Turki akan Bangun Kota Khusus Pengungsi di Suriah Utara

ANKARA (Jurnalislam.com) – Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu pada hari Ahad (06/03/2016) menyuarakan mendukung saran Presiden Recep Tayyip Erdogan untuk membangun sebuah kota di Suriah utara bagi pengungsi, lansir World Bulletin, Senin (07/03/2016).

Berbicara kepada saluran berita Turki A Haber, Davutoglu mengatakan bahwa sejak 2012 presiden telah mendorong penciptaan zona aman di mana pengungsi Suriah bisa mendapatkan perlindungan dari perang yang sudah berlangsung lima tahun.

"Sayangnya, karena peringatan Turki tidak diperhatikan, saat ini kita menghadapi sebuah drama pengungsi yang sangat serius," kata Davutoglu, menambahkan bahwa beberapa negara kemudian menyadari bahwa Turki benar dalam masalah ini.

Perdana menteri mengatakan gagasan untuk membangun sebuah kota dibahas dengan pihak-pihak terkait pada tahun 2015 di daerah antara Azaz dan Jarablus dekat perbatasan Suriah dengan Turki.

"Tapi rencana itu tidak mungkin karena keterlibatan tanpa henti operasi militer Rusia [di Suriah] dan serangan udara yang mereka lakukan pada warga sipil."

"Sekarang upaya tersebut dapat dilakukan antara Turki dan Azaz, tetapi untuk ini, pemeliharaan lingkungan keamanan internasional dan penghentian perang sangat penting," tambah perdana menteri.

Pada hari Jumat, Erdogan mengusulkan membangun sebuah kota 4.500 meter persegi dengan bantuan dari masyarakat internasional untuk pengungsi yang melarikan diri negara yang dilanda perang.

Suriah tetap terkunci dalam perang global  sejak awal 2011, ketika rezim Nushairiyah Bashar al-Assad membantai protes warga sipil dengan kejahatan yang tak terduga.

Sejak itu, lebih dari 270.000 orang telah tewas dan lebih dari 10 juta menjadi pengungsi, menurut angka PBB.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Taliban: Proses Damai AS, China, Pakistan dan Kabul adalah Sebuah Lelucon!!

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com)Imarah Islam Afghanistan (Taliban) pada hari Senin (07/03/2016) mengatakan kembali sikap tegas  mereka terhadap pembicaraan yang bertujuan mengakhiri perjuangan yang telah berlangsung 14 tahun, dan menolak perundingan sampai prasyarat mereka dipenuhi, Al Emarah News melaporkan, Senin.

Sebagaimana yang dilansir Voice of Jihad bahwa media rezim Kabul kembali memanaskan suasana, mengatakan pekan depan akan terjadi pertemuan kuartet lain yang kemungkinan diselenggarakan di ibukota Pakistan Islamabad dan menurut estimasi mereka, para delegasi dari Imarah Islam diminta harus berpartisipasi juga.

Sama seperti yang Imarah Islam nyatakan selama konferensi Pugwash; perang ini ditujukan pada Imarah Islam dan bangsa Afghanistan, dan negara ini telah diduduki oleh penjajah AS yang didukung oleh pasukan multinasional dan rezim korup. Maka langkah segera pertama adalah menghapus katalis utama yang mencegah perdamaian dan memperpanjang perang di Afghanistan yaitu penjajahan.

Agenda “lelucon” proses Kuartet (AS, China, Pakistan dan Afghanistan) ini jelas menunjukkan bahwa mereka menutup mata terhadap penjajahan dan campur tangan langsung operasi militer Amerika di Afghanistan dan berusaha untuk memprovokasi pemerintah Kabul untuk tidak menerima Imarah Islam.

Maka dapat dipahami oleh semua bahwa sumber dari semua tragedi adalah Amerika. Amerika telah secara ilegal menyerbu Afghanistan, membunuh ratusan ribu warga negara Afghanistan, menyiksa jutaan lebih di atas kejahatan yang tidak bisa diungkap dengan kata-kata dan proses ini terus berlanjut dengan kebiadaban yang besar.

Di sisi lain Amerika mengontrol pemilihan dari awal sampai akhir sementara Ashraf Ghani secara terbuka mengatakan bahwa jika Amerika menghentikan pasokan minyak bumi untuk satu hari, administrasi menjadi berhenti dan runtuh.

Jadi keputusan perang, penjajahan berkelanjutan, garis hidup rezim Kabul dan kejahatan lainnya ada di tangan Amerika, maka mengapa Amerika tidak mengambil tempat duduk di meja perundingan sebagai penyebab utama konflik?

Imarah Islam percaya bahwa Amerika dan rezim Kabul menginginkan kami menyerah, bukan  kedamaian sejati.

Mereka percaya Imarah Islam pertama-tama harus melemah di medan perang sebelum mereka dapat memaksakan 'Perdamaian'.

Tapi itu hanyalah menipu diri sendiri dan bertentangan dengan realitas di lapangan. Imarah Islam memperoleh dukungan yang kuat dari rakyatnya.

Penjajah dan sekutu mereka harus memahami bahwa ada kekuatan lain yang memenangkan penentuan bangsa dan tidak ada masalah yang dapat diselesaikan melalui perjanjian ilegal dan tidak bertanggung jawab.

Pada kenyataannya perdamaian membutuhkan tekad yang kuat dan strategi yang didasarkan pada realitas lapangan, elemen pentingnya adalah berakhirnya penjajahan AS di Afghanistan dan tidak ada hal-hal yang bertentangan satu sama lain dalam pembicaraan dan tindakan.

 

Deddy | Al Emarah News | Jurnalislam

 

Ledakan Bom Hantam Bandara Somalia

SOMALIA (Jurnalislam.com) – Enam orang terluka ketika sebuah bom yang ditanam di dalam komputer notebook meledak di sebuah bandara di Somalia, Senin (07/03/2016), dan merupakan serangan kedua dalam beberapa pekan terakhir menargetkan penerbangan di negara itu, lansir Aljazeera, Senin.

Bom meledak di sebuah pos pemeriksaan di pusat kota kecil Beledweyne, sekitar 325 km utara ibukota Mogadishu, di mana bulan lalu mujahidin al-Shabab mengaku bertanggung jawab atas ledakan yang menimbulkan lubang menganga di sebuah pesawat penumpang tak lama setelah lepas landas.

"Sebuah laptop meledak di sekitar lokasi screening, dan pasukan keamanan juga telah berhasil meredakan dua alat peledak lainnya, salah satunya ditanam di printer," kata polisi Letnan Kolonel Ali Duh Abdi kepada wartawan.

"Enam orang terluka, dua di antaranya polisi."

Ledakan pada hari Senin terjadi di mana pemeriksaan keamanan dilakukan sebelum kargo dan bagasi penumpang dimuat ke pesawat.

Pos pemeriksaan keamanan dijaga oleh pasukan Uni Afrika dari Djibouti, serta pasukan keamanan pemerintah Somalia.

Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Pada tanggal 2 Februari, ledakan menghasilkan lubang berukuran satu meter di sisi sebuah Airbus A321 sekitar 15 menit setelah lepas landas dari Mogadishu menuju Djibouti.

Al Shabab mengaku bertanggung jawab mengatakan bom tersebut menargetkan pejabat Barat dan pasukan NATO yang dianggap ada dalam penerbangan tersebut.

Mujahidin al Shabab yang berjuang untuk menggulingkan pemerintah boneka Somalia dan membentuk negara berdasarkan interpretasi hukum Islam – mengatakan bahwa operasi itu "adalah pembalasan atas kejahatan yang dilakukan oleh koalisi tentara salib Barat dan badan-badan intelijen mereka terhadap Muslim Somalia".

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

10 Teroris Komunis PKK Tewas di Tenggara Turki

ANKARA (Jurnalislam.com) – Sepuluh teroris PKK tewas di tenggara Turki di provinsi Diyarbakir dan Sirnak, militer Turki mengumumkan Senin (07/03/2016), lansir Anadolu Agency.

Menurut Staf Umum Turki, empat milisi PKK tewas dan 16 bom rakitan berhasil dijinakkan Ahad di kabupaten Diyarbakir Sur.

Sebanyak 264 milisi tewas dan 345 bahan peledak dijinakkan di Sur sejak operasi dimulai pada bulan Desember tahun lalu.

Enam teroris PKK lainnya juga tewas dan 18 bahan peledak dijinakkan hari Ahad di kabupaten Sirnak Idil; beberapa senjata juga disita, kata militer.

Wilayah tenggara Turki telah menjadi tempat operasi militer yang signifikan sejak Desember.

PKK yang – terdaftar sebagai organisasi teroris komunis oleh Turki melanjutkan operasi militer bersenjata 30 tahun terhadap negara Turki sejak akhir Juli 2015.

Sejak itu, lebih dari 280 anggota pasukan keamanan telah tewas dan ribuan milisi komunis PKK tewas dalam operasi di seluruh Turki dan Irak utara.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

45 Tewas dalam Bentrokan di Tunisia Perbatasan Libya

TUNISIA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 45 orang tewas dalam bentrokan antara pasukan Tunisa dan orang-orang bersenjata di sebuah kota dekat perbatasan dengan Libya, Aljazeera melaporkan, Senin (07/03/2016).

 

Kelompok bersenjata menyerang sebuah barak tentara Tunisia, pos keamanan dan penjaga nasional saat fajar dengan persenjataan berat, termasuk granat berpeluncur roket, di kota timur Ben Guerdane, memicu baku tembak dengan pasukan Tunisia.

Kementerian dalam negeri Tunisia mengatakan sedikitnya 28 penyerang, 10 tentara dan tujuh warga sipil tewas dalam baku tembak hari Senin di Ben Gardane tersebut.

Sebuah ambulans juga dicuri dalam bentrokan.

Saat ini situasi telah dikendalikan, dan pihak berwenang mengatakan bahwa jam malam akan dilaksanakan di kota pada Senin malam.

"Kami telah memutuskan untuk memberlakukan jam malam di Ben Guerdane untuk kendaraan dan pejalan kaki … mulai hari ini [Senin] antara pukul 07:00 [18:00 GMT] hingga 05:00 [04:00 GMT]," kata pernyataan kementerian dalam negeri.

Sebuah operasi keamanan dan militer dimulai pekan lalu di Ben Gardane, setelah para pejabat keamanan Tunisia mengatakan kelompok bersenjata menyelinap ke negara itu.

Reporter Al Jazeera Nazanine Moshiri, melaporkan dari Tunisia, mengatakan bahwa Ben Gardane adalah kota strategis penting yang dianggap sebagai "pintu gerbang ke Libya". Kota ini berfungsi sebagai jalur untuk perdagangan senjata dan penyelundupan barang sehari-hari.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Rekomendasi ‘Bodong’ FKUB Biang Kerok Suburnya Gereja Liar di Bekasi

BEKASI (Jurnalislam) – Ketua Forum Anti Pemurtadan Bekasi Ustadz Abu Al Izz menilai, akar permasalahan tumbuh suburnya gereja liar di Kota Bekasi disebabkan oleh rekomendasi "bodong" FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama). Maksudnya, rekomendasi pendirian tempat ibadah yang tidak melibatkan tokoh dan masyarakat kota Bekasi.

“Yang pertama, biang gereja dimana-mana adalah FKUB. FKUB telah merekomendasikan banyak gereja dengan dalil telah melakukan verifikasi. Disini banyak tokoh-tokoh Bekasi, apakah antum dilibatkan? Apakah antum diajak bicara? Kalau tidak antum berarti dibohongi,” tegas Abu Al Izz dalam orasinya siang tadi, Senin (7/2/2016) di depan Gedung DPRD Kota Bekasi.

Ustadz asli Bekasi ini mengaku mempunyai fakta terkait adanya tindak penyuapan pihak gereja kepada FKUB untuk meminta dikeluarkannya rekomendasi.

“Saya punya fakta, dari FKUB itulah dimana-mana gereja nyogok untuk dimuluskan, agar rekomendasi dikeluarkan. Jangan percaya jika ada panitia pembangunan gereja mendapat rekomendasi dari FKUB,” tegasnya.

Abu Al Izz juga meminta masyarakat Bekasi untuk mengawal FKUB dalam mengambil kebijakan agar tak merugikan umat Islam sebagai mayoritas di Kota Bekasi.

”Kita juga kawal Kementrian Agama jangan sampai ia mengeluarkan rekomendasi, kita juga harus kawal jangan sampai Pepen (Rahmat Efendi, Walikota Bekasi) nipu umat Islam,” tegasnya.

Reporter: Zul | Editor: Irfan | Jurnalislam

 

Soal Gereja Santa Clara, FAPB Bekasi: Cabut Rekomendasi, Bukan Verikasi Ulang!

BEKASI (Jurnalislam.com) – FKUB Kota Bekasi yang diketuai oleh Abdul Manan dan Sekretaris Hasnul Kholid Pasaribu, mengeluarkan surat rekomendasi pendirian Gereja Katolik Paroki Santa Clara Bekasi Utara dengan nomor 109/REK.FKUB/1V/2015. Rekomendasi tersebut dikeluarkan setelah mempelajari surat yang diajukan oleh panitia pembangunan Gereja dan laporan hasil verifikasi dukungan warga.

Sementara tokoh ulama dan masyarakat Bekasi Utara seperti KH. Ishomudin Muchtar menolak keras pendirian gereja Katolik Paroki Santa Clara Bekasi Utara.

Buktinya pada hari Senin, 10 Agustus 2015, para tokoh dari berbagai elemen dan masyarakat Bekasi Utara turun melakukan demonstrasi guna memprotes rekomendasi yang dikeluarkan oleh FKUB tersebut.

Demonstrasi kekecewaan masyarakat Kota Bekasi pun pecah dan nyaris bentrok dengan aparat hingga akhirnya para demonstran melumpuhkan jalur utama A. Yani.

Kendati demikian, Walikota Bekasi dan Muspida tidak bergeming dengan kemarahan dan kekecewaan masyarakat Bekasi. Mereka hanya mempersilahkan verifikasi ulang dan menjadikan status quo selama dalam verifikasi.

Tentu yang diverifikasi adalah data yang sudah dianggap sah dan meyakinkan oleh mereka! Lain halnya jika keputusannya, pihak gereja diminta mengajukan kembali syarat-syarat pendirian gereja dari nol?

Maka, Front Anti Pemurtadan Bekasi (FAPB) berpendapat bahwa:

1. FKUB telah melakukan kesalahan mengeluarkan rekomendasi pendirian Gereja Santa Clara Bekasi Utara tanpa melibatkan tokoh-tokoh dan masyarakat kota Bekasi pada saat verifikasi hingga akhirnya mereka terpaksa berdemonstrasi di depan kantor Walikota Bekasi.

2. FKUB dalam mengeluarkan rekomendasi memaksakan diri dan tidak mengindahkan perasaan masyarakat muslim Bekasi, khususnya masyarakat muslim Bekasi Utara yang terganggu dengan adanya pendirian Gereja Santa Clara Bekasi Utara.

3. Sikap FKUB berkeras seolah telah berpijak pada aturan normatif dengan tanpa mempertimbangkan kearifan dan nilai budaya masyarakat Bekasi yang relijius yang peka terhadap masalah gereja dapat memicu keresahan dan melukai kenyamanan hidup masyarakat kota Bekasi.

4. Seharusnya Walikota Bekasi dan Muspida mendorong FKUB untuk mencabut rekomendasi pendirian Gereja Paroki Santa Clara Bekasi Utara nomor 109/REK.FKUB/1V/2015.

Bukan dengan verifikasi ulang!

Bekasi, 10/8/2015 Abu Al-Iz, Lc. (Ketua FAPB)

 

Sumber: Pers Rilis FAPB | Editor: Irfan | Jurnalislam

Lomba Baca Sirah Rasulullah Warnai Gelaran Islamic Book Fair Malang

MALANG (Jurnalislam.com) – Demi mempopulerkan kisah-kisah keteladanan Rosulullah Muhammad SAW, penerbit buku-buku Siroh Rasulullah, Sigma Daya Insani mengadakan lomba "Baca Sirah Rasulullah" dalam gelaran Islamic Book Fair Malang di aula Skodam Brawijaya Jalan Raya Tugu No 1 Malang, Senin (7/3/2016).

"Kita berkomitmen untuk mengenalkan keteladanan Rasul Muhammad SAW, makanya kita adakan lomba ini untuk tingkat TK/PAUD dan SD," terang Hilda, supervisor Sigma Daya Insani kepada Jurnalislam.

Lebih lanjut Hilda berharap tercapainya misi satu anak satu buku sirah. “Sehingga setiap anak bisa mencintai Rosulullah saw. Barang siapa mencintai Rosulullah maka kelak dia akan bertemu dan berkumpul dengan beliau di surge," kata Hilda mengutip sebuah hadist.

Sementara itu, Anas Farhan peserta dari SD Islam Al Um Malang mengungkapkan kegembiraannya meski belum menang sebagai juara lomba kali ini.

"Seneng..semangat, karena hanya dua orang dari SD saya," ucap Anas murid kelas 2.

Hasil lomba kali ini langsung dibacakan setelah panitia membatasi 22 peserta tampil, karena waktu yang diberikan hanya dua setengah jam.

Untuk juara 1 kategori tingkat TK/PAUD di raih Silfia dari TK Restu Malang, sementara untuk kategori tingkat SD diraih Sahwa dari SD Islam Al Um Malang.

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

 

Dibangun Dekat Pesantren, FUI Kota Bekasi Wajarkan Umat Islam Tolak Gereja Santa Clara

BEKASI (Jurnalislam) – Ketua Forum Umat Islam (FUI) Kota Bekasi, ustadz Bernard Abdul Jabar mewajarkan pembangunan Gereja Santa Clara ditolak keras warga Bekasi. Sebab, Gereja yang disebut-sebut akan menjadi gereja terbesar di Asia Tenggara itu akan dibangun di dekat sebuah pesantren di Bekasi Utara.

“Yang kedua, menyangkut kearifan lokal, Bekasi sebagian besar penduduknya muslim. Dan yang ketiga, izinnya masih bermasalah, penipuan tanda tangan, pemalsuan KTP dan sebagainya,” ungkap ustadz Bernard kepada wartawan, Senin (7/2/2016).

Ia juga membantah keterkaitan aksi ribuan umat Islam itu dengan HUT Kota Bekasi dan pertemuan OKI di Jakarta.

“Ini adalah murni perjuangan kita untuk menolak izin pembangunan Gereja Santa Clara, gak ada sangkut pautnya dengan HUT Kota bekasi itu masih lama, apa lagi pertemuan OKI, pertemuan OKI kan di Jakarta, gak ada hubungannya sama sekali,” tegasnya.

Dalam aksi itu, umat Islam mencabut papan IMB dan menyegel lokasi didirikannya gereja Santa Clara. Selain mendesak pemkot Bekasi untuk mencabut izin pendiriannya, umat Islam juga meminta Walikota untuk bertaubat karena mengizinkan pendirian gereja tersebut.

Reporter: Zul | Editor: Irfan | Jurnalislam

Izinkan Gereja Santa Clara, Umat Islam Bekasi Minta Walikota Bertaubat

BEKASI (Jurnalislam) – Ribuan umat Islam Bekasi yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Umat Islam Bekasi mendatangi kantor Wali Kota Bekasi Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Senin (7/2/2016). Mereka menolak  pembangunan Gereja Santa Clara di Kelurahan Harapan Baru, Bekasi Utara.

Mewakili massa umat Islam, tokoh masyarakat Bekasi KH Qosim Nursehah meminta Walikota Bekasi untuk bertaubat karena telah memberi izin pembangunan Gereja yang disebut-sebut akan menjadi gereja terbesar di Asia Tenggara itu.

“Saudara Walikota Bekasi jika anda mengaku muslim bertobatlah kepada Allah SWT selagi pintu tobat masih terbuka, bertobatlah kepada Allah SWT. Jika kamu tidak bertobat, siksa neraka buatmu, kita doakan saudara Pepen ini diberi taufik dan hidayah, sehingga bertobat sekaligus mencabut izin Gereja Santa Clara,” ujarnya.

Aksi yang dimulai sejak pagi itu juga diwarnai dengan pencabutan papan IMB dan penyegelan lokasi didirikannya gereja tersebut.

Reporter: Zul | Editor: Irfan | Jurnalislam