WHO Minta Dunia Harus Siap untuk Pandemi Selanjutnya

JENEWA(Jurnalislam.com) — Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan dunia harus lebih siap untuk pandemi berikutnya. Dia meminta negara-negara untuk berinvestasi dalam kesehatan masyarakat.

“Ini bukan pandemi terakhir,” kata Tedros dalam jumpa pers di Jenewa, Senin (7/9). Menurut perhitungan Reuters, lebih dari 27,19 juta orang telah dilaporkan terinfeksi virus corona secara global dan 888.326 telah meninggal sejak kasus pertama diidentifikasi di Wuhan, China, pada Desember 2019. Setelah itu, virus ini menyebar hingga lebih dari 200 negara dan wilayah.

“Sejarah mengajarkan kita bahwa wabah dan pandemi adalah fakta kehidupan. Tetapi ketika pandemi berikutnya datang, dunia harus siap, lebih siap daripada saat ini,” kata Tedros.

PBB telah menginisasi program bernama Covid-19 Vaccine Global Access Facility (COVAX Facility). Program ini menyediakan vaksin yang akan disalurkan kepada 92 negara berpendapatan rendah dan rendah-menengah.

Program tersebut rencananya akan mendistribusikan vaksin sebesar 2 milyar dosis hingga akhir 2021 ke seluruh dunia. Upaya ini akan menjadi penyaluran vaksin terbesar yang pernah ada.

PBB mempercayakan Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) menjadi badan yang memimpin COVAX Facility. Nantinya akan ada 80 negara berpendapatan tinggi mendukung pengadaan vaksin untuk negara yang membutuhkan.

Sumber: republika.co.id

Kasus Corona Global Tembus Angka 27 Juta

WASHINGTON(Jurnalislam.com) — Kasus Covid-19 global menyentuh angka 27 juta pada Senin (7/9). Sementara total korban meninggal akibat pandemi hampir mencapai 890 ribu jiwa.

Mengutip data yang dihimpun John Hopkins University, hingga berita ini ditulis, jumlah kasus Covid-19 di dunia mencapai 27.115.056, sementara korban meninggal sebanyak 889.037 jiwa. Amerika Serikat (AS) tetap menjadi negara dengan jumlah kasus dan kematian tertinggi di dunia. AS tercatat mempunyai 6.277.004 kasus dan 188.941 korban jiwa.

India menyusul di tempat kedua dengan total kasus 4.204.613 dan 71.642 kematian. Saat ini India dipandang sebagai pusat baru pandemi Covid-19. Hal itu karena tingginya lonjakan kasus baru di negara tersebut. Pada 30 Agustus lalu, India melaporkan 78.761 kasus virus korona baru dalam sehari. Itu merupakan jumlah tertinggi yang pernah dilaporkan sebuah negara dalam kurun 24 jam.

Posisi ketiga sebagai negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di dunia ditempati Brasil. Ia memiliki 4.137.521 kasus dan 126.650 kematian. Urutan keempat diduduki Rusia dengan 1.027.334 kasus dan 17.818 kematian. Kemudian posisi kelima diisi oleh Peru dengan 689.077 kasus dan 29.838 kematian.

Pekan lalu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan vaksinasi Covid-19 secara global kemungkinan belum akan terjadi hingga pertengahan tahun depan. Hal itu terkait dengan pemeriksaan keamanan dan efektivitas vaksin. WHO menyadari bahwa saat ini terdapat beberapa kandidat vaksin yang sudah memasuki tahap uji klinis fase ketiga.

Sumber: republika.co.id

Bawaslu Diminta Tegas terhadap Calon Pelanggar Protokol Covid-19

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, M. Nasir Djamil meminta kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar bertindak tegas terhadap Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) yang tidak mematuhi protokol kesehatan sebagaimana yang telah diatur dalam Peraturan KPU.

“Tindakan tegas dari KPU dan Bawaslu kepada bapaslon yang melanggar protokol kesehatan perlu dilakukan, agar seluruh proses pelaksanaan pilkada serentak nantinya patuh terhadap aturan main,” tegasnya, Senin (7/9).

Nasir mengingatkan demi menghindari resiko penyebaran covid-19 serta menciptakan pilkada yang sehat dan nyaman, tindakan tegas dari Bawaslu dan KPU sangat diharapkan. Kemudian jika tidak ada tindakan tegas sekarang, kedepan sulit untuk menghadirkan pilkada yang sehat dan nyaman. Sebelumnya Bawaslu menyatakan sebanyak 141 dari 315 Bapaslon diduga melanggar protokol kesehatan dengan membawa massa, melakukan konvoi yang berlebihan, dan  mengabaikan jaga jarak saat mendaftarkan diri di KPUD setempat.

Menurut Nasir dalam PKPU No 6 Tahun 2020 sudah sangat jelas diatur bagaimana proses pilkada serentak 2020 akan dilaksanakan menyesuaikan dengan protokol kesehatan mengingat adanya bencana non-alam covid-19. Jadi aturan sudah jelas hanya tinggal implementasi saja. Lanjutnya, setiap bapaslon dan tim kampanye diharapkan memiliki pemahaman dan kesadaran bahwa pelaksanan Pilkada saat ini dilakukan dimasa pandemi. Oleh karenanya, mereka harus menyesuaikan diri dengan protokol kesehatan.

“Tentu kita tidak ingin pelaksanaan Pilkada malah kontraproduktif dengan upaya pemerintah yang berupaya menekan penyebaran covid-19, oleh karena itu setiap bapaslon harus memiliki kesadaran diri,” ujar Nasir.

Sumber: republika.co.id

UMM Sabet Gelar Juara Lomba Inovasi Digital Mahasiswa 2020

MALANG(Jurnalislam.com)–Dua tim Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menyabet dua gelar bergengsi dalam Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2020 yang diadakan Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Raihan tersebut antara lain Juara Harapan untuk inovasi pembelajaran digital dengan memanfaatkan teknologi Augmented Reality atau KertubAR. Kemudian mendali perunggu untuk short story tentang pembelajaran daring berjudul “Hari Esok”

Tim Prodi Informatika yang tergabung di divisi II Inovasi Materi Digital Pendidikan membuat aplikasi KertubAR yang merupakan media pembelajaran untuk materi Kerangka Tubuh Manusia. Pada aplikasi ini, fitur Kamera AR dapat memvisualisasikan objek tiga Dimensi (3D) mengenai macam-macam tulang penyusun kerangka tubuh. Ada juga fitur Virtual Button yang dapat memberikan animasi pada objek 3D, mengembalikan bentuk objek 3D ke bentuk semula, serta fitur unggulan lainnya,

Ketua Tim Apliaksi KertubAR, Nur Syafei mengatakan, aplikasinya juga mempunyai fitur kuis. Fitur ini bisa dimanfaatkan sebagai bentuk eveluasi bagi para siswa setelah mempelajari kerangka tubuh manusia melalui aplikasi tersebut. Fitur juga digunakan sebagai uji kompetensi seperti yang sering diberikan guru kepada siswanya setiap pembelajan di sekolah.

“Soal-soal yang disajikan berdasarkan materi Kerangka Tubuh Manusia yang telah dipelajari melalui fitur Kamera AR. Soal tersebut berjumlah 25 soal pilihan ganda,” ungkap Syafei dalam keterangan pers Senin (7/9).

Menurut Syafei, terdapat beberapa perbedaan prinsip antara aplikasinya dengan alat peraga konvensial. Pada KertubAR, guru hanya sebagai fasilitator karena materi kerangka tubuh sudah tersedia di aplikasi. Sementara pada alat konvensional, guru menyampaikan materi dan alat peraga konvensional hanya sebatas peraga.

Sebagai produk digital, KertubAR bisa mengemas berbagai bentuk model 3D. Sementara peraga konvensional hanya model statis yang biasanya memiliki satu bentuk tetap. “Kelebihan lainnya, KertubAR bisa tersedia untuk semua siswa,” ucapnya.

Tim dari Prodi Ilmu Komunikasi yang tergabung ke dalam divisi III Kreasi Video Digital Suntainable Development Goals membuat short story yang mengisahkan Pak Roy yang berprofesi sebagai seorang dosen. Dikisahkan, istri Pak Roy sudah meninggal sejak anaknya masih kecil. Selain berperan menjadi bapak untuk buah hatinya, dia juga harus melengkapi peran sebagai ibu di rumah.

Sumber: republika.co.id

 

Bupati Malang Resmikan Sumur Bor BMH di Kalipare

MALANG(Jurnalislam.com)–Pembangunan sumur bor dan instalasi air bersih untuk warga oleh Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Jatim di Desa Puthukrejo Kecamatan Kalipare Malang telah selesai.

Fasilitas umum tersebut diresmikan oleh Bupati Malang Drs HM Sanusi MM, (Ahad, 6/9).

Bupati Malang Drs HM Sanusi MM mengapresiasi semua pihak yang turut serta memberikan kepedulian kepada masyarakat terdampak kekeringan di musim kemarau, termasuk diantaranya Laznas Baitul Maal Hidayatullah.

“Terimakasih kepada BMH, saat ini pemerintah masih merepotkan BMH. Insyaallah 2022 tidak merepotkan lagi. Karena air sudah mengalir di seluruh Kabupaten Malang,” kata Sanusi dalam sambutannya.

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, bantuan Sumur Bor bantuan BMH saya nyatakan resmi untuk digunakan,” ucapnya.

Pada musim kemarau warga Desa Puthukrejo Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang ini sudah tidak mengalami kesulitan air bersih lagi, hal itu karena sudah ada sumur bor yang selesai dikerjakan oleh BMH.

Proses Pekerjaan dan pembangunan Sumur Bor di Kalipare ini tingkat kesulitan pengeborannya sangat luar biasa.

“Mata bor sering mengalami trouble karena kedalaman pengeboran lebih dari 120 meter serta banyak bebatuannya,” terang Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Jawa TImur, Imam Muslim.

Bantuan Sumur Bor ini menggunakan mesin pompa SP3-33 dan motor kekuatan listrik 2,2 KW.

“Alhamdulillah berkat dukungan semua pihak, akhirnya pembangunan sumur bor telah rampung beserta instalasinya,” lanjutnya.

Saat ini BMH Perwakilan Jawa Timur telah merealisasikan 18 Titik Sumur Bor yang tersebar di Kab/Kota di Jawa Timur.

Acara ini dirangkai dengan pembagian bingkisan Kejutan Muharram kepada anak Yatim dan Dhuafa binaan BMH di desa tersebut.

4,2 Juta Positif, Kasus Covid-19 India Nomor Dua di Dunia

INDIA(Jurnalislam.com) – Jumlah kasus infeksi virus corona covid-19 di India melampaui Brasil pada Senin, 7 September 2020. Data terbaru menunjukkan bahwa India kini berada di nomor dua daftar kasus infeksi terbanyak di dunia di bawah Amerika Serikat, sedangkan Negeri Samba turun di posisi ketiga.

Negara terpadat kedua di dunia itu membukukan lebih dari 90.000 kasus pada Senin kemarin, dan melewati 4,2 juta kasus infeksi, serta lebih dari 68.000 kasus di atas Brasil.

Bahkan, para ahli memprediksi bahwa India bisa saja melampaui angka Amerika sebesar 6,2 juta bulan depan karena penyakit itu menyebar dari kota-kota besar Delhi dan Mumbai ke pedalaman yang luas di mana dua pertiga dari 1,3 miliar penduduk India tinggal.

“Ini menjadi beban ganda sekarang,” ujar Rajib Dasgupta, profesor kesehatan masyarakat di Jawaharlal Nehru University (JNU), Dehli, kepada Reuters, Senin. “Daerah perkotaan tidak melambat, dan daerah pedesaan meningkat.”

Korban tewas India mencapai 71.642, jauh di belakang Amerika yang mencapai 193.000 dan 126.000 di Brasil. Pemerintah mengatakan tingkat pemulihan yang tinggi menunjukkan strategi pengujian, penelusuran, dan pengobatannya berhasil.

Dalam memerangi virus ini, seluruh negeri memiliki beban yang cukup besar, baik dalam hal fasilitas ataupun tenaga medis. Dokter di Max Smart Super Speciality Hospital, dengan fasilitas Covid-19 swasta terbesar di ibu kota India, mengatakan bahwa mereka kelelahan dan kekurangan staf setelah hampir enam bulan bekerja tanpa henti.

Meskipun pandemi tidak menunjukkan tanda mereda, Perdana Menteri India Narendra Modi, memilih untuk mengakhiri sebagian besar pembatasan aktivitas sosial untuk menghidupkan kembali ekonomi. Pemerintah juga membuka kembali layanan kereta bawah tanah dan mengumumkan rencana untuk membuka kembali Taj Mahal bulan ini.

Meskipun layanan kereta dibuka kembali, hanya ada sedikit penumpang di New Dehli setelah berhenti selama lebih dari enam bulan. “Saya senang metro sudah dimulai. Saya dulu memiliki banyak masalah dalam perjalanan ke tempat kerja sebelum ini,” kata Vijender, seorang penumpang bermasker kepada Reuters.

Layanan kereta metro sebagian juga dibuka di kota bagian barat Ahmedabad, kota utara Lucknow, dan beberapa tempat lain, setelah hampir enam bulan ditangguhkan karena pandemi. Sementara Taj Mahal, tempat wisata terkenal di dunia di kota utara Agra, akan dibuka pada 21 September, setelah pembukaan kembali yang dijadwalkan sebelumnya pada Juli ditunda karena tingginya angka infeksi di daerah itu.

Sumber: tempo.co

 

Pemerintah Dinilai Belum Berhasil Jadikan Masyarakat Disiplin Protokol

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Fenomena pada masa pendaftaran pasangan calon Pilkada 2020 membuat publik resah. Ada kekawatiran muncul klaster baru covid-19pada tahapan pilkada selanjutnya. Terlebih, setelah pendaftaran masih ada kampanye yang pasti meyedot kerumunan massa.

Anggota Komisi II DPR Zulfikar Arse Sadikin mengatakan, perilaku abai masyarakat dan paslon terhadap protokol kesehatan merupakan indikasi kuat bahwa situasi pandemi saat ini dianggap remeh. Ini berarti pemerintah belum berhasil membangun kesadaran.

“Jika masyarakat masih belum sadar bahaya pandemi ini, berarti pemerintah belum berhasil menyosialisasikan dengan efektif,” ujar Zulfikar, Selasa (8/9/2020).

Zulfikar meminta ada sanksi tegas yang diterapkan pada tahap selanjutnya. Politikus Partai Golkar ini mendorong pemerintah untuk menjatuhkan sanksi bagi pelanggar.

“Indonesia memiliki Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan Undang-Undang 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan yang mengatur sanksi mulai 1 juta hingga 100 juta rupiah atau penjara 1 tahun, bagi mereka yang tidak mentaatinya,” ujarnya.

Selain itu, Zulfikar mengingatkan demokrasi dan kesehatan merupakan dua hal yang sama-sama esensial bagi bangsa ini. “Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020 sudah menjadi kesepakatan antara Pemeritah, DPR, dan Penyelenggara, maka semua pihak harus siap bertanggung jawab dengan segala konsekusensinya,” pungkasnya.

sumber: sindonews.com

Waspada Klaster Covid-19 Pilkada Serentak

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 berpotensi besar menjadi kluster baru penyebaran wabah covid-19.

Tahapan pendaftaran calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah menjadi bukti betapa sulitnya menerapkan protokol kesehatan di tengah euforia saling dukung dan aksi unjuk kekuatan massa.

Dalam tiga hari terakhir masa pendaftaran, kerumunan massa pendukung pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah memang sungguh mengkhawatirkan. Ratusan hingga ribuan orang berkerumun mengiringi pasangan kepala daerah jagoan mereka untuk mendaftar ke kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD).

Mereka beriringan, baik berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan bermotor. Seperti bakal calon bupati dan wakil bupati Jember Abdus Salam-Ifan Ariadna Wijaya yang memilih berjalan kaki saat mendaftar ke KPU Jember pada Sabtu (5/9/2020).

Dengan diiringi ratusan pendukung, keduanya longmarch sejauh satu kilometer. Pasangan yang diusung koalisi PDI Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa, PAN, Golkar, Perindo, dan Beringin Karya ini berangkat dari Sekretariat DPC PKB di Jalan Danau Toba, kemudian menyusuri sepanjang Jalan Kalimantan menuju Kantor KPU Jember. Di sela-sela longmarch, tim pemenangan pasangan pengusaha ini membagi-bagikan sembako yang kian memadatkan kerumunan. Sembako yang dibagikan sebanyak 200 paket beras dalam kemasan masing-masing 2,5 kilogram.

“Kami bukan hanya longmarch, tapi disertai dengan bagi-bagi sembako berupa beras kepada para pedagang kaki lima dan warga sekitar,” ujar Hadi Supa’at, Anggota Tim Pemenangan Abdul Salam-Ifan Ariadna.

Ribuan pendukung pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Bukit Tinggi, Sumatera Barat, Ramlan Nurmatias dan Syahrizal, juga tampak abaikan protokol kesehatan saat mengantar jagoan mereka ke KPUD Bukit Tinggi. Mereka berkerumun tanpa mengatur jarak dan sebagian tak menggunakan masker. Pendukung pasangan petahana ini tampak bersemangat meneriakkan yel-yel kemenangan. Meskipun berulang kali diingatkan oleh Ramlan agar menjaga jarak, namun mereka tampak beranjak untuk mengatur posisi.

Kerumunan massa juga tampak pada pendaftaran calon bupati dan wakil bupati petahana Karawang Cellica Nurrachadiana-Asep Syaepuloh. Pasangan petahana ini berangkat ke Kantor KPU Karawang dengan menumpang motor Vanderhall buatan Amerika Serikat dengan diiringi ratusan pendukungnya. Kerumunan ini sempat menimbulkan kemacetan lalu lintas sepanjang jalur ke Kantor KPU Karawang.

Atas kerumunan massa ini, Cellicha mengaku mendapat teguran dari Kementerian Dalam Negeri. Dia beralibi jika kerumunan itu merupakan spontanitas pendukung. Menurutnya, dirinya dan tim telah mengimbau para pendukung agar tidak menghadiri acara pendaftaran dan menyaksikan kegiatan tersebut melalui platform media sosial.

“Saya memohon maaf kalau acara kemarin terjadi kerumunan. Saya sudah imbau sebelumnya supaya tidak perlu datang. Namun, karena antusias yang tinggi, kami kewalahan dan tidak bisa dibendung lagi,” kata Cellica seperti dikutip Antara.

Sumber: sindonews.com

Mengenang Prof. Malik Fajar, Tokoh Agama dan Pendidikan Penuh Karya

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Sekjen MUI Buya Anwar Abbas mengenang kepergian sosok tokoh Muhammadiyah Prof. Dr. Malik Fadjar.

“Prof Malik adalah seorang pejuang pendidikan yang dikenal gigih dan tidak pernah mengenal lelah serta selalu optimistic,”kata Anwar Abbas, Selasa (8/9/2020).

Berkat ketekunannya, kata Anwar,  dia berhasil menjadikan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi salah satu universitas swasta terkenal di negeri ini yang tidak hanya megah dan indah tapi juga maju dan modern.

“UMM ini merupakan salah satu  universitas dan perguruan tinggi unggulan di lingkungan muhammadiyah dan menjadi salah satu perguruan tinggi swasta yang diperhitungkan di negeri ini,” kata dia.

Kata Awar, diangkatnya beliau menjadi menteri agama kemudian menjadi menteri pendidikan dinilai tak terlepas kaitannya dengan keberhasilan beliau di dalam memajukan kampus yang beliau pimpin di samping kiprah beliau di organisasi muhammadiyah yang telah banyak melahirkan kader-kader muda yang tangguh dan handal.

“Prof. Dr. Muhadjir Effendi yang sekarang menko Pemberdayaan manusia dan kebudayaan adalah salah seorang kader dan anak didiknya,” kata Anwar.

Dengan kepergian beliau, tambah Anwar,  warga muhammadiyah tentu saja akan merasakan kehilangan karena beliau selama ini telah menjadi pemberi inspirasi bagi generasi dibawahnya dan tempat untuk bertanya agar juga  bisa berbuat serupa dengan yang telah beliau lakukan.

Salah satu Ketua PP Muhammadiyah ini  berkata bahwa sebagian besar dari pendiri dan pengelola perguruan tinggi di lingkungan Muhammadiyah  adalah banyak terinspirasi oleh karya agung dari beliau berupa universitas Muhammadiyah malang yang beliau tinggalkan.

“Salah satu pesan beliau yang saya ingat betul kalau anda mau mengurus dan mau memajukan  perguruan tinggi anda maka tekunilah dan uruslah secara bersungguh-sungguh,” kenang Anwar.

Warga Geruduk Kemenag Solo, Minta Menag Mundur

SOLO (Jurnalislam.com)- Merespon pernyataan kontroversial Menteri Agama Fachrul Razi hafidz Al Qur’an hingga anak Good Looking yang menyebarkan paham paham radikalisme di lingkungan Masjid BUMN, Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) mendatangi kantor Kemenag Surakarta di Jl Mangun Sarkoro, no 115, Sumber Banjarsari, Solo guna melakukan audensi, Senin, (7/9/2020).

Dalam audensi tersebut, perwakilan DSKS diterima oleh Plt Kepala Kemenag Solo Rosyid Ali Safitri beserta jajarannya. Perwakilan DSKS ustaz Yusuf Suparno menyampaikan tadzkiroh untuk Menteri Agama Fachrul Razi.

DSKS menilai bahwa seharusnya Menteri Agama mendukung program program hafidz Qur’an dan memprioritaskan konsep agama di Indonesia bukan malah mencurigai sebagai penyebar paham radikal.

“Konsep agama tentang anti korupsi yang sudah merasuki di wilayah penegak hukum, sebagaimana kasus Korupsi Joko Tjandra,” terangnya.

“Konsep agama tentang antisipasi paham komunisme di Indonesia khususnya di lembaga eksekutif dan legeslatif dan Konsep agama tentang antisipasi pengubahan dasar negara Pancasila dg yang lain spt Trisila atau Ekasila,” imbuh ustaz Yusuf.

Selain itu, konsep agama tentang antisipasi LGBT di Indonesia, tentang tentang pengelolaan BUMN agar berkah dan tidak merugi dan konsep agama tentang solusi hutang negara saat pandemi.

“Dan masih banyak lagi problematika yang dihadapi dinegeri kita ini Untuk itu kami meminta kepada menteri agama Fachrul Razi untuk memperbaiki negeri ini dengan menumbuhkan dan mencari solusi berbasis nilai nilai keagamaan di Indonesia,” ujarnya.

Namun, kata ustaz Yusuf, jika merasa tidak kompeten untuk jabatan menteri agama maka Fachrul Razi sebaiknya mengundurkan diri dengan hormat.

“Atau meminta Presiden Jokowi mempertimbangkan mengganti dengan yang lain yang lebih baik, kompeten, profesional dan lebih beradab,” pungkasnya.

Selain melakukan audensi, umat Islam juga melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Kemenag Surakarta. Massa yang berjumlah ratusan tersebut melakukan orasi dan membentangkan spanduk meminta Presiden Jokowi untuk mengganti menteri agama Fachrul Razi.