Mengintip Kurban di Negeri Saba bersama PCIM Yaman

YAMAN(Jurnalislam.com)–Qurban adalah salah satu bentuk mendekatkan diri kepada Allah yang dilakukan setelah menenuaikan sholat Ied dan di hari-hari tasyrik. Sebagian kaum muslimin di Indonesia mengamanahkan qurban nya kepada takmir masjid di sekitarnya atau kepada lembaga masyarakat yang ada. Namun tidak bagi kaum muslimin di negeri Yaman, mereka mempunyai adat untuk menyembelih sendiri dan membagikan kepada mustahiq yang ada di sekitarannya.

Bagi kaum muslimin di seluruh dunia, hari qurban adalah hari yang seluruhnya bersuka cita dalam menyambutnya, wajarlah Islam mengharamkan puasa di dalamnya demi meratanya keceriaan, kegembiraan, dan kesanangan antar sesama.

Namun, berbeda di tahun ini, dimana pandemi telah menyebar di Negeri Yaman, perekonomian semakin turun, nilai tukar uang semakin anjlok, dan kemiskinan samakin menjadi. Akan tetapi, dari semua itu ada hal yang menjadikan takjub, yaitu keteguhan keimanan masyarakat Yaman, mereka mampu bersabar, tetap berikhtiar dengan doa disertai amal dan tatap saling berta’awun antar sekitar.

Inilah kelebihan dari negeri ini, Negeri yang dikenal penuh hikmah di dalamnya, yang menjadikan kami keluarga PCIM Yaman terenyuh dan berusaha dapat menebar senyuman, membagikan kebaikan serta merangkul masyarakat dengan melalui program yang bertajuk “Raih Berkah Kurban di Negeri Iman bersama PCIM Yaman.”

Tim Qurban PCIM Yaman di pertama hari raya ied yang diketua panitiai oleh Ust. Muhammad Aufa Aflaha berkerjasama dengan Markaz Al-Quran wal ‘Ulumul Islamiyyah Falah di Desa Fuwwah menyembelih 9 kambing dan 3 kambing diantaranya merupakan amanah satu warga Muhammadiyah di indonesia dan satu warga Muhammadiyah di Amerika dan Malaysia.

Setelah semua Qurban telah siap di bagikan ke masyarakat faqir miskin di desa Fuwwah, berangkatlah Tim Qurban PCIM Yaman yang diwakilkan oleh Ust. Faqih Hidayat, Ust. Aufa Aflaha, dan Ust. Hamzah Ansori pada sore hari menggunakan mobil picup bersama Tim Qurban Markaz Al-Quran wal ‘Ulumul Islamiyyah Falah.

Di hari ke-dua tasyrik, PCIM Yaman kembali mendapat amanah 3 kambing dari warga Muhammadiyah di Indonesia melalui lembaga LazisMu, dan di hari itu pula, tepat nya pada jam 4 sore, Tim Qurban PCIM Yaman yang diwakilkan 8 orang berangkat menuju pengungsian korban Perang Hudaidah pada masa lalu di pinggiran laut Mukalla, Yaman. Mereka adalah : Ust. Faqih Hidayat, Ust. Aldida, Ust. Mukhtar, Ust. Ridho, Ust. Setyo, Ust. Lutfi dan Ust. Lukman

 

Alhamdulillah, Tim Qurban PCIM Yaman disambut meriah oleh warga pengungsian disana, dan Alhamdulillah tertunaikanlah amanah shohibul qurban kepada warga pengungsi tersebut yang di dalamnya terdapat 35 tenda darurat tak layak huni.

Program Qurban Berkah di Negeri Penuh Hikmah bersama PCIM Yaman di akhri dengan foto bersama warga pengungsi korban perang dan juga diakhiri dengan “tashofah” bersama.

“Alhamdulillah qurban pertama ini berlangsung lancar, semoga dengan adanya kurban ini Muhammadiyah dapat dirasa senantiasa hadir untuk dunia menjadi problem solver bencana kemanusiaan dan dapat menyinari menuju ummat Islam yang berkemajuan.” Tukas Aufa /*laporan Hamzah Ansori

Dompet Al Qur’an  Salurkan  Kurban di 17 Kota Jawa Timur

JATIM (Jurnalislam.com)–Pancaran sinar kebahagiaan terlihat jelas pada wajah Al Iklas Kurnia Salam, Amil Dompet Al-Qur’an Pusat dan Mbah Siti Maysaroh, seorang janda usia 70 tahun yang tinggal sendiri di depan kuburan di Gondang, Mojokerto.

Al Iklas bahagia karena bisa ikut terlibat dalam membagikan daging dari para mudhohy (pengqurban) di Gondang, Mojokerto, sedangkan Mbah Siti Maysaroh bahagia bisa mendapatkan daging untuk membuat masakan kesukaannya.

Kebahagiaan Al Iklas dan Mbah Siti Maysaroh adalah secuil potret kebahagiaan para amil DQ dan penerima daging qurban di 17 kota di jawa timur pada Idul Adha tahun ini.

Para amil DQ di momentum qurban kali ini memang berkomitmen untuk membagikan daging qurban langsung ke rumah para penerima daging qurban. Komitmen ini dilakukan untuk memperkuat ikatan emosional antara DQ dan masyarakat penerima manfaat setiap program DQ, tak terkecuali program qurban.

Komitmen itu dipertegas direktur DQ, Agung Heru Setiawan dengan keterlibatannya secara langsung di acara pembagian daging qurban pada hari kedua tasyrik. Agung Heru Setiawan dan rombongan ikut terlibat dalam pembagian daging qurban di Mojokerto yaitu di daerah Ngembat. Agung Heru Setiawan dan DQ Cabang Mojokerto mendatangi warga para mualaf di desa Ngembat untuk membagikan daging qurban.

“Alhamdulilah, selama hingga tanggal 4 Agustus ini para amil DQ sedang dalam proses pembagian daging qurban di 17 kota besar di Jawa Timur. Kota-kota besar itu antara lain Bangkalan, Pamekasan, Lumajang, Malang, Banyuwangi, Gresik, Mojokerto, Blitar, Lamongan, Tuban, Kediri, Probolinggo. Ngawi, Bojonegoro, Bondowoso, Surabaya, dan Sidoarjo. Berkat kepercayaan para mudhohy, amil DQ bisa menebar kebaikan dan senyum ke pelosok daerah jawa timur,” Kata Agung.

Mbah Siti Maysaroh mengaku sangat senang dengan daging yang diberikan amil DQ. Ia berencana akan membuat gulai pedas kesukaannya untuk merayakan Idul Adha. “Alhamdulilah berkat DQ saya bisa membuat masakan kesukaan saya. Saya ucapkan terima kasih untuk DQ dan para donaturnya atas daging qurban hari ini,” ungkap Mbah Maysaroh.

Begitulah sejumput kisah bahagia yang menjadi bumbu dalam pembagian daging qurban dari para mudhohy di momentum qurban tahun ini. Semoga kebahagiaan ini bisa terus berlanjut hingga tahun-tahun mendatang. Itulah harapan Agung Heru Setiawan untuk qurban di tahun ini.

Wamenag: 90 Persen Kondisi KUA di Jakarta Memprihatinkan

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi melakukan kunjungan kerja ke Kantor Wilayah Kemenag DKI Jakarta hari Senin, 3 Agustus 2020 untuk meninjau kondisi Kantor Urusan Agama (KUA) di Kebayoran Baru Jakarta Selatan dan KUA Kebon Jeruk Jakarta Barat. Jumlah keseluruhan kantor KUA

Di Provinsi DKI Jakarta ada 44 gedung yang lokasinya tersebar di 5 wilayah kotamadya dan satu kabupaten administratif. Dari 44 KUA ada 39 KUA yang  kondisinya sangat memprihatinkan atau hampir 88,6 % kantor KUA di DKI Jakarta kondisinya tidak layak.

 

“Sangat memprihatinkan kondisi KUA yang lokasinya di wilayah ibukota Jakarta, kondisinya sangat buruk dan tidak layak. Sebagian besar bangunannya rusak berat bahkan ada beberapa yang atapnya hampir roboh,” kata Zainut setelah melihat langsung ke lapangan.

 

“Kantor KUA tersebut rata-rata dibangun pada tahun 1992 oleh Pemda DKI Jakarta dan belum pernah dilakukan renovasi besar,” tambahnya.

 

Permasalahan utama yang dihadapi kantor KUA di wilayah DKI Jakarta adalah karena lokasi bangunannya berada di atas tanah Pemda DKI sehingga Kantor Kementerian Agama (Kemenag) tidak bisa melakukan pembangunan baik renovasi besar maupun renovasi total. Karena ada Peraturan Menteri Keuangan

No. 138 Tahun 2019 yang tidak membolehkan membangun bangunan di atas tanah yang bukan miliknya. Sementara Pemda DKI karena merasa urusan agama itu menjadi urusan pemerintahan yang tidak diotonomkan atau masih menjadi urusan Kemenag, maka perawatan dan renovasi KUA tidak dimasukkan ke dalam anggaran APBD-nya.

 

“Setelah kunjungan lapangan ini saya ingin silaturahmi dengan Bapak Gubernur DKI Jakarta untuk membicarakan masalah ini, semoga ada solusi dan jalan keluar yang baik dari permasalahan ini”. Ungkap Zainut.

 

Pemda DKI Jakarta selama ini memiliki perhatian yang sangat besar untuk program bidang agama, khususnya untuk pendidikan agama dan keagamaan. Bantuan untuk guru madrasah, guru ngaji, merbot masjid, ustadz dan pengasuh pondok pesantren yang dialokasikan di APBD selama ini sangat besar.

 

“Untuk hal tersebut saya meyakini Bapak Gubernur DKI Jakarta pasti akan memberikan perhatian masalah kantor KUA ini,” pungkas Wamenag.

 

Dalam kunjungan tersebut Wamenag didampingi Direktur Bina KUA Muharam Marzuki, Sekretaris Dirjen Bimas Islam Tarmizi Tohor dan  Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta Syaiful Mujab.

FUI Boyolali Gelar Baksos Idul Adha

BOYOLALI (Jurnalislam.com)- FUI Boyolali bersama sejumlah elemen umat Islam Soloraya mengadakan kegiatan baksos Idul Adha di dusun Klumprit, Sambeng, Juwangi, Boyolali pada Ahad, (2/8/2020).

 

Dalam baksos tersebut, elemen umat Islam memberikan 6 hewan kurban berupa 1 ekor sapi dan 5 ekor kambing. Dusun Klumprit sendiri merupakan salah satu desa diujung  Kabupaten Boyolali dengan kondisi alam yang kering hingga membuat masyarakat yang berprofesi sebagai petani harus hidup dengan apa adanya.

 

Kordinator kegiatan ustaz Dadyo Hasto menjelaskan bahwa masyarakat dusun Klumprit saat ini hidup serba kekurangan paska adanya pandemi covid-19.

 

“Mereka bermata pencaharian sebagai petani ladang dan buruh serabutan, di tengah pandemi covid-19 saat ini membuat kehidupan masyarakat semakin susah, atas dasar itulah kami mengadakan kegiatan di wilayah ini,” kata ustaz Hasto kepada jurnalislam.com.

 

“Bahwa kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun berpindah tempat dengan menggandeng pendakwah lokal yg telah menggarap daerah tersebut, dan ini wujud ukhuwah Islamiyah antar elemen,” imbuhnya.

 

Lebih lanjut, ustaz Hasto mengatakan bahwa selain daging kurban, pihaknya juga memberikan pakaian layak pakai dan hadiah untuk dhuafa, janda dan anak yatim.

 

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat Jamiat bersyukur dengan bantuan yang diberikan terhadap warganya.

 

“Mewakili masyarakat kami sampaikan bahwa apa yang dilakukan saudara saudara dari Solo telah mampu memberikan kegembiraan dan nuansa baru yg selama ini hilang karena dampak corona,” ungkapnya.

 

“Kita ucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak baik shohibul kurban, muhsinin yg telah membantu kelancaran kegiatan dan elemen Islam Soloraya serta berharap tahun depan bisa diadakan lagi,” pungkasnya.

 

Dalam kegiatan tersebut, panitia juga mengadakan pengajian dengan pemateri ustaz Nashirudin. Sementara elemen umat Islam yang ikut dalam baksos tersebut diantaranya Masjid Muthadin, MT Al Ukhuwah, WM, KPM Lumbung Amal, KNAP, SAMI, FUI Boyolali dan Ponpes Al Hikmah.

Dua Ledakan Besar di Lebanon, 73 Tewas, Ribuan Warga Terluka

LEBANON(Jurnalislam.com)— Sebanyak 73 orang tewas dan ribuan lainnya terluka ketika dua ledakan besar mengguncang Beirut, ibu kota Lebanon.

Ledakan yang berlokasi di kawasan pelabuhan itu mengguncangkan seluruh ibu kota, mengguncang bangunan dan menebarkan kepanikan di antara warganya.

Kepulan asap berwarna oranye membubung ke langit setelah ledakan kedua terjadi. Diikuti gelombang kejut mirip tornado yang menyapu Beirut.

Perdana Menteri Hassan Diab menyatakan, sebanyak 2.750 ammonium nitrat yang merupakan pupuk pertanian disinyalir menjaid penyebab insiden. Pupuk itu, kata PM Diab, disimpan selama bertahun-tahun dalam gudang di tepi laut.

 

“Memicu bencana alam dalam setiap arti,” kata dia. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Lebanon, sebanyak 73 orang tewas dan 3.700 orang terluka di seantero ibu kota dalam insiden tersebut. Dilansir AFP Selasa (4/8/2020), Diab menegaskan mereka akan segera menggelar penyelidikan untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab.

“Apa yang terjadi hari ini tidak akan dibiarkan begitu saja. Mereka yang bertanggung jawab akan menerima akibatnya,” janjinya. Sebelumnya, Kepala Keamanan Umum, Abbas Ibrahim, mengatakan beberpaa tahun sebelumnya pihakny mengamankan “material berdaya ledak tinggi”.

Material tersebut disimpan dalam gudang yang berlokasi beberapa menit berjalan kaki dari kawasan distrik hiburan malam dan pusat perbelanjaan. Saking masifnya insiden, ledakan itu bisa terdengar hingga ke negara tetangga seperti Siprus yang terletak 240 kilometer jauhnya.

sumber: kompas.com

Tangani Covid-19, Pemerintah Diminta Libatkan Lembaga Filantropi Islam

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pemerintah dinilai perlu lebih melibatkan lembaga-lembaga keumatan dan organisasi masyarakat Islam dalam program penanganan Covid-19.

Pengamat Ekonomi Syariah, Irfan Syauqi Beik, menyampaikan kerja sama dalam penanganan covid-19antara pemerintah dan ormas-ormas Islam termasuk lembaga-lembaga zakat yang ada sebenarnya sudah cukup signifikan.

“Mereka sehari-hari berinteraksi dengan masyarakat, sehingga dari sisi database masyarakat terdampak Covid-19, akan melengkapi database yang sudah dimiliki pemerintah,” katanya Senin (3/8) lalu.

Lembaga keumatan ini juga biasanya lebih mengetahui kantong-kantong kemiskinan dengan tepat. Irfan menyatakan, sebaiknya mereka dilibatkan di dalam pendataan dan mobilisasi data masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Kemudian, lembaga-lembaga tersebut dapat diberikan bantuan operasional karena telah membantu memfasilitasi pemerintah dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang mereka bina. Namun, ini semua harus diberikan payung hukum yang memadai agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Ya, bisa menggunakan PMK, bisa juga lebih tinggi via Perpres, karena ini minimal akan melibatkan Kemenkeu dan Kemenag sehingga levelnya bisa Perpres, intinya, harus dipayungi secara hukum,” kata Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas ini.

Sehingga, dengan adanya asas kerja sama tersebut, ormas Islam maupun lembaga amal bisa tetap beroperasi dan bertahan di tengah pandemi. Irfan mengatakan, selama ini kerja sama dalam pengertian pemerintah membantu memberikan dana pada ormas Islam belum signifikan.

Ormas Islam dan lembaga zakat yang ada sejauh ini berjalan sendiri dengan mengandalkan dana-dana amanah masyarakat. Dengan modal tersebut, lembaga umat sudah sangat terlibat aktif dalam penanganan Covid-19.

Sebelumnya, Forum Zakat Nasional (FOZ) sempat menyatakan bahwa banyak Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang kesulitan beroperasi dan terancam tutup karena terdampak Covid-19. Beberapa LAZ skala nasional cenderung lebih mapan dan masih bisa bertahan. Namun LAZ yang lebih kecil secara skala dan size penghimpunannya, cenderung kesulitan memenuhi kebutuhan operasional.

Sumber: republika.co.id

Selama Pandemi, Penjualan Pangan Online Tumbuh 74 Persen

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Perum Bulog menyebut lini bisnis penjualan pangan melalui platform e-commerce mampu menghasilkan pertumbuhan omzet bulanan sebesar 74 persen pada semester pertama 2020 dibanding tahun lalu.

Peningkatan yang besar itu dinilai dampak dari pemberlakuan pembatasan sosial bersakala besar (PSBB) yang diterapkan di hampir seluruh daerah.

“Kami mencatat terjadinya peningkatan antusias masyarakat Indonesia khususnya Jakarta dalam berbelanja sembako melalui daring di iPangananDotCom, kata Direktur Komersial Bulog lewat keterangan resminya, Selasa (4/8).

Ia menjelaskan, rata-rata peningkatan omzet bulanan dari penjualan daring sejak diluncurkan Agustus hingga Desember 2019 sebesar 35 persen. Selanjutnya menjadi 74 persen di semester pertama 2020.

“Itu artinya iPangananDotCom mengalami pertumbuhan hampir 50 persen,” katanya menambahkan.

Mansur menambahkan, iPangananDotCom yang dapat diakses melalui platform Shopee mulanya hanya berpusat di Jakarta. Namun kini telah memiliki enam cabang lain yaitu di Medan, Bandung, Semarang, Jogja, Surabaya, dan Makassar. Menurutnya, anjuran PSBB dari pemerintah pusat telah membuat masyarakat dapat beradaptasi melakukan pembelian sembako secara daring.

“Kami terus memberikan pengalaman berbelanja sembako yang mudah dan menyenangkan melalui berbagai promo dan gratis ongkos kirim di iPangananDotCom,” ujarnya.

Ia menjelaskan, iPangananDotCom menyediakan ratusan produk pangan non beras lainnya seperti minyak goreng, terigu, dan gula.

Sementara itu, untuk jenis produk yang paling laku dalam penjualan melalui iPangananDotCom cukup beragam. Di antaranya,  Beras Medium Nanas Madu, Beras Premium Cap Tanak, Beras Medium Selerakita, Beras Premium Pulen Wangi, dan Beras Medium Tani Makmur serta Beras bervitamin Fortivit untuk beras khusus.

Beras yang dijual di iPangananDotCom sebagaian besar dalam kemasan Vakum dalam ukuran 5 kilogram (kg), dan 1 kg untuk beras khusus seperti fortivit, beras merah, beras hitam, dan beras susu.

“Beras yang kami sediakan di iPangananDotCom sangat beragam, ada lebih dari 50 merk beras yang sudah disesuaikan dengan taste masing-masing daerah sehingga masyarakat dapat memilih sendiri sesuai seleranya, misalnya di Medan suka merk CapTanak, orang Jateng suka yang pulen ada Beras Premium Pulen Wangi,” ujarnya.

Sumber: republika.co.id

Pemerintah Harus Jamin Ketersediaan Pangan hingga Akhir Tahun

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Felippa Ann Amanta meminta, pemerintah memastikan ketersediaan beras hingga akhir tahun.

Meluasnya pandemi Covid-19 telah mempengaruhi sektor pertanian dan perdagangan di seluruh dunia akibat implementasi berbagai kebijakan pembatasan.

Di Indonesia, kata dia, pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga membuat kinerja sektor pertanian menurun dan hal tersebut memengaruhi ketersediaan pangan di pasar. Pandemi Covid-19 merebak di saat produksi pangan yang melimpah.

Data FAO 2020 menunjukkan, pasokan sereal global mendekati rekor tertinggi karena kondisi cuaca yang bersahabat. FAO memperkirakan produksi beras dunia akan mencapai 509,2 juta ton pada tahun 2020, lebih tinggi 1,7 persen jika dibanding 2019.

“Perkiraan ini menunjukkan pasokan beras global lebih dari cukup untuk memenuhi permintaan internasional dengan rasio stok terhadap penggunaan 35,3 persen,” kata Felippa dalam pernyatan resmi CIPS, Selasa (4/8).

Sementara itu, kondisi sebaliknya terjadi di dalam negeri. Dia menuturkan, data Kementerian Pertanian 2020 menunjukkan adanya penurunan jumlah produksi beras pada tahun ini.

Sumber: republika.co.id

 

Setelah 9 Tokoh Oposisi, Kini Lahir Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia

Oleh: Tony Rosyid (Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa)

Minggu kemarin, 2 Agustus 2020, ada deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).Deklarasi ini digagas oleh sejumlah tokoh nasional yang selama ini dikenal sangat kritis terhadap pemerintah.

Lahirnya KAMI merupakan tindak lanjut dari 9 tokoh oposisi. Semula 9 tokoh, sekarang bertambah dan semakin banyak jumlahnya

9 tokoh itu adalah Abdullah Hehamahua, Emha Ainun Najib, Din Syamsudin, Gus Najih, Habib Rizieq, Rizal Ramli, Refly Harun, Rocky Gerung dan Said Didu.

Dari 9 tokoh itu, kini jumlahnya sudah semakin banyak. Ada dari militer seperti Gatot Nurmantyo. Ada juga Rahmawati Soekarno Putri. Ada ekonom Ichsanudfin Nursy.

Ada aktifis seperti Syahganda Naenggolan, Ahmad Yani, Habib Muchsin, Habib Smith Alhaddar, MS Ka’ban, Jumhur Hidayat, Sri Bintang Pamungkas dan Chusnul Mar’iyah. Ada juga dari tokoh NU yaitu Djoko Edy dan Rachmad Wahab.

Berdirinya Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menimbulkan sejumlah pertanyaan: apakah Indonesia dalam kondisi tidak selamat? Lalu, mau menyelamatkan Indonesia dengan cara apa?

Dari banyak komentar sejumlah tokoh yang tergabung dalam KAMI, nampak tegas kesimpulannya bahwa Indonesia sedang menuju ke arah yang salah. Bisa hancur akibat cara yang keliru dalam mengelola negara. Zig zag dan cenderung ugal-ugalan.

Bermula dari ambisi infrastruktur yang membuat hutang negara mengalami pembengkakan yang luar biasa. Sekitar 7000 T. Korupsi makin masif yang diantaranya mengakibatkan sejumlah BUMN bangkrut. Terbit UU yang “dicurigai” untuk melindungi para koruptor dan perampokan negara. Terutama revisi UU KPK, UU Corona dan UU Minerba. Belum lagi RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang semakin memangkas hak – dan memiskinkan- buruh.

Lahirnya KAMI adalah bagian dari bentuk keprihatinan atas bangsa yang semakin hari semakin terpuruk.

Penguasa dengan semua aturan dan kebijakannya dianggap lebih berpihak pada korporasi, dari pada memikirkan nasib rakyatnya sendiri.

Tanpa UU Corona, UU Minerba dan RUU Omnibus Law, kehidupan rakyat sudah sangat berat. Lahirnya sejumlah UU dan RUU tersebut membuat kehidupan rakyat semakin frustrasi. Belum lagi hukum yang cenderung berpihak kepada orang-orang seperti Djoko Tjandra, Harun Masiku dan Abu Janda. Representasi dari konglomerasi, partai pengusung dan kelompok pendukung. Halo E-KTP?

Terkini adalah RUU HIP. MUI dan lebih dari 200 ormas menolak RUU ini karena dianggap sebagai upaya untuk memberi peluang bangkitnya komunisme. Tapi, pemerintah dan fraksi PDIP nampaknya kekeh dan tetap akan mensukseskan RUU HIP ini. Meski kali ini diwacanakan dengan nama RUU BPIP.

Belum lagi praktek politik yang menganut asas “demokrasi terkendali”. Semua dikontrol, baik melalui Undang-undang maupun aparat.

Dari semua keprihatinan ini, lahirlah KAMI. Dari segi nama, gerakan ini fokus untuk menyelamatkan bangsa. Bagaimana cara menyelamatkannya? Menasehati dan kritik pemerintah? Sudah. Bahkan tiap hari. Demo? Sering sekali. Apakah berpengaruh? Tidak! Lalu? Apakah mau ganti presiden dengan memintanya mundur? Pasti presiden gak bakal mau. Bisa-bisa akan dianggap makar.

Tapi setidaknya, berkumpulnya para tokoh nasional dari berbagai unsur bangsa ini akan menjadi perhatian tersendiri bagi rakyat Indonesia saat ini. Apalagi jika jumlah tokoh semakin banyak dan mendapatkan semakin besar dukungan dari rakyat, maka segala kemungkinan bisa terjadi.

Biaya Haji dan Umroh Akan Naik 30-50 Persen

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Perjalanan haji dan umroh musim depan akan naik 30-50% karena kenaikan PPN di Arab Saudi dan biaya tambahan terkait protokol kesehatan. Hal ini dikatakan Ketua Asosiasi Perjalanan Haji dan Umrah Indonesia (SAPUHI), Syam Resfiadi Sapuhi.

“Akan ada biaya yang lebih tinggi untuk setiap komponen, seperti tiket pesawat, hotel, sewa tenda di Arafah dan Mina, transportasi bus, tes swab Covid-19 dan sebagainya,” kata Syam, yang juga pemilik Patuna Travel seperti dilansir Salaam Gateway, Senin (3/8).

Arab Saudi meningkatkan pajak pertambahan nilai dari 5% menjadi 15% mulai Juli. Kerajaan menangguhkan semua perjalanan umroh sejak 27 Februari sebagai bagian dari upaya untuk membatasi penyebaran virus corona.

Mereka juga menghentikan semua penerbangan internasional sejak Maret, memaksanya untuk mengadakan haji yang secara substansial diperkecil dari sekitar 1.000 jamaah yang telah tinggal di Kerajaan.

Syam mengharapkan Arab Saudi untuk membuka kembali musim haji tahun depan, pada 2021, dan agar industri pulih pada 2022.

Ia menghargai insentif pajak yang baru-baru ini diumumkan oleh pemerintah Indonesia, dari potongan PPN 1% seperti yang tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 92 / 2020. Namun, ia menambahkan, inisiatif tersebut hampir tidak berdampak. Misalnya, untuk paket umrih dengan harga 28 juta rupiah ($ 1.917), diskon akan menghasilkan pengurangan 280.000 rupiah dan tidak akan benar-benar membuat terasa dibandingkan dengan kenaikan besar dalam PPN yang dikenakan oleh Arab Saudi.

“Daripada insentif pajak seperti itu, saya pikir itu lebih berguna jika pemerintah atau Badan Pengelola Dana Haji (BPKH) mengembalikan dana setoran untuk jamaah haji dan umroh yang dibatalkan kepada kami sehingga kami dapat menyimpannya di bank-bank Islam karena mereka memberikan hasil investasi yang lebih tinggi. Pemberi pinjaman memberi kami hasil investasi 2% per tahun, dibandingkan dengan 1% BPKH per tahun. Pada akhirnya, para peziarah akan menerima lebih banyak manfaat,” tambahnya.

Irfan Setiaputra, CEO maskapai nasional Garuda Indonesia mengatakan kepada Salaam Gateway bahwa maskapai tidak akan mempersulit proses pengembalian uang tiket dan penjadwalan ulang penerbangan untuk jamaah haji.

Dia menambahkan bahwa Garuda juga menunggu kabar dari Arab Saudi karena tidak ada penerbangan yang bisa dijadwalkan tanpa mengetahui kapan Kerajaan akan mencabut larangan umroh dan terbuka untuk pengunjung internasional lagi.

“Kami hanya mempersiapkan penjadwalan ulang, tetapi kepastian penerbangan masih tunduk pada kebijakan Saudi,” kata CEO Garuda.

Kementerian Agama Indonesia sudah mulai merencanakan musim haji berikutnya untuk hijriah tahun 1442. Pemerintah akan memprioritaskan keberangkatan haji dan umroh yang dibatalkan tahun ini, Oman Fathurahman, juru bicara kementerian mengatakan kepada Salaam Gateway.

“Kami sedang dalam diskusi awal tentang langkah-langkah yang perlu disiapkan setelah Arab Saudi membuka kembali pengunjung, mengidentifikasi potensi masalah teknis yang mungkin timbul dan memetakan mitigasi,” kata Oman.

“Kita juga perlu menyiapkan dan menghitung ulang jumlah jamaah haji yang harus diprioritaskan untuk keberangkatan begitu Saudi dibuka kembali,” tambahnya.

Oman mengatakan bahwa untuk haji terbatas tahun ini yang melibatkan sekitar 1.000 jamaah haji, 13 orang di antaranya adalah orang Indonesia yang tinggal di Arab Saudi. Mereka saat ini tinggal di beberapa kota termasuk Riyadh, Madinah, Yanbu, Makkah, Jeddah dan Al Khobar dan berasal dari latar belakang profesional yang berbeda, termasuk perawat dan guru.

Sumber: ihram.co.id