Nilai Tukar Rupiah Kembali Melemah Nyaris Rp 15.100

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Rupiah kembali merosot ke posisi terendahnya sejak krisis moneter 1998. Kemarin, kurs spot rupiah ditutup di level Rp 15.075 per dollar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,21% dibandingkan dengan hari sebelumnya. Serupa, kurs rupiah versi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) juga terdepresiasi 0,67% jadi Rp 15.088 per dollar AS.

Sentimen eksternal masih jadi pengaruh utama yang membuat rupiah melemah pekan ini. Di antaranya kenaikan harga minyak dunia yang terus berlangsung dalam beberapa hari belakangan.

Tambah lagi, posisi dollar AS yang sedang di atas angin setelah Gubernur The Federal Reserve Jerome Powell memberi pidato bernada hawkish terkait ekonomi Negeri Paman Sam tersebut.

Analis Asia Trade Point Future Andri Hardianto mengatakan, dengan penguatan the greenback, kepercayaan pelaku pasar terhadap aset di Eropa dan emerging market belum sepenuhnya pulih. “Pelaku pasar akhirnya melakukan aksi jual untuk menghindari emerging market,” kata dia, Rabu (3/10) lansir Kontan.co.id.

Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menambahkan, pernyataan pemerintah Italia yang enggan menekan defisit anggaran membuat euro tertekan. Alhasil, mata uang emerging market ikut terseret, tak terkecuali mata uang Garuda.

Seperti diketahui, Italia yang kini dipimpin Perdana Menteri Giuseppe Conte berencana memperlebar defisit anggaran negara di 2019 menjadi 2,4% dari produk domestik bruto (PDB). Padahal di tahun ini, defisit anggaran Negeri Pizza tersebut sudah mencapai 1,6%.

Namun, jika Italia mau mempertimbangkan permintaan Uni Eropa, rupiah berpotensi berbalik arah, sejalan dengan penguatan euro. David memprediksi, mata uang Garuda tersebut akan bergerak dalam kisaran Rp 15.000–Rp 15.100 per dollar AS. Sedangkan, menurut perhitungan Andri, kurs rupiah bergerak dalam rentang Rp 15.010–Rp 15.090 per dollar AS pada hari ini.

Sumber: kontan.co.id

 

ITB Persiapkan Bantuan Perangkat Mitigasi Bencana

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Institut Teknologi Bandung (ITB) mengirimkan bantuan makanan, handuk, perlengkapan bayi, dan obat-obatan kepada korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Bantuan tersebut dikirimkan melalui Posko Bantuan TNI AU untuk Palu Di Bandara Halim Perdanakusuma.

Direktur Administrasi Umum, Dra. Binarti Dyah Pertiwi, mengatakan pengiriman barang bantuan bencana Palu dari ITB ke Posko Bantuan di Halim Perdanakusuma dibantu semua pihak. Ia berharap bantuan tersebut bisa bermanfaat bagi para korban.

Binarti mengatakan ITB juga menyiapkan bantuan pascagempa lainnya. Terutama yang berhubungan dengan teknologi yang bisa dimanfaatkan warga ke depannya pasca bencana.

“Bantuan lain yang disiapkan tim ITB, yaitu teknologi penyediaan air bersih, prototipe rumah tahan gempa, early warning system, dan mitigasi bencana,” ujarnya seperti dalam siaran persnya Rabu (3/10) lansir Republika.co.id.

Bantuan akan segera dilanjutkan sesuai bidang kepakarannya masing-masing. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami sudah bisa menyampaikan data geospasial bagi yg membutuhkan,” ujar Prof. Ketut Wikantika dari Kelompok Keahlian Inderaja dan Sains Informasi Geografis, yang ikut hadir di rapat LPPM, di CRCS ITB lantai 7.

Bantuan kepakaran nantinya akan dikoordinasikan dengan Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) di ITB sebagai bentuk upaya pemulihan korban bencana di Palu, Donggala dan sekitarnya.

Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Alumni, dan Komunikasi ITB, Miming Miharja mewakili civitas akademika ITB juga menyampaikan duka cita atas bencana tersebut. Diharapkan para korban bisa tabah dan segera mendapatkan bantuan.

“Pimpinan dan Sivitas Akademik Institut Teknologi Bandung menyampaikan belasungkawa dan rasa prihatin yang mendalam atas bencana gempa dan tsunami di Donggala, Palu, dan wilayah sekitarnya,” ujar Miming.

Seperti diketahui Bencana Gempa dengan magnitudo 7,4 SR diikuti Tsunami diketahui melanda Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah pada hari Jumat, 28/9. Ribuan orang dikabarkan meninggal dunia dan mengalami luka-luka akibat tertimpa runtuhan bangunan dan gelombang tsunami yang menerjang kawasan Palu dan Donggala.

 

Gunung Soputan di Sulawesi Utara Meletus

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan Gunung Soputan, Sulawesi Utara erupsi, Rabu (3/10) pagi. Tinggi kolom abu mencapai 4.000 meter di atas puncak. Saat ini Gunung Soputan di level III berstatus (siaga).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengakui, erupsi Gunung Soputan terjadi Rabu, 3 Oktober 2018 pukul 08.47 WITA.

“Pengamatan Gunung Soputan PVMBG melaporkan tinggi kolom abu vulkanik teramati sekitar 4.000 meter di atas puncak kawah atau 5.809 m di atas permukaan laut,” ujarnya lansir Republika.co.id, Rabu (3/10) pagi.

Sementara itu, kata dia, Kolom abu dengan tekanan kuat teramati berwarna kelabu hingga coklat dengan intensitas tebal condong ke arah barat dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 39 mm dan durasi sekitar 6 menit.

Ia menambahkan, hujan abu vulkanik diperkirakann jatuh di daerah di barat-barat laut Gunung Soputan. Kendati demikian, kondisinya Volcano Observatory Notice of Aviation (VONA) Orange.

“Artinya tidak mengganggu penerbangan. Bandara Internasional Sam Ratulangi di Kota Manado tetap beroperasi normal,” katanya.

Hingga kini, dia menambahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih melakukan pemantauan dan belum ada laporan dampak letusan Gunung Soputan.

Ia menambahkan, saat ini Gunung Soputan berada pada Status Level III (Siaga).

“Karena itu, masyarakat diminta agar tidak beraktivitas di seluruh area di dalam radius 4 km dari puncak Gunung Soputan dan di dalam area perluasan sektoral ke arah Barat-Baratdaya sejauh 6,5 km dari puncak yang merupakan daerah bukaan kawah untuk menghindari potensi ancaman guguran lava maupun awan panas,” ujarnya.

Masyarakat di sekitar Gunung Soputan juga dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut. Tujuannya guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi ancaman aliran lahar yang dapat terjadi setelah terjadinya erupsi yaitu dimana material erupsi terbawa oleh air, terutama pada sungai-sungai yang berhulu di sekitar lereng Gunung Soputan, seperti di antaranya Sungai Ranowangko, Sungai Lawian, Sungai Popang dan Londola Kelewahu.

Hingga kini, kata dia, Pos pengamatan Gunung Soputan terus memantau aktivitas vulkanik dan masyarakat belum perlu mengungsi karena masih aman.

Sumber: republika.co.id

 

Cerita Pilu Korban Gempa: Sudah Menderita, Dijarah Pula

PALU (Jurnalislam.com) – Pepatah ‘sudah jatuh tertimpa tangga’ tampaknya sudah tidak bisa mewakili nasib para pengungsi gempa Palu. Bagaimana tidak, sebagai korban gempa, mereka malah tidak memperoleh perlakuan semestinya, malah bisa dibilang tragis dan dibiarkan mati perlahan.

Seperti yang dialami oleh warga Dusun Bamba, Kelurahan Panau, Kecamatan Taweli, Kota Palu. Rumah mereka hancur diguncang gempa dan diterjang tsunami. Banyak anggota keluarga mereka meninggal.

‘’Di sini sudah ada 30 mayat yang ditemukan. Masih ada beberapa lagi yang belum (ditemukan,red). Dibawah reruntuhan tampaknya,’’ungkap Tokoh Dusun Bamba, Muhammad Syukur Lemba.

Tak sempat mereka meratapi kepergian anggota keluarganya, warga di sini malah dihadapi persoalan baru.

Sejak gempa berkekuatan 7,4 skala richter mengguncang Kota Palu pada Jumat (29/9), mereka kesulitan untuk memperoleh makanan.

Ironisnya, letak dusun mereka hanya sepelemparan batu dari Pelabuhan Pantoloan, lokasi penurunan bantuan logistik yang melalui jalur laut.

‘’Truk-truk pengangkut bantuan hanya lewat saja. Tidak ada yang berhenti dan membagikan makanan,’’keluh Syukur Lemba.

Suasana Dusun Bamba

Padahal, hingga Rabu (3/10) ini, warga Dusun Bamba hanya bisa bertahan hidup mengandalkan makanan seadanya.

Pisang, ubi dan kacang-kacangan yang mereka makan. Minum pun berasal dari air sungai yang mereka masak dan diendapkan. Padahal, diantara warga, terdapat banyak bayi dan orang tua lanjut usia (lansia).

Pakaian pun, kata Syukur Lemba, hanya yang melekat di badan saja yang mereka miliki.

‘’Semuanya habis tertimpa reruntuhan dan terjangan tsunami,’’jelas dia.

Suasana Dusun Bamba

Penderitaan lainnya yang tak kalah pedih adalah stigma pengungsi sebagai penjarah. Padahal, kata dia, yang melakukan penjarahan itu didominasi oleh orang luar Kota Palu.

‘’Masa yang menjarah ada yang bawa mobik, truk, bahkan ada yang masuk lewat jalur laut,’’ ujar pria yang sudah berusia lanjut ini dengan nada tinggi.

Menurut dia, para pengungsi, terutama yang berasal dari Dusun Bamba mengungsi ke arah pegunungan. Sekalinya turun, mereka hanya datang ke rumah untuk mencari barang-barang yang tersisa, khususnya makanan dan pakaian.

Tak hanya itu, mereka pun hanya datang untuk mencari sanak saudara yang masih belum ditemukan, apakah masih hidup atau meninggal dunia.

‘’Kami masih trauma, jadi belum kepikiran harus saling baku rampas (rebutan,red).Jadi kita dimanfaatkan dengan cara begini kami tidak senang,’’ujar dia.

Kepedihan lainnya adalah ternyata ada penjarah dari luar dusun yang datang untuk menjarah barang-barang berharga yang tertinggal di reruntuhan.

‘’Kebanyak mencari perhiasan emas dari reruntuhan rumah kami,’’ungkap dia.

Oleh karena itu, Syukur Lemba mengajak warga lainnya untuk mulai menjaga reruntuhan rumah dari para penjarah. Akses jalan menuju dusun mereka dipasangi portal. Jadi, setiap ada orang asing yang datang past langsung ditanya. Sama seperti ketika tim dari Yayasan Harapan Amal Mulia datang ke lokasi.

Tapi, setelah dijelaskan maksud dan tujuan kehadiran tim Amal Mulia, demikian Yayasan Harapan Amal Mulia biasa disebut, warga Dusun Bamba menjadi ramah dan menyambut dengan hangat.

‘’Bantu kami pak. Kalau ada bantuan, makanan dan minuman, langsung kirim ke sini saja. Kami tidak pernah mendapat bantuan apapun. Kami kesulitan,’’ungkap Zain, warga Dusun Bamba lainnya.

Zain yang kehilangan sang nenek, Bahurin (60) akibat musibah gempa dan tsunami ini mengaku terus berusaha memperoleh bantuan makanan dan minuman untuk keluarganya. Tapi hingga kini belum juga ia dapatkan.

‘’Kami hanya minta tidak dilupakan,’’pungkas dia.

Reporter : Saifal / INA News Agency/ Jurnalis Islam Bersatu (JITU)

Dolar Naik, Harga Mobil Ikut Naik

JAKARTA – Meski dua penguasa terbesar pasar otomotif telah menaikkan harga sejumlah modelnya, PT Honda Prospect Motor (HPM), agen pemegang merek mobil Honda, masih bertahan untuk tidak melakukan penyesuaian harga.

Marketing & After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy mengungkapkan, pihaknya belum menaikkan harga kendaraan bermotor mobil yang diproduksi atau dirakit di dalam negeri.

Perusahaan, lanjutnya, juga saat ini belum memutuskan untuk menaikkan harga kendaraan roda empatnya pada sisa tiga bulan tahun ini. “Belum diputuskan saat ini,” katanya kepada Bisnis, Selasa (2/10/2018).

Menurutnya, perusahaan tidak mau serta-merta menaikkan harga kendaraan bermotor mobil akibat penguatan dolar Amerika Serikat terhadap rupiah meskipun memiliki pengaruh cukup besar terhadap biaya produksi.

Perusahaan masih memantau stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Adapun terkait dengan pengaruh harga kendaraan Honda akibat implementasi Euro 4, dia mengklaim model-model Honda sudah memenuhi standar tersebut sejak lama.

Sebelumnya, Jonfis mengungkapkan pihaknya telah melakukan penyesuaian harga kendaraan bermotor mobil yang diimpor secara utuh atau completely built-up (CBU) dari negara lain.

Toyota dan Daihatsu per 1 Oktober telah memutuskan untuk menaikkan harga beberapa model mobilnya, dengan alasan masing-masing yang sedikit berbeda.

Toyota Astra Motor, agen pemegang merek Toyota, beralasan bahwa penaikan harga tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama pelemahan rupiah. Adapun Astra Daihatsu Motor, agen pemegang merek Daihatsu, menyatakan bahwa kenaikan harga mobil Daihatsu murni karena implementasi standar Euro 4, yang menuntut adanya penambahan komponen mobil seperti catalityc converter.

sumber : bisnis.com

 

Satu Dolar 15 Ribu, Rupiah Jatuh ke Level Terendah Sejak 1998

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Tekanan eksternal membuat rupiah tak bertenaga. Kemarin, kurs spot rupiah melemah 0,89% ke level terendahnya sejak Juli 1998 di Rp 15.043 per dollar Amerika Serikat (AS). Kurs tengah rupiah Bank Indonesia (BI) juga terkikis 0,56% menjadi Rp 14.988 per dollar AS.

Ekonom Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro mengatakan, ada dua sentimen utama yang mempengaruhi pergerakan rupiah. Pertama, kenaikan indeks dollar AS.

Kedua, harga minyak mentah dunia yang semakin perkasa. Selasa (2/9), harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) pengiriman November 2018 di NYMEX terangkat 0,12% menjadi US$ 75,39 per barel. Ini level tertinggi sejak Desember 2014. “Kenaikan harga minyak dunia bakal berpengaruh negatif pada neraca dagang Indonesia,” kata Satria, kemarin.

Analis Valbury Asia Futures Lukman Leong juga melihat, kenaikan harga minyak memberi tekanan pada kurs rupiah. Maklum, hal ini dapat membuat defisit transaksi berjalan kembali melebar.

Karena itu, dia memprediksi rupiah hari ini masih melemah dan bergerak antara Rp 14.975-Rp 15.100 per dollar AS. Sedangkan Satria memperkirakan, rupiah akan bergerak dengan rentang Rp 15.020-Rp 15.100 per dollar AS.

sumber : kontan.co.id

 

Tegaskan Ada Penjarahan, Polisi : ATM, LCD, hingga Printer Diambil

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Polisi telah menetapkan 49 orang menjadi tersangka atas tindakan penjarahan di Palu, Sulawesi Tengah pasca gempa bumi dan tsunami.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan aksi penjarahan tersebar di lima lokasi berbeda yakni Mal Tatura, ATM Center di Peubungo, gudang PT Adira Finance, Grand Mall, dan butik Anjungan Nusantara.

“Tersangka berjumlah 49 orang dari lima tempat kejadian perkara,” katanya dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema ‘Bersatu untuk Sulteng’ di Ruang Serba Guna Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Rinciannya, 28 tersangka diamankan karena mencuri di Mal Tatura, tujuh tersangka diamankan karena membobol mesin Automated Teller Machine (ATM) di Pue Bongo, dan satu orang tersangka mencuri di Gudang Adira.

Selain itu, tujuh tersangka mencuri di Anjungan Nusantara, dua tersangka mencuri di Grand Mal, dan empat tersangka melakukan pembobolan ATM di Jalan S Parman.

“Pelaku akan dikenakan pasal 363 KUHP, yaitu pencurian disaat bencana alam,” pungkasnya.

Selain mengamankan para pelaku, polisi juga menyita berbagai barang bukti. Di antaranya adalah sound sistem, LCD Monitor, mesin printer, amplifier, dan mesin ATM. Selain itu, polisi juga menyita linggis, sepeda motor, AC, kunci Inggris, palu, kompresor, dispenser dan mikrofon.

“Kami juga menyita satu karung sandal, satu karung sepatu, satu dus pakaian dan celana,” kata Setyo.

Menkominfo: Jaringan Telekomunikasi di Sulteng Sudah Beroperasi 49%

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama para operator sudah memulihkan 49% sistem telekomunikasi di wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Dari total 3.500 BTS (Base Transceiver Station) ketika gempa terjadi pada Jumat malam 28 September 2018 hanya beroperasi 13%. Pada keesokannya turun lagi jadi 11%. Sekarang sudah beroperasi 49% di seluruh Sulteng. Di Palu beroperasi 16%, di donggala 25% dan sigi 14%,” ujar Menkominfo Rudiantara.

Demikian disampaikan Menkominfo Rudiantara dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema ‘Bersatu untuk Sulteng’ di Ruang Serba Guna Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (02/10/2018).

Baca juga: 

Mengapa BTS sampai mati? Menurut Rudiantara, karena kehilangan pasokan daya listrik. Sementara, suplai listrik amat dibutuhkan untuk penanganan korban seperti operasional rumah sakit dan kantor-kantor pemda.

Oleh karena itu, Menkominfo menambahkan pemulihan daya listrik menjadi prioritas. “Mudah-mudahan pada tanggal 5 Oktober listrik sudah lebih baik dari sekarang. Pada umumnya kalau listrik sudah masuk, beberapa gardu induk dan transmisi normal. Jika listrik nyala BTS bisa hidup 2-5 jam, itu pun hanya di lokasi yang strukturnya masih baik. Jika tower ambles maka penanganannya lebih lama lagi sebab harus diganti,” jelasnya.

Satu hal, Menkominfo juga menjelaskan pihaknya sudah mengirim 65 telepon satelit yang digunakan untuk regu SAR yang dipimpin Danrem Palu untuk dipakai dalam upaya penyisiran dan pertolongan korban.

Baca juga: 

“Telkom juga sudah bisa mengoperasikan jaringan seluler. Sekarang sudah ada 10 lokasi bebas wifi di Kota Palu dan 10 lokasi di Kota Donggala. Setidaknya ada 37 lokasi bebas wifi di Sulteng yang digratiskan untuk masyarakat,” ungkap Rudiantara.

Mengenai dukungan normalisasi aliran listrik, Menkominfo menjelaskan sudah mendapatkan jaminan dari Kementerian ESDM untuk mendapatkan pasokan solar untuk menyalakan genset di beberapa lokasi seperti rumah sakit, SPBU, BUMN, dan kantor-kantor pemerintahan.

Selain itu, Menkominfo menambahkan pemerintah akan memberikan perkembangan mutakhir secara berkala terkait penanganan dampak gempa di Sulteng.

Lembaga Pendidikan Muhammadiyah Siap Hadapi Era Disrupsi

KOTTABARAT (Jurnalislam.com)–Perguruan Muhammadiyah Kottabarat perkuat sistem manajemen kelembagaan dalam menyongsong era disrupsi. Hal itu disepakati pada acara Sarasehan Perguruan Muhammadiyah Kottabarat yang diikuti kurang lebih seratus guru dan karyawan dari KB-TK, SD, SMP, SMA Muhammadiyah Program Khusus di Hotel Arini pada Sabtu (29/9).

“Lembaga kita bisa maju jika jujur dan benar menjadi prinsip dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut ke depan. Manajemen jujur dan benar tersebut akan membuat kita mendapatkan nilai baik terhadap usaha kita,” ujar Marpuji Ali, Ketua Komite Sekolah yang juga selaku Bendahara PP Muhammadiyah kepada peserta sarasehan.

Artinya, lanjut dia, merencanakan program harus sesuai keberadaan kita dan benar bisa dibuktikan. Pembagian tugas pun sesuai keahlian masing-masing dengan tetap menjaga prinsip kebersamaan ibarat irama gamelan yang indah. Ia pun menambahkan, dalam pelaksanaan apabila ada masalah maka sampaikan secara jujur agar bisa diselesaikan. Termasuk evaluasi terhadap pelaksanaan. Tindak lanjut pun juga harus dengan jujur dan benar.

Sementara itu, Amin Gunadi selaku Dewan Pengembang dan Dosen Fakultas Ekonomi Manajemen Pembangunan, UNS memberikan sudut pandang dalam merancang manajemen Perguruan Muhammadiyah Kottabarat.

“Dalam Era Disruptif kali ini yang semakin tinggi iklim persaingan antar sekolah dan tuntutan terhadap kualitas sekolah yang juga semakin tinggi maka perlu ada perencanaan strategis terhadap visi, misi, dan nilai-nilai budaya sekolah,” terangnya kepada peserta sarasehan.

Menurutnya visi dan misi perlu dirumuskan secara komprehensif yang diikuti dengan indikator keunggulan-keunggulan sekolah, termasuk tujuan dan sasaran yang akan dicapai sekolah tersebut.

Sekolah juga harus memiliki program-program unggulan sesuai arahan visi dan misi yang sudah dirumuskan. Amin Gunadi pun memberikan gambaran rancangan struktur organisasi Perguruan Muhammadiyah Kottabarat yang mengintegrasi struktur sekolah di bawahnya dari KB-TK, SD, SMP, dan SMA.

Dalam mendiskusikan hal-hal di atas terjadi proses komunikasi antara guru dengan para pembicara dalam acara tersebut. Proses tanya jawab terjadi secara intensif tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan yang akan ditindaklanjuti dalam pertemuan-pertemuan berikutnya.

Acara sarasehan tersebut dihadiri oleh Direktur Perguruan Muhammadiyah Kottabarat, Mohamad Ali, Dewan Pengembang Sekolah, Basuki Haryono, dan Kepala Sekolah dari KB-TK, SD, SMP, dan SMA Muhammadiyah Program Khusus Surakarta.

Saksi : Ada Ribuan Warga Palu di Pantai Ketika Tsunami Terjadi

BAUBAU (Jurnalislam.com) – Andrian, saksi mata yang selamat, mengatakan ada seribuan warga sedang berada di pinggir pantai anjungan Nusantara, Kota Palu, Jumat (28/9) sore saat tsunami menerjang wilayah tersebut. Masyarakat setempat saat itu sedang menantikan acara pembukaan fetsival ‘Pesona Palu Lomoni’ yang digelar di pantai tersebut.

”Ada seribuan warga yang berkumpul, termasuk pelajar yang akan ikut mengisi acara festival itu,” kata Andrian lansir Republika.co.id, di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9/2018).

Menteri Pariwisata, Arief Yahya bersama Wali Kota Palu, Hidayat, semula dijadwalkan akan membuka acara tersebut. Tetapi, para pejabat saat itu belum hadir di tempat acara pembukaan festival saat bencana tsunami terjadi.

Adrian, yang bertugas sebagai Satpol PP Kota Palu, pun mengaku ratusan rekannya sampai saat ini belum ditemukan usai terjangan tsunami. Ia mengatakan ratusan anggota Satpol-PP bersama satuan pengamanan dari TNI, Polri, dan Dishub saat itu hadir untuk mengamankan acara pembukaan festival.

”Saya adalah bagian dari 250 anggota Satpol-PP Kota Palu yang pada Jumat (28/9/2018) kemarin mengamankan lokasi acara pembukaan Fetsival Pesona Palu Lomoni,” kata Andrian ketika ditemui Antara di sekitar Balai Kota Palu.

Ratusan anggota Satpol-PP itu berada di lokasi acara festival yang berlangsung di pinggir pantai anjungan Nusantara, Kota Palu, bersama anggota pengamanan lainnya yang berasal dari unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan. Mereka melakukan apel pasukan untuk mengamankan festival pada Jumat (28/9/2018) pukul 15.00 Wita.

”Tiba-tiba gempa pertama terjadi disusul kepanikan orang yang sebagian melarikan diri menjauh dari pantai,” kata Adrian menuturkan kronologisnya.

“Namun, setelah kami melihat air tiba-tiba turun, dan akhirnya terjadi kepanikan besar,” katanya. ”Belum sempat melarikan diri, terjadi gempa yang lebih besar pada 7,4 SR itu, dan tiba-tiba air naik.”