Dicitrakan Teroris, Guru TPA Adukan Kepala Dusun ke Polisi

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Sejumlah aktivis Islam dari Forum Umat Islam (FUI) Karangnyar mendatangi Polsek Matesih, Kabupaten Karanganyar, Senin (29/2/2016). Kedatangan mereka untuk melakukan klarifikasi kepada Polsek Matesih terkait empat warga desa Koripan, Kecamatan Matesih yang dicitrakan teroris oleh Kepala Dusun.

Keempat warga Desa Koripan itu adalah Heru Wiyono (29), Wari Widodo (29),Sularno(24), Suyadi (27). Mereka adalah aktivis masjid, dai dan guru TPQ (Taman Pendidikan Qur’an) di desa Koripan.

Tuduhan keterlibatan empat guru TPQ dalam kasus terorisme itu bermula dari informasi Kepala Dusun (Kadus) Koripan bernama Suryanto, yang menyatakan bahwa Polsek dan Koramil Matesih sedang dalam pengembangan kasus Diklat SAR sebuah ormas Islam di wilayah Temanggung.

Sehingga aparat intel mencari informasi ke Desa Koripan dan mendapatkan laporan dari warga bahwa nama-nama tersebut berpaham radikal.

“Alasannya karena tidak mau mengikuti kegiatan kemasyarakatan sebagaimana warga pada umumnya,” kata Mulyanto, Sekretaris FUI Karanganyar mengutip tudingan Suryanto.

Dalam laporannya, Kadus Suryanto mengaku telah diminta pihak polsek dan koramil untuk melakukan pengawasan dan pembinaan kepada nama-nama tersebut.

Namun, Kanit Intelkam Polsek Matesih AIPTU Suratmo menyatakan tuduhan Suryanto terhadap empat warganya itu tidak tepat.

"Setau saya tidak ada rilisan resmi dari Kapolsek Matesih bahwa kami menyebutkan keempat temen-temen ini sebagai teroris," kata Suratmo.

"Kami memang ada Program Nasional Deradikalisasi yang telah digulirkan oleh Mabes Polri kepada ormas apapun di daerah Matesih, dan kami akan selalu bersilaturahmi kepada semua ormas dan semua agama," tambahnya.

Aiptu Suratmo meminta agar Suryanto menarik tuduhannya dan membersihkan nama-nama tertuduh yang sudah dicemarkan karena terindikasi teroris.

“Kadus (Koripan) tidak dapat memberikan bukti pernyataannya bahwa nama-nama yang disebut di atas terindikasi sebagai teroris,” katanya.

Mulyono kemudian mendesak Polsek Matesih untuk mengawal kasus ini dengan tuntas. "Kami berharap pihak kepolisian bisa menyelesaikan kasus ini sebaik-baiknya, dan kami ingin dimediasi dengan Kepala Dusun (Kadus) Koripan karena isu ini berasal dari pak Kadus," ungkapnya kepada Jurnalislam.

Mulyono menegaskan, tudingan Suryanto tersebut merupakan pembunuhan karakter terhadap guru-guru TPQ yang telah berdampak buruk.

Hal tersebut diakui salah satu guru TPQ Heru Wiyono. Ia mengeluhkan anak-anak didiknya yang menolak datang ke TPQ karena mengetahui gurunya ‘teroris’.

"Karena isu kami berpemahaman teroris, banyak anak didik kami enggan datang ke TPQ,” ujar Heru.

Reporter: Riyanto | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.