Peringati Hari Nakba, Ribuan Massa di London Unjuk Rasa Bela Palestina

Peringati Hari Nakba, Ribuan Massa di London Unjuk Rasa Bela Palestina

LONDON (Jurnalislam.com) – Ribuan orang berunjuk rasa di pusat kota London pada hari Sabtu (10/5/2019) untuk memperingati 71 tahun Hari Nakba Palestina (Bencana), yang bertepatan tahun ini dengan rencana untuk kesepakatan baru yang akan melikuidasi masalah Palestina. Unjuk rasa ini diselenggarakan oleh Forum Palestina di Inggris (PFB), Kampanye Solidaritas Palestina (PSC), Asosiasi Muslim Inggris (MAB) dan Kampanye Stop the War (STW).

Yel-yel “Bebaskan Palestina”, dan “Akhiri Pengepungan di Gaza” diteriakan pengunjuk rasa sambil membawa poster-poster pro-Palestina.

Unjuk rasa dimulai di Portland Place dan berjalan melalui Oxford Circus dan Trafalgar Square untuk mencapai Downing Street di mana kantor-kantor pemerintah berada.

Duta Besar Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot, menegaskan penolakan sepenuhnya terhadap rakyat Palestina dan kepemimpinan mereka atas semua yang telah dibocorkan tentang “kesepakatan abad ini” yang mencurigakan.

Ketua PFB, Hafiz Al-Karmi, memperbarui seruan kepada Pemerintah Inggris untuk meminta maaf atas kesalahan historis Deklarasi Balfour dan untuk bekerja demi perlindungan rakyat Palestina di tanah kelahiran mereka.

Ikon perlawanan Palestina, Ahed al-Tamimi termasuk di antara para demonstran. Gadis 17 tahun ditangkap pada akhir 2017 oleh otoritas Israel dan kemudian dijatuhi hukuman penjara delapan bulan karena “menyerang” seorang tentara Israel.

“Kami tidak akan menjadi korban! Kami akan terus menolak!” kata Al-Tamimi dalam orasinya.

Juru bicara PFB, Adnan Humaidan, meminta Perdana Menteri Inggris, Theresa May, untuk berhenti mempersenjatai dan mendukung penjajahan Israel namun menutup mata terhadap kejahatannya seperti pembunuhan bayi Saba Abu Arrar dan ribuan anak-anak Palestina sebelum dia.

Para demonstran juga membawa poster-poster hujatan kepada Presiden Amerika, Donald Trump, dan rencananya yang jahat untuk Palestina. Massa juga menyerukan dukungan untuk gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS).

Orang Palestina Inggris lainnya, Haneen Khalil, berbicara atas nama OLIVE for Palestinian Youth. Dia menekankan penolakannya atas perundingan dengan Israel sebelum menyetujui hak pengembalian semua pengungsi Palestina.

Pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn juga mendukung pawai di Twitter, menulis:

“Kita tidak bisa berdiam diri atau tetap diam pada penolakan terus-menerus atas hak dan keadilan kepada rakyat Palestina.”

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X