Jadi Calon Ketum KAMMI, Ini Harapan Elevan Yusmanto

MALANG(Jurnalislam.com)– Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menggelar hajatan Muktamar di Malang yang merupakan tempat KAMMI pertama dideklarasikan. Selain membahas arah gerak KAMMI ke depan, Muktamar kali ini juga akan menentukan nahkoda baru memimpin Pengurus Pusat KAMMI.

Mantan Ketua Pengurus Wilayah KAMMI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Elevan Yusmanto mantap mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PP KAMMI membawa narasi mempersatukan antara pembelaan terhadap umat dan merajut kebhinekaan NKRI.

“Selama ini, banyak yang mempertentangkan antara perjuangan Islam dalam membela umat dengan menjaga kebhinekaan, KAMMI harus hadir untuk meluruskan bahwa dua hal itu merupakan satu kesatuan,” tegas Elevan dalam keterangan pers yang diterima redaksi Jurnalislam.com, Sabtu (14/12/2019).

Menurut Elevan, KAMMI yang merupakan anak kandung reformasi yang lahir dari aspirasi perjuangan umat Islam tidak boleh bergeser dari garis juang pembelaan terhadap umat.

Lawan Kemiskinan

Dalam kondisi hari ini, Elevan menyebut umat harus dibela agar bisa berdiri tegak memberikan kontribusi terbaik untuk bangsa.

“Kalau kita lihat dari mayoritas mereka yang ada di bawah garis kemiskinan itu adalah umat Islam, petani yang menderita akibat impor itu umat Islam, mereka yang diutus semena-mena itu umat Islam, kami harus hadir dan tak boleh berpaling sedikitpun dalam membela mereka,” tandas alumni Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini.

Elevan berharap dengan garis pembelaan KAMMI yang jelas dan tegas terhadap umat, dapat mengangkat mereka yang lemah dan miskin menjadi berdaya sekaligus di saat yang sama ikut menjayakan bangsa.

Guna mencapai tujuan tersebut, Elevan mengaku akan menguatkan basis kaderisasi KAMMI dari Sabang sampai Merauke. Selain itu ia akan menautkan antara kajian keislaman dengan diskursus intelektual agar dapat menjadi solusi bagi ragam persoalan kebangsaan.

Tak hanya itu, Elevan juga akan mengakselerasi lokus-lokus kepakaran yang mulai bersemi di tubuh KAMMI dengan banyaknya kader dan alumni yang telah menjadi pakar dan profesional di bidangnya.

“Bismillah, kader KAMMI sebagai kader umat harus mampu menautkan kepakaran mereka dengan ajaran Islam, agar bisa jadi solusi mewujudkan Indonesia sebagai Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur,” demikian Elevan.

PBNU Tegaskan Pihaknya Tidak Bisa Didikte Cina

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) angkat suara soal adanya laporan bahwa Cina  melakukan upaya ‘penyuapan’ terhadap sejumlah ormas-ormas Islam di Indonesia.

The Wall Street Journal (WSJ) melaporkan bahwa Cina menggelontorkan bantuan dan fasilitas terhadap ormas-ormas Islam agar tidak mempersoalkan penindasan terhadap Muslim Uighur 2018 lalu.

“Soal adanya dana yang mengalir ke NU, saya sampaikan bahwa tidak ada dana itu dan NU tidak bisa didikte dan dikendalikan oleh siapa pun. Termasuk Cina,” kata Ketua Harian PBNU, Robikin Emhas melalui siaran pers yang diterima Jurnalislam.com, Sabtu (14/12/2019).

Lebih jauh, dia menjelaskan, isu Uighur mencuat usai sejumlah organisasi HAM internasional merilis laporan yang menuding Cina menahan satu juta Uighur di kamp penahanan layaknya kamp konsentrasi di Xinjiang.

Beijing bahkan disebut membiayai puluhan tokoh seperti petinggi NU dan Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), akademisi, dan sejumlah wartawan Indonesia untuk berkunjung ke Xinjiang.

Laporan WSJ dinilai janggal dari perbedaan pendapat para tokoh senior NU dan Muhammadiyah soal dugaan persekusi Uighur sebelum dan setelah kunjungan ke Xinjiang.

Namun, Robikin mengatakan, data yang diterima NU bahwa kamp-kamp di Uighur itu merupakan kamp pelatihan vokasi untuk memberdayakan masyarakat Uighur.

“Kamp itu justru dibuat untuk menjauhkan mereka (warga Uighur) dari ekstremisme dan radikalisme yang tercipta di Xinjiang. Tidak ingin warganya terpengaruh paham itu, Cina mengatasinya dengan melatih warga dengan skill di kamp vokasi tersebut,” ujarnya.

Kunjungi Cina

The Wall Street Journal (TWSJ) melaporkan dengan judul: How Cina Persuaded One Muslim Nation to Keep Silent on Xinjiang Camps hari Rabu (11/12). Dilaporkan bahwa Pimpinan Pusat Muhammadiyah, organisasi Muslim terbesar kedua Indonesia, mengeluarkan surat terbuka pada Desember 2018 yang mencatat laporan-laporan kekerasan terhadap komunitas Uighur yang lemah dan tidak bersalah, yang kebanyakan Muslim, dan mendesak pemerintah Beijing untuk memberi penjelasan.

 

Tidak lama, Beijing mulai bertindak dengan kampanye yang disetujui bersama untuk meyakinkan para jurnalis dan otoritas agama bahwa kamp pendidikan ulang di wilayah Xinjiang di Cina barat laut adalah upaya yang bermaksud baik untuk menyediakan pelatihan dan melawan ekstrimisme.

 

Lebih dari 20 orang dari kalangan pemimpin agama Indonesia dibawa ke Xinjiang dan mengunjungi fasilitas-fasilitas pendidikan. Acara ini disertai pula dengan tur bagi para jurnalis dan akademisi.

Menang Kunjungi Abu Dhabi, Jajaki Kerjasama dengan Sejumlah Kementerian Uni Emirat Arab

ABU DHABI(Jurnalislam.com)– Menteri Agama Republik Indonesia Fachrul Razi melakukan kunjungan kerja ke Uni Emirat Arab, 14-17 Desember 2019.

Selama di Abu Dhabi, Menag akan melakukan serangkaian pertemuan dengan Menteri Pendidikan UEA, Chairman of General Authority of Islamic Affairs and Awqaf, dan sejumlah pejabat teras UEA.

Kunjungan kerja Menag di Abu Dhabi diawali ke General Authority of Islamic Affairs and Awqaf (Kementerian Urusan Agama Islam dan Waqaf).

Menag diterima oleh Kepala Badan Urusan Agama Islam dan Wakaf UEA Mohammed Matar Salem bin Abid Alkaabi. Keduanya berdiskusi tentang manajemen urusan keagamaan, utamanya terkait moderasi beragama.

Menag Fachrul menilai UEA telah memberikan praktik baik dalam bidang manajemen urusan kehidupan keagamaan.

“Kami berkunjung ke Abu Dhabi ini salah satu tujuannya adalah untuk saling bertukar pikiran tentang manajemen urusan kehidupan keagamaan. Saya kira kita bisa belajar banyak dari bagaimana Abu Dhabi mengelola toleransi dan harmoni dalam kehidupan beragama,” terang Fachrul Razi di Abu Dhabi, Ahad (15/12).

Menag melihat UEA sebagai salah satu contoh negara maju, baik dalam urusan ekonomi dan teknologi, juga urusan kehidupan keagamaan. Kemajuan di UEA dibangun dalam bingkai nilai-nilai moderasi,  toleransi, dan harmoni yang baik.

“Kami membahas rencana pertukaran keahlian dan pengalaman untuk mempromosikan konsep Moderasi Islam dan nilai-nilai toleransi beragama, mempromosikan kesadaran bersama tentang bahaya ideologi ekstremisme,” ujar Menag.

“Dibahas juga sinergi dalam pembangunan kapasitas Imam, penceramah, dan mufti melalui pertukaran praktik pengalaman terbaik dan kunjungan ahli,” sambungnya.

Poin kerjasama lainnya yang dibahas terkait pertukaran keahlian dalam bidang penghafalan (tahfidz), pembacaan (tilawah), dan penafsiran (tafsir) Al Qur’an dan Sunnah. Juga sinergi dalam pertukaran pencetakan, publikasi, dan penerjemahan Al Qur’an serta pencetakan hasil-hasil penelitian.

 

Kedua pihak juga sepakat untuk merencanakan adanya pertukaran pengalaman dalam bidang manajemen, pengembangan, dan investasi wakaf, serta manajemen masjid. Termasuk juga sinergi dalam mempromosikan misi masjid sebagai tempat yang aman untuk beribadah dan penyebaran nilai-nilai keagamaan yang moderat.

 

STTD Al Hikam Surakarta Salurkan Bantuan untuk Palestina

SOLO (jurnalislam.com)- Sebagai bentuk kepedulian atas penderitaan yang dialami oleh saudara muslim di Palestina, Sekolah Tahfidz Tingkat Dasar (STTD) Al Hikam Surakarta memberikan bantuan uang sebesar 5.885.000 melalui Aman Palestin (AP) di Gedung STTD Al Hikam Tipes, Solo, Ahad, (15/12/2019).

“Apa yang kita berikan ini sebagai bentuk solidaritas santri santri Al Hikam kepada saudara kita di Palestina yang saat ini terus dibombardir oleh Zionis Israel,” kata kepala sekolah STTD Al Hikam ustaz Syaerozi kepada jurnalislam.com, Senin, (16/12/2019).

Sebelumnya, ustaz Syaerozi menyebut, bahwa STTD Al Hikam juga melakukan aksi solidaritas untuk Palestina di gelaran CFD depan Halte Bus Sriwedari pada ahad, (24/12/2019).

“Simpati kepada saudara saudara kita yang ada di Palestina khususnya melihat kejadian yang ada disana, banyak anak anak yang terlantar, banyak anak anak yang menjadi korban kebengisan tentara Israel, banyak mereka yang menjadi korban pembunuhan dan pembantaian bahkan mereka mungkin kehilangan orang tuanya, kehilangan saudaranya,” ujarnya.

Sementara itu, relawan AP Solo Twedi Andrianto berterimakasih kepada STTD Al Hikam yang sudah ikut membantu meringankan beban penderitaan saudara muslim di Palestina.

“Dengan adanya gerakan kepedulian terhadap kondisi Palestina saat ini, diharapkan dapat menggugah masyarakat atau komunitas lain untuk terus peduli dan menyalurkan bantuannya untuk masyarakat Palestina,” katanya.

“Terima kasih kepada keluarga besar STTD Al Hikam karena masih peduli dan mampu menggugah rasa peduli untuk Rakyat Palestina,” pungkas Twedi.

Resmikan Klinik Ummat Rawat Inap, Solopeduli dan BPKH Gelar Khitan Massal Gratis

SUKOHARJO (jurnalislam.com)- Kesehatan adalah rejeki dan anugerah yang tak ternilai dari Allah, Dalam Islam, sehat dipandang sebagai nikmat kedua terbaik setelah iman.

Sebagian besar Ibadah dalam Islam membutuhkan kondisi tubuh yang kuat, seperti shalat, puasa dan pergi haji, semua membutuhkan kondisi tubuh yang sehat.

Pendirian Klinik Kesehatan Solopeduli, sesuai dengan enam asnaf yang menjadi ruang gerak program kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Layanan kesehatan gratis untuk umat di Desa Manang Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo Jawa tengah ini, sesuai dengan visi BPKH, memberdayakan dan memberikan kesejahteraan bagi umat.

Dalam peresmian pada ahad, (15/12)2019), perwakilan BPKH, Iskandar A Zulkarnain turut hadir dan meresmikan acara tersebut.

”Yayasan Solopeduli adalah bukti kerja keras yang nyata dan upaya perubahan untuk memotong permasalahan yang timbul dari kondisi yang tidak menguntungkan di wilayah sekitar. Aktivitas kegiatan sosial kemanusiaan yang dilakukan oleh Yayasan Solopeduli membuat BPKH berkomitmen melakukan sinergi untuk kemaslahatan umat,” jelasnya.

Gratis

Antrian Panjang warga Dhuafa pada saat pertama kali diresmikan tanggal 18 Mei 2019 lalu, membuat kami yakin upaya pengobatan gratis yang dihadirkan BPKH, Yayasan Solopeduli, dan Lembaga lainnya adalah sebuah upaya tepat untuk Bersama membuat perubahan di negeri tercinta.

“Semoga dengan makin lengkapnya fasilitas dan layanan yang diberikan Klinik Solopeduli ini, kondisi kesehatan masyarakat yang kurang mampu disekitar wilayah Solo ini dapat menjadi lebih baik. Dengan kondisi yang sehat, dapat beribadah, berkarya, dan berkumpul keluarga dengan bahagia,” ungkapnya.

Acara peresmian Klinik Rawat inap ini juga disemarakkan dengan acara khitan yang diikuti oleh 20 anak-anak dhuafa dan yang membutuhkan.

Mereka berasal dari wilayah sekitar Klinik Solopeduli dan beberapa dari Klaten, Sragen dan sekitarnya. Acara digelar di Klinik Ummat Solopeduli di Jl. Songgo Budi No 11-9, Dusun I, Manang, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.

Salah satu orangtua peserta, Ibu Daryanti (40), menyampaikan sangat senang dengan adanya klinik ini karena ia mengalami sakit-sakitan selama beberapa tahun ini dan hanya bisa membeli obat warung.

”Sebenarnya saya datang ke sini hanya untuk mengantarkan anak saya Bayu (12) yang mau khitan, Alhamdulillah ternyata klinik ini bisa memberikan pelayanan gratis tanpa sepeserpun, saya jadi ikut berobat, terimakasih banyak Solopeduli untuk pelayanan dan obat gratisnya dan terimakasih juga karena anak saya bisa khitan di sini secara gratis dan mendapatkan bingkisan dan santunan,” ungkap Ibu Daryanti.

”Tadi khitannya sakit sedikit, ini saya mendapat bingkisan dan uang santunan, terimakasih Solopeduli,” ungkap Bayu.

Bayu dan teman-teman juga mendapatkan dongeng motivasi dari pendongeng, Kak Wi.

Klinik Ummat Solopeduli ini dilengkapi dengan ruang Rawat Inap sebanyak 4 ruang, Ruang KAI, Ruang persalinan, ruang IGD, Ruang CSSD, ruang lab. Ada 3 orang dokter yang bertugas secara bergantian, 4 bidan, dan 4 perawat. Klinik ini membuka pelayanan 24 jam dengan penyediaan layanan ambulan.

”Semoga dengan turunnya ijin Ranap Klinik ummat ini, semakin menambah nilai lebih Solopeduli dalam mengabdi kepada masyarakat di bidang kesehatan. Dengan fasilitas yang lengkap baik tenaga medis, sarpras, dan ambulan,” terang Direktur Utama Solopeduli Sidik Anshori.

Bau Masih Menyengat, Warga Sukoharjo Kembali Demo PT RUM

SUKOHARJO (jurnalislam.com)- Ratusan warga terdampak limbah bau milik PT RUM, Nguter Sukoharjo kembali melakukan aksi unjukrasa di depan pintu gerbang PT RUM pada selasa (10/12/2019).

Warga yang melakukan aksi tak henti hentinya membunyikan kentongan bambu sebagai penanda bahwa bau menyengat mirip septi tank tercium oleh mereka.

“Biasanya kita bunyikan di rumah saat bau. Sekarang kita bawa kentongan di sini. Kebetulan sekarang baunya juga tercium,” kata kordinator aksi Herman.

Selain membawa kentongan bambu, sejumlah spanduk berisi kecaman terhadap PT RUM juga ikut dibentangkan dalam aksi tersebut.

Diantaranya bertuliskan ‘Setan PT RUM Menghantui Warga’, ‘Koe Lereno Kene Damai’ dan ‘Bupati Wardoyo Kami Kecewa’ kemudian ‘PT RUM Kakean Dusta’ serta ‘Tutup PT RUM!’.

Menanggapi aksi demontrasi dari warga tersebut, Sekretaris PT RUM Bintoro Dibyoseputro berjanji akan terus berupaya menyelesaikan bermasalahan utama sumber bau menyengat tersebut.

“Kami seluruh jajaran manajemen RUM beserta sekitar 2.000 karyawan aktif sudah berkomitmen terus meningkatkan kemampuan tata kelola lingkungan,” katanya sebagaimana dikutip dari detik.com selasa, (10/12/2019).

Menag Harap Zona Halal Dikelola Secara Ramah untuk Semua Agama

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Menteri Agama Fahrul Razi mengatakan munculnya zona halal di daerah wisata memberikan nilai positif. Namun dikhawatirkan membuat stigma eksklusif.

“Munculnya zona halal ini positif sekali. Jadi ummat muslim tidak sulit menemukan tempat halal,” katanya dalam sambutan di Kantor Kemenag, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019).

Menurutnya, jika zona halal tidak dikelola dengan baik, ada potensi menimbulkan kesalahpahaman bagi umat nonmuslim. Menag mengatakan stigma itu mulai tampak dalam interaksi di media sosial.

“Kalau tidak dikemas dengan hati-hati justru menimbulkan seperti yang di WA. Beberapa nonmuslim ‘loh kok jadi eksklusif begini?’ Sehingga saya sarankan menggunakan bahasa yang ramah bagi semua agama,” ujarnya.

Menag menyarankan kepada pelaku yang memakai istilah zona halal menambahkan kata-kata yang enak seperti ‘halal bagi muslim pasti oke untuk semua.’

Kemenag Luncurkan Indeks Kerukunan Umat Beragama, Ini Hasilnya

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Kementerian Agama meluncurkan indeks kerukunan umat beragama atau Indeks KUB. Ini merujuk pada Peraturan Bersama Menteri tahun 2006/6 tahun 2006, di mana merupakan suatu kondisi umat beragama yang toleran setara dan bekerja sama dalam membangun masyarakat berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Menteri Agama Fachrul Razi diantaranya mengambil konsepsi KUB menurut Hasbullah Badri dalam bukunya Pendekatan Dunia Islam dan Dunia Kristen yang mengatakan bahwa KUB dalam pengertian praktis merupakan co-eksistensi secara damai dalam kehidupan beragama. Selain itu, Amir Syarifudin mengatakan KUB adalah suatu cara untuk mempertemukan atau mengatur hubungan antara yang berlainan agama dalam proses masyarakat.

“Jadi, pengertian kerukunan umat beragama bukan menyatukan agama yang berbeda,” kata Fachrul dalam sambutannya di kantor Kemenag, Thamrin, Jakarta, Rabu (11/12).

Dia menjelaskan, dari berapa konsepsi kerukunan di atas, Indeks ini menarik hasil sebagai berikut, pertama, indeks beragama adalah kerukunan atau kondisi umat beragama yang berinteraksi secara damai, toleran, saling menghargai, dan menghormati perbedaan agama serta menjalankan ibadah masing-masing. Kedua, interaksi tersebut tidak merendahkan antara satu agama dengan yang lain juga tidak mencampur adukan norma agama masing-masing.

“Ketiga, bekerjasama dalam membangun masyarakat dalam prinsip bahu membahu, saling membangun manfaat dan eksistensi bersama NKRI berdasarkan pancasila dan Undang-Undang Dasar,” katanya.

“Dalam Islam dan agama lain juga dijelaskan, semua manusia diciptakan dalam keadaan berbeda-beda. Kalau di dalam Al-Quran dikatakan bahwa supaya kalian saling kenal, ini maksudnya bisa bekerjasama, tanpa mengganggu keyakinan bersama,” imbuh dia.

Dengan demikian, dapat dirumuskan bahwa KUB adalah suatu kondisi umat beragama yang toleran, setara, serta bekerjasama membangun kehidupan bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD. Maka untuk memperoleh KUB, Indeks ini menggunakan tiga variable utama, yaitu toleransi, kesetaraan dan kerjasama. Hasil dari pengukuran ketiga variabel itu kemudian menghasilkan angka tinggi rendahnya KUB. KUB yang dimaksudkan ini dari tiga ukuran tersebut.

Saudagar Fest Solo Jadi Sarana Pengusaha Muslim Bersatu

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)– Ribuan peserta mengikuti kegiatan Saudagar Fest Solo yang diselenggarakan di Orient Convention Hall Hartono Mall pada selasa, (10/12/2019).

Dalam kegiatan tersebut hadir sebagai pemateri diantaranya adalah Dewa Eka Prayoga, Rendy Saputra, Koh Steven Indra Wibowo, Netta Reza, Ustadz Syuhabuddin Abdul Muis dan pembicara lainya.

Best Selling Author dan juga Founder Jago Jualan, Dewa Eka Prayoga memberikan motivasinya kepada para peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Tanamkan mental kaya dengan memberikan peluang orang lain dan senang berbagi. Tidak meminta-minta, syukur-syukur anda kaya dan senang berbagi daripada miskin tapi tidak mau berbagi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Muallaf Center Indonesia yang juga pengusaha kopi Koh Steven Indra Wibowo mengajak para pengusaha dan peserta untuk meninggalkan riba agar mendapatkan berkah illahi.

“Kalau mau berubah bisnis tanpa riba mau usaha tanpa riba, cek dulu niatnya dari modalnya. Ajarkan ikhlas merelakan hati apa yang Allah berikan. Kalau iklhas hanya teori semua orang bisa,” paparnya.

Selain mendengarkan materi dan motivasi bisnis dari pembicara, acara Saudagar Fest juga diramaikan dengan hadirnya para pengusaha yang menggelar danganannya seperti pakaian, kuliner, properti dan lain sebagainya. Ada 16 peserta stand.

Acara Saudagar Fest sendiri meliputi sharing, talkshow, sholat berjamaah, launching Saudagar Ngaji, dan doa bersama.

Ketua panitia Rendra Mochtar Habibie menjelaskan tujuan diadakannya Saudagar Fest Solo yakni untuk menyatukan komunitas pengusaha muslim se-Solo dan sekitarnya.

“Alasan diadakan acara kita ingin mengumpulkan pengusaha se Solo raya agar bisa bersatu, karena banyak ditemui para pengusaha yang memiliki ‘madzab-madzab’ sendiri,” ujar pengusaha fashion dan pendiri Sekolah Sudagar tersebut Selasa (10/12).

Selain itu, Rendra juga ingin membangkitkan semangat bagi kaum milenial agar tertarik untuk menjadi pebisnis. “Kita berusaha banget mengikuti sunnah rasulullah yaitu melalui perdagangan,” ungkapnya.

Saudagar Fest sendiri baru kali ini diadakan namun Rendra Mochtar Habibie berencana akan mengadakan setiap tahun. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan diselenggarakan di beberapa Kota lainnya.

Ini Ciri ASN Radikal Versi Kemenkumhan.

JAKARTA(Jurnalislam com) – Inspektur Wilayah III Kemenkumham Achmad Rifai menyatakan ada beberapa ciri-ciri Aparatur Sipil Negara (ASN) terkena ajaran radikalisme.

“Pertama memuat teks, gambar, audio dan video ujaran kebencian terhadap Pancasila dan UUD 1945, kedua memuat konten negatif terkait salah satu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA),” jelasnya dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 dengan tema ‘Menjawab Kontroversi SKB 11 Menteri’ di Ruang Yusuf Ronodipuro, Gedung RRI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Lalu, ketiga adalah menyebarluaskan pendapat yang menyesatkan melalui medsos, dan keempat, menyebarluaskan pemberitaan yang menyesatkan.

“Kelima menyebarkan informasi menyesatkan, keenam menyelenggarakan kegiatan yang menghina, menghasut, memprovokasi dan membenci Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan Pancasila,” ujarnya.

Poin ketujuh adalah memberikan tanggapan atau dukungan sebagai tanda sesuai pendapat dengan memberikan likes, dislike, love, retweet atau komentar di media sosial, kedelapan adalah menggunakan atribut yang bertentangan dengan Pancasila dan terakhir menggunakan atribut yang bertentangan dengan Pancasila.

“Berdasarkan riset Alvara Research Center ada 19,4% PNS (Pegawai Negeri Sipil) atau ASN (Aparatur Sipil Negara) yang tidak setuju dengan ideologi Pancasila,” tukasnya.

Ia menambahkan, padahal jumlah seluruh ASN adalah 4 juta orang, berarti 19,4 % itu jumlahnya juga besar.

“Masih berdasarkan riset tadi jika ditambahkan dengan pegawai BUMN yang tidak setuju dengan ideologi Pancasila ada 9,1 % maka jumlahnya bertambah besar,” ujarnya.