Peran Relawan di Garis Depan Hadapi Covid

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia. Jutaan orang sudah terpapar dan ratusan ribu orang telah gugur akibat penyakit ini. Semua pihak bahu-membahu menyelamatkan nyawa dan berusaha keluar dari masa pandemi ini.

Asisten Deputi Penanganan Pasca Bencana Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Nelwan Harahap mengatakan seluruh pihak dari berbagai sektor, baik relawan, pekerja, maupun petani sekalipun memiliki kontribusi yang sama dalam melawan COVID-19.

“Hampir semua lini telah mempertaruhkan seluruh dedikasi dan kemampuan untuk sama-sama bertahan hidup. (semua) Bersama melawan COVID-19, tidak terkecuali petani kita di luar sana,” ujarnya dikutip dari keterangan pers Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rabu (19/8/2020).

Hari Kemanusiaan Dunia pada 19 Agustus 2020 bisa menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk bergotong royong melawan COVID-19. “Kita tidak lagi melihat sekat antara satu dengan yang lain. Tidak ada perbedaan antara pemerintah dan non-pemerintah,” ucapnya.

Sumber: sindonews.com

Pawai Obor Tahun Baru Hijriyah di Zona Hijau Banten, Cara Anak Lawan Kejenuhan

SERANG (Jurnalislam.com) – Tahun Baru Hijriyah merupakan salah satu hari besar umat Islam. Setiap tahun umat Islam memperingatinya dengan beraneka ragam kegiatan.

Salah satu kegiatan khas yang dilakukan adalah pawai obor, seperti yang dilakukan oleh warga perumahan Taman Krakatau Zona Rivera Serang Banten kemarin malam (19/8/2020).

Pawai obor ini diinisiasi oleh ibu-ibu PKK di perumahan Taman Krakatau Serang, karena melihat anak-anak tampak merasa jenuh dengan aktifitas di rumah saja dan sekolah daring hampir 6 bulan selama pandemi.

“Anak-anak kelihatan tampak jenuh dengan daring, kegiatan ini selain untuk memperingati tahun baru Islam juga intinya untuk membahagiakan anak-anak agar ada refreshing karena sehari-harinya mereka daring dan supaya anak-anak tetap semangat beraktifitas walapun pandemi belum berakhir” kata Fitriyani ketua panitia pelaksana kepada jurnalislam.com

Dengan pertimbangan daerah mereka merupakan zona hijau dari pandemi dan usulan acara mendapatkan dukungan RT, DKM dan Majlis Taklim setempat, kegiatan pawai obor memperingati tahun baru Hijriyah 1442 ini pun akhirnya terlaksana.

Start dimulai dari lapangan zona Rivera kemudian keluar zona dan finish di musholla zona Rivera, perjalanan pawai sekitar 1 km.

Sepanjang perjalanan pawai mereka membawa spanduk bertuliskan “Selamat Tahun Baru 1 Muharram 1442 H” dan melantunkan shalawat nabi.

Tetap memberlakukan protokol kesehatan dengan mewajibkan semua peserta pawai menggunakan masker. Kegiatan pawai obor ini, diikuti oleh sekitar 150 warga zona Rivera yang terdiri dari bapak, ibu dan anak-anak. Mereka tampak bergembira dengan kegiatan ini.  “Seru!” kata Rafi salah satu anak peserta pawai obor.

Sumber dana kegiatan ini diperoleh dari kas PKK dan RT selain untuk perlengkapan pawai juga untuk snack peserta. Tampak Ibu-ibu dan bapak-bapak kompak dalam acara ini.

BPJPH Dorong Berdirinya Halal Center di Kawasan Industri Halal

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Kepala  Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag, Sukoso, bersyukur dengan terbitnya Permenperin Nomor 17 Tahun 2020 tentang Pembentukan Kawasan Industri Halal.

Dia menyatakan siap bekerja sama dengan Kemenperin dalam penyelenggaraan Jaminan Produk Halal, termasuk mendorong berkembangnya Kawasan Industri Halal di Indonesia. Bahkan, Kemenag dan Kemenperin telah menjalin sinergi penyelenggaraan Jaminan Produk Halal sejak Oktober 2019. Hal itu ditindaklanjuti MoU fasilitasi sertifikasi halal bagi UMK yang ditandatangani pada 13 Agustus 2020.

“Bahkan sebenarnya BPJPH sudah MoU dengan Kemenperin, KNEKS dan KADIN dalam Jaminan Produk Halal. Jadi yang di sini semuanya sudah bekerja sama,” ungkap Sukoso.

Dalam mendukung berkembangnya ekosistem halal, Sukoso mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah hal. Di antaranya, BPJPH telah mengadakan pelatihan untuk menyiapkan SDM calon Auditor halal, mendorong berdirinya LPH dan Halal Center serta penyelia halal yang kesemuanya tentu dibutuhkan dalam pengembangan Kawasan Industri Halal.

Sukoso juga menyatakan bahwa terbentuknya ekosistem halal di Indonesia sangat penting guna mewujudkan industri produk halal nasional yang maju dan mampu bersaing secara global.

“Peluang industri halal ini begitu besar.  Kita tidak boleh hanya menjadi captive market saja. Namun produk halal Indonesia untuk masyarakat dunia,” tegas mantan guru besar Unibraw itu.

Webinar yang digelar secara virtual oleh Direktorat Perwilayahan Industri Kemenperin itu juga menghadirkan beberapa narasumber lain, di antaranya Direktur Eksekutif KNEKS Ventje Rahardjo, Direktur Perwilayahan Industri Kemenperin Ignatius Warsito, dan Ketua Kadin Indonesia Komite Timur Tengah (OKI) Mohamad Bawazeer. Acara dimoderatori oleh Vice Chairman Indonesia Center for Technology Empowerment, Agus Budiyono.

 

Libur Panjang, Bandara Dipadati Penumpang

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Libur panjang membuat sejumlah bandara di Indonesia mulai dipadati penumpang setelah dalam beberapa bulan terakhir sepi. Berdasarkan laporan Angkasa Pura I pada periode 1 – 16 Agustus 2020 mencatat trafik penumpang di bandara mencapai 1.000.099 orang, tumbuh 53% dibanding trafik penumpang pada periode yang sama bulan sebelumnya 1-16 Juli 2020 yang hanya sebanyak 652.107 orang.

“Terus tumbuhnya trafik penumpang semakin menumbuhkan optimisme kebangkitan industri aviasi. Angkasa Pura I juga konsisten menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 yang ketat sehingga diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir untuk melakukan perjalanan udara,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi di Jakarta, Kamis (20/9/2020).

Berdasarkan laporan Angkasa Pura I pada periode 1 – 16 Agustus 2020 mencatat trafik penumpang mencapai 1.000.099 orang, tumbuh 53% dibanding trafik penumpang pada periode yang sama bulan sebelumnya 1-16 Juli 2020 yang hanya sebanyak 652.107 orang. Sedangkan trafik pesawat pada periode 1-16 Agustus 2020 sebanyak 13.197 pergerakan pesawat, tumbuh 21% dibanding trafik pesawat pada periode yang sama yang sebanyak 10.834 pergerakan. Sementara itu, trafik kargo pada periode ini mencapai 18.203.088 kg.

Adapun trafik penumpang di bandara Angkasa Pura I sejak Mei hingga Juli 2020 secara berurutan yaitu 77.342 orang, 648.567 orang, dan 1.363.912 orang. Sementara, trafik penumpang di 15 bandara Angkasa Pura I terus mengalami pertumbuhan sejak Mei hingga pertengahan Agustus 2020.

Sebab itu, selain konsistensi penerapan protokol kesehatan di bandara, lanjut Faik Fahmi, Angkasa Pura I juga melakukan upaya lain untuk memudahkan dan menambah kenyamanan masyarakat melakukan perjalanan udara seperti penyediaan fasilitas rapid test di 11 bandara dan penambahan jam operasional bandara.

Sumber: sindonews.com

Kemenperin Dorong Tumbuhnya Kawasan Industri Halal

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong tumbuhnya Kawasan Industri Halal di Indonesia. Kemenperin berharap Kawasan Industri Halal yang telah terbangun dapat berkembang dengan pesat.

Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAAI) Kemenperin, Dody Widodo, mengungkapkan hal itu saat menjadi keynote speaker webinar Perwilayahan Industri #1 yang bertema ‘Penguatan Ekosistem Industri Halal Indonesia’.

“Kami berharap Kawasan Industri Halal yang sudah ada, seperti yang sudah kita survey di Cikande, dapat berkembang dengan pesat,” ungkap Dody, Selasa (18/08).

Menurut Dody, terbangunnya Kawasan Industri Halal sangat penting dalam mewujudkan ekosistem industri halal di tanah air. Sehingga, industri halal dapat berkembang dan produk halal dapat dihasilkan dari supply chain yang lengkap. “Karena, dengan adanya ekosistem halal, maka produk halal dapat dihasilkan dari rantai supply yang lengkap. Di Kemenperin akan mengelola sekitar seribu harmoni HS (harmonised system) produk. Ini sangat banyak dan tentunya perlu konsentrasi dan penanganan secara khusus,” jelas Dody.

Untuk mewujudkan target tersebut, Dody mengungkapkan pihaknya harus bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). “Kementerian Perindustrian tidak bisa berjalan sendiri. Kemenperin bersama Kemenag dan MUI harus bekerja sama. Semua yang hadir di sini dan siapapun dapat memberikan sharing dukungan juga untuk pengembangan kawasan industri halal ini,” imbuh Dody.

Dody juga mengingatkan bahwa peluang pasar dan investasi di sektor halal sangat besar. Karenanya, pengembangan ekosistem halal menjadi sebuah keniscayaan untuk dilakukan dan pemerintah telah berkomitmen untuk itu.

 

Pembajakan Akun Medsos Tokoh KAMI Disebut Ciderai Demokrasi

 JAKARTA(Jurnalislam.com) – Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid ikut angkat bicara menyikapi ancaman, teror, intimidasi serta pembajakan akun media sosial (Medsos) tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Menurut dia, ancaman, teror, intimidasi serta pembajakan akun media sosial tokoh KAMI itu merupakan warisan penjajahan, serta tak sesuai dengan nilai demokrasi dan prinsip negara hukum di Indonesia yang seharusnya dijaga dan dijunjung tinggi.

Pria yang akrab disapa HNW ini pun menilai sejumlah tokoh nasional KAMI seperti Din Syamsuddin (Muhammadiyah), Rahmat Wahab Hasbullah (NU), Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, Rizal Ramli, Sri Edi Swasono, Meutya Hatta, dan Abdullah Hehamahua adalah tokoh senior bangsa atau tokoh moderat dan terhormat dengan latar belakang yang menandakan cinta dan peduli mereka kepada bangsa dan NKRI.

Maka itu, HNW menilai ironis karena ancaman, perudungan, pembajakan dan teror tersebut justru terjadi ketika bangsa Indonesia baru memperingati 75 tahun Indonesia merdeka, dan 75 tahun berkonstitusi UUD 45.

HNW mengatakan, bangsa Indonesia dahulu berjuang untuk merdeka dari penjajahan asing, dan kemudian melakukan reformasi dari Orde Baru, salah satu tujuannya agar bisa berdemokrasi dengan baik dan benar, menghormati HAM dan Hukum, serta melaksanakan cita-cita Indonesia merdeka untuk kesejahteraan dan kemajuan Rakyat Indonesia sebagaimana disepakati ada dalam Pembukaan UUD 45.

“Dalam negara hukum, yang hormati HAM untuk dapat menyampaikan hak menyampaikan pendapat untuk mengisi kemerdekaan dengan perbaikan negara, agar kiblat Bangsa tak melenceng, dan selalu sesuai dengan Pancasila dan UUD 45,” ujarnya, Kamis (20/8/2020).

Karena itu, HNW menilai deklarasi damai dan demokratis KAMI dengan 8 tuntutannya yang moderat dan konstruktif itu selayaknya didukung dan tidak malah difitnah untuk membuktikan Indonesia memanglah negara yang sudah merdeka, negara demokrasi dan negara hukum.

Sumber: sindonews.com

Masih Pandemi, Perayaan Tahun Baru Hijriyah Terapkan Protokol Kesehatan

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Umat Islam menyongsong tahun baru Hijriyah 1442H pada Kamis, 20 Agustus 2020. Momentum ini seringkali dirayakan oleh sebagian umat Islam dengan beragam kegiatan, salah satunya parade tahun baru.

Dirjen Bimas Islam Kamaruddin mengingatkan bahwa saat ini dunia, termasuk Indonesia, masih dilanda pandemi Covid-19. Karenanya, dia berharap segala bentuk giat menyambut tahun baru digelar secara sederhana dan mengantisipasi terjadinya penularan Covid. Untuk itu, seperti perayaan hari besar Islam sebelumnya (Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha), protokol kesehatan Covid-19 harus diterapkan.

“Jika ada seremonial perayaan, agar digelar sederhana dan mematuhi protokol Covid-19,” pesan Kamaruddin di Jakarta, Rabu (19/08).

“Tetap jaga jarak dan hindari potensi kerumunan massa,” sambungnya.

Kamaruddin berharap tahun baru Islam 1442 H menjadi sarana evaluasi diri atas capaian individu sebagai hamba Allah dan juga capaian kolektif sebagai warga bangsa dan komunitas umat Islam. Termasuk juga evaluasi terkait kualitas keberagamaan.

“Hijrah berarti bertransformasi ke arah yang lebih baik. Semoga setiap tahun kita naik kelas,” harapnya.

Diprotes Umat, Ini Poin Draf RUU BPIP Diduga Bentuk Makar Konstitusi

SURABAYA(Jurnalislam.com) – Dalam apel siaga jaga Pancasila yang digelar Forum masyarakat Jawa Timur di lapangan gedung Juang jl.Mayjend Sungkono no.45 Surabaya, Selasa pagi (18/08/2020) menyatakan adanya upaya makar konstitusi yang mengancam keutuhan NKRI.

 

Hal tersebut disampaikan Agus Maksum dalam pembacaan pernyataan sikap Forum masyarakat Jatim,

 

“Upaya untuk mengangkat rumusan Pancasila 1 Juni yang secara terselubung digunakan untuk menafsirkan rumusan Pancasila yang disahkan tanggal 18 Agustus 1945, sebagaimana yang terdapat dalam draf RUU HIP maupun yang dimuat dalam konsideran draf RUU BPIP, adalah bentuk makar konstitusi yang mengancam eksistensi NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945”, terangnya.

 

Lebih lanjut ia juga meminta kepada penegak hukum untuk mengusut tuntas dan menuntut secara hukum terhadap para pelaku makar konstitusi tersebut,

 

“Tindakannya telah mengancam kedaulatan dan keutuhan NKRI. Dengan demikian diharapkan akan menimbulkan efek jera bagi yang lain sehingga tidak terjadi hal serupa di kemudian hari”, katanya.

 

Forum masyarakat Jatim juga mendesak pembubaran terhadap partai politik dan organisasi massa yang terbukti mempunyai niat untuk melakukan makar konstitusi.

 

Kontributor: Bahri

Tahun Baru Hijrah Momentum Perubahan Lawan Covid

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Umat Islam menyongsong tahun baru 1 Muharram 1442H (Hijriyah).

Menag Fachrul Razi mengajak umat untuk meneguhkan persatuan dan mewujudkan kehidupan berbangsa yang lebih baik.

Menurutnya, tahun baru hijriyah selalu mengingatkan umat Islam pada momen bersejarah hijrah Rasulullah dari Makkah ke Madinah.

Semangat hijrah adalah berpindah dari keadaan yang tidak baik di suatu tempat ke tempat lain untuk menggapai keadaan yang lebih baik. Hal ini mengandung makna sangat tinggi bagi berbagai hal yang sama dalam kehidupan manusia.

“Mari manfaatkan momentum 1 Muharram 1442H untuk teguhkan persatuan menuju dan mewujudkan Indonesia maju,” pesan Menag di Jakarta, Rabu (19/08).

“Dalam kehidupan nyata, hijrah bisa bermakna perpindahan dari kemungkaran kepada ketakwaan, dari keterbelakangan kepada kemajuan, dari yang mudarat kepada yang manfaat, dan juga dari peradaban jahiliyah ke peradaban yang bermartabat,” sambungnya.

Menurut Menag, ada beberapa makna penting yang bisa digali dari peringatan tahun baru hijriyah.

Pertama, hijrah mengingatkan umat pada sikap istiqamah atau teguh pendirian Nabi Muhammad saw yang tetap berjuang menyebarkan Islam meski menghadapi berbagai rintangan, hambatan dan ancaman.

Kedua, hijrah cermin kecerdasan pemikiran Nabi dalam perjuangan dakwahnya, menyebarkan agama Islam.

Ketiga, hijrah bermakna berpindah dari keadaan yang tidak atau kurang baik, ke keadaan yang lebih baik.

“Mari peringati tahun baru Islam dengan penuh syukur. Manfaatkan kehadirannya untuk terus berusaha hijrah menjadi manusia, bangsa dan umat yang lebih baik. Mari hijrah dari berbagai kepurukan akibat dampak wabah covid-19, ke perbaikan yang telah dirancang untuk dilaksanakan bersama-sama. Semoga cita-cita Indonesia Maju segera terwujud. Aamiin,” tutur Menag.

“Di tengah pandemi, tetap terapkan protokol kesehatan. Sambut tahun baru dengan kesederhaan dan penuh rasa syukur. Tetap aga jarak, gunakan masker, dan rajin cuci tangan,” tutupnya.

SMP Muhammadiyah Peringati Hari Kemerdekaan Via Daring

SURAKARTA(Jurnalislam.com)–Ragam kegiatan secara virtual digelar SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta dalam memperingati Hari Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut berupa perlombaan yang digelar pada Sabtu (15/8) dan pentas seni yang bertajuk Konser Merah Putih pada Selasa (18/8).

Heru Hadiyono selaku Wakasek Kesiswaan menyampaikan memang kegiatan pada tahun ini digelar berbeda dengan tahun sebelumnya karena suasana masih pandemi dan para siswa sedang belajar dari rumah.

“Perayaan Hari Kemerdekaan di sekolah menyesuaikan situasi dan kondisi. Tujuannya masih sama seperti tahun sebelumnya yakni untuk mengajak kepada para siswa memaknai secara mendalam perjuangan para pahlawan dalam berjuang mewujudkan kemerdekaan,” ungkap Heru kepada media.

Heru Hadiyono juga menambahkan pemaknaan terhadap nilai kejuangan tersebut diwujudkan dalam kegiatan perlombaan seperti membaca teks proklamasi, menulis puisi kemerdekaan, menyanyi lagu wajib nasional, lomba desain poster, story telling cerita rakyat, dan lomba cerdas cermat (kuis). Kesemua lomba tersebut digelar secara virtual dengan melibatkan peserta siswa kelas 7, 8, dan 9 yang berjumlah 271 siswa.

Terlihat anak-anak antusias dalam mengikuti setiap perlombaan. Peserta lomba merekam kemampuan dalam membaca teks proklamasi, menyanyi, dan story telling dari rumah masing-masing dalam video berdurasi 5-8 menit.

Karya video dikirim ke panitia melalui e-mail untuk dinilai dewan juri. Karya yang terbaik akan diupload di media sosial sekolah yakni youtube PK TV. Begitu pula perlombaan menulis puisi, para siswa mengirim tulisan melalui email dan karya yang terbaik akan didokumentasikan sekolah.

Adlyn Filzah Izzati selaku ketua IPM menyampaikan bahwa pengumuman kejuaraan lomba akan disampaikan dalam konser Merah Putih pada Selasa (18/8) yang digelar secara virtual live streaming di youtube PK TV smpmuhpksolo.

“Pastinya beda dari tahun sebelumnya, biasanya ketemu langsung sedangkan sekarang belum bisa. Walaupun kondisi berbeda, tetapi ada tantangan dan tetap semangat. Acara tersebut akan diisi dengan penampilan siswa berupa pembacaan puisi, musikalisasi puisi, penampilan musik band, dan sebagainya,” tandasnya.