Haji Berakhir, Jamaah Mulai Tinggalkan Mekah

MAKKAH(Jurnalislam.com) — Jamaah haji mulai meninggalkan Mekah pada hari Ahad malam setelah menyelesaikan ‘haji luar biasa’ pada tahun 2020 ini. Mereka sebelumnya telah meninggalkan kota tenda Mina setelah menyelesaikan lempar  jumrah dan kemudian untuk melakukan Tawaf Al-Wida  perpisahan) untuk menandai berakhirnya ibadah haji.

Berbicara kepada Saudi Gazette, beberapa peziarah menyatakan kegembiraan karena mendapatkan kesempatan emas dan berkat ilahi untuk menjadi di antara terbatasnya jumlah ‘Tamu Allah’ dalam perjalanan haji paling lancar yang diadakan di tengah protokol pandemi koronavirus yang ketat.

Mereka memuji upaya luar biasa yang dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi,terutama Kementerian Haji dan Umrah dan semua lembaga yang terlibat dalam ziarah untuk layanan yang membantu mereka melakukan ritual mereka dengan mudah dan nyaman. Mereka meminta Allah untuk menerima haji mereka dan memberi rahmat kepada semua orang yang berkontribusi pada kelancaran ibadah haji tahun ini.

Para peziarah memulai melempar jumrah  sore kemarin dengan cara yang tertib dan damai dengan kepatuhan ketat pada protokol kesehatan. Mereka melempari tujuh batu kerikil pertama di Jamrat Al-Sugra, kemudian di Jamrat Al-Wusta, dan akhirnya di Jamrat Al-Aqba.

Meskipun haji, salah satu dari lima rukun Islam, ditutup secara resmi pada hari Senin ini atau hari ketiga Tashreeq (Ayyam Al-Tashreeq), para peziarah diizinkan untuk pergi sehari sebelumnya. Semua jemaah haji tahun ini, yang merupakan tamu dari Kementerian Haji dan Umrah, mengambil keuntungan dari konsesi untuk menyelesaikan hajinya lebih awal.

Sebuah kontingen besar pasukan keamanan dan personil Pertahanan Sipil serta petugas kesehatan terlihat di berbagai titik di kompleks Jamarat yang canggih, mengawasi kelancaran pelaksanaan melempar jumrah. Setelah mencapai akomodasi mereka di menara perumahan Mina, peziarah mengepak barang bawaan mereka dan naik bus yang membawa mereka ke Makkah untuk melakukan tawaf Wida (perpisahan) .

Kebanyakan para jamaah haji memang meninggalkan Mekah pada hari Ahad, sementara beberapa jamaah haji dari daerah terpencil di Arab Saudi akan tinggal selama beberapa waktu tergantung pada jadwal penerbangan keberangkatan mereka

Sumber: republika.co.id

Nadiem Minta Maaf, Muhammadiyah Tetap Tak Terlibat POP Kemendikbud

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengapresiasi silaturrahim Mendikbud Nadiem Makarim ke PP Muhammadiyah serta keputusan mengevaluasi program organisasi penggerak (POP). Pada kesempatan tersebut, Mendikbud menyampaikan permintaan agar Muhammadiyah bisa bergabung dengan program POP.

 

“Terkait dengan permintaan tersebut, sesuai hasil rapat bersama PP Muhammadiyah dengan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dan Majelis Pendidikan Tinggi dan Litbang (Dikti Litbang), Muhammadiyah  memutuskan untuk tetap tidak berperan serta dalam program POP,” kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi Jurnalislam.com, Senin (3/8).

 

Mu’ti menyampaikan, Muhammadiyah sedang fokus pada keberlanjutan pendidikan yang sempat terhenti karena Covid-19. Termasuk program-program lain dan turunannya yang selama ini menjadi fokus Muhammadiyah.

 

“Sekarang ini sekolah atau madrasah dan perguruan tinggi (Muhammadiyah) sedang fokus penerimaan peserta didik baru dan menangani berbagai masalah akibat pandemi Covid-19,” ujarnya.

 

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim berharap organisasi penggerak, seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang selama ini sudah menjadi mitra strategis pemerintah dan berjasa besar di dunia pendidikan, —bahkan jauh sebelum negara ini berdiri–, dapat kembali bergabung dalam mendukung Program Organisasi Penggerak (POP).

 

“Dengan penuh kerendahan hati, saya memohon maaf atas segala ketidaknyamanan yang timbul dan berharap agar ketiga organisasi besar ini bersedia terus memberikan bimbingan dalam proses pelaksanaan program, yang kami sadari betul masih jauh dari sempurna,” ujar Nadiem, Selasa (28/7).

 

Nadiem memastikan bahwa Putera Sampoerna Foundation bersama Tanoto Foundation akan menggunakan skema pembiayaan mandiri untuk mendukung POP.

 

“Berdasarkan masukan berbagai pihak, kami menyarankan Putera Sampoerna Foundation juga dapat menggunakan pembiayaan mandiri tanpa dana APBN dalam Program Organisasi Penggerak dan mereka menyambut baik saran tersebut. Dengan demikian, harapan kami ini akan menjawab kecemasan masyarakat mengenai potensi konflik kepentingan, dan isu kelayakan hibah yang sekarang dapat dialihkan kepada organisasi yang lebih membutuhkan,” ujar Nadiem dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Ini Saran Muhammadiyah untuk Bersiap Hadapi Resesi Ekonomi

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Peningkatan kasus Covid-19 dan pertumbuhan ekonomi yang cukup jauh terintegrasi dengan ekonomi global bakal membuat perekonomian rawan resesi.

Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas mengatakan kondisi ini berpotensi menimpa Indonesia dimana ekonomi belum pulih pascapandemi Covid-19 menerjang Indonesia. Penilaian ini juga didasari pada beberapa negara yang mengalami resesi.

 

“Oleh karena itu, dengan adanya beberapa negara mitra kita yang mengalami resesi, maka masalah kapan negeri ini akan mengalami hal serupa tentu tinggal menghitung bulan, kalau tidak bisa dikatakan menghitung hari.

Hal penting yang sekarang kita lakukan adalah bagaimana kita bisa mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya,” katanya kepada Jurnalislam.com Selasa (04/08/2020).

 

Upaya tersebut penting dilakukan agar resesi tidak terlalu keras memukul ekonomi rakyat banyak. Ini bisa dilakukan karena selama ini ekonomi Indonesia tidak terlalu tergantung kepada ekspor, melainkan masih banyak digerakkan oleh tingkat konsumsi masyarakat.

 

“Untuk itu yang perlu kita perhatikan dan jaga ke depan adalah bagaimana caranya supaya tingkat konsumsi masyarakat masih tetap bisa tinggi terutama untuk barang-baranf primer dan sekunder,” katanya.

 

Perhatian pemerintah bagi mempertahankan dan meningkatkan daya beli rakyat harus menjadi sesuatu yang penting, karena dengan itulah roda kehidupan ekonomi berupa supply and demand tetap bisa hidup dan menggeliat.

Buya Anwar menyarankan enam rekomendasi utama, pertama, kebijakan pemerintah yang menyangkut bantuan langsung tunai untuk beberapa bulan atau satu tahun ke depan masih perlu diteruskan dan dipertahankan, agar ekonomi rakyat di lapis bawah tetap terus bisa hidup dan tumbuh serta berkembang tanpa itu maka tentu akan sulit.

 

“Kedua, pemerintah harus bisa mengalokasikan dana dan anggarannya untuk benar-benar bisa difungsikan bagi menggerakkan ekonomi rakyat dengan membeli barang-barang dan jasa dari UMKM serta mengurangi, kalau tidak bisa menghentikan sama sekali permintaan terhadap barang-barang impor,” ujarnya.

 

Ketiga, masyarakat harus bisa menjadikan momentum krisis ekonomi sekarang untuk bisa bangkit dan mendorong masyarakat agar benar-benar mencintai produk bangsanya sendiri dan itu harus dicontohkan oleh pemerintah dengan sebaik-baiknya. Keempat memberikan fasilitas kepada masyarakat untuk memajukan dan mengembangkan usahanya lewat pemberian kemudahan dalam bidang permodalan, sumberdaya dan pemasaran.

 

“Kelima mengusahakan agar kegiatan produksi masyarakat harus bisa berjalan dengan lancar. Untuk itu, manajemen dan efektifitas serta efisiensi kerja masyarakat harus bisa terbangun dengan baik agar cost atau biaya yang mereka keluarkan bisa ditekan serendah-rendahnya, agar mereka bisa mendapatkan profit yang pantas sehingga hal ini diharapkan akan bisa meningkatkan daya belinya,” ujarnya.

 

Keenam, mengingat penduduk Indonesia masih banyak yang tinggal di desa. Oleh karena itu pemerintah harus bisa membuat kebijakan yang tidak hanya berpihak kepada masyarakat kota, tapi juga kepada masyarakat desa.

 

“Perlu dilakukan reformasi sosio-ekonomi di pedesaan yang akan dapat membantu menaikkan pendapatan riil mereka,” ucapnya.

MDS dan Fos Care Tebar Kurban ke Daerah Rawan Akidah

WONOGIRI (Jurnalislam.com)–Wabah COVID-19 menjadi hantaman berat bagi dunia termasuk Indonesia. Meskipun belum ada kepastian kapan berakhir, namun semua itu tak menyurutkan semangat umat Islam untuk berkurban.

 

Bekerjasama dengan tim Melangkah Dengan Sedekah (MDS) pada sabtu, (1/8/2020) FOS CARE menggelar acara “Tebar Qurban di Daerah Rawan Pemurtadan” Danan, Giriwoyo, Wonogiri.

 

“Desa Danan menjadi lokasi tebar kurban tahun ini, dikarenakan kurangnya dakwah Islam serta banyaknya berdiri rumah ibadah bahkan sekolah agama lain, sehingga hal ini sangat berbahaya sekali bagi umat Islam”, kata Kris selaku Humas MDS.

 

Selain itu, daerah yang terkenal dengan tiwulnya ini, ternyata minim sekali antusias masyarakat untuk berkurban.

 

Kepala Desa Danan, Supardi mengatakan “Beberapa waktu lalu, saya sempat berusaha mencari bantuan & donasi agar ada penyembelihan hewan kurban di desa kami, mengingat masa pandemi kali ini membuat masyarakat terasa berat untuk membeli hewan berkurban”.

 

Protokoler Kesehatan

 

Tinggal satu hari lagi beranjak menuju wonogiri, namun secara tiba-tiba ada perubahan acara yang harus dipenuhi oleh tim relawan dari Solo.

 

“Kami diminta membatasi rombongan hanya 10 orang saja yang boleh datang di lokasi” kata Kris.

 

Lantas kemudian, rombongan yang awalnya berjumlah 50 orang dikurangi menjadi 10 orang saja demi menjalankan protokoler kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemda setempat.

 

Padahal, ada sebagian sohibul kurban yang ingin hadir ingin melihat langsung hewan kurbannya saat disembelih. “Kecewa iya, tapi bagaimana lagi demi kebaikan bersama,” tambah Kris.

 

Dibantu beberapa orang warga dan takmir masjid, sejumlah 3 ekor sapi & 6 ekor kambing selesai disembelih & dibagikan kepada warga Danan.

 

“Alhamdulillah, meskipun dalam masa pandemi penyembelihan hewan kurban berjalan lancar dengan tetap menggunakan masker, handsanitizer & menyesuaikan prorokoler kesehatan,” kata Ketua FOS CARE, Gus Romi.

 

Di akhir acara, tampak kebahagiaan sejumlah warga Danan karena bantuan hewan kurban dari relawan.

 

Kali ini, tebar kurban melibatkan dari berbagai elemen Islam Solo, DSKS, Dakwah Squad, And We Care, Laskar Sedekah, Kajian Joglo Arrohmah dan deretan elemen Islam lainnya. Ucapan terimakasih pun silih berganti warga sampaikan.

 

“Sebelumnya kami mohon maaf jika ada kesalahan & ketidaknyamanan kurban di desa kami ini, tidak lupa saya ucapkan banyak terimakasih atas kesediaannya berkurban di desa kami,” tambah Supardi, Kepala Desa Danan.

Aliansi Umat Islam Mojokerto Laporkan Kasus Pelecehan Habib Rizieq

MOJOKERTO (Jurnalislam.com)- Aliansi Umat Islam Mojokerto (AUIM) yang terdiri dari beberapa Ormas mengadakan Audiensi dengan pihak Polresta Mojokerto, Senin (3/8/2020).

 

Audensi tersebut respon atad kejadian di Depan Gedung DPR/MPR RI tanggal 27 Juli 2020 oleh segerombolan orang yang dianggap melecehkan, menghina, dan mengancam membunuh Imam Besar Umat Islam Indonesia Habib Rizieq Syihab.

 

Atas kejadian tersebut Aliansi Umat Islam Mojokerto (AUIM) yang diketuai oleh H. Ahmad menyatakan sikap  Mengecam dan mengutuk keras pelaku penghinaan dan pelecehan terhadap IB HRS di depan gedung DPR / MPR RI.

 

Aliansi Umat Islam Mojokerto (AUIM) akan menempuh jalur Hukum dengan melaporkan peristiwa tersebut kepada Kepolisian.

 

Bahwa IB-HRS sebagai WNI  memiliki hak dan kebebasan untuk pulang kembali ke Tanah Air Indonesia kapan saja tanpa tekanan atau ancaman maupun intimidasi dari pihak manapun.

 

“Kami menuntut dengan tegas agar Inisiator RUU HIP dan Partai yang ingin merubah (MAKAR) terhadap Pancasila di proses Hukum Jika ini tidak diproses secara Hukum maka Netralitas dan Nasionalis POLRI sebagai penegak Hukum dan TNI sebagai penjaga kedaulatan NKRI dan pancasila patut dipertanyakan,” kata H. Ahmad.

 

Aliansi Umat Islam Mojokerto (AUIM) menegaskan bahwa kejadian serupa agar tidak terjadi di Wilayah Mojokerto, apabila terdapat kejadian dimaksud maka kami (AUIM) yang akan turun untuk menindak lanjuti.

 

Atas pernyataan sikap AUIM itu, Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi, SIK, MIK menanggapi bahwa,  Terima kasih AUIM telah bersikap koorporatif dengan mengajukan Audiensi kepada Kepolisian (Khususnya Polres Mojokerto Kota) dan tidak melaksanakan aksi turun kejalan dalam menyikapi kejadian adanya Pembakaran dan Perobekan Foto / Gambar Habib Rizieq Syihab di Gedung DPR/MPR RI pada 27 Juli 2020 yang lalu.

 

Setiap peristiwa tindak kejahatan yang terjadi dikarenakan adanya aksi dan reaksi, dalam hal ini adanya aksi yaitu Pembakaran dan Perobekan Foto / Gambar Habib Rizieq Syihab, dan sebagai reaksi yakni Pernyataan sikap dari AUIM mengenai aksi tersebut.

 

“Patut kiranya kejadian yang terjadi tersebut dapat disikapi dengan bekerja bersama-sama sehingga tidak terjadi hal serupa di Wilayah Hukum Polres Mojokerto Kota” ungkap Kapolresta Deddy Supriadi.

 

Reporter: Yan Aditya

Cerita Nostalgia Ustaz Abdul Somad Ketika Jadi Santri

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Dai kondang Ustaz Abdul Somad alias UAS mengenang kembali saat dirinya remaja berstatus santri di Pondok Pesantren Darul Arafah, Deliserdang, Sumatera Utara.

 

UAS mengunggah foto nostalgia saat dirinya jadi santri di Darul Arafah. Dalam foto yang diposting di Instagram @ustadzabdulsomad_official itu terlihat, UAS berdiri di barisan belakang bersama para santri lain mengenakan seragam putih, celana gelap dan berdasi. UAS melingkari wajah dirinya di foto tersebut.

 

Ada dua foto yang diunggah UAS, satu lagi foto terbaru bersama temannya dan alumni Darul Arafah yang dulu sering diceritakan oleh gurunya semasa masih tinggal di pesantren.

 

“1993 saya masuk Pesantren Darul Arafah. Sekelas dengan Abdul Halim. 1997 Abdul Halim berkirim surat dari Medan ke Pekanbaru memberitahu ada tes beasiswa ke Mesir di IAIN Medan,” tulis UAS dalam keterangan foto di akun instagramnya seperti dikutip Jurnalislam.com Selasa (4/8/2020).

 

UAS melanjutkan, 27 tahun persahabatan keduanya Alhamdulillah terjalin baik.

 

“Ketika di Darul Arafah, guru-guru banyak bercerita tentang alumni pertama 1992 yang sampai di al-Azhar Cairo. Namanya Ust Fery Idham. Guru kami, tapi tawadhu’ rasa sahabat, menyenangkan. Daripada sahabat yang menggurui,” tutup UAS.

 

Unggahan UAS sudah disukai lebih dari 48 ribu kali oleh followersnya dan dibubuhi beragam komentar. Kebanyakan mendoakan UAS dan sahabatnya tetap sehat.

Sejumlah Tokoh Nasional Deklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Sejumlah tokoh berkumpul dan mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Mereka menganggap, negara saat ini sudah melenceng jauh dari yang dicita-citakan oleh pendiri bangsa.

Beberapa tokoh seperti Din Syamsuddin, Rocky Gerung, Refly Harun, Ichsanuddin Noorsy, Abdullah Hehamahua hingga Said Didu, nampak hadir. Mereka menyatakan koalisi ini merupakan gerakan moral yang terbentuk atas keresahan bersama terhadap kondisi bangsa terkini.

“KAMI, Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia, pada pemahaman saya adalah sebuah gerakan moral seluruh elemen-elemen dan komponen bangsa lintas agama, suku, profesi, kepentingan politik kita bersatu. Kita bersama-sama sebagai gerakan moral untuk menyelamatkan Indonesia,” kata Din saat hadir dalam deklarasi di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu 2 Agustus 2020.

Mantan Ketua Umum Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini mengibaratkan, Indonesia bagaikan kapal besar. Namun saat ini kapal itu sedang goyang dan hampir karam. Kondisi sekarang, kata dia, terlihat dari jutaan orang yang masih kelaparan, kehilangan pekerjaan, dan praktik korupsi yang terus berjalan. Ia juga menyebut, koalisi ini berupaya menyelamatkan negara agar tidak dikuasai oleh oligarki dan dinasti politik.

Dalam koalisi nanti, disebutkan bahwa akan banyak lagi tokoh yang siap bergabung dan bersama-sama di KAMI. Beberapa nama disebut seperti mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dan ekonom senior Rizal Ramli.

“Saya sampikan bahwa kiblat bangsa ini telah melenceng,” katanya.

Sementara itu, mantan Sekjen Kementerian BUMN Said Didu, mengajak semua pihak bersuara. Termasuk para pekerja perusahaan milik negara dan birokrat. Sebagai mantan petinggi di Kementerian BUMN, ia melihat momentum saat ini sudah saatnya meluruskan kembali kebenaran.

Dia mengaku, kalau teman-temannya yang masih di BUMN saat ini sudah merasa bahwa pembangunan di negara ini sudah berbelok dari cita-cita sebenarnya.

“Saya kira itu saja. Karena saya tahu teman-teman saya di birokrat dan BUMN mereka juga merasa,” kata dia.

Sumber: viva.co.id

 

 

Angka Covid Bertambah 1679, Jatim Provinsi Kasus Terbanyak

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pemerintah merilis ada penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 1.679 orang dalam 24 jam terakhir. Dari angka tersebut, Jawa Timur (Jatim) menjadi provinsi yang mencatatkan kasus baru terbanyak, yakni 478 orang.

Menyusul kemudian DKI Jakarta dengan 472 kasus baru, Sulawesi Selatan dengan 97 kasus, Jawa Tengah dengan 95 kasus, dan Sulawesi Utara dengan 78 kasus baru. Dari lima besar provinsi dengan penambahan kasus terbanyak tersebut, hanya Jawa Tengah (Jateng) yang mencatatkan kasus sembuh lebih banyak daripada kasus positifnya. Hari ini, ada 110 pasien Covid-19 yang sembuh di Jateng. Bahkan, Sulawesi Selatan mencatatkan nol kasus sembuh pada hari ini.

Namun, ada angka yang perlu disoroti dalam laporan Covid-19 hari ini, yakni jumlah spesimen yang diperiksa pada Ahad (2/8) kemarin hanya 14.728 unit. Padahal, rata-rata spesimen harian di Indonesia sudah mulai stabil di atas 20 ribu unit. Seperti yang sudah-sudah, sedikitnya jumlah spesimen diperkirakan karena sejumlah laboratorium yang libur pada Ahad.

Jumlah pasien Covid-19 sembuh juga dilaporkan semakin banyak, dengan 1.262 kasus sembuh pada hari ini. Selain itu ada 13 provinsi yang melaporkan jumlah pasien sembuh lebih banyak daripada jumlah pasien positif yang baru.

Sementara jumlah pasien yang meninggal dengan status Covid-19 bertambah 66 orang pada hari ini. Sehingga, jumlah kumulatif pasien yang meninggal dunia ada 5.302 orang.

Sumber: republika.co.id

Cerita Jamaah Berhaji di Tengah Pandemi

MAKKAH(Jurnalislam.com) — Melaksanakan ibadah haji di tengah pandemi memiliki keunikan tersendiri. Utamanya bagi jamaah asal Jepang, Zineb el Farissi dan suaminya Yasser el Farissi.

Mereka mengaku, seluruh rangkaian haji di tahun ini memang sangat berbeda, apalagi pengalaman yang didapat jauh di luar harapan. “Mendaftar haji tahun ini di tengah pandemi memang istimewa,” ujar mereka seperti dikutip Saudi Gazette, Senin (3/8).

Mereka menceritakan, di awal pendaftaran, tidak ada keraguan sama sekali melakukan haji tahun ini. Meski ada banyak tindakan pencegahan dan persiapan yang dilakukan Pemerintah Arab Saudi, mereka menegaskan, telah siap ikut serta ambil peran dari sisi jamaah.

“Alhamdulillah. Ketika kami diterima itu adalah sukacita yang sejati, dan kami sangat bersemangat mengambil bagian dalam perjalanan haji seumur hidup ini,’’ kata mereka.

Pasangan itu menambahkan, tak lama setelah diterima sebagai calon jamaah, ia dihubungi oleh pejabat di Kementerian haji, yang memberi penjelasan singkat tentang seluruh proses dengan cara yang sangat jelas. “Mereka membimbing kami melalui semua persiapan, dan memberi tahu kami tentang tindakan pencegahan yang harus kami ambil untuk haji,” ucapnya.

Tak berlangsung lama, pasangan itu juga kembali dihubungi oleh kementerian kesehatan untuk dibimbing mengenai langkah saat melakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk vaksin meningitis dan uji virus corona. “Setelah ini, kami diminta mengikuti periode karantina ketat di rumah untuk memastikan keselamatan kami dan keselamatan peserta lainnya,” ujarnya.

Setelah bimbingan tersebut, pasangan itu pindah ke Makkah pada Sabtu (25/8) untuk menyelesaikan karantina di hotel. Beruntung, kata dia, selama masa itu, pemimpin tim dan berbagai pihak rajin berkomunikasi serta memberi dukungan di setiap hal. Hingga akhirnya, saat pelaksanaan ibadah haji, pasangan itu mengaku mendapat harapan jauh di luar ekspektasi.

“Semuanya dipersiapkan dengan baik dan dipikirkan. Kami merasa sangat diberkati karena terpilih untuk haji tahun ini dan kami sangat berterima kasih kepada Tuhan dan kepada Pemerintah Saudi untuk semua keramahtamahannya,” ungkap mereka.

Sumber: ihram.co.id

Antusias Warga Kampung Mualaf Baduy Nikmati Daging Kurban

CIBOLEGER (Jurnalislam.com)-Idul Adha yang jatuh hari ini (Jumat, 31/07), yang menjadi hari yang sangat membahagiakan bagi sejumlah masyarakat di Kampung Mualaf Baduy, Banten.

Semangat masyarakat terlihat dari antusias saat shalat idul adha hingga prosesi penyembelihan hewan kurban.

“Alhamdulillah, Dompet Dhuafa (DD) Banten dapat mendistribusikan hewan kurban salah satunya ke Kampung Mualaf Baduy, yang terletak di Lebak, Banten. Dengan hal ini kami dapat meratakan masyarakat untuk menikmati daging tentu saja bagi mereka adalah suatu hal langka dalam mengkonsumsi daging, padahal daging merupakan sumber protein dan lemak terbaik untuk pemenuhan gizi bagi masyarakat,” ujar Sofa pedamping Tebar Hewan Kurban (THK) DD Banten.

53 KK (Kepala Keluarga) yang tersebar di Kampung Mualaf Baduy, dipastikan mendapatkan daging kurban dari seekor sapi, dengan masing-masing dibagikan seberat 2 Kg.  Daging yang telah di cacah dengan bentuk yang lebih kecil sebelum dibagikan, di timbang lebih dahulu lalu dimasukan ke dalam besek bambu yang telah disiapkan oleh masyarakat hasil ayaman atau rajutan sendiri. “Masyarakat disini menggunakan bambu sebagai bahan utama dalam pembuatan perkakas hingga rumah. Sehingga kami sudah terbiasa dengan besek sebagai wadah daging, selain ramah bagi lingkungan besek dapat digunakan berkali-kali tanpa merubah warna maupun tekstur daging,” ujar Usro salah satu warga Kampung Mualaf Baduy.

Pembagian kurban dilakukan secara door to door atau dari (pintu ke pintu) untuk meminimalisir terjadinya kerumunan masyarakat dalam pembagian daging kurban. Selain itu ini merupakan prosedur dalam memutus mata rantai pandemi Covid-19 di wilayah Banten dan sekitarnya.

Di sisi lain dalam pembagian daging terdapat mualaf muda, yakni Khoirunnisa, gadis belia berusia 19 Tahun ini, menjadi mualaf muda di Kampung tersebut. “Alhamdulillah ini daging pertama saya , sejak menginjak pertama dalam kenyakinan saya. Saya pun masih bingung untuk mengolah daging menjadi masakan yang lezat bagi keluarga saya. Saya berterima kasih kepada DD Banten yang telah memberikan kurban di Kampung kami,” tutup Khoirunnisa.