Cerita Aher Soal Sistem Potong Gaji PNS Jabar untuk Zakat

BANDUNG (Jurnalislam.com)--Kemenag dan BAZNAS Jabar menganugerahi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan sebagai tokoh yang peduli terhadap gerakan zakat di Indonesia.

Selama menjadi Gubernur, pria yang karib disapa Aher dinilai aktif dan turut membuat kebijakan yang mewajibkan seluruh PNS muslim di Jawa Barat membayar zakat.

“PNS jabar wajib mengeluarkan zakat. Dulu ada UPZ Zakat, namun terkadang lupa untuk menagihnya. Akhirnya saya buat pergub dan mewajibkan setiapn PNS muslim berzakat, dengan kesepakatan tiap orang,” kata Aher di helatan Festival Zakat, Bandung, Kamis (26/4/2018).

Menurutnya, tekonologi mempermudah para PNS ini menyalurkan zakat. “Gajinya tinggal dipotong, didebet. Dikumpulkan dalam satu rekening,” katanya.

Dari 13.400 PNS di Jabar, setiap bulan menurut Aher dana zakat bisa terhimpun hingga 1,2 miliar.

“Mudah-mudahan ke depannya juga PNS guru bisa seperti itu. Jumlahnya ada 29.000, jadi total sekitar 40 ribu lebih bisa membayar zakat, dan bisa terkumpul mudah-mudahan hingga tiga miliar tiap bulan,” pungkasnya.

Kemenag Sudah Usulkan Agar Zakat Jadi Pengurang Pajak

BANDUNG (Jurnalislam.com)—Dirjen Bimas Islam Kemenag Prof. Dr. Muhammadiyah Amin berharap kewajiban zakat dapat mengurangi kewajiban pajak.

“Dari Kemenag usulannya seperti itu, agar umat tidak terbebani membayar zakat dan pajak yang tinggi,” kata Muhammadiyah Amin kepada Jurnalislam.com di Masjid Pusdai Jabar, Bandung, Kamis (26/4/2018).

Namun, ia mengakui bahwa sampai sekarang usulan tersebut masih sebatas wacana, karena masih ada perbedaan pendapat dengan Kementerian Keuangan.

“Masalahnya, Menteri Keuangan ‘belum legowo’ menerima aturan yang menyatakan sudah membayar zakat pengurangan pajak,” tambahnya.

Walhasil, sampai saat ini menurutnya diperlukan penguatan-penguatan kajian agar zakat dapat mengurangi kewajiban pajak.

“Faktanya sampai sekarang zakat satu kewajiban, pajak kewajiban yang lain,” pungkasnya.

reporter : Mazaya

 

Peringati Hari Kesiapsiagaan Bencana, DT Peduli Gelar Seminar Nasional

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Di tengah keindahan, kesuburan serta kekayaan sumber daya alam Indonesia, ternyata menyimpan berbagai potensi bencana, mulai dari banjir dikala musim penghujan, kekeringan, kebakaran hutan, gunung meletus hingga gempa bumi disertai tsunami sudah memakan banyak korban.

Memang bencana bisa terjadi kapanpun, dimanapun dan kepada siapapun, datang secara tiba tiba dan diluar batas kemampuan manusia.

Pengetahuan dan Kesiapsiagaan dalam hal kebencanaan adalah hak semua individu indonesia, baik buruh, manajer, direktur, pelajar, guru, pegiat kemanusiaan. Kewajiban untuk melaksanakan terletak pada elemen kebijakan dan lembaga itu sendiri, baik di segmen pemerintah, swasta maupun komunitas lainnya.

Oleh karena itu kesiagaan kita sebagai masyarakat dalam menghadapi bahaya gempa yang selalu mengintai harus terus ditingkatkan.

Jelang Hari Kesiapsiagaan Bencana yang di peringati setiap Tanggal 26 April. DT Peduli akan menggelar Kegiatan Seminar Nasional Pengurangan Risiko Bencana (Antisipasi Ancaman Sesar Lembang), bertajuk “Tanggapi Bencana Dengan Siaga”.

Seminar ini akan di laksanakan pada hari Kamis, (26/04/2018), Pukul 08.00 – 16.00 WIB bertempat : Cinnamon Hotel Boutique Syariah – Jl. Setiabudi No. 300 Bandung 40181 Jawa Barat, menghadirkan Pembicara (1). Dr. Irwan Meilano, ST, M.Sc., (2). Dr. Nuraini Rahma Hanifa (Team Ahli Bencana ITB), (3). Drs H. Soma Suparsa (Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana Jawa Barat) dan (4). Dadan Junaedi (Direktur Program DT Peduli).

Andri Adi selaku Ketua Acara seminar mengatakan, “tujuan acara ini adalah meningkatkan kewaspadaan, kesadaran, kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman dan resiko bencana serta meningkatkan partisipasi, membangun budaya kerelawanan serta kedermawanan para pemangku kepentingan baik di tingkat pusat maupun daerah” ungkap Andri. (Tauhid)

Musyawarah Kerja Nasional, PP Lidmi Siapkan Program Keummatan

MAKASAR (Jurnalislam.com) – Pimpinan Pusat Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (PP LIDMI) akan menggelar Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS) yang ke-II, bertempat di kota Daeng, Makassar, mulai Sabtu (28/04/2018) hingga Ahad (29/04/2018).

Dengan tema “Mewujudkan Profesionalitas Manajemen Lembaga Menuju Visi 2029”, PP Lidmi akan memperkenalkan program-program keummatan kepada forum Mukernas yang terdiri dari utusan Lembaga Dakwah Kampus serta Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Daerah Lidmi se-Indonesia.

Sebagaimana diungkapkan oleh Hamri Muin, Ketua Umum PP Lidmi periode 1439-1441 H/ 2017-2019 M. Menurutnya, akan ada beberapa program andalan yang akan dipresentasikan saat Mukernas nanti.

“Program utama PP Lidmi kedepan adalah tebar Da’i kampus Untuk pembentukan Kelompok Dakwah Mahasiswa Islam (KDMI) dan cabang Lidmi di berbagai daerah di Indonesia. Usaha ini digagas dengan harapan agar seluruh kampus bisa melahirkan generasi qurani, walaupun dari kampus umum,” terangnya.

Untuk menggagas generasi qurani di kampus-kampus, Lanjut Hamri, adalah dengan program pemberantasan buta aksara Alquran bagi mahasiswa Islam di seluruh indonesia, yang hingga saat ini rutin dilakukan oleh PP Lidmi tiap tahunnya.

Dalam bidang sosial, Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin ini mengungkapkan, Lidmi memiliki departemen Sosial yang akan digagas serentak di seluruh Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Daerah se-Indonesia dengan jargon “Lidmi Peduli”.

“Diharapkan mahasiswa dan pengurus Lidmi memiliki kepekaan dan kepedulian kepada saudara yang terkena bencana sosial dengan menggalang simpati dan bantuan dari warga kampus dan masyarakat, khususnya tragedi kemanusiaan yang terjadi di negeri muslim seperti Suriah, Palestina, Rohingya dan lainnya,” tukasnya.

Pria asal Sebatik ini menambahkan, masalah politik dan ekonomi juga menjadi salah satu titik perhatian PP Lidmi, dengan adanya Departemen Kajian Strategis yang akan merutinkan kajian-kajian permasalahan bangsa dan Ghazwul Fikr (Perang Pemikiran) kepada seluruh kader dan pengurus Lidmi di seluruh Indonesia.

“Semoga kedepan dakwah sunnah di seluruh kampus Indonesia bisa terus kami jalankan dan peradaban Islam semoga yang mengawali adalah dari kampus itu sendiri, Insya Allah,” tutupnya.

MUKERNAS II Lidmi akan diselenggarakan di Balai Latihan Kerja Kementrian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia (KEMENDESA) kota Makassar, yang akan diawali dengan pelantikan jajaran pengurus PP Lidmi serta Pimpinan Wilayah (PW) Lidmi se-Indonesia. []

BMH Luncurkan Aplikasi Berbagi Kebaikan

JAKARTA ( Jurnalsilam.com)- Laznas Baitul Maal Hidayatullah meluncurkan aplikasi pengumpul dana bernama Berbagi Kebaikan. Direktur BMH, Marwan Mujahidin berharap aplikasi berbagi kebaikan dapat menjadi media strategis yang memastikan terpeliharanya nilai-nikai persaudaraan, keimanan, kepedulian kepada sesama.

“Melalui aplikasi masyarakat dapat dengan mudah untuk membuktikan kepeduliannya dalam membantu masyarakat pedalaman untuk lebih progressif dalam segala sisinya,” katanya dalam acara peluncuran aplikasi BMH di Hotel Sofyan Inn Tebet, Jaksel, Selasa (24/04/2018).

Marwan menjelaskan masyarakat tinggal mengunduh di playstore melalui telepon seluler dan memilih sendiri program yang diminati.

“Masyarakat bisa menunaikan zakat, infaq shadaqah, hibah dan wakaf,” pungkasnya.

Marwan menyatakan aplikasinya dapat melayani masyarakat 24 jam non stop. “Cukup dengan jempol, dengan teknologi yang luar biasa, kita bisa membantu masyarakat membayar zakat.”

reporter: gio

Muswil FOZ Jabar Usung Tema “Kolaborasi Gerakan Zakat untuk Jawa Barat“

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Forum Zakat (FOZ) Jabar berencana menyelenggarakan Musyawarah Wilayah pada Kamis (03/05/2018). Tahun ini, tema yang diusung adalah “Kolaborasi Gerakan Zakat untuk Jawa Barat”, yang bertujuan untuk menyinergikan setiap langkah para amil dalam mengemban amanah zakat.

Ketua Pelaksana Muswil FOZ Jabar, HB Sungkaryo menilai sinergi ini dianggap perlu, mengingat salah satu cita-cita FOZ adalah untuk mengentas kemiskinan. Dan hal ini tak bisa dilakukan sendirian.

Ia pun mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar pada Maret 2017, yang menyebut bahwa jumlah penduduk miskin di Jawa Barat mengalami peningkatan dari 4.168,11 ribu jiwa menjadi 4.168,44 ribu jiwa.

“Ini menjadi pekerjaan rumah bagi lembaga zakat dalam memberdayakan umat melalui zakat, infak, sedekah dan wakaf yang dihimpun dari donatur,” katanya. Maka, lanjut HB Sungkaryo, guna mengurangi angka tersebut, FOZ akan bersinergi memberdayakan umat.

HB Sungkaryo pun mengatakan, masing-masing lembaga memiliki program pemberdayaan yang berbeda. Sehingga, kolaborasi ini berperan strategis agar lebih terasa lagi kebermanfaatannya secara menyeluruh.

Ia pun memungkas, “Dengan melakukan Kolaborasi Gerakan Zakat ini, saya harap kita dapat membantu mengurangi kemiskinan yang ada di Jawa Barat,”

Acara Musywil Jabar akan menampilkan sharing session yang diisi oleh Direktur Program YBM BRI, Direktur Program Dompet Dhuafa, CEO Sinergi Foundation, CPO Rumah Zakat, Ketua FOZNAS dan Ketua FOZWIL Jawa Barat serta pembicara kunci, Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan, Lc.

FOZ Jabar sendiri adalah wadah tempat berkumpulnya Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang berada di wilayah jawa barat. Dari banyaknya lembaga zakat, sebanyak 30 Lembaga Zakat yang tercatat di Forum Zakat (FOZ) Jawa Barat. [

Naik Vespa, Pemuda Muhammadiyah Gelar Ekspedisi Kebangsaan Keliling Indonesia

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah berencana menggelar Ekspedisi Kebangsaan Merawat Keberagaman. Ekspedisi ini akan dimulai pada tanggal 5 Mei 2018 menggunakan vespa mengelilingi Indonesia, dari Sabang hingga Marauke.

Ketum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan ekspedisi ini untuk mengingatkan kembali kepada seluruh anak bangsa, ada nilai-nilai kebangsaan yang harus kita rawat bersama, ditengah keberagaman Indonesia.

“Itu yang ingin kami sampaikan dan kampanyekan di setiap kota yang akan kami kunjungi,” katanya ketika dihubungi Jurnalislam.com, Selasa (24/04/2018).

Menurut Dahnil, memajuja Indonesia adalah tanggung jawab teologis umat beragama, terutama umag Islam di Indonesia. Maka menjaga keberagaman ada keniscayaan, itu pesan yang ingin kami sampaikan melalui ekspedisi ini.

Dahnil menjelaskan, teman-teman yang mengikuti ekspedisi ini akan singgah di banyak kota dan kabupaten di seluruh Indonesia, mulai Sumatra, Jawa, Timur Indonesia kita singgahi.

Tak hanya mampir, Pemuda Muhammadiyah berencana menggelar banyak kegiatan di setiap daerah yang disinggahi. Salah satunya, seperti, berbagi dengan kaum dhuafa melalui warung dhuafa berjalan dan menggelar bersih-bersih rumah ibadah, seperti masjid, gereja, vihara.

Dahnil menjelaskan, kegiatan itu bertujuan menyampaikan pesan, Indonesia itu beragam, Indonesia itu kaya atas keindahan alam dan budaya.

“Melalui ekspedisi ini, kami ingin menginformasikan dan mengingatkan kepada seluruh publik Indonesia bahwasanya Indonesia itu luar biasa,” pungkasnya.

reporter: gio

Pasca Muktamar II, PP LIDMI Gelar Musyawarah Kerja Nasional

MAKASSAR (Jurnlaislam.com) – Pasca kegiatan Muktamar kedua yang diselenggarakan pada akhir bulan Februari lalu, Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia dalam waktu dekat ini kembali akan menggelar Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS) yang kedua bertempat di Balai Latihan Masyarakat Kementrian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia kota Makassar. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama dua hari berturut-turut dimulai pada hari Sabtu (28/4) hingga Ahad (29/4) sore hari.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (PP LIDMI), Hamri Muin mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya sinergitas yang dilakukan oleh LIDMI dalam penyatuan langkah dakwah kampus di seluruh Indonesia.

”Dengan Tema mewujudkan profesionalitas lembaga menuju visi 2029 kegiatan ini akan menghadirkan perwakilan LIDMI diseluruh Indonesia. Mukernas ini juga merupakan hal yang sangat penting untuk dilaksanakan demi menyatukan langkah untuk menuju cita cita yang di harapkan di tahun 2029,” ungkapnya, Senin (23/4).

Lebih lanjut lagi beliau menambahkan, jika semua persiapan yang dilakukan oleh panitia kegiatan telah dilakukan jauh-jauh hari, agar semua hal-hal teknis utamanya dalam penyambutan peserta Mukernas bisa lebih maksimal lagi.

“Semoga kedepan dakwah sunnah di seluruh kampus Indonesia bisa terus kami jalankan dan peradaban Islam semoga yang mengawali adalah dari kampus itu sendiri, Insya Allah,” tambah Mahasiswa Pascasarjana Universitas Hasanuddin ini.

Diantara rangkaian MUKERNAS ini adalah penyampaian program kerja Nasional LIDMI selama satu periode yang yang akan berjalan. Serta materi-materi kebangsaan yang akan disampaikan oleh beberapa tokoh nasional. []

Detergen Halal Total Almeera Sponsori Fashion Show Muffest 2018

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Tahun 2018 ini merupakan tahun ketiga diselenggarakannya Muslim Fashion Festival (MUFFEST) Indonesia oleh Indonesian Fashion Chamber (IFC) bersama Dyandra Promosindo sebagai organizer pada tanggal 19-22 April 2018 di area Main Lobby, Cendrawasih & Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta.

Dan Total Almeera sebagai fashion care detergent HALAL pertama di Indonesia yang sangat peduli terhadap perawatan pakaian dan perkembangan fashion muslim di Indonesia pastinya tidak mau ketinggalan untuk turut mendukung perhelatan fashion muslim ini dengan menjadi sponsor Official HALAL Detergent MUFFEST 2018.

Pada acara Muffest 2018 ini, Total Almeera mempersembahkan The Beautiful Journey of Hijrah dengan menampilkan 4 fashion designer: Jovian Manage x Ivan Gunawan, Lisa Fitria, Sad Indah, dan Hannie Hananto pada hari Minggu, 22 April 2018 pukul 15.00 – 16.00 WIB.

Sebagai detergen HALAL pertama di Indonesia, Total Almeera ingin memberikan rasa aman dan nyaman terhadap perawatan pakaian para konsumen. Setelah melalui lolos uji dari MUI, Total Almeera mengajak seluruh umat muslim Indonesia untuk hijrah secara total dengan menggunakan detergen Total Almeera, karena HALAL itu harus Total.

Keempat fashion designer yang diusung oleh Total Almeera akan menampllkan gaun rancangannya masing-masing dengan konsep yang sangat erat dengan Total Almeera sebagai Detergen HALAL Pertama di Indonesia yang aman digunakan, lembut di tangan, dan diproses dengan cara-cara yang merepresentaslkan konsep halal: berslh, aman, dan tidak menggunakan bahan yang berbahaya, juga dengan wangl yang segar dan kemampuannya dalam membantu menjaga kelembutan pakaian.

Adapun tema yang diusung yakni A special collaboration like no other (Two countries, two cultures, two different essences, alla in one collection) oleh Ivan Gunawan dan Jovian Manage, Pesan Ayah (Morning Suns(h)ine oleh Lisa Fitria, Wild Praire Rose oleh Sad Indah, dan Lady in The Green City oleh Hannie Hananto. []