Bendung Gerakan LGBT, HTI Bima Gelar Mudzakarah Tokoh Umat

BIMA (Jurnalislam.com) – Menyikapi eksistensi Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) kian berani menampakkan diri ke publik khususnya di Bima, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Bima mengadakan Mudzakarah Tokoh Umat, pada Ahad (6/3/2016) di Aula Kantor Yayasan Islam, Jln Soekarno-Hatta Kota Bima.

Sejumlah narasumber dari tokoh medis, tokoh agama dan aparat pemerintahan hadir dalam acara bertema Membendung Bahaya LGBT ini dan dibuka oleh Wakil Walikota Bima.

Ketua Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Bima, Ustadz Muhammad Ayyubi mengatakan, kegiatan digelar sebagai bentuk kepedulian dan atensi HTI sebagai wakil elemen masyarakat. Selain itu, ingin menyampaikan bahwa LGBT ternyata ada disini, disekitar masyarakat mengancam moral generasi.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin mendorong pemerintah bersikap tegas lagi terhadap keberadaan LGBT,” katanya sebagaimana dilansir Kahaba.

Ditegaskan ustadz Ayyubi, seluruh ahli kesehatan sepakat jika LGBT merupakan penyakit dan penyimpangan perilaku yang membahayakan. Dalam aspek kesehatan, sebuah data merilis ada 50 ribu orang terinveksi HIV Tahun 2010. Dua pertiga dari jumlah itu merupakan LGBT. Data Tahun 2010 ini naik 20 persen bila dibandingkan pada tahun 2008.

“LGBT saat ini bukan lagi perilaku individu melainkan sudah menjadi sebuah gerakan global yang terorganisir,” ungkapnya.

Gerakannya kata dia, melalui berbagai cara. Seperti masuk melalui jalur akademik, lahirnya lembaga pro LGBT, propaganda lewat advokasi, konsultasi, film, aksi lapangan, seni, dan media massa.

“Kampanye dilakukan secara massif dengan dukungan dana dari asing. Mereka sering menggunakan HAM sebagai tameng. Tujuannya agar negara mengakui keberadaan mereka,” terangnya.

Sementara Wakil Walikota Bima, H A Rahman dalam sambutannya menegaskan bahwa semua agama sepakat menolak eksistensi LGBT. Justru Ia heran di negara mayoritas Islam malah diterima. Padahal LGBT merupakan penyakit.

“Mereka harus kita sadarkan. Keluarga kita harus diberikan penyadaran. Jangan sampai turun adzab. Apalagi negara kita menganut demokrasi yang sering kebablasan,” paparnya.

Menurutnya, memang harus ada kelompok dan segolongan orang yang mengingatkan bahaya LGBT. Sebab, sudah banyak contoh laknat Allah terhadap pelaku LGBT. Seperti zaman Nabi Luth dan zaman kekinian di Italya.

“Sisa penggalian arkeolog memperlihatkan bukti azab tersebut sebagai pelajaran bagi manusia,” ujarnya.

Kampanye LGBT dinilainya begitu massif bahkan melalui smarphone dan android tanpa disadari. Karena itu, Ia mengajak masyarakat agar peduli dan membangun ketahanan rumah tangga serta keluarga. Peran tokoh agama juga diharapkan untuk memberi pencerahan kepada masyarakat.

“Kita tidak benci orangnya, tetapi kita membenci tindakan dan penyimpangan perilakunya. Kita sepakat mereka ini punya penyakit dab harus diobati,” tandasnya.

Reporter: Sirath | Editor: Ally Muhamma Abduh | Jurnalislam

 

Taliban Targetkan Komandan Arbaki di Takhar, 4 Milisi Tewas

TAKHAR (Jurnalislam.com) – Sedikitnya empat milisi Arbaki tewas dalam pertempuran sengit di provinsi Takhar utara Afghanistan, menurut laporan Al-Emarah News, Ahad (06/03/2016).

Dikatakan pertempuran pecah di distrik Darqad provinsi Takhar Ahad pagi dan berlangsung selama tiga jam di mana empat musuh tewas dan komandan mereka, Raza, dalam kondisi kritis karena terluka. Sebuah kendaraan musuh ditembak dan dihancurkan dalam operasi itu.

Sejumlah musuh berhasil melarikan diri setelah berjam-jam pertempuran, sementara daerah sepenuhnya di tangan Mujahidin sekarang.

Tiga Mujahidin dilaporkan telah terluka dalam pertempuran hari Ahad.

Semetara pos pemeriksaan polisi yang terletak di daerah Tangano Godar distrik Nawa berada di bawah serangan Mujahidin pada pukul 01:00 pagi waktu setempat hari Ahad di tengah operasi militer tahunan 'Azm' yang sedang berlangsung.

Serangan menggunakan senjata berat dan ringan tersebut berlangsung selama dua jam. Akibatnya  pos benar-benar dikuasai dan pasukan bersenjata bayaran terpaksa melarikan diri dan meninggalkan mayat 8 kawannya.

2 senapan mesin PKM, peluncur RPG, 2 senapan AK, senapan mesin peluncur granat dan sejumlah besar peralatan militer lainnya disita.

Pasukan bala bantuan yang datang mendekati tkp juga terlibat dalam pertempuran jarak dekat, dan kemungkinan besar musuh menderita kerugian lebih banyak.

 

Deddy | Al Emarah News | Jurnalislam

Mujahidin Suriah Gempur Basis Komunis YPG di Aleppo dengan 70 Roket Lebih

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR), sebuah kelompok pemantauan perang yang berbasis di Inggris, mengatakan pada hari Ahad (06/03/2016) lebih dari 70 roket dan mortir ditembakkan oleh faksi faksi jihad Suriah, termasuk Jabhah Nusrah ke basis YPG di Aleppo, lansir Aljazeera Ahad.

Kantor berita SANA yang dikelola rezim Suriah mengatakan bahwa serangan hari Ahad, menewaskan 9  orang dan melukai sedikitnya 40 orang, terjadi di Sheikh Maqsud, yang telah diserang selama beberapa hari.

Sedikitnya 135 orang tewas dalam pekan pertama gencatan senjata di Suriah di wilayah yang masuk lingkup perjanjian Washington dan Moskow dan 552 orang tewas di daerah yang tidak tercakup oleh gencatan senjata, menurut sebuah kelompok pemantau SOHR.

Seluruh afiliasi Al Qaeda seperti Jabhah Nusrah dan sekutunya dikecualikan dari gencatan senjata oleh AS dan Rusia.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

ECR dan Warung Ikhlas Kembali Gelar Baksos di Lokasi Longsor Karanganyar

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Tim Emergency And Crisis Response (ECR) bersama Warung Murah dan Warung Ikhlas "Melangkah Dengan Sedekah" kembali mengadakan Aksi Peduli Sesama kepada korban bencana tanah longsor di Dusun Pengkok dan Dusun Pondok Desa Beruk Jatioso Karanganyar, Ahad (6/3/2016).

"Kami memang telah dua kali ini terjun ke tempat ini, yang pertama pada tanggal 21 di bulan lalu dan yang kedua hari ini," ungkap Joko Kebab, ketua Warung Ikhlas.

"Tujuan kami satu, berbagi untuk berdakwah ke sesama" tambahnya.

Bencana tanah longsor yang terjadi satu bulan lalu itu mengakibatkan 3 Dusun terisolir karena kedua jembatan yang menghubungkan ke tiga Dusun tersebut hilang terkena longsoran tanah.

ECR mengelar pelayanan pengobatan massal dengan metode Thibun Nabawi dan medis, sedangkan Warung Murah dan Warung Ikhlas membagikan 500 nasi bungkus.

Terputusnya akses menuju lokasi sempat membuat tim harus berjalan kaki sepanjang setengah kilometer.

"Baksos kali ini membuat kami agak repot, karena jembatan putus sehingga kami harus meninggalkan mobil kami dan berjalan kaki kurang lebih 400 meter baru kita dinaikan mobil pick-up punya penduduk yang masih terjebak di lokasi," ungkap M. Ridwan ketua ECR.

"Pada Baksos kali ini kami hanya bisa melayani kurang lebih 82 pasien medis, sebab sulitnya medan sehingga waktu banyak terbuang di perjalanan," imbuhnya.

Perwakilan warga mengumumkan kedatangan tim melalui pengeras suara masjid. Puluhan warga pun berbondong-bondong mendatangi pos lokasi baksos.

"Maturnuwun atas kehadiran bapak-bapak dan ibu-ibu semua semoga menjadi amal jariyah bagi panjengan semua," tutur H. Sutarno Takmir Masjid setempat.

"Mohon maaf kalau dalam penyambutan kurang berkenan, semoga tidak kapok di lain hari," tambah guru bahasa jawa di SMPN 1 Tawangmangu itu.

Baksos yang dibantu tiga dokter tersebut berlangsung hingga Ashar. Tim pun bergegas kembali karena hujan lebat mengguyur di lokasi yang dikhawatirkan akses kembali tertutup longsoran susulan.

Reporter: Riyanto | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Tutupi Pemberitaan Eksekusi Mumtaz Qadri, Kantor-kantor Media Pakistan Diserang Massa

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Para pengunjuk rasa pada hari Jumat (04/03/2016) menyerang kantor beberapa surat kabar Pakistan dan saluran televisi untuk memprotes kegagalan media meliput pemakaman mantan komando polisi yang dihukum mati awal pekan ini karena membunuh gubernur Punjab, Anadolu Agency melaporkan, Ahad (06/03/2016).

Pada tahun 2011, Malik Mumtaz Hussain Qadri, seorang anggota pasukan polisi elit, menembak Salman Taseer seorang politisi liberal, gubernur provinsi Punjab di timur laut Pakistan saat itu, di ibukota Islamabad. 

Qadri menembak Taseer 28 kali setelah Tasser melindungi seorang penghujat Nabi Muhammad Saw.

Pada hari Selasa (01/03/2016), Qadri dieksekusi di sebuah penjara dengan keamanan tinggi, eksekusi tersebut memicu protes di seluruh negeri, sehingga pemakamannya di Rawalpindi dihadiri oleh sekitar 500.000 orang lebih.

Qadri dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan anti-teror pada bulan Oktober 2011. Menyusul upaya mengajukan banding yang ditolak oleh pengadilan yang lebih tinggi pada tahun 2015.

Kebanyakan media Pakistan, terutama saluran televise lokal mengabaikan siaran pemakaman Qadri dan protes masyarakat yang terkait peristiwa tersebut, namun diliput dari dekat oleh media internasional.

Kurangnya liputan lokal dilaporkan karena perintah yang dikeluarkan oleh otoritas pengawas media Pakistan, yang meyakini bahwa liputan pemakaman bisa memicu kekerasan.

Massa yang marah pada hari Jumat menyerang kantor Aaj TV dan Abb Takk TV di Karachi dan Faisalabad, sementara wartawan di Press Club of Hyderabad dipukuli dan kendaraan yang diparkir di luar dihancurkan.

Di Lahore, juga, massa bersenjata tongkat menyerang wartawan – melukai beberapa dari mereka – sementara kendaraan satelit milik Express dan Dunya TV hancur.

Uni Federal Jurnalis Pakistan (Pakistan’s Federal Union of Journalists-PFUJ), sebuah kelompok payung dari beberapa organisasi media, mengutuk serangan di hari Jumat tersebut, dengan alasan bahwa wartawan tidak bisa disalahkan untuk "sensor" Negara.

Setelah Perdana Menteri Nawaz Sharif memerintahkan tindakan tegas akan diambil terhadap penyerang, polisi dikerahkan di luar klub pers dan kantor-kantor surat kabar dan saluran televisi di seluruh negeri.

Pakistan adalah salah satu negara paling berbahaya di dunia bagi wartawan. Sejak tahun 2000, sekitar 100 wartawan telah tewas – banyak dari mereka dibunuh di provinsi Baluchistan, di mana pemberontak separatis mengkritik liputan konflik media.

Penghujatan adalah masalah yang sangat sensitif di Pakistan, di mana dalam beberapa tahun terakhir banyak dari mereka yang dituduh melakukan pelanggaran tersebut telah digantung oleh massa yang marah – baik Muslim maupun non-Muslim.

Kelompok-kelompok HAM mengatakan hukuman bagi penghujat harus di hapus, dengan alasan  karena mereka mengatakan hukum itu sering dimanfaatkan untuk menargetkan kelompok tertentu.

Namun para pendukung hukum mengatakan perlu untuk mencegah orang melaksanakan eksekusi hukum dengan tangan mereka sendiri.

Pada tahun 2014, beberapa orang Kristen secara terbuka digantung oleh massa di Lahore karena telah membuat komentar menghina Nabi Muhammad Saw.

Saat ini, hampir 600 kasus dugaan penghujatan tertunda dalam sistem pengadilan Pakistan.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Mesir dan Perancis Gelar Latihan Militer Bersama di Mediterania

KAIRO (Jurnalislam.com) – Mesir dan Perancis pada hari Ahad 06/03/2016) mulai melakukan latihan perang bersama di Mediterania di mana pesawat tempur Rafale Prancis yang dibeli oleh Kairo tahun lalu ikut ambil bagian, kata tentara Mesir, World Bulletin melaporkan Ahad.

Latihan militer dan angkatan laut Ramses 2016 diadakan di lepas pantai kota Mediterania, Alexandria, dan diperkirakan berlangsung selama beberapa hari, militer mengatakan pada halaman Facebook-nya.

Paris mengumumkan manuver Selasa tersebut dan mengatakan kapal induk Perancis Charles de Gaulle, yang digunakan untuk meluncurkan serangan udara di Suriah dan Irak, juga akan ambil bagian.

Latihan ini ditujukan untuk "berbagi keahlian kami dengan militer Mesir … salah satu mitra utama kami di Timur Tengah," kata kementerian pertahanan Prancis pada saat itu.

Tentara Mesir mengatakan sebuah kapal multi-misi Prancis yang dibeli oleh Kairo tahun lalu juga akan ambil bagian dalam latihan bersama dengan jet tempur Rafale dan pesawat tempur F-16.

Pada 2015, Kairo menandatangani kesepakatan miliaran euro untuk membeli 24 pesawat tempur Rafale dari Perancis, yang enam diantaranya telah dikirim.

Pada tanggal 19 Desember, pembawa Charles de Gaulle mengambil komando di Teluk dalam kontingen angkatan laut yang beroperasi sebagai bagian dari koalisi internasional.  

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Taliban Akhirnya Tolak Rencana Pembicaraan Damai dengan Rezim Kabul

KABUL (Jurnalislam.com)Imarah Islam Afghanistan (Taliban) pada hari Sabtu (05/03/2016) mengumumkan penolakan mereka untuk berpartisipasi dalam pembicaraan damai yang ditunggu-tunggu dengan rezim Afghanistan akibat tidak dipenuhinya beberapa prasyarat, menurut sebuah pernyataan yang dirilis oleh Imarah Islam, Anadolu Agency melaporkan, Ahad (06/03/2016).

Meskipun pembicaraan damai langsung dijadwalkan berlangsung mulai pekan depan, Taliban mengatakan mereka tidak akan berpartisipasi selama pasukan asing pimpinan AS tetap ada di tanah Afghanistan. (baca juga: Ringkasan Pernyataan Perwakilan Imarah Islam Afghanistan pada Konferensi Doha)

"Imarah Islam Afghanistan sekali lagi menegaskan bahwa kecuali pendudukan Afghanistan berakhir … dan tahanan dibebaskan, negosiasi yang sia-sia dan menyesatkan seperti ini tidak akan berhasil," Taliban menyatakan.

Imarah Islam melanjutkan keputusannya untuk menahan diri mengambil bagian dalam negosiasi langsung karena masih adanya penyebaran berkelanjutan pasukan AS di Afghanistan, serangan udara terus menerus oleh pasukan pimpinan AS, dan ekspansi terbaru operasi militer oleh pemerintah rezim Afghanistan.

Taliban juga menegaskan bahwa mereka telah keluar dari lingkaran sejak Koordinasi Kelompok Segiempat (the Quadrilateral Coordination Group-QCG) – yang terdiri dari AS, China, Pakistan dan Afghanistan – mulai mengadakan pembicaraan awal bulan lalu bertujuan untuk memulai kembali perundingan perdamaian.

"Dari awal, kantor politik Imarah Islam belum pernah diberitahu tentang [perkembangan mengenai] pembicaraan," kata Taliban. (baca juga: Taliban: Tidak Ada Undangan Pembicaraan Damai)

Para pejabat Afghanistan, termasuk Presiden Ashraf Ghani, telah berulang kali mengesampingkan prasyarat yang ditetapkan Taliban untuk pembicaraan damai.

Akhir bulan lalu, QCG mengadakan pertemuan keempat di Kabul untuk mempersiapkan dimulainya kembali pembicaraan langsung antara pemerintah Afghanistan dan Taliban serta Hezbi Islami, yang dipimpin oleh Gulbiddin Hekmatyar.

Pada pertemuan QCG 6 Februari di Islamabad, peserta menyepakati rencana untuk dimulainya kembali pembicaraan, yang ditangguhkan setelah Taliban tahun lalu mengumumkan wafatnya Syeikh Mullah Muhammad Umar.

Pernyataan terbaru Taliban keluar hanya beberapa hari sebelum putaran pertama perundingan tatap muka yang dijadwalkan untuk dimulai di Islamabad.

Baca juga:

Pembicaraan Damai Rezim Kabul dan Taliban Diharapkan pada Akhir Februari

Rezim Kabul, China, Pakistan dan AS Undang Taliban Pembicaraan Damai pada Bulan Maret

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

Anshar Dine Lakukan Empat Serangan di Mali

MALI (Jurnalislam.com) – Anshar Dine, sebuah pasukan jihad Tuareg untuk Al Qaeda di Maghreb Islam (AQIM), mengaku melakukan empat serangan baru-baru ini di Mali. Sebagian besar serangan terjadi di bagian utara negara Afrika Barat, tetapi satu serangan terjadi di wilayah Segou yang lebih aman di tengah Mali.

Seperti yang dilansir The Long War Journal Sabtu (05/03/3016), Anshar Dine mengatakan serangan di salah satu pernyataan yang pertama kali dirilis oleh media – Al Rimaah Media – yang kemudian diterjemahkan oleh Kelompok Intelijen SITE.

Di wilayah utara Kidal, Anshar Dine mengaku meledakkan bom rakitan ke arah tiga kendaraan pasukan PBB di dekat Aguelhok, Tesslitnear dan Kidal. Kelompok jihad tersebut juga mengaku menargetkan sebuah kamp militer PBB di Kidal dengan roket.

Lebih jauh ke selatan di wilayah Segou, Anshar Dine mengaku "menyerang sebuah pos pemeriksaan tentara Mali di daerah Macina, mengakibatkan sejumlah tentara tewas dan terluka." Media lokal melaporkan empat mujahidin menyerang sebuah pangkalan polisi di kota, sementara yang lain melaporkan bahwa serangan itu mengakibatkan empat kendaraan rusak dan beberapa diambil. Serangan, yang merupakan salah satu serangan jauh ke selatan tahun ini, kemungkinan dilakukan oleh pasukan Fulani Anshar Dine, Gerakan Pembebasan Macina (the Macina Liberation Movement).

Menurut data yang dikumpulkan oleh The Long War Journal, telah ada setidaknya 40 serangan al-Qaeda di Mali dan Burkina Faso sejak Januari. Sebagian besar terjadi di bagian utara Mali, namun, beberapa terjadi di bagian selatan negara.

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Lagi, Pos Militer Strategis Afghanistan Diserang Taliban, 27 Pasukan Tewas

HELMAND (Jurnalislam.com) – Sebuah pos militer strategis yang terletak di wilayah Shno Gombato desa Balouchano di pinggiran ibukota Lashkar Gah diserang dengan serangan skala besar sekitar pukul 11.30 WIB tadi malam di tengah operasi militer tahunan 'Azm' yang sedang berlangsung, Al Emarah News melaporkan, Sabtu (05/03/2016).

Serangan menggunakan senjata berat dan ringan berlangsung hingga pukul 03:00 waktu setempat hari Sabtu. Sebagai hasilnya seluruh basis diserbu, sisa pasukan musuh melarikan diri meninggalkan mayat 27 orang rekannya.

APC milik musuh, artileri SPG-9, tabung mortir, senapan mesin berat DShK, 9 senapan mesin AS, 16 senapan AS, 2 peluncur RPG, senapan sniper AS, 5 kendaraan penuh amunisi dan sejumlah besar peralatan lainnya disita.

Hanya 2 Mujahidin yang terluka dalam seluruh operasi, segala puji bagi Allah.

Serangan ini terjadi pada malam yang sama dengan saat Mujahidin menyerbu pos pemeriksaan utama lainnya di distrik Nad Ali, menewaskan 9 orang bersenjata dan merebut peralatan militer.

Kemudian laporan juga datang di hari yang sama dari kabupaten Sang-e-Atish mengatakan bahwa konvoi musuh yang tiba di daerah Mubarak Shah sekitar 6 minggu sebelumnya masih berbasis di daerah tersebut dan diserang Mujahidin.

Laporan mengatakan bahwa musuh melancarkan serangan pada posisi Mujahidin kemarin malam, memicu bentrokan berat. Pertempuran dengan senjata berat dan ringan terjadi. APC juga hancur berkeping-keping akibat terkena ranjau darat.

Musuh mundur dari daerah itu setelah 7 orang termasuk komandan batalion Pasukan Reaksi Cepat – Ibrahim – tewas dan 14 orang bersenjata lainnya terluka, pejabat mengatakan menambahkan bahwa 2 Mujahidin juga terluka dalam pertempuran itu.

Rincian lebih lanjut akan diperbarui kemudian.

 

Deddy | Al Emarah News | Jurnalislam

Israel Cegah Delegasi Belgia Memasuki Palestina

GAZA (Jurnalislam.com) – Zionis menolak delegasi enam anggota parlemen Belgia masuk ke Jalur Gaza yang diblokade untuk mengunjungi LSM lokal pada Rabu pekan ini, Palestine News Network  melaporkan, Sabtu (05/03/2016).

Delegasi yang mewakili beberapa partai politik yang berbeda di Belgia, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu bahwa mereka sebelumnya telah mengatur kunjungan dengan Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (the United Nations Relief and Works Agency-UNRWA).

Mereka berharap untuk bertemu dengan organisasi masyarakat sipil dan melakukan observasi lapangan di daerah yang terkepung oleh zionis atas permintaan parlemen Belgia

Setelah ditolak, para anggota parlemen mengkritik kebijakan Israel yang ilegal dan bertentangan dengan konvensi internasional. Mereka juga mengatakan bahwa Israel kemungkinan mencoba menyembunyikan sesuatu, dan mengatakan mereka telah memberitahu pemerintah Belgia atas situasi yang tidak dapat diterima tersebut.

"Israel tidak memiliki hak untuk bertindak sedemikian rupa yang melanggar konvensi internasional," kata anggota parlemen dalam pernyataan mereka.

Awal tahun ini, Belgia menjanjikan € 2.450.000 ($ 2.600.000 = Rp 34.060.000.000) untuk UNRWA "dalam mendukung badan layanan untuk pengungsi Palestina di wilayah Palestina yang dijajah Israel tersebut."

 

Deddy | PNN | Jurnalislam