Rekapitulasi Tuntas, KPU Tetapkan Jokowi-Amin Pemenang Pilpres 2019

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menuntaskan rekapitulasi nasional hasil Pilpres 2019. Pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin ditetapkan menjadi pemenang Pilpres 2019. Hasil pleno Pilpres di 34 provinsi, pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin meraup 85.607.362 suara (55,5 persen), sementara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memperoleh 68.650.23 suara (44,5 persen).

“Jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin 85.607.362 suara. Jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 68.650.239,” ujar komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik dalam rapat pleno KPU di gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019) dini hari.

Hasil pilpres itu ditetapkan dalam keputusan nomor 987. Hasil rekapitulasi KPU secara nasional ini terdiri atas perolehan suara di 34 provinsi dan 130 panitia pemilihan luar negeri (PPLN).

KPU menyebut jumlah suara sah nasional 154.257.601. Jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin 85.607.362 atau 55,50 persen dari total suara sah nasional.

Jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 68.650.239 suara atau 44,50 persen dari total suara sah nasional.

Ketua KPU Arief Budiman kemudian membacakan keputusan hasil rekapitulasi nasional pilpres, pemilihan anggota DPR, anggota DPRD, dan anggota DPD. Arief langsung mengetok palu tanda penetapan hasil rekapitulasi.

Rapat pleno ini langsung diumumkan setelah KPU melakukan rekapitulasi empat provinsi terakhir. Pleno ini dihadiri seluruh komisioner KPU, Ketua Bawaslu Abhan, dan semua anggota Bawaslu.

Saksi dari parpol pendukung Jokowi-Ma’ruf yang hadir adalah I Gusti Putu Artha, sedangkan dua orang saksi dari Prabowo-Sandi adalah juru debat BPN Ahmad Riza Patria dan Aziz.

Seperti diketahui, Jokowi-Ma’ruf unggul di 21 provinsi, yang terdiri atas Gorontalo, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Bangka Belitung, Bali, Sulawesi Barat, Yogyakarta, Kalimantan Timur, Lampung. Selanjutnya pasangan nomor urut 01 itu menang di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah.

Kemudian Jokowi-Ma’ruf unggul di Jawa Timur, NTT, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Papua Barat, DKI Jakarta, Sumatera Utara, Maluku, dan Papua.

Sementara itu, 13 provinsi lainnya dikuasai pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Sumber: detik.com

Hamas Berhasil Kembangkan Drone Penghancur Tank Israel

GAZA (Jurnalislam.com) – Kelompok Hamas dilaporkan berhasil mengembangkan pesawat tanpa awak (drone), yang dapat membawa roket dengan bahan peledak anti-tank, kutip media Israel, Yediot Aharonot.

Menurut laporan hari Jumat, selama serangan roket baru-baru ini Hamas berusaha menghancurkan kendaraan militer menggunakan roket yang diluncurkan oleh drone. Roket itu membawa bahan peledak yang diyakini menghancurkan berbagai jenis kendaraan lapis baja Israel.

Kelompok pejuang pembebasan Palestina itu juga menggunakan kapal bantalan udara pembom menargetkan kendaraan militer IDF namun gagal.

“Sejak 4 tahun lalu Hamas telah mengembangkan pesawat tanpa awak untuk melakukan serangan ke Israel dan langkah ini akan terus berlanjut dalam fase berikutnya,” kutip media itu.

Media Israel sebelumnya telah melaporkan bahwa Iron Dome tidak bekerja secara maksimal mencegat rudal gerakan perlawanan Palestina dalam agresi terakhir di Jalur Gaza.

IDF hanya memiliki 10 baterai untuk Iron Dome. Jumlah ini dinilai tidak cukup untuk mencegat puluhan roket yang ditembakkan ke Israel dalam waktu bersamaan, ditambah biaya satu rudal Iron Dome ditaksir mencapai 70 ribu dolar.

Maariv menambahkan bahwa kelompok Hamas dan Jihad Islam telah berhasil menembak 700 roket dalam eskalasi awai Mei lalu, 117 diantaranya diluncurkan dalam waktu kurang dari satu jam, beberapa bahkan menargetkan baterai Iron Dome.

“Hal ini menunjukkan kinerja yang luar biasa, kontrol serta koordinasi antara pejuang Palestina, Mereka berhasil mencapai lebih banyak target dan melumpuhkan Iron Dome, ‘’ tulis surat kabar Israel tersebut.

Sejak 2014, Hamas telah berinvestasi dalam pengembangan kendaraan udara tak berawak (UAV) dan adaptasi drone sipil untuk keperluan militer.

Sebagian besar drone yang digunakan diselundupkan ke Gaza melalui berbagai penyeberangan. Pada hari Rabu, Koordinator Aktivitas Pemerintah Israel (COGAT) melaporkan bahwa 172 paket pos dalam 250 kantong yang dikirim melalui Israel dan dibawa ke Gaza melalui Penyebrangan Erez berisi peralatan militer, termasuk drone, yang disamarkan sebagai barang sipil.

Sebagian besar peralatan tersebut dipesan melalui situs penjualan elektronik seperti “Ali Baba”.

Koran Israel Terbitkan Bocornya Isi ‘Kesepakatan Abad Ini’

PCOM Serukan Aksi Internasional Melawan Penjajahan Israel

Peringati Hari Nakba, Ribuan Massa di London Unjuk Rasa Bela Palestina

Polri: Jika Ada Penggunaan Senpi Saat Aksi 22 Mei, Itu Serangan Teroris

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kepala Biru Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo memastikan seluruh anggota Polri yang bertugas mengamankan aksi damai pada 22 Mei nanti hanya dibekali tameng dan gas air mata.

Dedi menyebut, Polri melarang anggotanya yang berada di lapangan nanti membawa senjata api dan peluru tajam. 

“Konsep pengamanan Polri untuk tanggal 22 Mei yang akan datang bersama dengan rekan-rekan TNI, paling pokok adalah seluruh aparat keamanan yang melaksanakan pengamanan tidak dibekali senjata api dan peluru tajam,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/5/2019).

Jika kemudian ditemukan penggunaan senjata api dan peluru tajam saat pengamanan, maka patut diduga itu merupakan serangan teroris.

“Apabila nanti 22 Mei ada yang menggunakan peluru tajam maka patut diduga bahwa itu adalah serangan terorisme karena aparat keamanan tidak boleh, ini sudah perintah dari pimpinan,” jelasnya.

Selain itu, Dedi menyebutkan TNI-Polri telah mempersiapkan tim anti anarkis untuk menghadapi kemungkinan adanya aksi anarkisme saat 22 Mei.

“Kita juga mempersiapkan segala kemungkinan yang terjadi, TNI-Polri sudah memiliki tim anti anarkis,” pungkas Dedi.

Dedi juga mengatakan, lebih dari 30 ribu personel TNI-Polri diturunkan untuk mengamankan objek-objek vital nasional di DKI Jakarta saat penetapan hasil Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei. Fokus utamanya di gedung KPU dan Bawaslu.

Sumber: RMOL

Sejumlah Elemen Ormas Islam Dipastikan Hadiri Aksi Damai 22 Mei

Pemerintah Diminta Serius Tangani OPM dan Usut Kecurangan Ketimbang Tangkapi Oposisi

Desak Jokowi Bicara Soal Kematian Petugas Pemilu, Din Syamsuddin: Mulailah Dari Keprihatinan

Dituduh Didukung Teroris, Tapi Mau Diserang Teroris, Dahnil: Piye Jal?

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengomentari penangkapan Tim Densus 88 Antiteror yang baru saja mengamankan dua orang terduga teroris di Cibinong, Kabupaten Bogor.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menyebut bahwa Pak Jenggot telah menyiapkan aksi amaliah di tengah kerumunan massa yang berkumpul di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) tanggal 22 Mei mendatang.

Pernyataan ini membingungkan mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah itu. Pasalnya, massa yang akan berunjuk rasa untuk menolak hasil penghitungan suara itu justru selama ini dituduh telah didukung kelompok radikal.

Secara logika, tidak mungkin kelompok teroris akan menyerang kelompok yang selama ini disebut telah mereka dukung.

“Dituduh didukung teroris, tapi mau diserang teroris yang mendukung. Laaaah piye jal (lah bagaimana coba)?” singkat Dahnil dalam akun Twitter pribadinya, Sabtu (18/5/2019).

Senada dengan itu, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bertanya-tanya soal aksi Pak Jenggot yang disampaikan Brigjen Dedi.

“Dear terrorist, Are you muslim? Katanya kamu radikal, Mau bikin negara khilafah… Kok mau BOM kelompok yang dituduh radikal dan mau bikin negara khilafah,” kata Fahri.

Lebih lanjut, Fahri mendoakan kepada para teroris yang tertangkap agar kembali berpikir jernih tanpa ada kebencian dalam hati.

“Semoga Allah SWT, mendamaikan jiwa kalian yang rusak oleh kebencian. Siapapun kalian!” pungkasnya.

Beberapa waktu lalu, Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Yaqut Cholil Qoumas yang mengatakan kepada presiden Joko Widodo soal adanya kelompok radikal yang berhubungan dengan salah satu kandidat peserta pemilihan presiden 2019. Meskipun demikian, Yaqut enggan menjelaskan lebih jauh kepada kandidat yang mana kelompok radikal ini bernaung.

“Saya tak mau sebut namun faktanya ada. Bisa dirasakan lah. Saya kira semua juga tahu,” ujar Yaqut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat, 11 Januari 2019.

Menurut Yaqut, kelompok-kelompok radikal ini muncul akibat kontestasi pemilihan presiden.

Wiranto ke Kapolda dan Pangdam: Jangan Biarkan Masyarakat ke Jakarta

Sejumlah Elemen Ormas Islam Dipastikan Hadiri Aksi Damai 22 Mei

 

Hindari Gesekan Usai Pilpres, MUI: Tempuh Jalur Hukum Jika Curang

JAKARTA (Jurnalislam.om) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai ada kerawanan atau gesekan sosial yang berpotensi menimbulkan konflik dan perpecahan di kalangan komponen bangsa, usai pilpres.

Karenanya, kedua kandidat capres-cawapres diminta untuk menempuh jalur hukum jika hasil pilpres dinilai ada dugaan kecurangan.

“Jalur hukum merupakan pilihan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan konstitusi serta paling ringan tingkat mudaratnya,” kata Wakil Ketua MUI, Zainut Tauhid saat Tausiyah Kebangsaan Untuk Perdamaian Menjelang Penetapan Hasil Pemilu di Kantor MUI Pusat, Jalan Proklamasi, Jakarta, Jumat (17/5/19).

Selain itu, MUI juga meminta kedua paslon mematuhi komitmen bersama yaitu menerima hasil Pemilu dengan semangat siap kalah dan siap menang.

“Bagi pasangan calon yang menang diminta untuk tidak mengungkapkan ekspresi kemenangan secara berlebihan. Bagi pasangan calon yang kalah diminta untuk menerima dengan lapang dada dan sabar hasil Pemilu,” ujarnya.

Kemudian MUI juga meminta para elit politik, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan media massa untuk bisa menempatkan diri sebagai perekat, pemersatu bangsa. Ikut serta membantu mendinginkan suasana agar proses demokrasi dapat berjalan dengan lancar, tertib dan aman.

MUI juga meminta aparat kepolisian untuk bertindak tegas, dan bersikap profesional.

“Penegakkan hukum harus dilakukan kepada siapapun tanpa membedakan status dan kedudukan sosial. Sehingga masyarakat mendapat jaminan perlindungan dan kepastian hukum dalam menunaikan hak-hak konstitusionalnya,” tukasnya.

Baca juga:

MUI Persilakan Warga Gelar Aksi Damai Tolak Kecurangan Pemilu

KH Ma’ruf Amin Siap Bersilaturahim dengan Peserta Ijtima Ulama III

 Ini Peran MUI Setelah Terbitnya PP Jaminan Produk Halal

MUI Imbau Umat Islam Lawan Kecurangan Tapi Tetap Jaga Kedamaian

 

Viral Buka Puasa Dengan Bir, Umat Islam Datangi OPPO Malang

MALANG (Jurnalislam.com) – Jama’ah Ansharu Syari’ah Malang mendatangi kantor OPPO Indonesia di komplek Apartemen Soekarno Hatta, Jl. Soekarno Hatta No. 2 Malang, Kamis (16/5/2019) siang . Kedatangan Ansharusyariah untuk meminta penjelasan pihak OPPO terkait beredarnya video acara buka bersama yang digelar oleh OPPO dengan hidangan minuman bir.

Ketua Ansharusyariah Malang Fuad Ibrahim meminta agar kejadian tersebut tidak terulang dikemudian hari.

“Kepada pihak OPPO Indonesia kedepannya agar tidak mengadakan event-event yang bernuansa keislaman akan tetapi pelaksanaannya jauh dari nilai-nilai keislaman,” katanya.

Sayangnya kedatangan Ansharusyariah hanya bertemu kepala administrasi kantor OPPO sehingga tidak bisa memberi penjelasan. Kemudian Ansharusyariah membawa persoalan ini ke kepolisian Polresta Malang.

Ansharusyariah meminta kepolisian agar bertindak tegas atas acara buka bersama tersebut, dan meminta pihak OPPO meminta maaf kepada umat Islam.

“Kami minta agar pihak kepolisian bertindak tegas dalam mensikapi acara bukber yang diselenggarakan oleh OPPO Indonesia tersebut, dan meminta agar kepolisian menekan pihak OPPO untuk membuat press release permintaan maaf kepada umat Islam,” tegas Fuad.

Kepolisian berjanji akan menindaklanjuti persoalan ini dalam waktu dua hari dan akan pertemukan General Manager OPPO dengan Ansharusyariah.

Sebagaimana diketahui, sehari sebelumnya beredar viral di media sosial video dan foto-foto acara buka bersama oleh OPPO dengan hidangan dan minum bir bersama.

Ronaldo Sumbang 1,5 Juta Dolar Untuk Ramadhan Rakyat Palestina

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Bintang sepakbola asal Portugal, Cristiano Ronaldo, menyumbangkan 1,5 juta dolar AS kepada rakyat Palestina selama kaum muslim Palestina itu menjalani bulan suci Ramadhan. Menurut Telusur.net, striker bintang Juventus itu berusaha menyampaikan solidaritasnya untuk bangsa Palestina dan membantu meringankan penderitaan yang dialami bangsa Palestina.

Telusur.net adalah laman jaringan televisi Pan-Amerika yang berbasis di Caracas, Venezuela. Menurut media ini, sekalipun media massa jarang mengungkapkan sisi lain Ronaldo dalam hubungannya dengan Palestina, megabintang sepak bola dunia ini selalu dekat dengan Palestina yang pernah terang-terangan menyatakan di muka publik bahwa dia menolak pendudukan Israel di Palestina.

Pada November 2012, ketika Gaza dibombardir Israel, Ronaldo melelang Golden Boot miliknya untuk menggalang dana yang kemudian disalurkan kepada anak-anak Palestina. Setahun kemudian pada Maret 2013, di akhir pertandingan Portugal dan Israel pada kualifikasi Piala Dunia 2014, dia menolak bertukar kostum dengan pemain Israel.

Kala itu media massa melaporkan, sekalipun dia berjabat tangan dengan pemain Israel, Ronaldo menolak bertukar kaos karena dia tidak ingin mengenakan kostum berbendera Israel.

Ahmad Daubasha, bocah berusia 5 tahun yang menjadi satu-satunya korban selamat dari satu keluarga Palestina yang diserang pemukim Yahudi Israel, disambut Ronaldo pada 2016 di pusat pelatihan Real Madrid di mana dia berfoto selfie dengan sang bocah dan menghadiahi si bocah dengan kostum yang sudah dia persiapkan sebelumnya.

Sumber: telesurenglish.net

Dompet Dhuafa Bersama Pemprov DKI Akan Gelar Iftar Akbar di 242 RT

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Setelah sukses dengan pelaksanaan program Buka Puasa Bersama pada Ramadan 1439 H yang lalu, Pemprov DKI Jakarta pada Ramadan 1440 H kembali menggandeng Dompet Dhuafa (DD) dan sejumlah lembaga kemanusiaan lainnya untuk berbagi keberkahan melalui program ‘Ramadhan Indahnya Berbagi’ kepada masyarakat Jakarta.

Penandatanganan nota kesepahaman kerja sama terkait sinergi agenda Iftar (Buka Puasa Ramadhan) bersama masyarakat dhuafa di 242 RT wilayah Jakarta, bertempat di Balaikota, Jakarta, demikian rilis Dompet Dhuafa yang diterima Jurnalislam.com, Kamis (16/5/2019).

“Alhamdulillah hari ini kita kembali menjalankan kegiatan buka bersama Jakarta Bahagia. Kerja sama kali ini ada unsur pemerintah, lalu unsur masyarakat, baik dari Dompet Dhuafa, Aksi Cepat Tanggap, dan juga Rumah Zakat. Serta, sekarang komponen BAZNAS BAZIS juga ikut terlibat, dan kita akan menyelenggarakan di 242 RT di seluruh Jakarta kegiatan buka bersama,” ujar Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan usai menyaksikan penandatanganan PK.

Melalui lembaga-lembaga tersebut, Anies berharap seluruh warga Jakarta yang kekurangan dapat menikmati buka puasa. Terkait dana, Anies mengatakan Pemprov DKI melalui Baznas Baziz akan menyiapkan dana sebesar satu milyar rupiah.

“Perlu saya garis bawahi, Jakarta ini ada ironi. Sebagian bisa berbuka puasa dengan makanan yang sering berlebih (dan), sebagian justru berbuka dalam kondisi kekurangan. Karena itu, kami berharap lewat lembaga-lembaga ini, bukan saja kegiatan di 242 lokasi, tetapi kita ingin mengundang kepada seluruh masyarakat Jakarta untuk ikut memfasilitasi bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan makanan berbuka puasa. Dari sisi Pemprov, lewat Baznas Baziz menyalurkan satu miliar rupiah,” ungkapnya.

“Alhamdulillah ini merupakan kali keduanya Pemprov DKI Jakarta mempercayai Dompet Dhuafa untuk dapat berbagi kebahagian kepada masyarakat Jakarta. Dengan menyelenggarakan kegiatan Iftar pada setiap wilayah kemiskinan di Jakarta, semakin menguatkan kepedulian dan kebaikan, juga menjadi solusi terhadap masalah kemiskinan. Kolaborasi ini merupakan amanah besar. Maka, untuk mensukseskan dan merealisasikan program tersebut, Dompet Dhuafa mengajak seluruh masyarakat Jakarta berkontribusi.” ucap Imam Rulyawan selaku Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi.

Sedangkan, penentuan masjid atau tempat pelaksanaan pada lokasi tersebut berdasarkan kesepakatan masing-masing Yayasan dengan Walikota/Bupati Administrasi.

Masing-masing Yayasan juga diharuskan menyediakan posko umum bagi masyarakat yang ingin menyumbang dalam bentuk beras, bumbu, sayuran, atau bentuk lainnya dalam rangka mendukung acara Buka Puasa Bersama khususnya dengan masyarakat kurang.

BPN: Putusan Bawaslu Tak Berguna Jika Situng Tak Dihentikan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Ferdinand Hutahaean mengomentari keputusan Bawaslu yang memutuskan bahwa KPU terbukti bersalah melanggar tata cara dan prosedur input data di situng.

Ferdinand menyatakan, keputusan Bawaslu itu sama sekali tidak berguna bagi kubunya. Sebab, Bawaslu tidak memerintah KPU untuk menghentikan input data ke Situng.

“Karena, rekomendasinya memperbaiki administrasi tapi tidak memerintahkan menghentikan situng yang berantakan, rekomendasi Bawaslu tak berguna bagi 02,” katanya saat dihubungi Jurnalislam.com, Kamis (16/5/2019).

Politikus Demokrat ini menduga, keputusan Bawaslu itu hanya untuk menurunkan tensi politik saat ini yang kian memanas.

Kemudian, lanjut dia, keputusan ini juga terkesan ingin menggiring opini bahwa Bawaslu sudah mengakomodir rasa keadilan bagi BPN Prabowo-Sandi.

“Jadi ini keputusan yang dirancang untuk mencoba menurunkan tensi seolah kubu 02 diakomodir rasa keadilannya dengan diterimanya gugatannya,” tegas Ferdinand.

Disesalkan Ferdinand, Bawaslu tidak menjelaskan secara rinci, baik pelanggaran maupun rekomendasi apa saja yang harus dilakukan KPU.

“Sementara tolok ukur pelanggaran administrasinya apa saja dan perbaikannya seperti apa tidak jelas,” paparnya.

Terkait langkah  yang akan ditempuh BPN menyikapi keputusan Bawaslu tersebut, Ferdinand menyatakan akan dirapatkan terlebih dahulu.

“Saya belum tau, harus dirapatkan dulu,” tandasnya.

Terpisah, Anggota BPN Prabowo-Sandiaga Uno lainnya, Arief Puyono meledek keputusan Bawaslu tersebut.

“Keputusan banci, Bawaslu udah kemasukan angin,” kata Arief kepada Jurnalislam.com, Kamis (16/5/19). Arief tak menjelaskan, harapannya terkait putusan Bawaslu itu.

Sebagai informasi, laporan adanya kecurangan dalam situng KPU diajukan oleh tim tim BPN Prabowo-Sandi pada Kamis (2/5/19) lalu. Laporan itu teregistrasi dengan Nomor 07/LP/PP/ADM/RI/00.00/.

Dalam laporannya, BPN meminta agar Situng KPU dihentikan.

MUI Imbau Umat Islam Lawan Kecurangan Tapi Tetap Jaga Kedamaian

SOLO (Jurnalislam.com) – Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prof Din Syamsuddin mengimbau umat Islam tetap menjaga kedamaian dan tidak terprovokasi pasca pengumuman hasil pemilu pada 22 Mei mendatang. 

“Jangan ada bentrokan yang hanya akan membenturkan sesama umat Islam, itu harus dihindari,” katanya kepada Jurniscom di Masjid Suldamiyah Rais, Senin (13/5/2019).

Kendati demikian, Din menegaskan bahwa rakyat tidak boleh membiarkan apabila terbukti adanya kecurangan yang menguntungkan salah satu pihak.

“Tapi yang paling penting pula jangan sampai kita membiarkan kecurangan-kecurangan karena itu akan membuat cacat moral dan cacat konstitusional,” ungkapnya.

“Bahwa mau demontrasi mau unjuk rasa sah di republik ini, telah terjadi di 411, 212 kita damai, jangan sampai ada kekerasan, ada anarkisme dan ada kemungkinan provokasi provokasi, itu yang harus dihindari,” sambungnya.

Lebih lanjut, Din tidak bisa menyalahkan apabila ada pihak yang melakukan aksi unjuk rasa menolak putusan KPU karena dianggap tidak jurdil.

“Tapi mau apa saja mau 10 juta mau 20 juta, itu dijamin oleh konstitusi itu sendiri, tapi jangan sampai ada bentrok karena itu akan berhadapan sesama umat Islam,” tandasnya.