SURIAH (Jurnalislam.com) – Oposisi moderat Suriah mengatakan rezim Suriah dan sekutunya membunuh 29 orang dalam serangan setelah baru-baru ini menyepakati perjanjian mengakhiri perperangan, Anadolu Agency melaporkan, Senin (29/02/2016).
Dalam surat yang dikirim kepada Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon hari Ahad, kepala oposisi terkait Komite Negosiasi Tinggi Suriah, Riyad Hijab, mengatakan bahwa rezim Bashar al-Assad, Rusia, Iran dan unit bersenjata asing lainnya sedang melakukan serangan terhadap rakyat Suriah meskipun kesepakatan untuk menghentikan permusuhan mulai berlaku pada 27 Februari
Hijab mengatakan pasukan rezim telah melanggar kesepakatan di 25 daerah berbeda yang dikuasai oleh oposisi dengan 24 insiden penembakan artileri dan lima operasi darat. Dia juga mengatakan bahwa pesawat tempur Rusia yang didukung pasukan rezim melakukan 26 serangan udara, termasuk serangan dengan bom cluster dan vakum.
Komite meminta PBB dan kelompok Friends of Syria mengambil langkah yang diperlukan untuk menghentikan pelanggaran Rusia.
Kesepakatan penghentian perperangan yang ditengahi pekan lalu oleh AS dan Rusia, mulai berlaku tengah malam Jumat waktu setempat.
Suriah tetap terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Assad menumpas protes pro-demokrasi, yang meletus sebagai bagian dari pemberontakan "Musim Semi Arab (Arab Spring)".
Sejak itu, lebih dari 250.000 orang (470.000 orang menurut lembaga kemanusian lokal) telah tewas dan lebih dari 10 juta lainnya mengungsi, menurut angka yang dirilis oleh PBB.
Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam