Syiarkan Langgam Qur’an, Muhammadiyah Solo Jalin Kerja Sama dengan Lokananta Rekaman

SOLO (Jurnalislam.com)– Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta inisiasi gandeng kerja sama Lokananta Rekaman untuk membumikan Nahawand, Rabu (12/8/2020).

 

Uniknya, seluruh juz 30 akan direkam satu-satunya studio bersejarah di Indonesia yang menyimpan banyak rahasia dan studionya berstandar Internasional.

 

”al Hamdulillah, semoga 19 Agustus 2020 rekaman bisa sukses. Bukan rekaman yang bisa dipakai oleh para guru, siswa, ataupun persyarikatan Mubammadiyah akan tetapi menjangkau dan bermanfaat memasyarakat secara luas,” ujar Drs H Muqorrobin ketika memimpin rombongan silaturahmi kerja sama.

 

Asesmen Marketing Lokananta Perum Percetakan Naegara RI Cabang Surakarta N Andi Kusuma mendukung apa yang dilakukan perguruan Muhammadiyah tersebut.

 

“Sangat senang sekali bisa kerja sama Dikdasmen Muhammadiyah Solo. Untuk dunia rekaman lokananta terbuka bagi umum siapapun. Tidak melulu musik, rekaman bisa murattal, hadrah, ceramah dan lain sebagainya,” ucapnya sambil tersenyum.

 

Menghafal Al Qur’an juz Amma terutama surat-surat pendek bagi siswa SD, SMP/MTs, SMA/MA/SMK Perguruan Muhammadiyah Kota Surakarta wajib dalam pendidikan Al Islam, Kemuhammadiyahan dan bahasa Arab.

 

Sementara itu, Humas pusdiklat perguruan Muhammadiyah Dharmo Tjahjono Jatmiko mengatakan pendidikan membutuhkan proses, apalagi menghafal melalui pembiasaan, tentunya butuh waktu yang lama.

 

Pada mulanya terasa berat dan tidak mungkin. Sekarang dengan mendengar, siapapun bisa melafalkan dan meneruskan ayat. Bisa digunakan dalam ibadah salat sehari-hari sehingga Al-Quran menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan.

 

“Dengan memanfaatkan waktu pagi, siang dan sore serta malam hari. Kegiatan menjadi terarah, terukur, berkelanjutan dan sangat bermanfaat,”ucapnya.

 

Ketidakmungkinan itu bisa jadi mungkin bila dengan niat, disiplin, gotong royong, kerja keras, tekad dan usaha yang kuat, insyaAllah terwujud Generasi Qur’ani Berkemajuan.

 

“Mengapa di Lokananta? Tempat ini sangat kental sejarahnya, wisata dan pendidikan. Biasanya kita belajar di Pusdiklat Margoyudan,”pungkasnya.

Gandeng Solopeduli, RS JIH Solo Bagikan Ratusan Paket untuk Dhuafa

SOLO (jurnalislam.com)- Rumah Sakit JIH Solo berkolaborasi dengan Solopeduli membagikan 200 paket sembako. Paket-paket ini dibagikan untuk warga yang terdampak covid, seperti ; keluarga dhuafa, janda, anak yatim, dan anak yatim piatu. Penyaluran 200 paket sembako dilakukan di wilayah Soloraya pada rabu-kamis (12-13/8/2020).

 

Penyerah paket sembako secara simbolisasi dilakukan langsung oleh Direktur Utama Rumah Sakit JIH Solo, dr Didit Novianto, Sp.PD FINASIM kepada Direktur Utama Solopeduli, Sidik Anshori. S.Sos.I di Rumah Sakit JIH Solo di Jl. Adi Sucipto No.118, Jajar, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah pada 12/8. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan anniversary pertama Rumah Sakit JIH Solo yang jatuh pada tanggal 20 Agustus.

 

”Terimakasih atas kolaborasi bersamanya, semoga semakin amanah dalam beribadah. Pada ulang tahun ini semoga menjadikan kita senantiasa bersyukur dan semakin banyak berkiprah serta semakin meningkatkan kompetensi kita. Maka kolaborasi kita dengan Solopeduli menjadi cerminan kepedulian kita terhadap warga yang membutuhkan. Bekerja karena amanah, kegiatan ini adalah bentuk syukur kita. Terimakasih Solopeduli sudah bekerjasama,  semoga bisa semakin erat, semakin inten dan semoga bisa lebih besar lagi memberikan kemanfaatan bagi umat. Dan semoga Rumah Sakit JIH bisa menjadi rahmatan lil ngalamin,” jelas dr Didit Novianto, Sp.PD FINASIM.

 

Direktur Utama Solopeduli Sidik Anshori menyampaikan terimakasih kepada Rumah Sakit JIH Solo atas kolaborasi bersama Solopeduli untuk membangun kepedulian. Barakallah, semoga ulang tahun ini  memberikan kemanfaatan untuk umat, dan menjadi lebih kuat dalam penanganan kesehatan, karena Solopeduli selalu mensupport kegiatan kesehatan dan sosial.

 

“Alhamdulillah mendapat amanah distribusi ini, kami akan menyampaikan kepada masyarakat yang berhak, yakni masyarakat yang terdampak covid, karena semakin banyak proposal pengajuan bantuan yang datang ke Solopeduli, semakin banyak masyarakat yang di PHK, dan saat ini ekonomi masyarakat sangat rendah. Terimakasih walau Rumah Sakit JIH berkecimpung di kesehatan, tetapi zakat dan sedekahnya disalurkan melalui Solopeduli, Semoga yang disampaikan menjadi tolak balak agar semakin sehat, semakin profesional dan semakin utuh dalam mengemban amanah,” terangnya.

 

Salah satu titik penyaluran paket dilakukan di Balai RW VIII Kelurahan Jajar, Laweyan, Surakarta pada 12/8. Di wilayah ini, 20 paket sembako disalurkan untuk keluarga dhuafa, janda, anak yatim, dan anak yatim piatu.

 

”Terimakasih  atas kepedulian Rumah Sakit JIH Solo dan Solopeduli kepada warga kami, kami sangat senang, Semoga mendapat ridho dan balasan dari Allah,” ungkap Ketua RT.IV RW.VIII, Bapak Deni Ikhwani (64). Bapak Deni menyampaikan bahwa para penerima bantuan ini adalah rekomendasi dari ketua RT 2, RT 3, RT 4 RW 8 di Kelurahan Jajar, Laweyan, Surakarta.

 

Salah satu penerima paket bantuan adalah Ibu Parni (56). Semenjak suaminya meninggal dunia, 11 tahun yang lalu, Ibu Parni sehari-hari bekerja sebagai penjual pecel di Pasar Gawok Sukoharjo.

 

”Semenjak ada covid, jualan saya sepi, Alhamdulillah, terimakasih sudah bantu saya, saya sangat terharu, bantuan ini jadi sambung hidup saya,” ungkap Ibu Parni yang tinggal di RT 4, RW 8, Kelurahan Jajar, Laweyan, Surakarta ini.

Semakin Dipercaya Konsumen, UMKM Diharap Lakukan Sertifikasi Halal

BOGOR(Jurnalislam.com) – Wakil Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Muti Arintawati mengatakan, sertifikat halal dapat meningkatkan daya saing produk UMKM, namun banyak pengusaha UMKM belum memiliki pemahaman itu. Menurut dia, kesadaran untuk lakukan sertifikasi halal masih rendah.

“Kesadaran masih rendah karena umumnya jika pelaku usaha muslim, maka sudah yakin produknya halal. Kesadaran biasanya muncul kalau ada tuntutan dari konsumen misalnya ketika akan memasok toko besar yang mempersyaratkan sertifikat halal, atau ada kesempatan ekspor yang mempersyaratkan sertifikat halal,” kata Muti di Bogor, Rabu (12/8).

Padahal, Muti berujar, banyak keuntungan jika produk-produk UMKM bersertifikat halal. “Keuntungan sertifikat halal bagi UMKM sebagai nilai tambah untuk memperluas pasar,” ujarnya.

Misalnya, jelas Muti, untuk masuk ke pasar-pasar grosir modern, hypermarket atau swalayan sertifikat halal sudah jadi persyaratan. Termasuk juga untuk ekspor terutama ke negara-negara muslim, sertifikat halal juga jadi tiket masuk.

“Jika UMKM memproduksi bahan untuk pabrik, maka untuk masuk pabrik yang bersertifikat halal persyaratan utamanya adalah sertifikat halal,” katanya

Menurut Muti, untuk mengurus sertifikasi halal tidak rumit. Seperti apa alur dan syaratnya Penjelasan ini akan dibahas Muti pada Webinar Nasional “Tingkatkan Untung dan Nilai Jual Produk UMKM dengan Sertifikat Halal” yang diselenggarakan Ummat TV bekerjasama dengan LPPOM MUI, Sabtu (15/8) pukul 13.00-15.30 WIB.

Mengintip Cerita Adaptasi Protokol Covid di Pesantren

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menyatakan semua lembaga pendidikan harus beradaptasi dan berdamai dengan Pandemi Covid-19.

Langkah ini menjadi keputusan terbaik, karena masih pandemic covid dan belum tahu sampai kapan akan berakhir.

 

“Di tengah adaptasi kebiasaan baru ini, pendidikan madrasah dan pesantren pun dituntut untuk mampu berkreasi dan produktif agar tidak tertinggal oleh dinamika keadaan yang berjalan serba cepat,” kata Zianut Tauhid ketika berkunjung ke Madrasah Tsnawiyah (MTs) Negeri 1 Semarang, di Jalan Fatmawati Ketileng Semarang, Rabu (12/8/2020).

 

Dalam kunjungannya Wamenag didampingi Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaaan (KSKK) Kemenag Pusat Dr Umar, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah Dr Musta’in Ahmad, Kepala Kantor Kemenag Kota Semarang Drs Muhdi M.Ag beserta jajaran pejabat Kemenag lainnya.

 

Ketika menyampaikan pengarahan kepada jajaran MTs N 1 Semarang serta pejabat yang hadir, Wamenag memotivasi agar madrasah dan pesantren memiliki optimisme tinggi dan produktif dalam menjalani proses pengajaran. Optimisme dan semangat berproduktiv agar dijadikan kiat untuk mencari keberkahan dari musibah Covid – 19.

 

“Kita harus mampu mengambil manfaat dari musibah Covid-19 dengan menciptakan inovasi dan kreativitas baru. Salah satu bentuk manfaat yang dapat kita petik dari Covid-19 adalah percepatan migrasi pembelajaran dari sistem konvensional ke digital sebagai jawaban yang tepat,” tegasnya, sembari memberi respons tinggi atas laporan Kepala MTsN 1 Semarang Drs H Asroni, MAg, dalam menyiapkan alternatif pembelajaran tatap muka di MTs tersebut.

 

Ditegaskan, pembelajaran secara virtual dan alternatif tatap muka saat ini dinilai sebagai proses inovasi, agar pembelajaran tidak berhenti.

 

“Semua juga tidak ada yang dapat meramal hingga kapan Pandemi Covid-19 akan berakhir,” tegas Waketum MUI Pusat ini.

 

Wamenag menyampaikan terima kasih kepada Direkrur KSKK Dr Umar, yang dinilai berhasil melakukan inovasi-inovasi dalam proses keberlangsungan pendidikan di madrasah di era pandemi ini, hingga prestasi madrasah di Tanah Air saat ini kian meroket.

 

Inovasi virtual, lanjutnya, juga mewabah di tengah masyarakat. Pengajian emak-emak pun marak memakai zoom.

Tukang sayur juga menawarkan dagangan dengan online. Para ustadz marak mengisi pengajian dengan virtual. Semua elemen masyarakat dipaksa harus beradaptasi dengan kenormalan baru, kalau tidak ingin ketinggalan.

 

Selain mengunjungi madrasah MTs Negeri Semarang dan MAN 1 Kendal, Wamemag juga mengunjungi beberapa pondok pesantren antara lain Ponpes As-Salaf Bulakamba Brebes, Ponpes Al Anwar Pagiyanten Tegal, Al Hikmah I dan II Benda Sirampog, Bumiayu, Brebes.

 

Pesantren pun kini mulai membuka kembali proses pembelajarannya, sehingga para santri berduyun kembali ke pondok. Di era Pandemi ini, ada pesantren yang ketat menerapkan protokoler kesehatan misalnya satu kamar diisi 2-4 santri, namun banyak pula satu kamar diisi hingga 20 santri karena keterbatasan fasilitas kamar.

 

“Namun secara umum santri kembali menyantri dinilai lebih aman dari serangan Covid-19 daripada mereka di luar pesantren. Maka banyak orang tua yang gembira ketika pesantren kembali dibuka untuk belajar para santri,” kata Wamenag.

 

Pemerintah memberikan perhatian sungguh-sungguh terhadap pondok pesantren dengan memberikan anggaran

Rp 2,599 triliun untuk membantu pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam di masa pandemi Covid-19 melalui program Bantuan Operasional Pesantren atau BOP.

Jerinx SID Tersangka Pencemaran Nama Baik Ikatan Dokter Indonesia

DENPASAR(Jurnalislam.com)   – Polda Bali menaikkan status Jerinx SID menjadi tersangka dalam kasus pencemaran nama baik IDI, yang diposting di akun instagramnya @jrxsid. Jerinx SID ditahan.

Drummer group band Superman is dead (SID) yang bernama asli I Gede Ari Astina Polda Bali ditetapkan jadi tersangka setelah penyidik menemukan terpenuhinya unsur pidana.

“Sudah jadi tersangka dan sudah diperiksa,” kata Dirkrimsus Polda Bali Kombes Yuliar Kus Nugroho, Rabu (12/8/2020).

Yuliar menyampaikan setelah menetapkan sebagai tersangka, Polisi kemudian langsung melakukan penahanan kepada Jerinx. Polisi menjerat Jerinx dengan Pasal 28 ayat 2 UU ITE.

Sebelumnya, Jerinx dilaporkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali ke Polda Bali terkait dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian “kacung WHO” yang diunggah di akun Instagram @jrxsid.

Meski sempat mangkir, akhirnya Jerinx SID memenuhi panggilan Polda Bali terkait kasus pencemaran nama baik IDI pada Kamis (6/8/2020), dengan didampingi kuasa hukumnya, I Wayan Gendo Suardana. Setelah ditetapkan tersangka, Jerinx SID pun resmu ditahan.  (Bud1)

Mukernas Daring KAMMI Mengambil Tema ‘Selamatkan Cita-Cita Kemerdekaan Indonesia’

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) akan menggelar Musyawarah Kerja Nasional pada tanggal 18-23 Agustus 2020. Mukernas yang awalnya direncakanan secara tatap muka, akhirnya diputuskan digelar secara daring melalui telekonferensi.

“Pada saat kondisi pandemi ini, gerakan KAMMI dalam aktivitasnya harus bisa menyesuaikan diri dengan keadaan yang ada. Mesin KAMMI harus terus bergerak dan agenda-agenda rutin harus tetap berjalan, oleh karena itu kita memutuskan untuk tidak menunda lagi dan segera menyelenggarakan Mukernas secara daring” kata Pjs Ketua Umum PP KAMMI Susanto Triyogo dalam konferensi pers, Selasa (11/08/2020) melalui telekonferensi yang juga diikuti oleh para Pengurus Wilayah dan Pengurus Daerah KAMMI.

Menurut Susanto, Mukernas daring yang nantinya juga dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional ini mengambil tema ‘Selamatkan Cita-Cita Kemerdekaan Indonesia’.

“Mukernas KAMMI yang Inshaallah pertamakalinya digelar secara daring akan memgambil tema ‘Selamatkan Cita-cita Kemerdekaan Indonesia’ yang juga menjadi fokus dari Bidang Kebijakan Publik saudara Abdussalam. Sejumlah tokoh nasional sudah terkonfirmasi hadir. Nantinya mereka akan berdialog dan memberikan pikiran-pikiran positif kepada kami di tengah situasi bangsa yang dilanda pandemi” kata Susanto.

Sementara itu Kabid Humas PP KAMMI Ali Hasibuan menyebut Mukernas KAMMI yang digelar secara daring menghadapi sejumlah tantangan.

“Ada sejumlah tantangan yang harus kami jawab, salah satunya seperti zona waktu yang berbeda-beda mengingat peserta dari seluruh Indonesia. Tapi kami optimis Mukernas akan berjalan lancar dengan persiapan matang panitia yang diketuai oleh saudara Arjun Fatahillah” katanya.

Ada enam hal yang menjadi fokus dari gerakan ‘Selamatkan Cita-Cita Kemerdekaan Indonesia’ yakni, pertama Selamatkan Indonesia dari oligarki ekonomi; kedua, selamatkan masa depan demokrasi Indonesia; ketiga, selamatkan ideologi bangsa; keempat, selamatkan Infonesia dari krisis ekonomi; kelima, selamatkan Indonesia dari mafia hukum; keenam, selamatkan pendidikan dan generasi muda Indonesia.

IDI: Hari Ini RS Rujukan Covid DKI Penuh, Bulan Depan Kapasitas Berlebih

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ketua Satgas Covid-19 IDI Profesor Zubairi Djoerban mengatakan saat ini rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 di DKI Jakarta penuh dengan pasien yang terpapar Covid-19.  Jika kondisi kekuarangan tempat tidur tidak dicegah secara dini, bisa dipastikan bulan depan RS akan mengalami kelebihan kapasitas.

“Saat ini RS rujukan Covid-19 itu penuh. Artinya orang yang terkena Covid-19 dan harus dirawat susah nyari tempat tidur. Nantinya, jika hal ini tidak dicegah seperti penambahan RS rujukan di Jakarta, pasien akan bingung untuk berobat kemana dan tenaga kesehatan akan lebih banyak yang terkena Covid-19 akibat beban berlebih pasien yang semakin hari semakin banyak,” katanya, Rabu (12/8).

Kemudian, ia melanjutkan jumlah RS rujukan di DKI Jakarta hanya ada 59 RS, Jawa Tengah 58 RS, Jawa Timur 127 RS dan Jawa Barat 153 RS. Menurutnya, harus ada penambahan RS rujukan khususnya di daerah yang tidak menggelar tes Covid-19 secara merata.

“Makanya, sekarang kenapa DKI Jakarta paling banyak yang positif Covid-19 karena ada tes Covid-19 yang dilakukan kepada masyarakatnya. Jadi, gampang untuk di-tracing dan cepat dirawat. Sedangkan di daerah sepertinya tes-tes tersebut tidak dilaksanakan secara merata. Sehingga nantinya akan lebih parah karena tidak tahu siapa yang terkena Covid-19,” kata dia.

Dengan kondisi seperti ini, harus ada upaya pencegahan pemerintah dari sekarang seperti, membangun RS rujukan Covid-19 dengan memenuhi tenaga kesehatan dan alat-alatnya. Itu butuh proses yang panjang atau menambah RS yang ada dijadikan RS rujukan Covid-19.

Menurut Zubairi, Instruksi Presiden (Inpres) tentang Covid-19 harus dilaksanakan. Jangan hanya menjadi aturan. Pemerintah harus mengontrol masyarakat dan bekerja sama dengan instansi lain untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Persentase rata-rata makin lama meningkat seminggu terakhir. Ini merupakan tugas masyarakat, pemerintah dan tim kesehatan. Jaga jarak, cuci tangan dan pakai masker. Paling penting pemerintah harus tingkatkan tes masifnya berkali lipat harus mencapai 100 ribu per hari,” kata dia.

Sumber: republika.co.id

Wamenag: Peran KUI Penting Hantarkan Keluarga Sakinah

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan peningkatan kualitas pelayanan kehidupan beragama merupakan kegiatan prioritas Kementerian Agama dalam penguatan moderasi beragama. Salah satu program prioritas nasionalnya yaitu peningkatan pelayanan bimbingan perkawinan dan keluarga.

Hal ini disampaikan Wamenag dalam gelaran Pembinaan Kajian Kitab Kuning dan Munakahat Islam Tahun 2020. Giat ini diselenggarakan Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta. Tema yang diangkat, “Kebijakan Kementerian Agama dalam Peningkatan Kualitas Moderasi Beragama.”

“KUA sebagai institusi beserta penghulu sebagai elemennya merupakan aktor penting untuk memperkuat terimplementasikannya moderasi beragama di tengah masyarakat, melalui peningkatan pelayanan bimbingan perkawinan dan keluarga,” kata Wamenag melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi Selasa (11/08/2020).

“Karena peran penghulu yang bersentuhan sejak dini dalam lembaga sosial terkecil di negara namun memiliki peran besar, yaitu keluarga,” sambungnya.

Menurut Wamenag, memperkuat moderasi beragama sebagai fondasi cara pandang, sikap, dan praktik beragama jalan tengah untuk meneguhan toleransi, kerukunan dan harmoni sosial, merupakan bagian dari program prioritas dalam Rancangan Teknokratik RPJMN 2020 – 2024.

Tidak dapat disangkal, lanjut Wamenag, bahwa peran penghulu penting dalam pembentukan awal keluarga sakinah. Sedangkan keluarga memiliki potensi sangat besar untuk menanamkan dan menyemai praktik moderasi beragama.

Praktik moderasi beragama tidak dapat diandaikan terjadi begitu saja secara alamiah, melainkan harus disemai sejak nilai-nilai setiap individu warga bangsa dibentuk. “Kita sebagai umat muslim mengetahui bahwa salah satu maqashid syariah adalah hifdzu an-nasl (memelihara keturunan). Oleh sebab itulah pernikahan sebagai lembaga sosial merupakan sunnah Rasul,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kementerian Agama memiliki konsep keluarga sakinah, sebagai keluarga damai yang menenteramkan anggota keluarganya serta memberi manfaat besar bagi masyarakat, bangsa dan negara, yang dibangun di atas landasan nilai keadilan, kesalingan, dan keseimbangan, yang selaras dengan prinsip-prinsip moderasi beragama.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag DKI Jakarta Saiful Mujab mengatakan kegiatan ini merupakan kegiatan rutin. “Dalam kegiatan ini kami menghadirkan KH Zulfa Mustofa sebagai pembimbing. Kegiatan ini juga sekaligus sebagai koordinasi dan silaturahmi dalam rangka melaksanaakan tugas sehari-hari,” kata Saiful Mujab.

Gelaran pembinaan kajian kitab kuning dan munakahat Islam pasca New Normal ini diikuti para Kepala KUA, Penyuluh, Penghulu dan ASN Kemenag DKI Jakarta.

Tampak hadir Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam Kemenag Muharam Marzuki.

Masih Pandemi, Pemda Minta Warga Rakayan HUT dengan Sederhana

BOGOR(Jurnalislam.com) — Pemerintah Kota Bogor mengimbau warga merayakan HUT Ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia secara sederhana. Tentu dengan menghindari kegiatan yang menimbulkan kerumunan warga karena masih dalam situasi pandemi Covid-19.

“Saat ini kondisinya masih belum aman. Masih pandemi Covid-19. Kita memprioritaskan kesehatan masyarakat,” kata Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, di Kota Bogor, Selasa (11/8).

Ia menjelaskan kegiatan yang mengundang massa dan menimbulkan kerumunan berisiko terjadi penularan Covid-19. Oleh karena itu, katanya, kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan massa, seperti perlombaan, agar semaksimal mungkin dikurangi. Berdasarkan Surat Edaran (SE) No.005/2462-Prokompim tentang Pelaksanaan Peringatan HUT Ke-75 RI, mengatur beberapa hal, di antaranya masyarakat diimbau memasang bendera Merah Putih di antara umbul-umbul pada 1-31 Agustus 2020.

Pada 14 Agustus 2020, warga mengikuti siaran langsung pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia melalui berbagai kanal media massa.

Sumber: republika.co.id

Masyarakat Diminta Tak Rayakan HUT RI dengan Membuat Kerumunan

CIBINONG(Jurnalislam.com) — Bupati Bogor, Jawa Barat Ade Yasin meminta warganya tidak berlebihan dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Republik Indonesia (RI) seperti menggelar panggung hiburan atau yang sifatnya ada kerumunan massa, mengingat masih dalam situasi pandemi Covid-19.

“Tidak ada panggung hiburan dan lain-lain. Karena kita masih dalam situasi pandemi Covid-19,” katanyausai rapat virtual Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 se-Jawa Barat, di Ruang VIP Aula Tegar Beriman Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/8).

Imbauan tersebut, katanya, akan diwujudkan dalam bentuk surat edaran (SE). Hal itu semata-mata dilakukan agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pra adaptasi kebiasaan baru (AKB).

“Perayaan HUT Kemerdekaan di Kabupaten Bogor juga cuma diikuti unsur muspida (musyawarah pimpinan daerah). Tidak ada masyarakat. Karena ini masih pandemi,” kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor itu.

Untuk menyiasatinya, ia menggelar berbagai perlombaan yang dilaksanakan secara virtual demi menyambut peringatan HUT ke-75 RI dengan mengusung tema Bogor Bangkit, Indonesia Maju.

Lomba berupa video kreatif dan menyanyi ini bagian dari peran pemerintah dalam mengajak keterlibatan masyarakat memperingati HUT ke-75 RI.

“Kita selenggarakan lomba yang semua kegiatannya dilaksanakan secara virtual, tanpa mengurangi makna kemerdekaan itu sendiri. Yang penting bagaimana kecintaan kita terhadap Indonesia harus terus meningkat dan generasi muda harus lebih mencintai negaranya,” kata Ade Yasin.

Sumber: republika.co.id