Bom Gereja Surabaya Masih Menyisakan Banyak Pertanyaan

Oleh : Harits Abu Ulya*

“Paska serangan bom di 3 gereja di Surabaya, dengan cepat Polisi selang 5 jam berikutnya sudah publish inisial pelaku.

Paska kita elaborasi ternyata mereka adalah satu keluarga. R. Dita Oepriarto (47 th) dan istrinya Puji Kuswati (43 th) kelahiran Banyuwangi,dan anak-anak mereka; Yusuf Fadhil (18 th), Firman Halim (16 th), Fadhila Sari (12 th), Famela Rizqita (9 th). Keluarga ini tinggal di Wisma Indah Blok K-22 Rungkut Sby.

Apakah faktor kemiskinan membuat mereka manjadi bomber maut? Dari indikasi rumah hunian mereka bukan orang miskin namun sangat cukup.

Analisa saya energi paling besar adalah soal teologi beku yang suami istri adopsi kemudian di introdusir juga kepada putra putrinya dengan waktu yang cukup.

Di tambah rasa kemarahan atas realitas yang dianggap mendzalimi mereka dan kawan-kawan mereka. Atau ketika ekspresi keyakinannya menemukan jalan buntu atau terantuk oleh langkah-langkah aparat keamanan.

Maka faktor-faktor di atas menstimulasi rasa dendam, kenekatan dan keputus asaan mereka. Artikulasi puncaknya memilih sebagai bomber maut.

Ada indikasi kuat keluarga ini berafiliasi kepada kelompok IS-ISIS. Dan paska serangan tidak berselang lama ISIS juga mengklaim bertanggungjawab; aktornya adalah junud (tentara) mereka. Klaim seperti ini bisa dimaklumi karena IS-ISIS dalam situasi kondisi melemah mereka butuh menunjukkan eksistensinya. Mereka butuh membangkitkan moral semua elemen yang menjadi bagiannya dengan narasi keberhasilan serangan-serangan sporadis dan terencana dan dilakukan dibanyak negara diluar Suriah-Iraq termasuk Indonesia..

Jadi; dendam dan membangun citra kelompok yang lagi lemah dengan aksi-aksi teror menjadi pusaran dari fenomena kekerasan saat ini dan kemungkinan di waktu-waktu mendatang.

Dari insiden bom bunuh diri menyisakan pertanyaan menggelitik soal bomnya, mengingat daya ledak dan impactnya cukup kuat. Siapakah yang merakit? Siapakah yang mengajari? Bagaimana didapatkan material bomnya, bagaimana buku panduan itu didapat diluar sumber open source.

Kemudian siapa dan bagaimana Dita sekeluarga di introdusir hingga siap menjadi “pengantin”. Mengingat serangan ini dilakukan terorganisir dan melibatkan banyak orang, siapakah master mindnya? Publik menunggu jawaban dari pemerintah dengan terang benderang.[]

  • Penulis adalah pengamat terorisme

Kampanye Hijab Syar’i, Muslimah Solo Bagikan 250 Jilbab di CFD

SOLO (Jurnalislam.com)- Pemandangan berbeda terlihat di Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi Solo, Ahad (13/5/2018) pagi. Puluhan wanita bercadar dan berjilbab syar’i membagikan sekitar 250 jilbab syar’i kepada para pengujung Muslim CFD. Acara yang dimulai pukul 6 pagi tersebut dimulai dengan Parade Hijab Ummahat Solo Raya dari depan Solo Grand Mall menuju Depan Gramedia.

Selama berlangsungnya Parade, Ummahat Solo Raya bersama Komunitas Muslimah Bercadar (KMB) membagikan jilbab syar’i dan buletin tentang kewajiban berjilbab kepada pejalan kaki khususnya para Muslimah. Selain KMB, acara tersebut juga bekerja sama dengan beberapa lembaga seperti KONAS, FOSAM, IMC, KPM, Waroeng Murah, Joglo Dakwah, Semut Ibrahim dan lainnya.

Acara yang diketuai oleh ustdzah Dewi Purnamawati tersebut diselenggarakan dalam rangka menyambut bulan Ramadhan 1439 H. Selain itu, kegiatan yang berslogan ‘Menebar Kemulian Dengan Berbagi Jilbab’ tersebut juga bertujuan untuk lebih membumikan hijab syar’i dan mengenalkan kepada masyarakat akan pentingnya hukum menutup aurot bagi wanita.

“Kita membagikan Jilbab, Kaos kaki, dan gamis secara gratis, selain itu kita juga memberikan brosur terkait manfaat, fungsi ajakan menggunakan hijab secara benar, kita berharap dengan kegiatan ini muslimah di Soloraya mulai berhijrah untuk menggunakan pakaian-pakaian yang lebih Syar’i,” kata salah satu panitia ustaz Dadyo Hasto kepada jurnalislam.com.

Pengunjung Car Free Day tampak antusias dan senang dengan adanya kegiatan tersebut. Salah satu diantaranya adalah Ika Fitriya, seorang mualaf asal Kartosuro, Solo yang bersama anaknya ikut mendapatkan Jilbab Syar’i dalam kegiatan tersebut.

“Saya ini kan mualaf, jadi kalau ketemu teman teman disini itu bisa tambah semangat dan tambah pengetahuan, dan kalau di CFD ini kan lebih nyantai, anak juga seneng nggak nangis, dan menurut saya berjilbab nanti bisa menjadi sebuah budaya,” kata Ika.

Selain pembagian Jilbab kepada pengunjung CFD, aksi yang berakhir pukul 09.00 pagi ini diakhiri dengan pembagian makan gratis dari Waroeng Murah berupa 300 porsi tengkleng dan 250 porsi nasi liwet

[Breaking News] Ada Ledakan di Gereja Surabaya : 8 Tewas, 38 Terluka

SURABAYA (Jurnalislam.com)–Terjadi ledakan di tiga ledakan di Gereja Santa Maria Tak Bercela , Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Surabaya, Ahad (13/5/2018) pagi.

Informasi sementara yang dihimpun Jurnalislam.com di lapangan, delapan orang tewas dan 38 lainnya terluka. Jurnalislam.com saat ini masih berada di lapangan untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut.

 

Rizal Ramli Blak-blakan Soal Penyebab Pecahnya Suatu Negara

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)- Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Jawa Tengah menggelar Temu Tokoh Solo bersama Mantan Menteri Keuangan sekaligus mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Perindustrian (Menko Perekonomian) Rizal Ramli di Hotel Ommaya Gentan, Sukoharjo Sabtu, (28/4/2018).

Bertajuk ‘Menatap Masa Depan NKRI’, acara ini dihadiri sejumlah tokoh umat Islam Surakarta seperti mantan ketua MUI Solo Prof Zainal Arifin, Ketua LUIS ustaz Edi Lukito, ketua persaudaraan 212 ustaz Djayendra, Ketua Anshorusy Syariah Jawa Tengah Ustaz Surawijaya dan ketua Konas ustaz Dadyo Hasto.

Dalam pemaparannya, Rizal Ramli menjelaskan bahwa ketidakadilan hukum terhadap setiap warga negara dapat menyebabkan pecahnya sebuah negara.

“Menurut saya segala hal bisa terjadi, negara akan mudah pecah, contoh sederhana India pecah jadi Pakistan pecah lagi jadi Bangladesh,” paparnya.

Menurutnya, Pancasila harus ditegakkan dengan adil. “Jangan sampai hukum hanya berlaku buat satu pihak, ada kasus di kalangan umat Islam hukum langsung bergerak cepat, kalau yang lain melakukan hoax atau macem-macem dibiarkan,” sambungnya.

Menurut Rizal Ramli, ketidakadilan aparat kepolisian selama ini terhadap umat Islam akan bisa menjadi pemicu konflik antar umat beragama yang berujung pada pecahnya NKRI.

“Ini adalah hukum yang tidak adil dan hukum yang tidak adil ini berbahaya sekali,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata Rizal Ramli, Seharusnya siapun yang melakukan kejahatan, tidak usah ditanya apa agamanya, dan tidak usah ditanya apa efeknya.

“Langsung proses. itu hukum yang adil demikian dan itu akan mengikat dan mempererat,” tandasnya

51 Siswa SMP Muhammadiyah PK Solo Ikuti Wisuda Tahfiz

SURAKARTA (Jurnalislam.com)–SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta menggelar kegiatan Wisuda Tahfiz Juz 29 dan 30 di Ballroom GranHap Hotel, Jl. Brigjend Slamet Riyadi No.331, Purwosari, Laweyan, Kota Surakarta pada Sabtu (12/5). Peserta yang diwisuda sebanyak 51 siswa.

Widi Kusumajati selaku ketua panitia pelaksana mengatakan bahwa tujuan diadakan kegiatan wisuda tahfiz ini untuk mewujudkan generasi cinta Al Qur’an, generasi yang mau secara ikhlas menghafal Al Qur’an. Menurutnya para penghafal Al Qur’an itu adalah sahabat Rasulullah.

“Kita ingin memotivasi siswa agar lebih semangat menghafal Al Quran karena sahabat Rasul itu para penghafal Al Quran. Hal itu sehingga bisa terwujud generasi Qur’ani,” ungkapnya kepada media di sela-sela acara.

Ia pun menambahkan bahwa para siswa yang hari ini diwisuda merupakan hasil penjaringan dan seleksi berdasarkan target hafalan dan kualitas bacaan. Sejumlah 51 siswa yang diwisuda hari ini terdiri atas juz 30 sebanyak 13 siswa dan juz 29 sebanyak 38 siswa.

Pelaksanaan kegiatan wisuda tahfiz diawali dengan tausiyah dari ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta, Drs. H. Subari. Dalam tausiyahnya, beliau memberikan motivasi dan dorongan kepada para wisudawan/wati untuk konsisten menambah kuantitas dan kualitas hafalan Al Quran.

Acara dilanjutkan dengan prosesi wisuda yang dipimpin langsung oleh Kepala SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, Muhdiyatmoko, M.Pd.

Dalam kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan sebagai wisudawan/wisudawati terbaik berdasarkan kriteria setoran hafalan sekali duduk, bacaan sesuai tajwid, dan target hafalan.

Mereka itu antara lain Fauzan, Nisrina Ulayya Safitri, Tsabita Ratu Khairunnisa, Aisyah Putri Khurin ‘in, Dhia Laila Nazhifa, dan Fathi Qushoyyi Ahimsa.

Aryanto selaku Humas SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat turut bangga atas telah diwisudanya 51 siswa sebagai penghafal Al Qur’an untuk juz 29 dan 30.

Ia pun berharap agar tradisi menghafalkan Al Quran ini membudaya kepada semua siswa. Hafalan juz 29 dan 30 sebagai modal awal untuk mengkhatamkan hafalan 30 juz Al Qur’an.

“Semoga tradisi yang baik ini yakni menghafalkan Al Quran tetap terjaga dan memberikan motivasi kepada semua siswa untuk menyelesaikan hafalan Al Qur’an 30 juz,” tandasnya.

Artis, Ulama, hingga Tokoh Nasional Ramaikan Aksi Bela Baitul Maqdis

JAKARTA (Jurnalislam.com)—Ratusan ribu dari berbagai kalangan mulai dari masyarakat umum, artis, ulama hingga tokoh nasional tampak hadir di Aksi Bela Baitul Maqdis di Monas, Jumat (11/5/2018).

Pantauan Jurnalislam.com, tampak beberapa tokoh hadir seperti artis Tengku Wisnu, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid, Wasekjen MUI KH Zaitun Rasmin, dan sejumlah tokoh lainnya.

Ketua Koalisi Pembebasan Al Aqsa, Ustaz Bachtiar Nasir mengatakan bahwa aksi ini merupakan perwujudan amanat konsitusi RI yang menolak penjajahan.

“Acara ini diisi orasi dari para tokoh, para ulama, para habaib dan para aktifis, juga tidak lupa dari para pemuda-pemuda umat Islam, karena para pemuda lah seyogyanya akan berada di garis terdepan untuk menjadi pejuang tegaknya kemerdekaan di Baitul Maqdis,” katanya pria yang karib disapa UBN.

Ia juga memungkas, tujuan aksi ini agar bangsa Indonesia bersatu melawan penjajahan.

“Saya bachtiar nashir mengajak semua untuk berdoa dan bermunajat kepada Allah, semoga Baitul Maqdis dibebaskan dari penjajahan,” pungkasnya.

reporter: ridwan

Seribu Penghafal Qur’an Ambil Bagian di Aksi Bela Baitul Maqdis

JAKARTA (Jurnalislam.com)—Aksi membaca Qur’an 1000 penghafal Qur’an ikut mewarnai Aksi Bela Baitul Maqdis 115 di Monas, Jumat (11/5/2018).

Ketua Koalisi Pembebasan Al Aqsa Ustaz Bachtiar Nasir mengatakan bahwa para penghafal Qur’an membaca surat Al Kahfi sebagaimana sunnah setiap hari Jumat dan dilanjutkan dengan surat al Isra sebagai penyemangat aksi.

Menurut pria yang karib disapa UBN ini, al Qur’an merupakan salah satu bentuk zikir yang menyemangati umat agar terus berjuang.

“Mudah-mudahan kekuatan al quran yang dimi’rajkan ke langit dari Baitul Maqdis, yang akan mendatangkan kekuatan kepada kita semua,” katanya.

Pembacaan al Qur’an ini dipimpin oleh KH Deden Bahyaruddin dan diikuti seribu penghafal Qur’an dan pegiat tahsin baik ditingkat nasional dan internasional.

reporter: ridwan

Di Aksi 115, MUI : Silakan Lakukan Perlawanan Sesuai Kemampuan!

JAKARTA (Jurnalislam.com)—Wakil Sekjen MUI KH Zaitun Rasmin mempersilakan umat Islam agar melakukan perlawanan terhadap Israel sesuai kemampuan.

“Dalam Islam dipersilahkan melakukan perlawanan yang sempura bagi yang mampu, tapi bagi mereka yang mampunya hanya bersuara dan melakukan diplomatik, melakukan bantuan, maka dengan jalan itu dan yakinlah bahwa jalan itu akan menyelesaikan pula,” kata Zaitun kepada Jurnalislam.com di acara Aksi Bela Baitul Maqdis, Jumat (11/5/2018).

Perlawanan apapun, menurut Zaitun tidak akan sia- sia karena pada saatnya umat Islam akan menang.

“Caranya kita harus bersuara dan kita harus berjuang, dan jangan lupa perjuangan ini tidak akan sia-sia. Dan ada allah yang mendengar kita dan membantu kita dan pada waktunya atau saatnya pasti akan berhasil,” tambahnya.

Oleh karena itu, Zaitun meminta umat Islam Indonesia agar terus menyuarakan kebenaran dan mengutuk penjajahan Israel.

“Kita melawan kemungkaran, tetapi kalau tidak mampu, dengan lisan. Kita menjalankan itu, kita yakin akan efektif. Sekarang atau dimasa-masa akan datang. Namun demikian kitapun melakukan upaya-upaya lain,” pungkasnya.

reporter : ridwan

Ini Seruan Ustaz Bachtiar Nasir di Aksi Bela Baitul Maqdis 115

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Ketua Koalisi Pembebasan Al Aqsa Ustaz Bachtiar Nasir menyerukan agar umat Islam d I Indonesia terus mengecam keputusan sepihak Presiden AS Donald Trump yang akan memindahkan Kedubes AS ke Yerusalem 14 Mei mendatang.

“Hari ini kita sedang berada di monas untuk mengikuti agenda indonesia membebaskan baitul maqdis, sebagaimana kita ketahui Trump dan sekutunya yelah memaksakan diri untuk menjadi pemicu konflik horizontal tingkat dunia, karena sudah menginjak resolusi-resolusi perdamaian yang sudah disepakati, bahkan oleh majelis PBB dari 9 resolusi,” tegas pria yang karib disapa UBN saat Aksi Bela Baitul Maqdis di Monas, Jumat (11/5/2018).

Atas nama rakyat indonesia, para peserta aksi menurut UBN akan menjalankan amanat Undang-undang Dasar Republik Indonesia, sebagaimana tercantum dalam pembukaannya bahwa penjajahan diatas bumi harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

“Atas nama rakyat indonesia, kami ingin meneruskan perjuangan para pemimpin bangsa dalam Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955 di Bandung, konferensi yang pertama di mana Palestina sebagai negara dan bangsa yang terjajah, menjadi kewajiban bagi peserta konferensi Asia Afrika untuk membebaskannya,” tegasnya.

Ia pun mengapresiasi massa yang terus berdatangan menyuarakan solidaritas atas Palestina.

“Ini sebagai bukti indonesia telah bersatu, rakyatnya khususnya, dan mudah-mudahan begitu juga kepada negara kesatuan republik indonesia untuk bersatu membebaskan Baitul Maqdis,” pungkasnya.

reporter : ridwan

[FOTO] Suasana Aksi Bela Baitul Maqdis 115 di Monas

JAKARTA (Jurnalislam.com)— Koalisi Pembebasa Al Quds (KPA) menggelar aksi bela Baitul Maqdis, Jumat (11/5/2018) mengecam rencana Presiden AS Donal Trump pada 14 Mei mendatang.

Ketua KPA KH Bachtiar Nasir mengatakan bahwa aksi dihelat sebagai bentuk amanat konstitusi Indonesia yang dengan tegas menolak penjajahan.

Pantauan Jurnalislam.com, sejak malam hingga pagi, ratusan ribu massa terus berdatangan menuju Monas untuk bergabung mengikuti aksi. Berikut jepretan jurnalis Jurnalislam.com di lokasi: