Pasca Gempa 7.7 SR, BNPB Sebut Terjadi Tsunami di Palu

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Gelombang tsunami menerjang Palu, Sulawesi Tengah. Tsunami ini terjadi setelah gempa bumi mengguncang Palu dan Donggala, sebesar 7.7 SR.

“Memang benar tsunami terjadi di Palu,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho lansir  detikcom, Jumat (28/9/2018).

Belum ada keterangan lebih lanjut terkait pukul berapa tsunami ini terjadi, juga berapa tinggi gelombang tsunami ini. Tsunami ini menerjang Pantai Talise, Palu.

“Dampaknya juga belum bisa diketahui, karena komunikasi putus semuanya,” kata Sutopo.

Donggala diguncang gempa 7,7 SR. Palu juga diguncang gempa 5,9 SR.

sumber: detik.com

Disebut Dukung KH Ma’ruf Amin di Pilpres, Haedar Nashir : Itu Hoax

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Beredarnya potongan video dan tulisan di media sosial yang mengesankan Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir mendukung pencalonan KH Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019, ternyata hoax. Hal ini ditegaskan Haedar ketika dikonformasi terkait soal itu.

‘’Itu tak benar. Hoax. Persyarikatan Muhammadiyah netral dalam Pilpres,’’ tegas Haedar Nasir, melalaui jawaban pesan di Wattsapp, Jumat (28/(9) lansir Republika.co.id.

Sembari menjawab itu dia menyertakan berbagai hoaks yang berisi rangkain berita terkait Muhammadiyah yang seoalah memberikan dukungan kepada KH Ma’ruf atau para calon peserta Pilpres atau calon anggota legislatif lainnya. Gambar di WA itu sebagai berikut:

Klaifikasi Ketua Umum PP Muhammadiyah, DR Haedar Nashir, bahwa dukungannya kepada KH Ma’ruf Amien yeng beredar di media sosial adalah hoax.

Terkait potongan berita dan video tersebut mantan aktivis Ikatan Pemuda Muhammadiyah yang kini menjadi pengacara di Jawa Timur, Fatkhul Huda, mengatakan demi kebenaran pengupload video itu harus diusut. Ini karena memicu perpecahan di kalangan umat Islam.

‘’Saya kaget ketika membaca berita dan potongan video soal pernyataan Pak Haedar di media sosial. Dan setelah saya coba telisik ternyata itu potongan berita dan vidoe yang telah lama tayang namun diunggah kembali. Kami harap pihak polisi mengusut siapa pengungahnya. Ini soal serius pelanggaran UU ITE yang mengancam perpecahan umat,’’ kata Fatkhul Huda.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, pun sudah menegaskan persyarikatannya bersikap netral dalam pilpres mauun pileg pada 2019. Menurut dia, Muhammadiyah tidak memihak kepada pasangan Capres-Cawapres Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin (KMA) maupun kepada pasangan Prabowo-Sandiaga. “Muhammadiyah bersikap netral. Tidak memihak salah satu pasangan,” ujar Mu’ti saat lansir Republika.co.id, Rabu (15/8).

Menurut dia, Muhammadiyah memberikan kebebasan kepada para anggotanya untuk menentukan pilihan sesuai hati nurani dengan tetap berpegang teguh pada khittah dan kepribadian Muhammadiyah. Menurut Mu’ti, Muhammadiyah berharap Pemilu 2019 berlangsung aman dan damai.

“Muhammadiyah sangat berharap Pilpres 2019 dapat berlangsung secara aman, damai, tertib, dan lancar serta menghasilkan pemimpin yang membawa bangsa Indonesia meraih kemajuan,” ucapnya.

Karena itu, menurut dia, Muhammadiyah juga mengharapkan kepada setiap anggotanya agar mengajak masyarakat luas untuk menjadi pemilih yang cerdas, arif, dan bertanggung jawab. “Pemilih yang cerdas adalah mereka yang menentukan pilihan secara rasional dan obyektif dengan menganilisis program-program yang ditawarkan oleh para calon presiden dan wakil presiden,” katanya.

Mu’ti menambahkan, pemilih yang arif adalah mereka yang bersikap dewasa dalam menentukan pilihan. Menurut dia, mereka juga senantiasa menjaga kesantunan dan saling menghormati walaupun berbeda pilihan. “Pemilih bertanggung jawab adalah mereka yang memilih dengan penuh kesadaran dan idealisme, bukan pragmatisme. Mereka bersikap kesatria menerima apapun konsekuensi pilihannya, termasuk sikap siap menang dan siap kalah,” jelas Mu’ti.

sumber: republika.co.id

Ketika Kegiatan Nobar Film GS30/PKI Dituding Kampanye Politik

SOLO (Jurnalislam.com) – Panitia sarasehan Nobar film GS30/PKI di Masjid Nurul Iman Kalitan pada Ahad (30/9/2018) Dr Muhammad Taufiq memastikan tidak akan ada atribut partai tertentu dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia juga menegaskan kegiatan yang bakal digelar di halaman parkir itu bukanlah kampanye dan digunakan untuk ajang politik praktis.

“Yang pertama sarasehan, kita tahu memasuki tanggal 23 itu sudah masuk massa kampanye, jadi aktifitas ini tidak ada kaitannya dengan kampanye manapun kalaupun diantara peserta atau pembicara mereka pendukung tertentu itu soal lain, yang pasti tidak ada aktivitas politik,” terangnya kepada wartawan di Halaman Masjid Nurul Iman Kalitan, Jum’at, (28/9/2018).

“Karena ukurannya, satu, tidak ada kampanye, yakni tidak ada simbol simbol atau bendera itu tidak ada, kemudian baju atau atribut seperti kaos juga tidak ada,” sambungnya.

Lebih lanjut terkait adanya salah satu pembicara yang menjadi caleg dari partai tertentu, Dr Taufik menjelaskan, bahwa kehadiran Purwanto adalah sebagai warga Solo dan bukan sebagai politisi.

“Ada pertanyaan dari Bawaslu terkait kedatangan Pak Purwanto dalam acara itu, sudah saya saya jelaskan Pak Purwanto adalah orang Solo sebagai warga negara yang memiliki hak politik sama dan tidak sedang dicekal,” tegasnya.

Ia juga mempersilahkan masyarakat untuk ikut hadir dalam kegiatan Nobar tersebut, menurutnya, generasi milenial belum banyak yang tau akan sejarah pemberontakan gerakan PKI pada tanggal 30 Semptember 1965 itu.

“Yang jelas tujuan digelar kegiatan untuk mengingatkan kembali peristiwa bersejarah, sudah sekian lama film ini tidak tayang di televisi, Saya yakin anak-anak SMA saat ini ga mengerti tentang GS30/PKI,” jelasnya.

Rencananya, dalam kegiatan sarasehan dan Nobar itu akan dihadiri sejumlah tokoh yakni tokoh Mega Bintang Mudrick M Sangidoe,  Purwanto, Sri Bintang Pamungkas, dan Mantan Kepala Staf Kostrad, Mayjen (Purn) Kivlan Zein.

Tokoh Nasional Akan Hadiri Nobar Film G30 S PKI Bersama Warga Solo

SOLO (Jurnalislam.com) – Masyarakat kota Soloraya akan menggelar Nonton Bareng (Nobar) film peristiwa Gerakan 30 September oleh PKI atau yang populer dengan sebutan GS30/PKI di halaman Masjid Nurul Iman Kalitan, Solo pada Ahad (30/9/2018) malam.

Ketua Tim Advokadi Reaksi Cepat (TARC) Dr Muhammad Taufiq selaku penyelenggara acara menjelaskan bahwa panitia sudah mengurus segala keperluan terkait persiapan nobar tersebut termasuk masalah pemberitahuan dan perijinan lokasi acara.

“Bahwa karena ini sifatnya sarasehan, maka kita cukup sampaikan pemberitahuan dan surat pemberitahuan sudah kita sampaikan sesuai ketentuan pasal 13 Undang Undang no 9 tahun 1998 tentang penyampain pendapat di muka umum,” katanya kepada wartawan di halaman Masjid Nurul Iman, Kalitan, Jum’at (28/9/2018).

“Acara ini pemberitahuan dan sudah kita sampaikan tanggal 24 September jadi susah jauh juah hari kita sampaikan dan ijin tempat sudah diberikan oleh pengelola kalitan,” imbuhnya.

Dalam Nobar tersebut, kata Dr Taufik, panitia akan menghadirkan sejumlah pembicara Nasional dan pelaku sejarah guna menjelaskan terjadinya sejarah kelam yang pernah dialami bangsa Indonesia kepada masyarakat Soloraya terutama kaum milenial yang belum banyak tau tentang kekejaman PKI pada umat Islam.

“Pembicaranya nanti Mudrick M Sangidoe sebagai tokoh masyarakat Solo, lalu pak Purwanto, Sri Bintang Pamungkas, Mantan Kepala Staf Kostrad, Mayjen (Purn) Kivlan Zein dan saya sendiri yang nanti akan menjelaskan dari sisi hukum terkait TAP MPRS no 25 tahun 1966,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dr Taufik juga menjamin akan keamanan kegiatan Nobar tersebut, menurutnya, panitia sudah berkordinasi dengan elemen umat Islam Soloraya untuk ikut mengamankan jalannya Nobar tersebut.

“Di kegiatan ini akan dijaga sekitar 200 laskar umat Islam Soloraya, saya menjamin tidak ada sampah yang tercecer pada hari ahad nanti dan untuk parkir kita juga telah bekerjasama dengan pihak karang taruna setempat,” tandasnya.

Komisi II Akan Awasi Seleksi Penerimaan CPNS 2018

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera mengatakan Komisi II akan turun mengawasi proses rekrutmen calon pegawai negri sipil (CPNS) tahun 2018 mulai dari pendaftaran, proses tes hingga proses wawancara.

“Kami akan mengawasi proses seleksi CPNS 2018 ini dari praktek-praktek pungutan liar (Pungli) dan kecurangan dalam proses seleksi,” kata Mardani, di Komplek DPR, Rabu (26/09/2019).

Pria kelahiran Betawi tersebut mengatakan praktek pungli merupakan sebuah tindakan kriminal yang jahat, “pungli dalam seleksi penerimaan pelayan publik adalah sebuah tindakan kriminal yang jahat,” tuturnya.

Politisi PKS mengatakan pelayanan publik di Indonesia tidak akan bagus selama masih terjadi pungli, “Saya minta Menpan RB memberikan hukum yang tegas kepada ASN yang melakukan pungli, kalau perlu langsung di pecat,” ujarnya.

Mardani mengajak masyarakat turut proaktif melaporkan pungli ataupun kecurangan lain dalam proses seleksi CPNS 2018, “Monggo masyarakat juga pro aktif melaporkan ke Ombudsman RI atau ke Komisi II DPR RI melalui email set_komisi2@dpr.go.id,” katanya.

Ia juga mempersilahkan masyarkat langsung mengadu kepada dirinya, “Saya sendiri terbuka terhadap pengaduan masyarakat, Silahkan kiranya ada yang mau melaporkan langsung ke saya melalui sosial media Instagram @MardaniAliSera, Twitter @MardaniAliSera, Facebook: Mardani Ali Sera dan Whatsapp di 0811904747,” pungkasnya.

Seperti diketahui, saat ini pemerintah sedang melakukan rekrutmen CPNS pada 2018 sebanyak 238.015 formasi yang terdiri dari 51.271 formasi untuk instansi pusat dan 186.744 formasi untuk instansi daerah.

Sebelumnya, Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei soal tren persepsi publik tentang demokrasi, korupsi, dan intoleransi. Hasilnya, kepolisian, pengadilan, dan PNS menempati indeks korupsi yang tinggi. Survei ini dilakukan kepada warga Indonesia yang punya hak pilih pemilu, yakni yang sudah berusia 17 tahun atau lebih. Survei dilakukan Agustus 2018 dengan sampel 1.520 responden. Metode yang dipilih multistage random sampling. Margin of error sebesar 2,6 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka pewawancara.

Akun Denny Siregar Sebar Hoaks Soal Video Haringga

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Warganet ramai membahas teriakan kalimat tauhid (tiada Tuhan selain Allah) – yang belakangan diketahui hoaks- dalam video pengeroyokan Haringga Sirla, suporter Persija, salah satuny akun bernama Denny Siregar.

Dia tak terima lantaran kalimat tauhid digunakan untuk membantai manusia.

“Para supporter itu menghabisi seseorang sambil berzikir Tiada Tuhan Selain Allah. Entah apa yang ada dalam pikiran mereka semua. Apa karena keseringan lihat ISIS menggorok manusia?” tulis Denny, Ahad (23/9/2018).

Menanggapi hal itu, Polda Jabar memastikan bahwa teriakan Laa Ilahailallah dalam video itu adalah hoaks. “Saya memastikan bahwa tidak ada tauhid (dalam video itu),” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo lansir Kumparan.com, Selasa (25/9/2018).

Trunoyudo menjelaskan, pihaknya telah mencermati dua buah video pengeroyokan yang saat ini beredar. Satu video menunjukkan ada teriakan kalimat tauhid, sementara video lainnya tidak. Kedua video itu dalam satu frame yang sama.

Oleh sebab itu, kata dia, pihaknya memastikan tengah memburu siapa pelaku yang mengedit video tersebut. “Kita akan selidiki ke direktorat cyber, kita lakukan penyelidikan terkait siapa yang menyebarkan,” tutupnya.

Sebelumnya, Haringga tewas usai dikeroyok massa beratribut Persib di dekat gerbang masuk Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Minggu (23/9), sebelum kick off Persib vs Persija.

Sumber: kumparan.com

Pangsa Pasar Bank Syariah Masih Jauh Dibawah Konvensional

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pangsa pasar atau market share perbankan syariah Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan negara tetangga, Malaysia. Padahal dari 260 juta total penduduk Indonesia, 87 persen di antaranya merupakan masyarakat muslim.

Direktur Bisnis SME dan Komersial BNI Syariah Dhias Widhiyati mengatakan pangsa pasar perbankan syariah Indonesia hanya 5,7 persen. Sementara, Negeri Jiran dengan total penduduk sekitar 30 juta mampu meraup pangsa pasar perbankan syariah hingga sembilan persen.

Market share perbankan syariah itu 5,7 persen, sementara market share perbankan konvensional itu 94,3 persen. Islamic finance di Indonesia memang saat ini di bawah perbankan konvensional,” ujar Dhias dalam seminar perilaku pasar keuangan syariah di Hotel Shangri-La, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu, 26 September 2018 lansir Medcom.id.

Meski demikian, pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia pada Juli 2018 melesat 14,6 persen secara tahun ke tahun (year on year/yoy). Sedangkan pertumbuhan bank-bank konvensional Indonesia pada periode yang sama hanya tumbuh 8,9 persen.

Adapun pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perbankan syariah pada Juli 2018 tumbuh 12,9 persen. Sementara, pertumbuhan pembiayaan di perbankan syariah juga kinclong di posisi 11,3 persen pada periode yang sama.

“Jadi sebetulnya ruang perbankan syariah itu cukup besar. Sekarang sudah mulai tumbuh karena pemerintah mendukung perkembangan syariah di Indonesia,” bebernya.

Menurut Dhias, kesadaran masyarakat Indonesia terhadap halal lifestyle menjadi peluang bagi pertumbuhan industri perbankan syariah. Pasalnya, saat ini terdapat pengembangan halal ekosistem di Indonesia seperti halal food, islamic fashion, islamic tourism, islamic education, haji dan umrah, hingga wakaf.

Dhias yakin halal ekosistem mampu mendongkrak pertumbuhan pangsa pasar perbankan syariah. Halal food punya potensi Rp2.300 triliun, kemudian islamic fashion juga mempunyai potensi hingga Rp190 triliun.

“Saat ini Indonesia jadi kiblat islamic fashion dunia, potensinya Rp190 triliun. Desainer-desainer busana muslim Indonesia saat ini memiliki pasar cukup besar di Asia bahkan dunia, termasuk di Uni Emirat Arab,” jelasnya.

Sementara islamic tourism memiliki potensi sebanyak Rp135 triliun, potensi haji dan umrah sebesar Rp120 triliun, serta education memiliki potensi sebanyak Rp40 triliun.

“Dalam dua tahun terakhir, BNI Syariah memberikan fokus yang luar biasa untuk bisa mengembangkan halal ekosistem di Indonesia. Portofolio kami di halal industri kurang lebih di education sudah sekitar Rp800 miliar, sementara di kesehatan juga Rp800 miliar. Kami terus melakukan inklusi untuk memperbesar islamic finance, utamanya di industri kesehatan,” pungkas Dhias.

Indonesia Optimis Tumbuhkan Ekonomi Kreatif

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) akan menggelar The World Conference on Creative Economy (WCCE) pafa 6-8 November 2018 di Nusa Dua Convention Center, Bali. Ketua Bekraf Triawan Munaf mengharapkan acara tersebut dapat mendorong ekonomi kreatif terus unggul.
Triawan menilai Indonesia memiliki syarat atau potensi untuk memajukan ekonomi kreatif. “Indonesia harus menjadi leader, karena kita punya semua, keberagaman,” kata Triawan di Jakarta, Selasa (25/9/2018) lansir Republika.co.id.
Dia menjelaskan perkembangan ekonomi kreatif Indonesia sangat tumbuh dengan baik. Triawan menjelaskan pada 2016, kontribusi ekonomi kreatif terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai Rp 922 triliun.
Sayangnya Triawan mengakui hingga saat ini belum ada penghitungan yang pasti untuk tahun-tahun selanjutnya terkait kontribusi ekonomi kreatif. Meskipun begitu, Triawan optimistis sejak 2016 kontribusi ekonomi kreatif terus bertambah.
“Untuk 2017, saya ramalkan sudah mendekati seribu triliun rupiah. Itu pasti karena kenaikkannya Rp 70 triliun sampai Rp 80 triliun per tahun. 2018 ini saya harapkan sudah lompat dari seribu triliun rupiah,” jelas Triawan.
Dia optimistis, angka tersebut nantinya bisa melampaui angka tersebut. Hanya saja, kata dia, ekosistem untuk ekonomi kreatif bisa dimiliki Indonesia dan belajar dari negara lain yang lebih maju.
Untuk itu, Bekraf mengadakan WCCE 2018 dengan mengundang banyak negara untuk membahas bagaimana memcahkan keterbatasan ekonomi kreatif.
Dalam acara yang akan diikuti seribu peserta dari dalam dan luar negeri tersebut, akan membahas empat isu utana yaitu kohesi sosial, regulasi, pemasaran, ekosistem, dan pembiayaan industri kreatif.
Triawan yakin industri kreatif telah membentuk sebuah persaingan usaha yang kompetitif yang membuat semua orang dapat ambil bagian dalam ekonomi yang sedang berkembang.
“Geografis juga bukan lagi menjadi sebuah penghalang, karena internet dan teknologi baru lainnya memungkinkan orang-orang dari seluruh dunia untuk berkolaborasi dan bekerja sama,” ungkap Triawan.
Dia mengharapkan WCCE 2018 dapat memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai katalisator untuk komunikasi dan pemahaman yang dapat menjembatani hubungan ekonomi dan budaya.
Dengan memberikan kesempatan yang sama, Triawan merasa semua orang tanpa memandang usia, jenis kelamin, latar belakang, dan lokasi geografis dapat berkembang dalam ekonomi kreatif.

Ustaz Hanan Attaki Pimpin Doa Bersama Bobotoh untuk Haringga

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Viking PERSIB Club (VPC) menggelar doa bersama bobotoh untuk mendiang Haringga Sirila di Masjid Pusdai, Jalan Diponegoro, Bandung, Rabu (26/9/2018).

Haringga adalah korban pengeroyokan oknum pendukung Persib menjelang laga Persib kontra Persija Jakarta di area luar Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Ahad 23 September 2018.

Acara doa bersama ini diawali dengan tausiyah Ustaz Hanan Attaki dan dihadiri sejumlah pemain Persib yang turut hadir berbelasungkawa dan berdoa.

Mereka antara lain Ghozali Muharam Siregar, Supardi Nasir, Ardi Idrus, Muchlis Hadi Ning, Eka Ramdani, dan Henhen Herdiana. Selain itu, manajer Persib, H. Umuh Muchtar dan sejumlah pentolan VPC juga tampak hadir dalam kegiatan itu.

“Kita di sini, bersama, berkumpul untuk berubah. Kita tidak ada niatan atas kejadian kemarin. Semoga malam ini menjadi tonggak perubahan Bobotoh untuk lebh baik, lebih postif. Dan jadi harapan orang banyak,” kata ketua VPC, Herru Djoko.

sumber: persib.or.id

 

Balada Propaganda Agama Berkedok Bantuan Asing di Lombok

LOMBOK (Jurnalislam.com- JITU)–Di tengah kesulitan akibat musibah gempa, warga Lombok kian diresahkan dengan munculnya dugaan propaganda agama. Sebagaimana telah ramai di jagad maya, dan telah ditangani aparat berwenang, praktik itu dilancarkan melalui modus bantuan kemanusiaan.

Bantuan yang diberikan di antaranya berupa buku-buku, tikar, mainan anak-anak hingga pendampingan psikologis dengan sekaligus menyisipkan ajaran agama yang berlainan dengan keyakinan yang dianut para korban.

Selama sepekan (15 – 21 September), jurnalis INA News Agency, kantor berita yang diinisiasi Jurnalis Islam Bersatu (JITU)  terjun langsung ke Kabupaten Lombok Utara (KLU)—lokasi yang diduga menjadi target sasaran—untuk memperoleh keterangan dari berbagai pihak. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), KLU merupakan lokasi yang mengalami dampak kerusakan paling parah.

Selama menyusuri jalan di KLU, memang sebagian besar bangunan tampak rata dengan tanah. Hal ini mengindikasikan bahwa para korban gempa di KLU yang saat ini lemah secara ekonomi sangat membutuhkan uluran tangan para donatur. Sehingga, lembaga-lembaga kemanusian pun menjadikan KLU sebagai wilayah utama pendistribusian bantuan.

Guna memperoleh informasi awal, penelusuran dimulai dengan mendatangi Iqbal (nama disamarkan), Koordinator Posko di salah satu dusun di Kecamatan Gangga, Lombok Utara.

Berdasarkan pengakuannya, dusun ini sempat didatangi sejumlah orang yang mendistribusikan bantuan berupa buku, mainan, serta pengobatan gratis. Namun, dia sangat menyesalkan atas apa yang dia lihat pada isi bantuan-bantuan tersebut.

“Mohon maaf kami di sini kan mayoritas Muslim. Ketika pembagian mainan anak-anak kemarin itu (26/8), ada mainan yang tidak sesuai dengan budaya kami di sini. Mainan yang disangkutkan dengan agama seperti (tulisan) merry christmas,” ungkap Iqbal Ahad (16/9) lalu.

Pada buku dan mainan-mainan yang dibagikan, lanjutnya, terdapat lambang organisasi kekristenan yang bergerak di bidang kemanusiaan. “Namanya Operation Christmas Child. Katanya mainan-mainan itu dari seluruh dunia,” tutur dia.

Pada video yang sempat viral di media sosial, lambang itu nampak jelas terlihat pada kardus-kardus bantuan yang didistribusikan ke dusun tempat Iqbal tinggal pada Ahad 26 Agustus lalu.

Operation Christmas Child disingkat OCC, dalam situs resminya menyatakan sebagai organisasi non-pemerintah Kristen evangelis internasional yang memiliki aktivitas berupa pengiriman bantuan fisik dan spiritual kepada anak-anak yang mengalami musibah di seluruh dunia.

Tokoh Kristen di KLU Lalu Fauzen membenarkan adanya bantuan dari organisasi yang berpusat di Boone, North Carolina, Amerika Serikat tersebut. Bahkan, Lalu mengakui, sebagian arus bantuan yang berasal dari sejumlah organisasi kekristenan telah melakukan koordinasi dengan dirinya.

Khusus soal OCC, Pendeta dari Gereja Bethel Indonesia (GBI) di Mataram itu menjelaskan, mainan dan buku-buku tersebut sengaja diminta oleh instansi tertentu untuk didistribusikan ke Lombok.

“Barang-barang ini dari Amerika, Belanda, dibagikan ke semua (pemeluk) agama. Mereka tahu saya di Lombok dan minta tolong untuk dibantu memberikannya ke anak-anak. OCC itu menghubungi saya dari Bali, datang ke sini,” ungkap Lalu kepada INA, Jumat (21/9).

Kendati demikian, pendeta yang dahulu merupakan seorang Muslim ini menegaskan, pihaknya beserta instansi terkait telah melakukan penyortiran sebelum didistribusikan ke posko pengungsian.

“Yang tidak sesuai dengan budaya, akidah, kepercayaan, pokoknya yang tidak berkenan dengan keyakinan (masyarakat Muslim) itu kami tarik. Semua hadiah itu diseleksi baru boleh dibawa pulang. Kan yang diberikan itu apa yang mereka (OCC) senangi, seperti Al-Kitab (Injil), salib, emas. Itu yang mereka berikan untuk orang-orang di seluruh dunia,” paparnya.

“Yang lolos itu berarti pencuri. Dia mencuri dan mengambil tanpa seizin kita,” lanjut Lalu.

Lebih lanjut dia menambahkan, meski dirinya mengaku membuka jalan bagi sebagian bantuan dari luar ke Lombok, namun, dia tak mampu mengontrol semua arus distribusi bantuan yang berasal dari organisasi kekristenan.

Menjaga Agama

Sementara, Iqbal tidak ingin mengambil resiko. Mengetahui bantuan tersebut berpotensi mengancam keyakinan warga di dusunnya, dengan segera dia mengembalikan sejumlah bantuan yang mengandung unsur propaganda agama.

“Anak-anak jika dikasih (pilihan) daging dengan mainan mereka akan pilih mainan. Jadi paket mainan yang tidak sesuai itu kami kembalikan, kita gak buang,” ucapnya.

Kepala Dusun Mukhlis (juga nama samaran) mengimbau agar warga tidak mudah menerima begitu saja bantuan yang didistribusikan ke posko-posko warga di KLU.

“Dalam menerima bantuan itu harus cerdas. Jadi, kita ini korban dan butuh bantuan. Tetapi jangan sampai kita dikorbankan. Ketika ada bantuan kita juga memilah. Kalau ada unsur agama kita bisa saring,” pungkas Mukhlis.

Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KLU Tuan Guru Abdul Karim, propaganda agama di Lombok Utara telah mereda. Umat Islam beserta berbagai elemen masyarakat telah melakukan penyisiran ke tempat-tempat yang rawan menjadi target sasaran.

“Bisa saja (propaganda agama) masuk dengan musibah gempa sekarang ini. Begitu kita mencium itu, langsung kita turun dan mengingatkan. Sejak isu itu muncul, yang kami ketahui itu tidak berlanjut. Kalau itu sampai terjadi (kembali), kita kejar betul dia,” tegas Abah Karim di pondok pesantren binaannya di daerah Bayan, pada Selasa (18/9).

Ketua MUI Provinsi NTB Tuan Guru Syaiful Muslim menambahkan, umat Islam di Nusa Tenggara Barat (NTB) terkenal memegang tradisi keislaman dengan kuat. Sehingga, menurutnya tidak mudah menggoyahkan keyakinan mereka.

“Orang Sasak itu identik dengan Islam. Bahkan, walaupun mereka datang bertubi-tubi, umat Islam tidak akan terpengaruh. Kami di NTB, walaupun dia maling, kemudian dia menyatakan Islam, kemudian Islam itu disindir orang, ngamuk dia,” ujarnya di Kantor MUI NTB, di Mataram, pada Senin (17/9). (T/INA News Agency)