Sibuk, Bagaimana Hukum Menitipkan Anak kepada Orang Tua?

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Zaman sekarang banyak sekali orang yang menitipkan anaknya kepada kedua orangtua. Mungkin karena mereka terlalu sibuk atau memang tidak sanggup merawat anaknya akibat pekerjaan yang menguras banyak waktu dan tenaga, alhasil dititipkanlah anak-anak itu kepada orangtuanya.

Lalu sebenarnya bagaimana hukumnya menitipkan anak kepada orangtua? Apakah diperbolehkan?
KH Yahya Zainul Ma’arif atau akrab disapa Buya Yahya mengingatkan untuk tidak menyusahkan kedua orangtua dengan tidak menitipkan anak-anaknya kepada mereka.

“Ibumu sudah repot denganmu, jangan kau repotkan ibumu dengan anakmu,” ujar Buya Yahya, pimpinan Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al Bahjah Cirebon, dikutip dari akun Youtube Al Bahjah TV, Ahad (23/08/2020).

Umat Islam harus memuliakan kedua orangtuanya, bahagiakan mereka, jangan membuatnya menangis. Jika memang belum bisa membahagiakannya, setidaknya janganlah kalian menyusahkan hidup mereka. Buat hidup mereka senang, tenang, dan nyaman.

Memang terkadang orangtua kita sendiri yang meminta untuk mengurus cucu-cucu mereka, mungkin karena merasa tidak percaya jika cucunya dirawat orang lain. Jika orangtua tersebut menikmati waktu menjaga cucu-cucunya, maka sah dan boleh-boleh saja, tapi dengan catatan jangalah memanfaatkan hal tersebut. Hal yang perlu diperhatikan adalah jangan merasa memperbudak orangtua, maka haram hukumnya.

“Kalau itu dinikmati oleh orangtua, boleh. Akan tapi yang perlu dipahamkan adalah jangan merasa memperbudak ibu, itu haram,” tegas Buya Yahya.

Jika hal ini sangat dinikmati oleh orangtua maka bukan sebuah kezaliman kepada seorang ibu atau orangtua. Tapi sekali lagi diingatkan dalam hal ini, hati kita tidak boleh menikmatinya.

“Yang paling penting ada di hatimu yaitu jangan sampai menikmati,” sambungnya.

Jika orangtua mengerjakan sesuatu di rumah, janganlah kalian sesekali menikmatinya. Sering-sering meminta maaf kepada mereka dan sadari kalau kedua orangtua itu harus dimuliakan. Berbakti kepada orangtua merupakan salah satu amalan yang paling utama yang diajarkan dalam Islam.

Apabila di sekitar kita adanya unsur perbudakan yang terjadi kepada kedua orangtua, seperti orangtuanya dijadikan baby sitter untuk menjaga anak-anak mereka dengan kata-kata “menitipkan anak” maka perlu hati-hati karena hal ini termasuk durhaka halus kepada orang tua. Sudah sepatutnya kita mengingatkan orang tersebut agar lebih memuliakan orangtuanya.

Buya Yahya dalam tausiahnya menyampaikan sebuah cara yang paling benar ketika ingin mengingatkan sesuatu kepada seseorang, yaitu kita bisa menulis sebuah surat karena kebenaran tidak harus dijawab oleh lisan.

Maka kita bisa mengirimkan surat kepadanya, tanpa adanya alamat yang jelas, sekadar untuk mengingatkan dengan bahasa yang sopan, tujuannya sangat baik, penuh kasih sayang dan cinta. Surat tersebut pun nantinya akan dibaca dan kemudian orang tersebut akan sadar.

Positif Covid, Wakil Bupati Sidoarjo Meninggal Dunia

SIDOARJO(Jurnalislam.com) – Kabar duka datang dari Sidoarjo, dimana Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin meninggal dunia, Sabtu (22/8/2020) sekitar pukul 15.00 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo.

Diketahui tidak penyakit yang diderita almarhum Wakil Bupati Nur Ahmad Syaifuddin. Sebelumnya Nur Ahmad Syaifuddin dirawat di RSUD Sidoarjo sejak Sabtu pagi (22/8/2020).

Kabar ini dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, Syaf Satriawarman saat dikonfirmasi.

“Inggih (iya),” kata Syaf saat dikonfirmasi terkait meninggalnyaWakil Ketua DPC PKB Sidoarjo tersebut.

Menurut Syaf, almarhum hari ini menjalani perawatan di rumah sakit. Hanya saja belum ada yang tahu penyakit apa yang diderita almarhum yang juga Plt Bupati Sidoarjo ini.

Berdasarkan hasil swab test, almarhum Nur Ahmad Syaifuddin yang meninggal dunia, Sabtu (22/8/2020) dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19. Nur Ahmad tutup usia sekitar pukul 15.00 WIB di RSUD Sidoarjo, Jawa Timur.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Sidoarjo, Syaf Satriawarman saat dikonfirasi menjelaskan, almarhum selama ini enggak ada keluhan sakit. “Kena COVID-19,” katanya, Sabtu petang (22/8/2020).

Sumber: sindonews.com

Puluhan Organisasi Mitra SRPB Jatim Dibekali Pelatihan Covid-19

 MOJOKERTO(Jurnalislam.com) – Sekitar 70 pengurus organisasi mitra Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jatim menghadiri Rakor bersama BPBD Jatim. Mereka berasal dari berbagai organisasi relawan seluruh Jatim, Sabtu (22/8). Kegiatan ini diadakan di Obis Camp, Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

 

Acara ini dibuka secara seremonial oleh Koordinator SRPB Jatim Dian Harmuningsih. Para peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dilanjutkan dengan Mars Tangguh. Sebelum acara, para peserta menyantap sarapan pagi dan saling silaturahmi.

 

“Rakor ini diawali dengan pelatihan-pelatihan karena merupakan program lanjutan dari Posko Gabungan di Kodam V Brawijaya lalu,” ungkap Dian.

Pelatihan ini, lanjut Dian, bisa diajarkan kepada anggota-anggota organisasi mitra SRPB Jatim. Diharapkan mereka bisa menyosialisasikan penanganan pandemi Covid-19 kepada masyarakat maupun komunitas-komunitasnya.

 

Ada empat program pelatihan yang diberikan kepada peserta. Di antaranya adalah Kerumunan Massa, Masjid Tangguh, Pasar Tangguh, dan InaRisk. Ada dua kelas yang digelar untuk para peserta. Satu kelas di indoor dan satunya di outdoor. Mereka mengikuti pelatihan ini dengan antusias.

 

“InaRisk sangat penting bagi para pengurus organisasi mitra agar mereka juga mengetahui ancaman bencana di sekitarnya. Termasuk bahaya Covid-19,” ungkap Wawan Kimiawan, pemateri InaRisk.

 

Selain itu, peserta diajari upload kegiatan mereka di InaRisk Personal. Dengan upload ke Aplikasi InaRisk, BNPB bisa mengetahui kegiatan-kegiatan para relawan dalam menghadapi pandemi Covid-19.

 

Sementara, di pelatihan Masjid Tangguh, pemateri Budi Cahyono mengungkapkan betapa susahnya mengatur perilaku masyakarat yang bandel mengahadapi Covid-19. Butuh penyadaran dan sosialisasi terus-menerus yang dilakukan oleh relawan untuk menyadarkan masyarakat yg bandel.

 

Budi juga membuat terobosan penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah ibadah cukup dengan WhatsApp. “Cukup di WA, kami 24 jam melayani rumah-rumah ibadah di Pamekasan,” timpalnya.

 

Dengan menggunakan WA, organisasinya bisa memutuskan birokrasi dan aturan yang jlimet. Apalagi, penyemprotan disinfektan sangat urgen bagi rumah-rumah ibadah.

 

Para peserta juga saling sharing pengalaman-pengalaman mereka dalam penanganan Covid-19 di daerah. Berbagai suka duka dialami para relawan dalam menangani Covid-19. Cerita-cerita unik juga muncul dalam sharing ini.(*)

Menjadi Kuat dengan Kisah

(Jurnalislam.com)–Kamu pasti ingin dikenang dalam kisah-kisah yang diceritakan oleh anak cucumu kelak. “Ayahmu dulu seorang bintang, Ibumu dulu seorang putri anggun, kakekmu dulu seorang patriot, nenekmu dahulu seorang wanita dermawan.”

Kisah bukan hanya tentang menceritakan dan mendengarkan. Kisah adalah memori yang menyimpan pelajaran dan seringkali mengandung idealisme. Ketika diri kita sedang runtuh, beberapa kisah bisa merehatkan diri kita. Ketika kita sedang kerontang, sekelumit kisah mampu membanjiri kita dengan air bah hikmah.

Kita memang tidak bisa menghidupkan lagi sosok Umar yang hidup 1440 tahun lalu, namun kita bisa menghadirkan keberaniannya, kecerdasan dan kepiawaiannya pada generasi kita lewat kisah-kisah. Kita juga tak mungkin memaksa Al Fatih untuk keluar dari makamnya, tapi kita kuasa menginstal Al Fatih dalam seribu kepala anak-anak muda.

Yang seperti itu, lewat kisah jalannya.  Dikisahkan dalam Al Qur’an erat kaitannya dengan sejarah. Karena sejarah adalah ilmu menjaga memori keagungan. Sejarah adalah cara kita menciptakan suasana kepahlawanan; agar anak-anak kita tidak kehilangan jati dirinya.

Dari kisah kita bisa tahu bahwa ada keagungan yang begitu membentang luas dalam bahtera peradan Islam yang dihiasi lentera-lentera keilmuan dan Arsitektur yang menawan walau mata jauh memandang.

Lihat kesatria-kesatria besar yang perannya sangat mendominasi dalam 13 abad silam. Tak dipungkiri intelektual Islam sebagai acuan bagi para aktor yang haus akan keilmuan dari berbagai penjuru dunia.

Mereka para singa sejak dalam buaian, kita saja yang menjadikannya kambing dengan kisah-kisah roman picisan atau riwayat-riwayat pahlawan berjubah palsu. Hingga zaman kita tak lagi dibalut rindu keagungan itu, tetapi malah di gerogoti oleh khayalan fiktif belaka. Sungguh ironi jika kisah saja tak kau anggap ada. [Muhammad Dyan]

Geopolitik Timteng Bergeser, Indonesia Konsisten Dukung Palestina

INTERNASIONAL(Jurnalislam.com)– Duta Besar Indonesia untuk Yordania dan Palestina, Andy Rachmianto mengungkapkan bahwa Indonesia konsisten mendukung kemerdekaan Palestina walaupun kondisi geopolitik Timur Tengah (Timteng) terus berubah.

Bagi Indonesia, dukungan kemerdekaan Palestina adalah amanah konstitusi dan wujud kesungguhan dukungan terhadap resolusi PBB terkait Palestina.

“Indonesia berada pada posisi yang kuat, jelas dan konsisten mendukung kemerdekaan Palestina. Indonesia berupaya memberikan dukungan kepada bangsa Palestina meliputi dukungan politik, ekonomi, sosial, diplomasi kemanusiaan dan lain-lain,” kata Andy dalam seminar daring bertajuk ‘Pergeseran Politik Timur Tengah Pasca-Ledakan di Lebanon dan Manuver UAE: Bagaimana Sikap Indonesia?’, Sabtu (22/8/2020).

Andy mengatakan, hingga saat ini pemerintah aktif menggalang dukungan internasional bagi terwujudnya kemerdekaan Palestina, baik secara bilateral maupun multirateral. Dalam berbagai forum internasional Indonesia selalu menyuarakan aspirasi kemerdekaan Palestina berdasarkan resolusi PBB. Saat ini sedikitnya ada dua tantangan besar yang dihadapi bangsa Palestina. Pertama menyikapi proposal damai yang dibuat Donald Trump atau Deal of Century. Kedua masalah aneksasi wilayah Palestina oleh Israel.

“Indonesia sangat serius memandang kedua masalah ini. Bagi kita masalah ini harus ditempatkan dalam kerangka amanah konstitusi dengan mempertimbangkan poin-poin resolusi PBB,” ujar Andy.

Sumber: sindonews.com

 

 

Palestina Merdeka Amanat Konstitusi dan KAA

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Anggota Komisi I DPR RI Sukamta menekankan dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina tidak hanya merupakan amanat konstitusi UUD NRI 1945, melainkan juga peran kesejarahan Indonesia yang sukses menggalang Konferensi Asia Afrika (1955).

“Peran sejarah Indonesia mengilhami bangsa-bangsa yang terjajah agar tak lelah memperjuangkan kemerdekaan, semangat yang mungkin tidak dimiliki bangsa-bangsa Arab sekalipun. Kalau mereka menormalisasi hubungan dengan Israel, sementara Palestina belum merdeka, maka Indonesia sebaliknya, Palestina merdeka merupakan syarat untuk mewujudkan normalisasi dan perdamaian,” kata Sukamta.

Sementara itu Sekretaris Eksekutif Institute Indonesia, Lili Nur Aulia menyebut apa yang terjadi di Timur Tengah saat ini secara tidak langsung akan berdampak terhadap proses kemerdekaan Palestina. Karena apapun yang terjadi di kawasan teluk akan bermuara pada isu Palestina dan Israel.

Hal terbaru yang menurut Lili akan berpengaruh adalah dibukanya hubungan diplomatik antara Uni Emirat Arab dan Israel. Lili mensinyalir, hubungan kerjasama ini akan diikuti oleh negara-negara Arab lain.

Lili menyebut ada enam peran yang dapat dilakukan bangsa Indonesia dalam menyikapi isu aktual di Timur Tengah yang akan berdampak pada proses kemerdekaan Palestina.

Sumber: sindonews.com

Hadiri Deklarasi KAMI Yogyakarta, Gatot: Ini Gerakan Moral

SOLO (Jurnalislam.com)– Mantan Panglima TNI Jendral (Purn) Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) kedepan tidak akan menjadi sebuah partai politik.

Hal itu disampaikan Jendral Gatot usia menghadiri Deklarasi KAMI Jateng dan DIY di Gedung Umat Islam Kartopuran Solo pada kamis, (20/8/2020).

“Saya tidak, jadi ingat kalau kami ini berubah jadi parpol, pasti saya tidak akan ada disitu,” katanya kepada wartawan.

“Jadi gerakan KAMI ini adalah gerakan moral, kenapa gerakan moral? Karena politik paling tinggi adalah bermoral, apabila politik tanpa moral dia akan jadi politik transaksi, dan politik moral ini adalah politik yang mengusung agar cita cita bangsa yang disampaikan oleh para pendiri bangsa ini bisa dilaksanakan,” imbuh Jendral Gatot.

Lebih lanjut, ia ikut menyoroti soal RUU HIP, ia menyebut bahwa RUU HIP adalah bentuk penghianatan terhadap pancasila.

“Bahwa dalam pembukaan UUD 1945 itu Ketuhananan yang Maha Esa sampai 5, yakni Pancasila, dan pancasila apabila diubah menjadi trisila atau ekasila maka itu bukan lagi NKRI, bubar negara ini, itu yang tidak boleh,” ungkap Jendral Gatot.

“Maka saya bangkit untuk ini, untuk setia kepada NKRI yang berdasarkan pancasila dan UUD 1945, ini sumpah saya sebagai manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa, apabila saya tidak melaksanakan itu, selesai, dosa saya luar biasa,” pungkasnya.

KAMI Jateng: Pendaku Pancasilais Justru Paling Banyak Korupsi

SOLO (Jurnalislam.com)–Kampung halaman Presiden Jokowi menjadi tempat deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jateng dan DIY.

Bertempat di Gedung Umat Islam Kartopuran, ratusan perwakilan dari 21 kota di Jateng dan DIY hadir dalam deklarasi pada Kamis (20/8/2020).

Salah satu inisiator KAMI Jendral Purn Gatot Nurmantyo turut hadir dalam deklarasi tersebut, selain Jendral Gatot, turut hadir Tokoh Mega Bintang Mudrick M Sangidu, Syukri Fadholi, KH Syihabbudin, KH Ahmad Rofi’i, dan sejumlah tokoh lainnya.

Presedium KAMI Jateng Mudrick M Sangidu menyebut bahwa saat ini pemerintah sudah bertindak represif terhadap tokoh dan masyarakat yang kritis terhadap pemerintah.

“Deklarasi KAMI ini ternyata mendapatkan dukungan dari mayoritas masyarakat di Indonesia, kenapa? Karena umat Islam dan masyarakat yang kritis terhadap pemerintah diperlakukan tidak adil oleh rezim ini,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pihak pihak yang mengaku pancasialis namun justru melakukan korupsi yang banyak merugikan negara.

“Ini saya mau tunjukan kepada mereka, yang teriak teriak saya pancasila, NKRI harga mati, mulutnya semua itu mulut gombal (bohong-red), mana HTI korupsi, yang korupsi itu pejabat dan wakil rakyat,” ungkapnya.

Ia juga meminta kepada aparat kepolisian dan TNI untuk tidak menjadi alat kekuasaan penguasa untuk membungkam rakyat dan tokoh yang kritis terhadap pemerintah.

“Dan saya minta kepada TNI Polisi untuk tidak menjadi alat kekuasaan saudara saudara, jangan menyepelekan gerakan kami, pertama diingitkan, kalau tidak maka akan terjadi people power, kalau tidak lagi, maka hampir pasti akan terjadi yang namanya revolusi sosial,” ujarnya.

“Dan para pejabat yang mengijinkan cina cina masuk indonesia mengantikan tenaga kerja indonesia adalah penghianat,” tandasnya.

Sebelumnya, KAMI Soloraya juga dideklarasikan bersamaan dengan deklarasi KAMI di Jakarta pada selasa, (18/8/2020).

Tahun Baru Islam Momen Muhasabah dan Bersatu Lawan Covid

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ummat Islam saat ini memasuki tahun baru Hijriah. Tak lupa, Wakil Menteri Agama (Wamenag), KH Zainut Tauhid Sa’adi mengucapkan selamat Tahun Baru Islam 1 Muharam 1442 Hijriah.

 

Momen paling dinanti oleh kaum muslim ini dapat dijadikan sebagai waktunya meningkatkan rasa solidaritas dan kepedulian sosial kepada sesama manusia dan antar umat beragama.

 

“Mari jadikan momen ini sebagai tahun solidaritas dan kepedulian sosial terhadap sesama,” kata Wamenag seperti dikutip dari akun Instagramnya @zainuttauhidsaadi, Kamis (20/8/2020).

 

Ia juga mengatakan, pada tahun baru Islam ini umat Islam agar lebih banyak bersyukur lebih meningkatkan amal kebajikan agar dapat memberikan kemanfaatan sebesar-besarnya bagi umat manusia, bangsa dan negara.

 

“Selain bersyukur dan berdoa, penting juga melakukan refleksi diri dan muhasabah untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar kita menjadi makhluk yang beriman dan bertakwa,” tuturnya.

 

Lebih lanjut Wamenag mengajak seluruh masyarakat, khususnya para tokoh bangsa untuk lebih mengedepankan sikap kenegarawanan, mendahulukan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan.

 

Serta membangun persaudaraan sejati, menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun, harmonis, saling menghormati, mencintai dan menolong dalam semangat persaudaraan kebangsaan.

 

“Terlebih pada musim wabah Covid-19 saat ini, kami mengajak semua pihak untuk bersatu padu, bahu membahu, dan bekerja sama mengatasi musibah pandemi virus Corona,” pungkasnya.

Tahun Baru Islam, MUI Ajak Umat Islam Kuasai Bidang Ekonomi

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Dalam rangka menyambut kedatangan tahun baru Islam 1 Muharam 1442 Hijriah, kaum Muslimin di Indonesia perlu melakukan muhasabah. Langkah muhasabah itu terutama terkait nasib dan keadaan umat saat ini, baik dalam skala nasional maupun global.

Dalam skala nasional diketahui bahwa jumlah umat Islam di Tanah Air menjadi mayoritas (87,2 persen).

Lalu kontribusi yang disumbangkan untuk kepentingan serta kemajuan bangsa tentu saja sudah sangat besar dan banyak. Namun yang masih terasa kurang yaitu dalam dalam bidang ekonomi dan bisnis, terutama dalam skala besar.

“Sebagai contoh, terlihat bahwa dari 10 orang terkaya di negeri ini hanya 1 yang beragama Islam; dan dari 50 orang terkaya, hanya 6 orang yang beragama Islam. Ini tentu masih jauh dari yang kita harapkan,” kata Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Abbas dalam keterangan resmi yang Jurnalislam terima, Kamis (20/8/2020).

Oleh karena itu, lanjut dia, agar kontribusi umat Islam dalam bidang ekonomi kelas atas atau skala besar di masa-masa mendatang bisa meningkat, maka ke depannya harus bisa memacu diri agar jumlah umat Islam yang ada di ekonomi kelas atas juga sesuai proporsi yang dimiliki.

Jadi diharapkan dari 10 orang terkaya di negeri ini nantinya 9 orang beragama Islam. Lalu strategi yang digunakan untuk itu bukanlah dengan mengecilkan yang besar, tapi membesarkan yang kecil. Untuk itu ke depan diharapkan umat Islam harus benar-benar bisa memberikan perhatian yang lebih kepada usaha untuk menciptakan entrepreneur dan intrapreneur yang andal.

“Usaha itu hendaknya benar-benar dilandasi keinginan kita untuk mengubah nasib dan keadaan kita, apalagi seperti kita ketahui jumlah orang yang miskin di negeri ini masih sangat banyak yaitu sekira 30 juta orang, bahkan bisa lebih dari itu, dan mayoritas dari mereka yang miskin tersebut (90 persen) adalah beragama Islam,” ungkapnya.

Dia menambahkan, dengan memajukan ekonomi umat Islam berarti juga telah berusaha memajukan dan menyelesaikan masalah ekonomi bangsa, dan itu adalah menjadi tujuan serta tugas umat.

Kemudian dalam skala global, lanjut KH Anwar Abbas, dilihat umat Islam masih sering dipojokkan oleh negara-negara maju. Maka itu, umat Islam harus bisa meningkatkan persatuan dan kesatuannya agar tidak menjadi bulan-bulanan dari negara-negara maju tersebut.

“Ini penting kita lakukan agar keadilan dalam hubungan antarbangsa bisa tegak dan tidak seperti yang kita lihat saat ini di mana kalau ada negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam melakukan hal-hal yang tidak mereka inginkan maka dengan cepat mereka menyerang dan mengintervensi kita. Tapi kalau yang melakukan itu adalah mereka atau negara-negara satelitnya yang telah menginjak-injak hak asasi manusia seperti yang dilakukan oleh Israel di Palestina, kita melihat mereka bungkam dan tidak bisa menghentikannya,” tegasnya.

Ia melanjutkan, sementara dunia Islam juga terlihat tidak bisa berbuat apa-apa karena seakan terpecah-pecah dan tidak ada dalam satu kesatuan. Oleh karena itu dalam momentum tahun baru Islam ini umat Islam dunia hendaknya benar-benar bisa meningkatkan persatuan dan kesatuan agar kita umat Islam dalam skala global bisa menjadi satu kekuatan dunia yang benar-benar disegani dan diperhitungkan.