Dibangun Dekat Pesantren, FUI Kota Bekasi Wajarkan Umat Islam Tolak Gereja Santa Clara

BEKASI (Jurnalislam) – Ketua Forum Umat Islam (FUI) Kota Bekasi, ustadz Bernard Abdul Jabar mewajarkan pembangunan Gereja Santa Clara ditolak keras warga Bekasi. Sebab, Gereja yang disebut-sebut akan menjadi gereja terbesar di Asia Tenggara itu akan dibangun di dekat sebuah pesantren di Bekasi Utara.

“Yang kedua, menyangkut kearifan lokal, Bekasi sebagian besar penduduknya muslim. Dan yang ketiga, izinnya masih bermasalah, penipuan tanda tangan, pemalsuan KTP dan sebagainya,” ungkap ustadz Bernard kepada wartawan, Senin (7/2/2016).

Ia juga membantah keterkaitan aksi ribuan umat Islam itu dengan HUT Kota Bekasi dan pertemuan OKI di Jakarta.

“Ini adalah murni perjuangan kita untuk menolak izin pembangunan Gereja Santa Clara, gak ada sangkut pautnya dengan HUT Kota bekasi itu masih lama, apa lagi pertemuan OKI, pertemuan OKI kan di Jakarta, gak ada hubungannya sama sekali,” tegasnya.

Dalam aksi itu, umat Islam mencabut papan IMB dan menyegel lokasi didirikannya gereja Santa Clara. Selain mendesak pemkot Bekasi untuk mencabut izin pendiriannya, umat Islam juga meminta Walikota untuk bertaubat karena mengizinkan pendirian gereja tersebut.

Reporter: Zul | Editor: Irfan | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.