Istana Tak Masalahkan Mantan Napi Ahok Pimpin BUMN

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Istana kepresidenan tak mempermasalahkan status mantan gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, sebagai mantan narapidana yang digadang-gadang bakal memimpin salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman menjelaskan, dalam pengangkatan direksi dan dewan komisaris perusahaan tidak ada persyaratan khusus mengenai status hukum seseorang yang pernah terjerat pidana.

“Tidak ada persyaratan itu secara langsung di dalam ketika kita dipanggil untuk masuk sebagai dekom (dewan komisaris) atau direksi,” kata Fadjroel di Istana Negara, Rabu (13/11/2019).

Fadjroel sendiri berkaca pada posisinya saat ini yang juga duduk sebagai Komisaris Utama PT Adhi Karya. Menurut dia, kasus hukum yang akan jadi bahan pertimbangan pemilihan direksi atau dewan komisaris adalah kasus-kasus korupsi atau gratifikasi.

Alasannya, catatan korupsi dikhawatirkan akan mengganggu kinerja perusahaan.

“Menurut saya, mereka yang pernah terbukti secara hukum melakukan tindakan, gratifikasi, atau korupsi, tentu itu menjadi halangan bagi BUMN untuk berkembang,” katanya.

Fadjroel berharap siapa pun orang yang nantinya akan digandeng Menteri BUMN Erick Thohir untuk duduk di kursi penting salah satu BUMN merupakan orang yang bersih. “Jadi, kalau mau masuk BUMN, masuk bersih, di dalam bersih-bersih dan keluar bersih. Begitu saja,” katanya.

Ahok sendiri pernah menjalani masa hukuman atas kasus penodaan agama selama satu tahun delapan bulan dan 15 hari. Ahok bebas dari Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, pada Januari 2019 ini.

Sumber: republika.co.id

Mahfud Minta Masyarakat Jangan Nyinyir terhadap Pemerintah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengajak semua pihak agar sama-sama dewasa menjaga negara ini dari tindakan radikalisme dan terorisme.

Ia juga berharap masyarakat tidak selalu ‘nyinyir’.

“Kepada masyarakat jangan selalu nyinyir, kalau pemerintah bertindak lalu dikatakan melanggar HAM, kalau tidak bertindak dibilang kecolongan, kita sama-sama dewasa menjaga negara ini,” kata Mahfud MD di sela kegiatan Rakornas Forkopimda di SICC, Bogor, Rabu.

Pemerintah kata dia, sudah melakukan upaya optimal untuk mencegah supaya teror bom atau tindakan ekstrem lainnya tak terjadi di Tanah Air.

Menurutnya, bila tidak berupaya mati-matian, maka bisa lebih banyak lagi kejadian dan korban.

“Oleh sebab itu jangan selalu menyudutkan aparat kalau mengambil tindakan, dikontrol saja secara proporsional, benar atau tidak,” kata dia.

Kalau melihat dari kuantitas, kejadian teror di 2019 ini, menurut Menko Polhukam, angkanya menurun jika dibandingkan dengan kejadian yang terjadi di 2017-2018.

“Dari sudut kuantitatif turun, karena pencegahannya sudah lebih baik, bahwa masih ada satu dua itu tidak bisa dihindari,” ucapnya.

RS Islam Surakarta Yarsis Kembali Beroperasi, Ini Program Unggulannya

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS) Yarsis Kartasura, Sukoharjo menggelar tasyakuran atas dibukanya kembali pelayanan kesehatan kepada masyarakat setelah berhenti sekitar satu tahun.

Kegiatan tasyakuran yang dilaksanakan di halaman RSIS Yarsis tersebut disebut PJS Direktur Umum Drg. Tri Iswati juga sebagai bentuk pengenalan kembali kepada masyarakat Soloraya dan sekitarnya.

“Kegiatan hari ini merupakan momen tasyakuran atas dibukanya kembali Rumah Sakit Islam Yarsis Surakarta dan sebenarnya kita kemarin sudah membuka layanan terhitung mulai tanggal 30 september 2019,” katanya kepada wartawan.

Drg.Tri menjelaskan bahwa saat ini seluruh layanan kesehatan yang ada di RSIS Yarsis telah kembali dibuka dan difungsikan.

“Pasien juga sudah banyak yang rawat inap, operasi juga sudah ada, di ICU juga ada,” ungkapnya.

“Dan hari ini adalah tasyakuran sekaligus untuk pengenalan kembali kepada masyarakat bahwa RS Islam Yarsis Surakarta sudah mulai  beroperasi penuh untuk melayani pelayanan kesehatan kepada masyarakat Soloraya dan sekitarnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Drg. Tri mengatakan ada dua layanan atau fasilitas unggulan yang diberikan RSIS Yarsis kepada para pasien yang berobat.

“Fasilitas kita sebenarnya sama dengan yang dulu, cuma saat ini ada fasilitas unggulan yang pernama klinik KNEE Center, yang kedua tentang CRYO SURGERY,” ujarnya.

“Dan sudah kemarin kita dapat surat dari ahli bedah Toraks Kardiaks yang mensetujui bahwa RS Islam Surakarta Yarsis ini diijinkan untuk jadi pilot proyek di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya,” pungkasnya.

Kerap Kecolongan, Peran Pencegahan Aparat Dipertanyakan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengamat terorisme dari The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya menyayangkan kinerja aparat yang masih kecolongan dengan aksi-aksi penyerangan serupa.

Padahal, kata dia, aparat mempunyai semua instrumen untuk melakukan pencegahan aksi terorisme, dari mulai undang-undang, SDM hingga teknologi.

“Ada BIN, BAIS, BNPT, Intelkam Polri, Densus88, dll, mereka ada payung UU, ada anggaran, SDM, teknologi canggih, deteksi dini idealnya berjalan maksimal agar bisa lakukan langkah antisipasi bahkan pre-emptif,” kata Harist kepada Jurnalislam.com, Rabu (13/10/2019)

Selain itu, lanjutnya, aparat juga sudah banyak melakukan penangkapan dalam beberapa bulan terakhir akan tetapi aksi teror masih terjadi.

“Kali ini publik bisa saja mengkritisi aparat kecolongan, alasannya cukup rasional; sudah banyak yang ditangkap dalam beberapa bulan terakhir. Tapi masih juga ada aksi teror,” kata Harits.

Sebagaimana diketahui, ledakan bom bunuh diri terjadi di area parker Mapolrestabes Medan pagi in, Rabu (13/11/2019).

Peristiwa itu menewaskan pelaku dan melukai enam orang lainnya, 5 diantaranya aparat kepolisian dan 1 orang sipil.

Pelaku diketahui bernama Rabbial Muslim Nasution, pemuda 24 tahun dengan status pekerjaan Pelajar/Mahasiswa.

Saat melakukan aksinya, Rabbial mengenakan jaket ojek online.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, pelaku melilitkan bom di tubuhnya.

Soal Bom di Medan, Pengamat: Kok Bisa Kecolongan Terus?

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengamat terorisme dari The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya mempertanyakan kinerja aparat.

Menurutnya, terjadinya kasus penyerangan terhadap kantor polisi di Medan menandakan aparat belum maksimal dalam mencegah peristiwa tersebut.

Padahal, kata dia, fasilitas aparat sudah lengkap.

“UU sudah full power, duit ada, senjata dan teknologi lengkap, banyak sudah yang ditangkap sebelum melakukan apa-apa, masih saja ada bom. Siapa sebenarnya yang memelihara?” kata dia kepada Jurnalislam.com, Rabu (13/11/2019).

Dia menambahkan, wajar apabila kemudian muncul kecurigaan di tengah masyarakat kepada aparat yang kembali kecolongan.

“Ada BIN, ada Densus88, ada BAIS, ada BNPT ada Intelkam. Kurang apa? Pembayar pajak wajar komentar, kok kecolongan mulu,” pungkasnya.

Minat Umat Islam Belajar Agama Lewat Medsos Sangat Tinggi

SENTUL (Jurnalislam.com) – Menteri Agama, Fachrul Razi dalam rapat pleno Koordinasi Indonesia Maju, pemerintah pusat dan pemerintah daerah menyatakan pengguna aktif media sosial di Indonesia mencapai 130 juta orang dari populasi masyarakat Indonesia yang menggunakan medsos sebanyak 254,4 juta jiwa.

Itu dikatakan Menag dengan mengutip laporan berjudul ‘Essential Inside Into Internet, Social Media, Mobile, and E-Commerence Use Around the Wolrd’ yang diterbitkan 30 Januari 2018.

Fachrul menyebutkan, hampir dari setengah masyarakat Indonesia menggunakan medsos untuk melakukan interaksi dengan orang lain.

Medsos juga memicu penggunanya untuk mencari informasi tentang persoalan kehidupan termasuk masalah agama.

“Jadi ini menunjukan minat pemaham-pemaham agama mencari pengetahuan di medsos luar biasa tingginya,” kata Fachrul di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019).

Menurutnya, dengan fasilitas internet saat ini, masyarakat cenderung menganggap otoritas agama seperti kyai, ustaz, guru agama yang tradisional hanya pilihan alternatif belaka dari kehidupan sehari-hari mereka.

“Berbeda dengan generasi sebelumnya yang sangat taat kepada fatwa kepala otoritasnya. Saat ini masyarakat lebih sering fokus pada kebutuhan individual, personal dan sangat kritis terhadap nilai-nilai tradisional,” ujarnya.

Kemenag Masih Kaji Program Deradikalisasi untuk ASN

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Menteri Agama Fachrul Razi menyatakan, rencana program deradikalisasi yang akan menjadi tugas kementerian/lembaga, masih dibahas bersama sejumlah menteri lainnya. Nantinya, program ini juga berlaku bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kementerian.

“Ada, untuk ASN kita keluarkan putusan bersama 8 menteri, nanti bisa dilihat. Semua sama delapan menteri itu,” katanya saat rapat pleno Koordinasi Indonesia Maju, pemerintah pusat dan pemerintah daerah di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11).

Mengenai tanggapan anggota DPR dan sejumlah pihak yang menyatakan program deradikalisasi tidak efektif, Fachrul membantah hal tersebut. “Siapa yang bilang? Kalau DPR tanya ke sana, jangan ke saya,” ujarnya.

Menurut dia, ukuran efektivitas sangat nisbi. Namun, program ini perlu terus digalakkan guna mengurangi adanya ancaman ideologi dan gerakan radikalisme.

“Kalau efektif nggak efektif itu kan relatif ya, tapi yang jelas upaya itu dilakukan intesif. Semua orang sadar itu sangat berbahaya,” katanya.

KH Said Aqil Sebut Pencekalan Habib Rizieq Seharusnya Urusan Polisi

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengaku enggan mengomentari terkait pengakuan Habib Rizieq Shihab soal surat pencekalan.

“Itu urusan polisi dong, bahwa pertimbangan keamanan polisi Rizieq masih harus dicekal, ya itu saya tak akan intervensi,” kata Said di PBNU, Jalan Kramatraya, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (12/11/2019).

Dalam kesempatan tersebut Kapolri Jenderal Idham Azis bersilaturahmi dengannya. Namun, Said menegaskan tidak akan membahas soal pencekalan Habib Rizieq.
“Tak disangkutpautkan karena itu merupakan kebijakan, pertimbangan yang sangat dalam,” ucapnya.
Said memastikan, pengakuan pencekalan Habib Rizieq tidak menimbulkan kegaduhan politik. “Kita sudah dewasa berpolitik kok, berpengalaman, jangka panjang sudah. Kemarin dicoba pilpres, pileg serentak, kita bisa melewati dengan baik,” tutupnya.

Sumber:okezone.com

Silaturahim, Kapolri Idham Azis Sambangi PBNU

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Idham Azis bersilaturahim ke Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (12/11/2019).

Dalam kunjungannya, Kapolri mengatakan kunjungannya ke PBNU seperti seorang anak mengunjungi orang tua.

“Ke sini sebagai seorang anak datang kepada orang tua, sebagai orang baru yang menjabat mendapat amanat untuk melanjutkan tongkat estafet Kepala Polisi Negara Republik Indonesia, saya datang bersama beberapa staf, bersilaturahim, yang merupakan tradisi,” katanya.

Jenderal kelahiran Sulawesi Selatan mengatakan, dirinya tahu bahwa NU adalah ormas terbesar yang komitmennya terhadap NKRI tidak perlu diragukan lagi.

“Sangat merasakan bantuan yang diberikan PBNU untuk kita bersama-sama membawa Indonesia ke arah yang lebih aman, tentram, tertib. Kami tidak mungkin bisa bekerja sendiri,” ungkapnya.

Selain itu, Ketua PBNU, Said Aqil Siradj mengatakan selama ini, NU dan Polri selalu bergandengan tangan dalam memperkuat tatanan masyarakat dan memiliki komitmen menjaga empat pilar.

“Selama NU dan ormas-ormas lain bekerja sama dengan Polri, maka Indonesia menjadi aman,” katanya.

Perkuat Ekonomi Syariah Bidang Digital, Investree Hadiri IFSB Summit

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Sebagai satu-satunya perusahaan fintech lending yang memperoleh izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan untuk 2 (dua) lini bisnis yaitu konvensional dan syariah, Investree (PT Investree Radhika Jaya) memiliki tujuan untuk turut memajukan perekonomian Islam.

Untuk itu, Investree berpartisipasi di 14th IFSB Summit yang diselenggarakan oleh Islamic Financial Services Board selama 3 (tiga) hari, Selasa-Kamis, 12-14 November 2019 di Cendrawasih Hall, Jakarta Convention Center (JCC).

Investree menjadi satu-satunya perusahaan marketplace lending yang bergabung di acara bertema “Islamic Finance for Sustainable Development in the Era of Technological Innovations” ini dan tak hanya membuka booth, Co-Founder & CEO Investree, Adrian Gunadi, juga akan berbicara dalam salah satu sesi seminar.

Co-Founder & CEO Investree, Adrian Gunadi, mengatakan bahwa pihaknya bangga karena dapat mewakili industri fintech Asia Tenggara untuk menjadi bagian dari acara internasional bergengsi 14th IFSB Summit ini.

“Kami sadar bahwa belum meningkatnya inklusi keuangan masih jadi isu yang signifikan di negara-negara yang memiliki industri keuangan syariah seperti Indonesia padahal potensinya sangat besar,”kata Adrian.

Oleh karena itu, katanya, melalui Investree Syariah, pihaknya ingin membantu industri ini di Indonesia dan regional agar mencapai pembangunan yang berkelanjutan terlebih di era inovasi digital seperti saat ini.

“Kami mau masyarakat semakin mengenal produk dan layanan Investree Syariah sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh mereka semua, membuka akses pembiayaan sesuai dengan prinsip Islam bagi segmen pasar yang lebih inklusif terutama UKM-UKM berkembang,” pungkasnya.