Ini Tips Hamas Syahid agar Jadi ‘High Quality Jomblo’

SURABAYA (Jurnalislam.com)—Aktor sekaligus penghafal Qur’an Hamas Syahid berbagai tips agar seorang jomblo bisa menjadi jomblo berkualitas alias ‘high quality jomblo’.

Pria yang kini berusia 26 tahun ini mengatakan bahwa jodoh sudah diatur oleh Allah.

“Tugas kita adalah terus memperbaiki diri dan memantaskan diri di hadapan Allah,” katanya dalam talkshow bertajuk ‘Muda Berkarya’ di Islamic Fest, Jatim Expo Surabaya, Sabtu (9/2/2019).

Di era ini, kata Hamas, banyak sekali godaan khususnya untuk berpacaran dengan seorang wanita.

Ia berbagi tips agar dapat mengurangi interaksi yang kurang bermanfaat dengan wanita.

“Saya ini kalau lagi syuting tentu ketemu para wanita cantik. Godaanya ya sangat berat. Tapi kalau kita berinteraksi dengan al Qur’an insya Allah semoga kita bisa terjaga,” katanya.

Sibuk membaca al Qur’an, kata Hamas justru akan menjaga kita dari sibuk melakukan hal lain, termasuk berpacaran.

“Diusahakan jangan sampai pacaran. Langsung nikah saja, enak loh,” katanya disambut tawa hadirin.

“Karenanya, cara agar tidak pacaran adalah berinteraksi dengan al Qur’an,” pungkasnya.

Sibuk Syuting, Hamas Syahid Selalu Sempatkan Membaca Qur’an

SURABAYA (Jurnalislam.com)–Aktor sekaligus  penghafal Qur’an Hamas Syahid Izzuddin mengaku di tengah padatnya jadwal syuting rupanya masih menyempatkan waktu untuk membaca dan mengulang hafalan al Qur’annya.

Membiasakan membaca Qur’an, kata Hamas merupakan hal yang sudah diajarkan bahkan sejak dirinya masih kecil.

Hamas mengaku, sejak umur tiga tahun bahkan dirinya sudah menghafal juz 30, karena ibunya membacakannya setiap hari.  Mendengarkan al Qur’an sang Ibu setiap hari membuat dirinya bisa hafal al Qur’an walau tanpa membacanya.

“Pada usia 6 tahun saya baru secara serius menghafal al Qur’an, dan terus sampai sekarang,” katanya ketika mengisi acara Islamic Fest di Jatim Expo Surabaya, Sabtu (9/2/2019).

Pun sekarang di tengah kesibukannya sebagai aktor, membaca al Qur’an tetap diagendakan oleh  pemeran  Yusuf di  film Cahaya Hati ini.

“Kalau waktu lagi kosong, saya sempatkan tilawah dan sempatkan mengulang-ulang hafalan,” kata Hamas.

reporter : mazaya

Rizka Noor Terpilih Sebagai Ketua PII Jateng 2019 – 2021

BUMIAYU (Jurnalislam.com)–Pengurus Wilayah Jateng Pelajar Islam Indonesia  (PII) periode 2017-2019  gelar  Konferensi Wilayah XXX (Konwil 30) di SMK Muhammadiyah Bumiayu Jateng, (1-3/2/2019).

Helatan Konwil 30 tersebut bertajuk “Membentuk Imamah Ideal yang sesuai dengan profil Muslim,Cendekia, dan Pemimpin di Era Milenial”

Humas PII Jateng Riska Ristiana mengatakan bahwa Konwil adalah kegiatan yang diselenggarakan setiap 2 tahun sekali untuk memilih ketua umum Pengurus Wilayah yang baru.

“Ada juga laporan pertanggungjawaban PW PII Jawa Tengah periode 2017-2019.Dengan demikian acara tersebut adalah puncak dari kepengurusan yang lama,” katanya dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com.

Acara pembukaan Konwil 30 dimeriahkan dengan Talk Show bertema” Sejarah PII WATI dan peran pelajar Islam di Era Milenial.”

Konwil 30 dibuka oleh Camat Bumiayu, Apriyanto Sudarmoko dan perwakilan satuan perangkat pemerintahan juga Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Bumiayu, Perwakilan IPM dan IPNU Bumiayau, dan Keluarga Besar PII Bumiayu serta PD PII se-Jawa Tengah.

Konwil 30 dihadiri 81 peserta se-Jawa Tengah dan 3 peserta dari Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia.

Musyawarah Konwil 30 memutuskan Rizka Noor Miftakhul Ulum, S.T., sebagai Ketua Umum PW PII Jateng periode 2019-2021, Setio Budi Harsono sebagai Komanda Brigade, dan Riska Ristiana sebagai Ketua PII WATI.

 

Pemerintah Dinilai Pentingkan Pembangunan Infrastruktur Komersial, Bukan untuk Rakyat

Mantan staf khusus Kementerian ESDM Said Didu mengkritisi model pembangunan infrastruktur Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Selama empat tahun memerintah, ia menilai, Jokowi lebih memprioritaskan pembangunan infrastruktur komersial daripada membangun infrastruktur dasar untuk rakyat.

Ia menerangkan selama ini Jokowi sibuk membangun tol, kereta ringan (light rapid transit/LRT), moda raya terpadu (mass rapid transit/MRT), yang bertujuan kepentingan komersial. 

Sementara infrastruktur dasar untuk rakyat seperti rumah murah, gedung sekolah, puskesmas, tidak tersentuh.

“Ada bangun jalan umum, tetapi di perbatasan, tidak ada yang lewat. Sementara jalan lintas Sumatra tidak dibangun, padahal sangat dibutuhkan,” kata Said dalam diskusi ‘Visi Misi Indonesia Menang, Kebijakan Prabowo-Sandi untuk Energi, SDA dan Infrastruktur’ di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta, Jumat (8/2).

Menurut dia, pembangunan infrastruktur Pemerintahan Jokowi selama ini terkesan terburu-buru dan demi pencitraan politik. “Oleh karenanya, infrastruktur dibangun tanpa perencanaan yang baik,” ujarnya.

Mahalnya tarif Tol Trans Jawa, Said mengatakan, sebagai salah satu contoh kasus bahwa pembangunan infrastruktur tidak direncanakan dengan baik dan mengabaikan uji kelayakan.

Belum lagi proyek LRT yang dianggap layak karena tiketnya mencapai Rp 45 ribu per trip.

“Lalu siapa nanti yang pakai moda transportasi ini. Sopir-sopir dan pengusaha logistik sudah teriak karena tarif tol mahal, sekarang manfaat untuk rakyat apa?” kata Said.

Pada akhirnya, lanjut Said, beban pembangunan infrastruktur komersial yang mengabaikan uji kelayakan ini berada di pundak sejumlah BUMN.

Utang sejumlah BUMN bidang konstruksi diketahui membengkak lantaraan proyek ambisius ini, sementara rakyat tidak merasakan dampak positif dari pembangunan.

sumber : republika.co.id

Universitas Negeri Malang Resmikan Halal Food Center

MALANG(Jurnalislam.com)– Mimpi kota Malang memiliki destinasi wisata halal terus digalakkan.

Untuk mengejawantahkan itu, Universitas Negeri Malang (UM) meresmikan Halal Food Center sebagai upaya mendukung program pemerintah kota Malang tersebut.

“Ini merupakan salah satu darma bakti UM kepada masyarakat. UM harus hadir dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah akselerasi info kepada masyarakat terkait kehalalan suatu produk,” ujar Rektor UM, Prof Rofi’udin, saat ditemui media usai usai memberi sambutan di Sasana Budaya UM, Jumat (8/2/2019).

Pria nomor wahid di UM ini melanjutkan bahwa upaya ini juga dalam rangka membantu kerja wali kota Malang. Selain itu juga upaya mewujudkan Kota Malang diajang penghargaan nasional.

“Ada dua dimensi bagi kami; satu sisi sebagai bentuk keharusan perguruan tinggi (PT) terhadap kementerian untuk bisa mengabdi kepada masyarakat terkait halal-tidaknya suatu produk, sisi lain membantu kinerja Pemkot Malang yang sudah jelas,” ujar sosok yang pernah menjadi Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UM.

Sementara, Wali Kota Malang, H. Sutiaji, menjelaskan bahwa peran PT bagi pembangunan Kota Malang juga sangat penting. Sebab, sebagai wujud pemberdayaan pentahelik yang kian memesona.

“Peran PT sebagai pusat keilmuan dan juga penelitian amat sangat dibutuhkan. Apalagi terkait pengembangan wisata halal ini yang memang secara implementasi akan dikembangkan. Wujudnya ya seperti halal food center itu,” ujarnya.

Pak Aji, sapaan akrabnya, menjelaskan lebih lanjut bahwa akan melibatkan empat PT negeri (PTN) dan dua PT swasta (PTS).

Keenam PT (empat PTN dan dua PTS) itu nantinya akan diberi clustering yang sesuai. Clustering ini kemungkinannya berjumlah sembilan.

Sumber : malangtoday.net

Dari Sejarah Valentine Day hingga Kasih Sayang dalam Islam

SUKOHARJO(Jurnalislam.com)—Tim Dai Salimah Waru Sukoharjo  menggelar sosialisasi tentang haramnya merayakan Hari Valentine (14 Februari) bertempat di SMP Grogol 2 Sukoharjo Jateng, Jumat (8/2/2019).

Pemateri sosialisasi, ustaz Ziyad menjelaskan ihwal sejarah awal mula perayaan valentine day di berbagai negara.

Valentine, menurutnya jelas bukan bagian dari sejarah dan budaya Islam.

“Meski banyak versi yang menerangkan tentang sejarah Valentine Day. Saya ambil salah  satu contoh zaman Romawi, dahulu setiap tanggal  14 Februari adalah hari raya Lupercalia,” katanya.

Lupercus dalam mitologi Yunani merupakan dewa kesuburan.

“Laki- laki romawi jalan di keramaian dengan membawa kulit kambing, sementara wanitanya sengaja mendekat supaya tersentuh sama lelaki rowawi tersebut,”terangnya.

Berbeda lagi di Inggris dan Perancis, tambahnya.  Pada abad ke-14, bulan Februari merupakan musim burung-burung nyari pasangan. Saat itu, orang yang jatuh cinta lagi jatuh cinta,” kata ustaz Ziyad.

Versi paling terkenal, tambahnya, adalah legenda Santo Valentinus, seorang calon uskup di Romawi.

Saat serdadu Romawi ditolak nikah oleh Kaisar Claudius II pada 143 M, Santo Valentinus membantu mereka menikah diam-diam. Setelah ketahuan, ia memutuskan mati. Menjelang diekskusi, ia meminta persetujuan tertulis dan dikasih yang dititipkan ke sipir penjara. Di sana tertulis, “Dari Valentinusmu”.

“Tanggal 14 Februari dipercaya sebagai hari ekskusinya,” katanya.

Menurut ustaz Ziyad, dalam Islam sudah ada panduan berkasih sayang. Misalnya, berkasih sayang kepada orang tua, istri, fakir miskin, anak yatim, dll.

Ia juga menyitir hadits agar tidak mengikuti budaya suatu kaum.

“Sekali lagi Valentine bukan budaya islam,hendaknya kita jangan ikut-ikutan kalo kita mau kasih sayang kasihi orang tua, keluarga dan sesama kaum muslimin,”tutupnya.

Sektor Perbankan Syariah Dinilai Berpotensi Terus Tumbuh

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pengamat Ekonomi Syariah dari United Nations Development Programme (UNDP), Greget Kalla Buana menggarisbawahi pertumbuhan perbankan syariah secara umum mengalami peningkatan.

Sektor terdepan dalam keuangan syariah ini masih memiliki ruang yang sangat luas untuk lebih berkembang.

Indonesia adalah rumah bagi 13 persen umat Islam yang ada di dunia dengan potensi 200 juta penduduk Muslim.

Meski pangsa pasar perbankan syariah masih berada di kisaran enam persen dari total perbankan nasional, Indonesia berada di urutan kesembilan aset perbankan terbesar secara global menurut Islamic Financial Services Board (IFSB) tahun 2018.

Berdasarkan Statistik Perbankan Syariah (SPS) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang terakhir tersedia per November 2018, Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio kecukupan modal sepanjang tahun 2018 mengalami tren kenaikan. Yakni, dari 18.05 persen di awal tahun menjadi 21,39 persen.

“Artinya perbankan syariah secara umum semakin kuat dalam melindungi nasabah dan menjaga stabilitas keuangan secara keseluruhan,” kata Greget. Dibandingkan tahun 2017 yang masih berada di kisaran 16 persen. Perlu diketahui bahwa batas aman CAR adalah delapan persen.

Return on Assets (ROA) atau rasio kemampuan perbankan dalam menghasilkan profit untuk melihat efektivitas perbankan dalam menghasilkan pendapatan pada tahun 2018 juga nyaris dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Yakni, dari 0,73 menjadi 1,26 persen.

Non Performing Financing (NPF) atau penilaian terhadap pembiayaan bermasalah perbankan syariah di awal tahun melampaui batas maksimum lima persen sedangkan per November 2018, NPF bank syariah berada di angka 3,93 persen.

“NPF ini terkait erat dengan kondisi sektor riil yang menghadapi berbagai tekanan atau ketidakpastian. Artinya, NPF yang relatif rendah ini patut diapresiasi,” katanya.

Sekadar informasi, per kuartal empat 2018 jumlah Bank Umum Syariah (BUS) sebanyak 14 bank dari yang sebelumnya 13 bank.

Perbankan syariah bisa dikatakan cukup berhati-hati dalam menyalurkan pembiayaan pada masyarakat.

Sumber : republika.co.id

 

Polisi Jaga Ketat Sidang Kasus Ahmad Dhani

SURABAYA(Jurnalislam.com) – Ratusan aparat kepolisian terlihat berjaga dengan penuh siaga di Pengadilan Negeri Surabaya, Jalan Arjuno Nomor 16-18, Sawahan, Surabaya, Kamis (7/2).

Masih di lokasi yang sama, beberapa unit kendaraan lapis baja milik aparat kepolisian juga terlihat disiagakan.

Selain itu, petugas yang berjaga di pintu gerbang menuju PN Surabaya juga memperketat pemeriksaan bagi siapa saja yang masuk ke sana.

Satu per satu tas milik pengunjung yang hendak masuk PN Surabaya diperiksa petugas dengan teliti.

Humas PN Surabaya, Sigit Sutriono mengatakan, pengamanan ketat tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan pada sidang perdana Ahmad Dhani. Alasan itu pula yang membuat pihaknya bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk perketat pengamanan.

“Karena pagi ini ada agenda sidang yang menjadi perhatian publik, sidang Ahmad Dhani dan sidang Gojek, untuk itu kami bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk pengamanan,” kata Sigit.

Pemandangan tersebut terlihat sejak pagi hari. Beberapa saat setelah sidang perkara Ahmad Dhani selesai, tepatnya sekitar pukul 10.30 WIB, ratusan aparat kepolisian yang berjaga, dan unit kendaraan lapis baja yang sebelumnya disiagakan, sudah tidak nampak lagi.

sumber : republika.co.id

Film Edukasi Zakat ‘Iman di Pangkuan Sang Fakir’ Dirilis Pekan Ini

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) meluncurkan film Iman di Pangkuan Sang Fakir di Epicentrum XXI pada Rabu (6/2).

Melalui film tersebut, Baznas ingin menyampaikan inti ajaran zakat kepada masyarakat luas.

Direktur Utama Baznas, Arifin Purwakananta, mengatakan film tersebut mengangkat fenomena kemiskinan yang terjadi di tengah masyarakat. Penderitaan mereka tidak pernah putus tergambarkan dalam film tersebut.

Tokoh utama dalam film tersebut menunjukan kepedulian terhadap sesama yang sangat kuat, meski dirinya dalam keadaan miskin harta. Hal ini sejalan dengan inti ajaran zakat yaitu berbagi terhadap sesama.

“Melalui film ini mendorong masyarakat menanamkan semangat kepedulian kepada sesama, diharapkan dapat menumbuh kembangkan semangat masyarakat untuk peduli,” kata Arifin lansir Republika.co.id di Epicentrum XXI, Rabu (6/2).

Baznas berharap masyarakat Indonesia menjadi lebih dermawan serta bersama-sama membantu sesama dengan semangat mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

Sebab semua orang bisa menolong orang lain seperti yang ditampilkan dalam film. Bayangkan masyarakat kalangan biasa tetap bisa menolong mereka yang membutuhkan pertolongan.

Arifin menjelaskan, melalui film tersebut Baznas sebenarnya hanya menampilkan apa yang terjadi di tengah masyarakat. Sambil mendorong semangat masyarakat untuk berbagi dan menjadi dermawan. Baznas tidak mengajari langsung tentang zakat pada film tersebut.

“Zakat adalah satu ajaran yang mendorong umat agar mau berbagi kepada sesama, itulah inti ajaran zakat, kalau film ini diresapi dan diambil hikmahnya, makin banyak orang yang bisa tertolong karena semangat berbagi,” ujarnya.

PP Persis Tolak Pengesahaan RUU P-KS

BANDUNG (Jurnalislam.com)–Pimpinan Pusat Persatuan Islam secara tegas menolak rencana pengesahan Rancangan Undang-Undang – Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PK-S).

Hal tersebut disampaikan oleh sekretaris umum PP Persis Haris Muslim Lc. MA. Ia mengatakan, RUU tersebut dinilai karena ini adalah sangat berpotensi merusak tatanan kehidupan berbangsa.

“RUU sangat berbahaya untuk keberlangsungan hidup bangsa. Materi di RUU tersebut bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan agama”, ungkap Haris, Rabu (06/02/2019).

Jika disahkan, RUU tersebut dinilai bisa memunculkan banyak polemik di kehidupan bermasyarakat.  Haris mencontohkan ketika nanti misalkan seseorang ibu memaksa anaknya untuk berhijab (pakaian muslimah), kemudian anaknya itu tidak mematuhi ibunya dan ini bisa diperkarakan.

Haris menilai  RUU PK-S tersebut tidak berpihak terhadap pembangunan SDM Bangsa Indonesia.

“RUU ini harus ditolak. Jika sampai disahkan tak hanya merugikan umat Islam melainkan seluruh warga Indonesia yang kita cintai ini dan permasalahan ini harus disadari oleh semua”, ujar Haris.

Sumber : persis.or.id