Bandung Terapkan Sanksi Ketat Pelanggar Penggunaan Masker

BANDUNG(Jurnalislam.com)—Setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan kampanye protokol kesehatan selama dua pekan ke depan, daerah mulai memperketat pengawasan. Sejumlah daerah sudah menerapkan sanksi denda kepada masyarakat yang tidak disiplin menggunakan masker ketika di luar rumah.

Pemerintah Kota Bandung mulai menerapkan sanksi denda sebesar Rp 100 ribu bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker. Wali Kota Bandung Oded M Danial menuangkan aturan tersebut melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 43 Tahun 2020. Meski begitu, Oded berharap tidak ada warga yan melanggar aturan.

“Mudah-mudahan tidak ada warga yang terkena sanksi,” kata Oded di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, Selasa (4/8). Sejauh ini, ia mengaku terus mengedepankan edukasi kepada warga sebelum diberlakukannya sanksi. Dia mengaku telah memerintahkan seluruh kewilayahan untuk terus mengedukasi warga dalam menggunakan masker.

Pemkot Bandung juga telah mendistribusikan masker ke seluruh wilayah. Aparat kewilayahan bisa memberikannya jika ada warga yang tidak menggunakan masker. “Beri masker jika ada yang tidak mengenakan,” kata dia.

Perwali tersebut dikeluarkan untuk merevisi aturan sebelumnya yaitu Perwali nomor 37 Tahun 2020. Denda tersebut tertuang dalam perubahan di Pasal 41A. Dalam salinan Perwali disebutkan bahwa setiap orang yang melanggar Pasal 5 Ayat (2) Huruf a sampai dengan huruf f dikenakan sanksi administratif dalam bentuk sanksi ringan berupa teguran lisan dan teguran tertulis.

“Sanksi berat dalam bentuk denda administratif paling besar Rp100 ribu,” tulis Perwali yang telah ditetapkan Oded.

Sumber: republika.co.id

 

Perkantoran Jadi Klaster Baru, Pengusaha Diminta Terapkan Protokol Ketat

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menekankan para pekerja agar menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hal ini kembali ditekankan karena akhir-akhir ini perkantoran dan perusahaan menjadi klaster baru Covid-19.

“Yang penting (pekerja) harus disiplin mematuhi protokol kesehatan. Protokol kesehatan ini harus menjadi kebiasaan, harus menjadi kebutuhan,” kata Ida, dalam keterangannya, Selasa (4/8).

Namun, Ida mengingatkan, penerapan protokol kesehatan tidak cukup hanya dilakukan di tempat kerja. Protokol kesehatan juga harus diterapkan di rumah serta sepanjang perjalanan berangkat dan pulang kerja. Sebab menurut dia, seseorang dapat terkena Covid-19 dimana saja.

“Berperilaku hidup bersih dan sehat itu tidak hanya di tempat kerja, tetapi mulai dari rumah, di jalan, di tempat kerja. Kita kan tidak tahu penyebarannya itu di kantor, atau di jalan, atau di rumah,” ujar dia.

Sebelumnya, Menaker Ida juga meminta setiap perusahaan supaya menyiapkan petugas K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) Covid-19. “Kita minta ada petugas K3 Covid-19 di setiap perusahaan dan perkantoran yang bertugas secara khusus untuk mencegah dan mengantisipasi penyebaran Covid-19 di tempat kerja,” katanya.

Ia mengingatkan, agar protokol kesehatan dapat diimplementasikan dengan baik, para pengusaha dan pekerja harus semaksimal mungkin menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan menjadikannya sebagai sebuah budaya hidup. Protokol kesehatan bukan sekedar kewajiban pengusaha kepada pekerja ataupun sebaliknya.

“Jangan bawa masker karena takut dihukum denda. Harus jadi addict, bawa masker harus dijadikan sebuah ketagihan. Mari menyayangi diri sendiri dan menyayangi orang lain dengan menjaga diri agar penyebaran Covid-19 tak terjadi,” kata dia.

Tak hanya itu, ia juga mendorong para pengusaha untuk menerapkan Gerakan Pekerja Sehat di lingkungan perusahaannya. Gerakan ini bertujuan membantu pekerja/buruh beradaptasi dengan kebiasaan baru. Sehingga mampu mewujudkan dunia industri yang produktif dan aman dari Covid-19.

Sumber: republika.co.id

Dubes Pastikan WNI Tak Jadi Korban Ledakan Beirut

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Ledakan besar yang terjadi di Kota Beirut, Libanom membuat mata seluruh dunia terbuka lebar.

Dubes RI untuk Lebanon Hajriyanto Y Tohari mengatakan bahwa ledakan terjadi  di Port of Beirut pada pukul 18.02 Waktu Setempat.

“Sejauh ini belum ada keterangan resmi penyebab ledakan. Sumber awal menyampaikan analisa bahwa ledakan terjadi di salah satu hangar besar yang menyimpan bahan-bahan rentan meledak yang disimpan di pelabuhan,” kata dia dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Rabu (5/8/2020).

Menurutnya, memang ada Informasi juga bahwa ledakan besar tersebut berasal dari bahan Sodium Nitrat dalam volume besar yang disimpan di Port.

Sodium Nitrat adalah bahan putih yang digunakan untuk pengawet makanan dan bisa meledak apabila terkena api.

Ia juga menjelaskan bahwa berdasarkan pengecekan terakhir seluruh WNI dalam keadaan aman dan selamat.

“Dalam catatan KBRI, terdapat 1.447 WNI, 1.234 diantaranya adalah Kontingen Garuda dan 213 merupakan WNI sipil termasuk keluarga KBRI dan mahasiswa,”katanya.

KBRI, kata dia, telah menyampaikan imbauan melalui WAG dan melalui simpul-simpul WNI.

KBRI juga telah melakukan komunikasi dengan pihak Kepolisian dan meminta laporan segera apabila ada update mengenai WNI dan sepakat akan segera menyampaikan informasi kepada KBRI.

“ (seorang) WNI yang sedang di karantina di RS Rafiq Hariri, Beirut, yang tidak jauh dari lokasi ledakan, juga sudah terkonfirmasi aman,” pungkasnya.

 

Walau Pertumbuhan Ekonomi Minus, Ekonom Sebut Indonesia Belum Resesi

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 minus 5,32 persen. Lebih dalam dari konsesus pasar, maupun ekspetasi pemerintah dan Bank Indonesia yang di kisaran minus 4,3 persen hingga minus 4,8 persen

Kendati pertumbuhan ekonomi Indonesia terkontraksi dalam di kuartal II-2020, namun bukan berarti sudah memasuki resesi. Sebab, resesi terjadi jika pertumbuhan ekonomi negatif di dua kuartal berturut-turut.

Pada kuartal I-2020 ekonomi Indonesia tercatat tumbuh positif sebesar 2,97 persen, meski melambat bila dibandingkan kuartal IV-2019 yang tumbuh 4,97 persen.

“Walaupun mengalami pertumbuhan minus pada kuartal II-2020, tetapi kita secara formal belum disebut resesi. Definisi resesi terjadi ketika pertumbuhan ekonomi negatif dua kuartal berturut-turut,” ungkap Direktur Riset Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah, Rabu (5/8/2020).

Ia menekankan, Indonesia akan resmi masuk jurang resesi jika pertumbuhan ekonomi kembali negatif di kuartal III-2020. Saat ini, CORE sendiri memperkirakan ekonomi Indonesia berpotensi tumbuh negatif 3-4 persen di kuartal III-2020,

“Jadi kita baru disebut mengalami resesi, nanti apabila pada bulan Oktober 2020, ternyata BPS kembali merilis angka pertumbuhan kuartal III yang negatif,” katanya.

Piter menjelaskan, dampak dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang minus sebenarnya sudah dirasakan oleh masyarakat sepanjang April-Juni 2020.

Periode di mana pemerintah memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk menekan penyebaran Covid-19.

“Sehingga kontraksi tersebut adalah dampak dari wabah Covid-19 yang membatasi aktivitas ekonomi,” ujarnya. Menurutnya, wabah Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini, maka masih ada potensi ekonomi Indonesia kembali tumbuh negatif di kuartal selanjutnya. Meski, kontraksi tidak akan sedalam kuartal II-2020.

“Pada kuartal III, dengan masih adanya wabah, perekonomian masih akan terkontraksi. Tetapi dengan pelonggaran PSBB, kontraksi ekonomi yang terjadi akan lebih mild (ringan), tidak akan sedalam kuartal II,” pungkas Piter.

sumber: kompas.com

Tingkat Kematian Akibat Covid di RI Melebihi Angka Global

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Masyarakat tidak boleh memandang remeh penularan virus corona (Covid-19) di Indonesia. Pasalnya persentase kematian akibat pandemi Covid-19 di Indonesia masih lebih tinggi dari dunia.

Juru Bicara dan Ketua Tim Pakar Satgas Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan per 3 Agustus 2020 kematian akibat Covid-19 di Indonesia 4,68%, sementara angka kematian global 3,79%.

“Dan ini bukan kabar menggembirakan angka di atas kematian global. Namun tentu dengan disiplin dan semangat masyarakat lindungi kelompok rentan dan lainnya, angka kematian sejak April sampai Juli cenderung menurun,” ungkapnya dalam konferensi pers secara virtual, Selasa, (04/08/2020).

Ia menyebut dibutuhkan kerja keras untuk menekan angka kematian, sehingga bisa membaik dan lebih rendah dari angka kematian global. “Kerja keras agar turun sehingga bisa rendah dari angka kematian global,” tegasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, beberapa provinsi yang dari waktu ke waktu menduduki peringkat paling atas untuk tingkat kesembuhan adalah Kalimantan Barat dan Sulawesi Tenggara. Posisi ini perlu dipertahankan dan menjadi contoh bagi provinsi-provinsi lain.

“Ini tentu perlu dipertahankan dan disusul provinsi lain agar angka kesembuhan meningkat,” ucapnya.

Sumber: cnbcindonesia

 

 

BPS: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Minus 5,32 Persen

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suharyanto mengatakan BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 mengalami kontraksi atau minus 5,32 persen.

Pertumbuhan ekonomi yang negatif ini merupakan yang pertama kalinya sejak periode 1998 atau ketika Indonesia mengalami krisis finansial Asia.

Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2020 tercatat mencapai 2,97 persen atau mulai menunjukkan adanya perlambatan akibat pandemi Covid-19.

Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara meminta masyarakat untuk tidak khawatir dengan resesi, tapi yang perlu dilihat adalah tren pertumbuhan ekonomi pada kuartal III dan IV sebagai dampak pandemi Covid-19.

“Kita berusaha supaya kuartal III itu apapun trennya, pokoknya harus positif, artinya pertumbuhan ekonomi kuartal III harus lebih baik dari kuartal dua,” kata Wamenkeu dalam webinar Universitas Lambung Mangkurat dipantau di Jakarta, Selasa.

Kementerian Keuangan, kata dia, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia periode April-Juni 2020 akan negatif 4,3 persen atau lebih rendah dari kuartal pertama yang meski turun namun masih tumbuh positif 2,97 persen.

Sedangkan resesi, lanjut dia, merupakan label atau status jika dalam dua kuartal berturut-turut pertumbuhan perekonomian suatu negara negatif.

Sumber: tempo.co

 

29 Kantor di DKI Ditutup Terkait Covid-19

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertransgi) DKI Jakarta menutup sementara 29 kantor perusahaan dan lembaga di Jakarta.

Kepala Dinas Nakertransgi Andri Yansyah mengatakan, 26 kantor perusahaan dan lembaga itu ditutup sementara karena ada karyawan yang terpapar Covid-19.

Tiga kantor lainnya karena melanggar protokol pencegahan Covid-19. “(Sebanya) 26 karena covid, 3 karena melanggar protokol. Kalau yang covid, itu karena salah satu atau lebih karyawannya sudah terdeteksi positif Covid-19,” kata Andri.

Tiga kantor ditutup sementara karena dianggap melanggar atau tidak mematuhi protokol sesuai Surat Keputusan Kadisnaker Nomor 1477 Tahun 2020.

SK itu merupakan Perubahan Atas Keputusan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 1363 Tahun 2020 Tentang Protokol Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Perkantoran/Tempat Kerja Pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman, dan Produktif.

“Yang biasanya, dia terkena pembatasan karyawan. Dia masih mempekerjakan lebih dari 50 persen. Kami kasih peringatan satu, peringatan dua, masih bandel terpaksa kami tutup untuk sementara,” kata Andri. Andri enggan membeberkan jumlah karyawan masing-masing perusahaan yang terkena Covid-19.
sumber: kompas.com

Pakar: Ekonomi Indonesia Tumbuh Minus

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Beberapa data mengindikasikan bahwa ekonomi Indonesia pada kuartal II tahun 2020 kemungkinan besar hanya akan mampu tumbuh minus di kisaran 4,72% (year on year/yoy) dari kuartal sebelumnya tercatat 2,97% yoy.

Ekonom Josua Pardede menerangkan, data tersebut yakni konsumsi rumah tangga yang menunjukkan penurunan yang signifikan sepanjang kuartal II tahun 2020.

Dimana laju pertumbuhan penjualan ritel pada periode Apr-Jun 2020 tercatat terkontraksi -14,4% yoy dibandingkan laju penjualan ritel pada kuartal II 201o yang tercatat -1,8%yoy. “Sementara itu indeks kepercayaan konsumen pada periode kuartal II 2020 juga menunjukkan tren yang menurun cukup signifikan sekitar -33,7% yoy pada akhir Juni 2020,” katanya.

Selain itu, laju pertumbuhan nilai tukar petani pada kuartal 2020 tercatat 0,15% yoy dari kuartal sebelumnya yang tercatat 1,7% yoy. Pertumbuhan penjualan mobil mengalami kontraksi -70,4% yoy dari kuartal II tahun 2019 yang tercatat -10,7% yoy.

“Selain penjualan mobil yang mengalami pertumbuhan negatif, penjualan motor juga mengalami kontraksi -79,7% yoy dari kuartal II tahun 2019 yang tercatat -0,01% yoy,” paparnya.

Selain itu, impor barang konsumsi sepanjang kuartal II tahun 2020 tercatat tumbuh -11,9% yoy dari periode yang sama tahun 2019 yang tercatat -4,7% yoy. Serta pertumbuhan investasi pada kuartal 202p diperkirakan mengalami kontraksi di kisaran -5,34% yoy dari kuartal II tahun 2019 yang tercatat 4,55%, dimana investasi bangunan dan non-bangunan cenderung melambat.

“Sementara itu dari sisi produksi, secara umum mengalami perlambatan,” tandasnya.

Sumber: sindonews.com

Pemerintah Dinilai Belum Mampu Dongkrak Ekonomi Masyarakat

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Sandiaga Uno menilai kondisi ekonomi masyarakat Indonesia di tengah pandemi Covid-19 saat ini terus menurun. Kondisi ini dapat saja terjadi dalam waktu yang panjang.

Bahkan dirinya yang telah melakukan survei menemukan 67% masyarakat merasa perekonomian dalam keluarga semakin hari semakin memburuk.

Sandi juga menyebutkan pandemi telah mengakibatkan setidaknya 1,2 juta pekerja di Indonesia dirumahkan dan terancam Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Data hasil survei ada sebanyak 25% masyarakat Indonesia menyatakan sudah tidak sanggup lagi memenuhi kebutuhan pokok tanpa pinjaman.

“Berarti, ekonomi keuangan mikro butuh satu suntikan bagaimana paket-paket yang diluncurkan pemerintah dan juga kerja sama dengan dunia usaha bisa menolong masyarakat yang tadinya masuk kelas menengah, kini masuk ke klasifikasi masyarakat rentan miskin,” ujarnya.

Menurut Sandi, pandemi Covid-19 ini membuktikan bahwa prinsip ekonomi yang baik adalah ekonomi yang memberikan keleluasaan atau kelonggaran kepada para usahawan yang sedang membutuhkan.

Dia menilai pentingnya kolaborasi dalam bisnis dan berbagai manfaat yang bisa didapat dari kolaborasi seperti menumbuhkan inovasi, membangun network, memangkas biaya bisnis, menyelesaikan masalah.

Melalui kolaborasi itu, dua usaha berbeda dapat melengkapi kelemahan satu sama lain, sehingga kinerjanya dapat lebih efektif dan efisien dan keduanya mendapatkan win-win solution. “Dari kolaborasi juga bisa belajar banyak hal baru dari mitra yang bisa meningkatkan kemampuan usaha kita menyampaikan value,” tegasnya.

Sumber: sindonews.com

  Lebanon Sebut Ledakan Besar Berasal dari Gudang Amonium Nitrat

 

BEIRUT(Jurnalislam.com)–Presiden Libanon, Michel Aoun, mengatakan ledakan besar yang terjadi di Ibu Kota Beirut pada Selasa (4/8) petang berasal dari sebuah gudang yang menyimpan 2.750 ton amonium nitrat.

Aoun mengatakan ribuan ton amonium nitrat itu dilaporkan tersimpan secara tidak aman di sebuah gudang dekat pelabuhan Beirut selama kurang lebih enam tahun.

Ia menganggap penyimpanan amonium nitrat dalam gudang tersebut “tidak dapat diterima” dan tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Aoun bersumpah akan menjatuhkan “sanksi terberat” terhadap pihak yang bertanggung jawab. Ia juga menetapkan status darurat nasional selama dua pekan terkait insiden di ibu kota ini.

Setidaknya 70 orang tewas dan lebih dari 4.000 orang terluka akibat ledakan yang terjadi sekitar pukul 18.00 tersebut.

Meski begitu, pihak berwenang sampai saat ini belum bisa memastikan penyebab gudang tersebut meledak.

Dilansir AFP, guncangan yang berasal dari kawasan pelabuhan itu menimbulkan suasana mencekam di ibu kota. Kaca rumah penduduk pecah dan bangunan terbakar.

Ledakan bahkan terdengar hingga Nicosia yang terletak di bagian timur Pulau Siprus yang berjarak 240 kilometer dari asal ledakan.

Perdana Menteri Libanon Hassan Diab menyatakan akan menindak siapapun yang bertanggung jawab atas peristiwa itu. Ia juga menetapkan Rabu (5/8) sebagai hari berkabung nasional.

Sumber: cnnindonesia.com