Syiah Houthi yang didukung Republik Syiah Iran dan pasukan sekutu mereka telah mulai merekrut "tentara bayaran," yang sebagian besar datang dari negara-negara Afrika, Al Arabiya News Channel melaporkan Senin (29/02/2016).

Wakil Kepala Staf Jenderal Nasir al-Tahiri mengatakan langkah Syiah Houthi dan pasukan sekutu Ali Abdullah Saleh yang terguling itu untuk menunjang front mereka yang melemah di ibukota Sanaa dan gubernuran barat laut Saada

Sementara itu, sumber militer mengatakan Saleh telah memerintahkan pasukan Garda Republik untuk mundur dari pusat al-Baydha, barat daya Ibb dan Dhammar (barat dari al-Bayda) dan akan dikonsolidasikan di Sanaa saat pertempuran memanas.

Ini bukan pertama kalinya kekuatan luar negeri membantu pemberontak di Yaman.

Pekan lalu, pemerintah Yaman yang diakui secara internasional mengatakan ia memiliki bukti bahwa gerakan Syiah Lebanon Hizbullah mendukung kelompok milisi Houthi.

Pemerintah yang diakui secara internasional, Presiden Abedrabbo Mansour Hadi, telah menyatakan Aden sebagai ibukota sementara negara itu setelah Syiah Houthi dan sekutu mereka mengusir mereka keluar dari Sanaa dan banyak wilayah di utara Yaman sejak September 2014.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Dicitrakan Teroris, Guru TPA Adukan Kepala Dusun ke Polisi

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Sejumlah aktivis Islam dari Forum Umat Islam (FUI) Karangnyar mendatangi Polsek Matesih, Kabupaten Karanganyar, Senin (29/2/2016). Kedatangan mereka untuk melakukan klarifikasi kepada Polsek Matesih terkait empat warga desa Koripan, Kecamatan Matesih yang dicitrakan teroris oleh Kepala Dusun.

Keempat warga Desa Koripan itu adalah Heru Wiyono (29), Wari Widodo (29),Sularno(24), Suyadi (27). Mereka adalah aktivis masjid, dai dan guru TPQ (Taman Pendidikan Qur’an) di desa Koripan.

Tuduhan keterlibatan empat guru TPQ dalam kasus terorisme itu bermula dari informasi Kepala Dusun (Kadus) Koripan bernama Suryanto, yang menyatakan bahwa Polsek dan Koramil Matesih sedang dalam pengembangan kasus Diklat SAR sebuah ormas Islam di wilayah Temanggung.

Sehingga aparat intel mencari informasi ke Desa Koripan dan mendapatkan laporan dari warga bahwa nama-nama tersebut berpaham radikal.

“Alasannya karena tidak mau mengikuti kegiatan kemasyarakatan sebagaimana warga pada umumnya,” kata Mulyanto, Sekretaris FUI Karanganyar mengutip tudingan Suryanto.

Dalam laporannya, Kadus Suryanto mengaku telah diminta pihak polsek dan koramil untuk melakukan pengawasan dan pembinaan kepada nama-nama tersebut.

Namun, Kanit Intelkam Polsek Matesih AIPTU Suratmo menyatakan tuduhan Suryanto terhadap empat warganya itu tidak tepat.

"Setau saya tidak ada rilisan resmi dari Kapolsek Matesih bahwa kami menyebutkan keempat temen-temen ini sebagai teroris," kata Suratmo.

"Kami memang ada Program Nasional Deradikalisasi yang telah digulirkan oleh Mabes Polri kepada ormas apapun di daerah Matesih, dan kami akan selalu bersilaturahmi kepada semua ormas dan semua agama," tambahnya.

Aiptu Suratmo meminta agar Suryanto menarik tuduhannya dan membersihkan nama-nama tertuduh yang sudah dicemarkan karena terindikasi teroris.

“Kadus (Koripan) tidak dapat memberikan bukti pernyataannya bahwa nama-nama yang disebut di atas terindikasi sebagai teroris,” katanya.

Mulyono kemudian mendesak Polsek Matesih untuk mengawal kasus ini dengan tuntas. "Kami berharap pihak kepolisian bisa menyelesaikan kasus ini sebaik-baiknya, dan kami ingin dimediasi dengan Kepala Dusun (Kadus) Koripan karena isu ini berasal dari pak Kadus," ungkapnya kepada Jurnalislam.

Mulyono menegaskan, tudingan Suryanto tersebut merupakan pembunuhan karakter terhadap guru-guru TPQ yang telah berdampak buruk.

Hal tersebut diakui salah satu guru TPQ Heru Wiyono. Ia mengeluhkan anak-anak didiknya yang menolak datang ke TPQ karena mengetahui gurunya ‘teroris’.

"Karena isu kami berpemahaman teroris, banyak anak didik kami enggan datang ke TPQ,” ujar Heru.

Reporter: Riyanto | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Pesan Untuk Aktifis Islam: Jadilah Dai Bukan Qodhi

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Amir Jamaah Ansharusy Syariah Jakarta, ustadz Haris Amir Falah menilai, saat ini kelompok-kelompok Islam yang mengusung dakwah dan jihad semakin terpojokkan. Hal tersebut disebabkan karena para dai mereka memposisikan diri sebagai Qodhi (hakim).

“Gerakan dakwah dan jihad akan semakin terpojokkan, dia akan menjadi kelompok ekslusif yang tidak dapat menyentuh kalangan kaum muslimin secara umum. Yang kita lihat faktor yang paling dominan dimana dai banyak memposisikan sebagai Qodi, yang menghakimi, bukan mengajak umat kepada Islam,” terangnya dalam Kajian Ilmiyah bertema Bahaya faham Takfir Dalam Tubuh Gerakan Islam, Ahad (28/2/2016).

Nahnu du’at wa laisa qudhot, kami adalah dai, dan kami bukanlah para hakim yang menghakimi umat di dalam dakwah-dakwah kami,” tambahnya seraya mengutip pernyataan Syaikh Hasan Hudaibi, salah satu tokoh Ikhwanul Muslimin.

Ustadz Haris menjelaskan, metode para Sahabat Rasul yang membawa Islam ke Madinah sebelum Rasulullah SAW hijrah. Ustadz Haris mengutip Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 103 yang menyebut gerakan para sahabat itu sebagai gerakan penyelamat.

“Al-Qur’an mencatat bahwa masuknya Islam ke Madinah yang dibawa oleh para Sahabat disebut sebagai gerakan penyelamatan, lebih kepada bagaimana menyelamatkan ummat, penyelamatan  terhadap manusia secara umum, termasuk penyelamatan kepada kekuasaan, penyelamatan kepada bangsa. Gerakannya adalah gerakan penyelamatan, bukan gerakan-gerakan yang justru mengakibatkan suatu kerusakan,” paparnya.

Oleh sebab itu, Ustadz Haris mengimbau kepada seluruh aktifis Islam untuk bersikap sebagai dai, bukan qodhi.

Penjelasan tersebut menyinggung munculnya pemikiran takfir (pengkafiran) dalam tubuh gerakan Islam yang berdampak buruk terhadap gerakan itu sendiri.

“Dampak buruk dari pemahaman ghulatut takfir (ekstrim dalam pengkafiran-red) ke dalam tubuh gerakan Islam ini tidak lain dan tidak bukan ujung-ujungnya adalah kehancuran yang terjadi pada tubuh gerakan itu sendiri, sebelum mereka melakukan amalan yang terbaik,” pungkasnya.

Reporter: Irfan | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Takfir adalah Syariat, Tapi Tidak Semua Muslim Boleh Menggunakannya

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kaidah takfir (pengkafiran) pada perjalanannya telah mengalami distorsi, sehingga takfir ini sering disematkan kepada orang-orang yang tidak sependapat dengan gerakannya atau kelompoknya.

Demikian ditegaskan pemerhati gerakan Jihad, Abu Jihad Al Indonisy dalam kajian akbar bertajuk Bahaya Faham Takfiri dalam Tubuh Gerakan Islam di Masjid Al Fatah, Jakarta Pusat, Ahad (28/2/2016).

Abu Jihad mengatakan, istilah takfir adalah aqidah Ahlus Sunnah Wa Jamaah yang diturunkan untuk kekafiran yang sudah disepakati. Namun dalam perjalanannya takfir menjadi rancu karena dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk memvonis kelompok lain yang tidak sependapat.

“Mereka mendistorsi makna kekafiran yang tadinya disepakati oleh kaum muslimin yang sudah dijelaskan dalam Al Qur’an dan Sunnah, tetapi mereka menjadikan ini untuk mengkafirkan orang-orang yang menyelisi mereka, yang tidak sependapat dengan mereka, inilah distorsi,” terangnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa sesungguhnya ajaran takfir ini memiliki syarat. Tidak semua orang bisa menggunakan istilah takfir. Menurutnya, hanya para ulama yang memiliki kapasitas dan kompetensi dalam metodologi takfir ini

“Jadi tidak semua orang bisa, para aktifis, atau saya, atau kaum muslimin sekalipun mengunakan kaidah (takfir-red) ini dengan serampangan, kemudian menuduh pada orang-orang yang tidak sependapat dengan mereka dengan kaidah ini, tidak bisa,” tegasnya.

Meski demikian, ajaran takfir tidak bisa dihilangkan dari ajaran Islam.

Reporter: Irfan | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

 

PII Jember Gelar Seminar Bahaya LGBT

JEMBER (Jurnalislam.com) – Pengurus Daerah (PD) Pelajar Islam Indonesia (PII) Kabupaten Jember mengadakan Seminar tentang Bahaya LGBT dalam Perspektif Islam di Pondok Pesantren Madinatul Ulum, Jenggawah, Jember, Jawa Timur, Ahad (28/2/2016). Seminar tersebut dihadiri oleh pelajar tingkat SMP dan SMA se-Kabupaten Jember.

Dalam sambutannya, KH Ahmad Lutfi selaku pengasuh Ponpes Madinatul ‘Ulum memotivasi para peserta untuk tekun menuntut ilmu. Beliau mengibaratkan perbedaan orang berilmu dan tidak seperti air sumur yang jernih dan air comberan.

“Air yang jernih itu larinya ke atas, dimanfaatkan untuk kebaikan sebagaimana yang tersaji di meja makan. Sedangkan air comberan itu larinya ke bawah, dibuang karena sudah tidak ada manfaatnya” paparnya.

Seminar ini menghadirkan pembicara Budi Eko Prasetiya, SS dari Syariah Media Community Jember yang juga merupakan Katib Jamaah Ansharusy Syariah Jember.

Dalam pemaparannya, Budi menjelaskan bahwa LGBT itu bukan timbul dari faktor genetik namun penyimpangan kejiwaan yang bisa disembuhkan. Budi menambahkan, LGBT ini bukan gaya hidup modern yang eksistensinya harus dilindungi HAM.

“LGBT ini penyimpangan yang sudah ada sejak jaman nabi Luth. Dan mirisnya, kaum ini menganggap hal ini adalah takdir yang harus dihargai sebagai HAM,” jelasnya.

Menanggapi pertanyaan peserta tentang solusi menyikapi LGBT, Budi menekankan pentingnya merujuk kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai pedoman hidup bagi setiap persoalan, termasuk LGBT ini.

“Kita bisa mencontoh sikap nabi Luth ketika menyikapi penyimpangan kaum Sodom. Awalnya, mereka harus didakwahi dan diajak bertakwa. Lalu, beramar makruf nahi munkar dengan menjelaskan dan mengingkari kesalahan yang diperbuatnya. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah berdoa kepada Allah meminta perlindungan dari pengaruh kemaksiatan mereka,” pungkasnya mengutip Qur’an Surat Asy Syu’ara ayat 160-175.

Reporter: Budi | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurniscom

Ajaran Syiah Juga Bertentangan dengan Pancasila

PROBOLINGGO (Jurnalislam.com) – “Bagaimana mau disebut Ketuhanan Yang Maha Esa kalau kalimat talbiyahnya, Labaika Ya Husain.” Demikian dikatakan anggota Dewan Pakar Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Pusat, HM Rizal Fadhilah dalam Deklarasi dan Pengukuhan ANNAS Kota Probolinggo di masjid Al Arief Jalan Mastrip No. 25 Kedupok, Kota Probolinggo, Ahad (28/2/2016).

Rizal menegaskan, Syiah itu bukan bagian dari Islam dan anti ideologi Pancasila. Menurutnya, gerakan Syiah adalah gerakan takfiri. Syiah mengkafirkan para sahabat dan istri Rasulullah SAW. Selain itu, Syiah juga membolehkan melukai dirinya sendiri.

“Bagaimana mau disebut beradab kalau dasar ajaranya itu takfir, menganiyaya diri, meracah diri, membacok-bacok sendiri. Bahkan ada ungkapan juga bahwa Syiah bisa melukai diri sendiri, maka apalagi melukai orang lain, paham seperti ini melanggar sila kedua,” ucapnya.

Kehadiran Syiah dinilai Rizal menjadi pemecah belah persatuan. Sebab, gerakan Syiah di setiap negara didukung oleh Iran yang membawa misi revolusi mengembalikan kejayaan Persia Raya. Misi tersebut menjadi salah satu keyakinan Syiah yang disebut wilayatul faqih.

“Tidak ada persatuan kalo Syiah berkembang, justru konflik yang akan terjadi. NKRI terancam keutuhanya,” tegasnya.

Rizal juga mengatakan, Syiah tidak punya prinsip musyawarah. Karena Syiah meyakini bahwa ororitas sepenuhnya ada pada Imam.

“Tidak akan ada musyawarah, tidak ada wakil, yang ada wala’ yaitu kepemimpinan otoritasi, apa yang dikatakan iman itulah hukum, bukan hukum dari rakyat. Makanya idiologinya imamah,” ujarya.

Terakhir, Syiah juga tidak meyakini adanya keadilan sosial. “Sila ke lima dalam Pancasila nonsense (bagi Syiah-red). Dalam Syiah harta rakyat itu untuk pemimpin-pemimpin, untuk imam-imam mereka,” tukasnya.

“Jadi, secara parsial Syiah bertentangan dengan pancasila,” pungkasnya

Reporter: Findra Eko | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

ANNAS: 2018, Target Revolusi Syiah di Indonesia

PROBOLINGGO (Jurnalislam.com) – Dewang Syuro Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Pusat, Ustadz Andri Kurniawan mengungkapkan, kelompok Syiah akan melakukan revolusi di Indonesia pada tahun 2018 mendatang. Menurutnya, revolusi Syiah tersebut didasarkan pada ideologi mereka yang disebut Wilayatul Faqih (imam Syiah menjadi pemegang kekuasaan pemerintahan dan agama). Syiah Iran mengadopsi ideologi tersebut mengikuti terjadinya Revolusi Syiah pada tahun 1979.

“Yang menginspirasi revolusi Syiah adalah ideologi Wilayatul Faqih dan ambisi untuk menciptakan kembali imperium Persia Raya, yaitu imperium Majusi. Jadi ini yang menginspirasi mereka,” kata ustadz Andri dalam orasinya pada Deklarasi dan Pengukuhan Pengurus ANNAS Kota Probolinggo, Ahad (28/2/2016).

Andri melanjutkan, target revolusi Syiah di Indonesia adalah pada tahun 2018. “Sebagaimana yang diinformasikan oleh Badan Intelijen Negara, jadi Syiah ini akan menargetkan dan akan melakukan revolusi Syiah di Indonesia pada 2018,” ungkapnya.

Oleh karena itu, sambungnya, pihaknya telah menggelar kajian bagi TNI di Malang yang khusus membahas kesesatan Syiah. “Kami di Malang bersama TNI mempunyai pengajian khusus mulai dari prajurit sampai perwira, baik di kostrad kemudian di mariner, bahkan kita mempunyai pengajian kusus di angkatan Darat semua pengajian itu membahas kesesatan paham Syiah,” jelasnya.

Ustadz Andri juga mengungkapkan keberadaan ribuan imigran-imigran Syiah asal Iran, Libanon dan Afghanistan di Balikpapan, Makasar, Pekanbaru, Bogor dan Wonosobo yang dibiayai Amerika dan Australia.

“Saya pernah diundang di Pertamina Balikpapan satu minggu. Kesempatan emas itu saya coba manfaatkan, saya langsung diantar panitia ke tempat penampungan pemuda-pemuda Syiah dari iran, Libanon dan Afganistan. Saya tanya siapa yang membangun gedung mewah ini, mereka menjawab Amerika, terus siapa yang membiayai makan setiap hari, yaitu amerika dan Austarali. Belum di Makasar, Pekanbaru, Bogor dan Wonosobo,” ungkapnya.

“Bahkan informasi terakhir Amerika lewat dinas intelijen, Amerika Serikat itu sudah memasukan pemuda-pemuda Syiah Iran, Libanon dan afganistan di Pantai Selatan, Banyuwangi, Blitar sampai Tulungagung. Jadi ini benar-benar ancaman bagi NKRI karena untuk menyongsong 2018,” sambungnya.

Selain itu, ustadz Andri mengungkapkan keberadaan markas Syiah di pondok pesantren Darus Sholikhin di Puger, Jember pimpinan Habib Ali Al Habsi.

“Bahkan dia punya anak namanya Ali Mahdi, dia dimasukan ke Angkatan Laut Surabaya, dia mengambil jurusan kemiliteran kemudian dia pensiun dini. Dia rekrut 150 pemuda Syiah di Jawa Timur dan dilatih secara militer. Dari 150 pemuda ini, 4 yang langsung diterbangkan ke Libanon untuk menguasai bidang kemiliteran bahkan bidang kontra-intelijen dan itelijen,” paparnya.

Oleh sebab itu, ustadz Andri mengimbau pemerintah untuk mengawal Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 55 Tahun 2012 Tentang Pembinaan Kegiatan Keagamaan dan Pengawasan Aliran Sesat di Jawa Timur.

“Ini peraturan gubenur hendaknya dikawal karena Syiah pada awal 2015 menjadi senjata baru Amerika untuk melemahkan dan menghancurkan Islam lebih khusus Indonesia. Jadi ini benar-benar harus diperhatikan,” pungkasnya.

Reporter: Findra Eko | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam