PM Israel Jadi Terdakwa Kasus Suap, Penipuan, dan Pelanggaran Kepercayaan

TEL AVIV (Jurnalislam.com) – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah didakwa dengan tuduhan suap, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan. Dakwaan menjadikannya perdana menteri pertama yang menghadapi penuntutan.

Berita itu muncul ketika pemerintah sementara Israel diperintahkan hari ini untuk membentuk pemerintahan setelah Netanyahu gagal menyatukan satu koalisi dalam dua pemilihan tahun ini.

Netanyahu terjerat dalam empat skandal politik. Pertama, kasus 1000 yang melibatkan tuduhan bahwa PM dan istrinya menerima hadiah ilegal dari pengusaha. Kedua, kasus 2000 yang menuduh Netanyahu berusaha membeli liputan surat kabar yang menguntungkan.

Ketiga, kasus 3000, juga dikenal sebagai “skandal kapal selam”; dan terakhir Kasus 4000, di mana rekanan dekat Netanyahu diduga memberikan informasi rahasia kepada perusahaan telekomunikasi terbesar Israel.

Bezeq dan Walla! pemilik Shaul Elovitch dan istrinya, Iris, juga didakwa hari ini karena suap dan menghalangi keadilan sebagai bagian dari Kasus 4000. Selain itu, pemilik Yedioth Ahronoth, Arnon Nuni Mozes, didakwa melakukan penyuapan sebagai bagian dari Kasus 2000.

Netanyahu, yang telah membantah kesalahan dalam tiga kasus korupsi, tidak berkewajiban untuk mengundurkan diri setelah didakwa dan akan membuat pernyataan nanti.

Dia sebelumnya menolak penyelidikannya itu sebagai sebuah”perburuan penyihir” (witch hunt).

Sumber: MEMO

Peduli Palestina, IKJ, JH dan Aman Palestine Galang Dana di Jalanan Yogyakarta

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Komunitas Info Kajian Jogjakarta (IKJ) dan Jogjakarta Hijrah (JH) turun ke jalan melakukan aksi solidaritas untuk Palestina di perempatan Terminal Giwangan, Jogjakarta, Rabu (21/11/2019). Dalam aksinya, mereka juga menggandeng Aman Palestin (AP), salah satu NGO yang peduli terhadap kondisi masyarakat Palestina.

Dalam aksinya, 40 anggota dari komunitas IKJ dan JH hadir bersama dengan beberapa relawan AP membawa kotak penggalangan dana untuk membantu rakyat Palestina korban agresi militer penjajah Israel beberapa waktu lalu.

Ketua JH, Yashier mengatakan, aksi tersebut tak lain untuk mengingatkan dan kembali menggugah masyarakat untuk peduli dengan umat muslim di Palestina.

“Apalagi sampai saat ini, Palestina masih dilanda semua krisis. Mulai dari soal ekonomi, pendidikan, pangan, air bersih dan sebagainya. Dalam aksi solidaritas kali ini, kami melakukan penggalangan dana kemanusiaan. Selain JH, aksi ini juga dibantu beberapa komonitas yaitu IKJ dan AP,” kata Yashier.

Senada dengan itu, salah satu anggota IKJ, Dedy menyampaikan bahwa salah satu yang bisa dilakukan adalah memunculkan rasa simpati dan empati di kalangan masyarakat Indonesia terhadap kondisi yang dialami masyarakat Palestina..

“Kita bersyukur hidup di negara damai. Semoga apa yang disumbangkan bisa meringankan warga Palestina,” katanya.

Elemen Umat Islam Soloraya Desak Aparat Berantas Pekat di Karanganyar

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Sejumlah elemen umat Islam Soloraya menggelar audiensi dengan Polres Karanganyar guna menyikapi maraknya penyakit masyarakat (Pekat) di wilayah mereka. Audensi digelar Aula Wirapratama Mapolres Karanganyar, Jl Lawu No. 3, Padangan, Jungke, Karanganyar, Jawa Tengah.

Audensi dihadiri sejumlah elemen umat Islam diantaranya, Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Front Ummat Islam (FUI) Karanganyar, Majelis Mujahidin Karanganyar, Jamaah Ansharu Syariah, Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), Aliansi Umat Islam (AUI) Karanganyar dan Laskar Bela Islam Karanganyar (Labbaik).

Dalam audensi yang dipimpin langsung oleh Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi itu Ketua AUI Karanganyar Ustaz Fadlun Ali menyampaikan keresahan masyarakat Karanganyar terkait semakin maraknya pekat.

“Di Karanganyar bahwasanya seharusnya Bapak Bupati bisa tahu dan hadir di sini, dan saya mau menagih janji ketika dia bilang lapor aja kalau ada, tapi kok tetap masih aja ada, sehingga kita koordinasi dengan teman teman elemen untuk melakukan audensi ini,” katanya.

Sementara ketua FUI Karanganyar Mulyono mempertanyakan keseriusan pihak aparat dalam mengatasi perjudian yang saat ini tengah marak di wilayah Karanganyar.

“Saya minta yang ditangkap itu bandarnya pak, jangan hanya pelakunya saja, ini saya juga bawa bukti video yang jelas di sana terlihat bukti transaksi, wajah pelaku dan bahkan judi itu dilakukan diatas gambar Garuda Pancasila, ini melecehkan lambang negara,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Kapolres Karanganyar AKBP Catur menegaskan bahwa ia beserta jajarannya serius dalam menangani laporan tersebut. Dia juga berterimakasih atas masukan yang diberikan oleh elemen umat Islam Soloraya.

“Dan kita juga berupaya keras untuk melakukan penindakan terkait narkoba, dan dalam 20 harus sudah bisa terselesaikan, kemarin kita juga melakukan operasi terkait curanmor di Karanganyar,” ungkapnya.

“Kita terimakasih sudah dikoreksi dan saya serius dalam menangani terkait pekat di masyarakat ini,” pungkasnya.

Seorang Muslimah yang Sedang Hamil Tua Diserang Pria di Sydney

SYDNEY (Jurnalislam.com) – Seorang perempuan yang sedang hamil 38 minggu diserang secara brutal oleh seorang pria di sebuah Cafe di Sydney, Australia pada Rabu (20/11/2019). Sebelum menyerang, pria itu juga melemparkan perkataan rasis kepada wanita tersebut.

Dilansir dari media Australia, wanita 31 tahun itu sedang makan di sebuah restoran di Church St Paramatta sekitar pukul 22.30 waktu setempat.

Kemudian pria itu menghampiri dan menghina mereka.

Rekaman CCTV menunjukkan, pria itu tiba-tiba membungkuk dan meninju korban beberapa kali di kepala dan tubuhnya hingga terkapar dan menginjak-injaknya.

Kepolisian setempat mengatakan, pelaku memukul kepala wanita itu sebanyak 14 kali hingga terkapar kemudian menginjaknya dua kali sebelum akhirnya pria itu diamankan oleh penjunjung lainnya.

“Sebagai akibat dari serangan itu, dia tampak agak trauma secara emosional dan fisik,” kata Inspektur Sywenkyj kepada wartawan di Sydney, Rabu (20/11/2019).

Atas penyerangan itu, Polisi menangkap pelaku yang merupakan seorang pria berumur 43 tahun.

Dalam persidangan yang digelar hari ini, Kamis (21/11/2019), pelaku didakwa dengan tuduhan melakukan penyerangan yang menyebabkan korban terluka. Jaminannya ditolak, dan pelaku akan dipenjara selama satu bulan.

Wanita itu dilepaskan dari RS Sydney Westmead pada hari Kamis untuk pemulihan di rumah.

Ciri Radikal Versi Menag: Intoleran dan Memaksakan Kehendak

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Menteri Agama Jenderal (Purn) Fachrul Razi selain memaparkan penyebab orang menjadi radikal. Selain itu, dia juga mengurai ciri-ciri seseorang atau organisasi disebut sebagai kelompok radikal.

Pertama, mereka merasa paling benar dan intoleran, tidak bisa menerima orang lain yang berbeda identitas dan pendapat.

“Padahal Allah SWT menegaskan bahwa ciptaannya dibuat dalam kondisi beragam. Dalam Al-Qur’an Surah Al-Hujurat ayat 13 Allah berfirman, Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal,” katanya dalam Sarasehan Pembinaan Mental Angkatan Darat (Bintalad) TA 2019 di Matraman, Rabu (20/11/2019).

Fachrul menyatakan bahwa keberagaman atau kebhinnekaan adalah keniscayaan. Keberagaman pandangan juga keniscayaan dan tidak ada satu pun manusia yang berhak mengklaim bahwa dialah yang paling benar.

“Kebenaran hakiki hanya milik Allah,” ucapnya.

Kedua, ciri kelompok radikal, lanjut Menag, mereka memaksakan kehendak dengan berbagai cara. Mereka menghalalkan cara apa pun bahkan memanipulasi agama untuk mencapai keinginan duniawi.

Mereka yang radikal dianggap tak segan-segan menjustifikasi perilaku kriminalnya, melukai, atau membunuh orang misalnya dengan penafsiran ayat sekehendaknya.

“Padahal agama mana pun, ayat suci mana pun tak ada yang menyuruh kezaliman atas kemanusiaan apa lagi membunuh. Agama justeru menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan menjaga kehidupan yang aman dan damai,” katanya.

Ketiga, mereka yang radikal juga menggunakan cara-cara kekerasan, baik verbal maupun tindakan dalam mewujudkan apa yang diinginkannya.  Mereka tak segan melakukan ujaran kebencian atau menyampaikan berita bohong.
Sebagian dari mereka juga melakukan tindakan kekerasan fisik, mempersekusi kelompok lain, atau meledakkan diri di kerumunan orang banyak.

“Mereka menjadi radikal negatif yang harus kita tangani dengan tegas, tidak selalu berarti keras. Pertama-tama kita lakukan nasehat dengan baik,” katanya.

Jika tidak bisa, dialog atau diskusi dengan baik guna meluruskan kesalahpahaman konsepnya. Jika juga tidak mengena, ada kerangka hukum yang bisa menindak tegas sesuai kadar pelanggaran hukumnya.

“Misalnya dengan menerapkan Undang-undang Pidana dan atau Undang-undang Terorisme,” kata mantan Wakil Panglima TNI ini.

Menag Kembali Bicara Tentang Radikal, Kali Ini Sebut Penyebabnya

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Menteri Agama Jenderal (Purn) Fachrul Razi memaparkan ciri-ciri paham radikalisme dan penyebab seseorang menjadi radikal.

Secara umum, kata dia, ada dua hal yang mendorong seseorang menjadi radikal. Pertama, karena faktor ekonomi atau kemiskinan. Kedua, karena keterbatasan pendidikan atau minimnya ilmu agama dalam memaknai sebuah ajaran.

Menag menyebutkan, secara teoritik banyak unsur yang bisa membentuk seseorang menjadi radikal atau ekstrem. Ada perspektif ekonomi dimana kemiskinan mendorong seseorang nekat melakukan tindakan-tindakan di luar pakem.

“Bisa juga minimnya pendidikan, bacaan yang terbatas dan pemahaman yang salah, yang mendorong seseorang menjadi radikal,” katanya saat membuka acara Sarasehan Disbintalad di Matraman, Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Adapun dari perspektif agama bisa karena salah paham atau paham yang salah. Salah paham bisa jadi karena saat belajar agama tanpa guru yang hanya menelusuri dunia maya.

“Menafsir ayat tanpa guru memadai dan guru yang otoritatif sehingga menafsirkan ayat-ayat tentang perang di masa damai atau di negara keberagaman seperti Indonesia misalnya dan sebagainya,” katanya.

Sementara itu, sebelumnya Ketua PP Muhammadiyah meminta pemerintah untuk menghentikan narasi radikalisme. Ia meminta definisi radikalisme itu sendiri harus diperjelas, khususnya hal ini kini menjadi narasi tunggal pemerintah.

“Apapun definisi radikal itu yang itu perlu dipertajam dan diperjelas, tapi problem bangsa ini bukanlah radikalisme sebagaimana yang menurut narasi tunggal dari pemerintah,” kata Busyro kepada Jurnalislam.com beberapa waktu lalu.

Buka MTQ DKI Jakarta, Anies Berharap Ada Calon Juara Baru

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat provinsi DKI Jakarta ke-28 bertajuk “Membumikan Al Quran di Ibukota” yang dihelat di Kantor Walikota Jakarta Pusat, Rabu (20/11/2019).

Dalam sambutannya, Anies mengatakan, kegiatan tersebut adalah momentum yang tepat untuk melahirkan para pemenang yang nantinya dapat berkompetisi ke perlombaan yang lebih tinggi, yakni MTQ tingkat nasional maupun internasional.

“Bagi kita di Jakarta kegiatan MTQ ke 28 ini menjadi unik karena bukan sekedar kegiatan tahunan tapi ini bagian mempertahankan posisi DKI sebagai juara umum lomba MTQ Nasional, Insya Allah ke depan muncul calon pemenang-pemenang baru,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Anies juga mengapresiasi para guru dan pembimbing yang telah melakukan pembinaan kepada para santri peserta MTQ.

“Tak terlihat, tapi Allah mencatat sebagai amal soleh Bapak/Ibu sekalian,” tuturnya.

Secara khusus,  Anies memberikan apresiasi kepada Muhammad Mifta Farid, santri Pesantren Al-Quran Al-Kautsar, Provinsi DKI Jakarta atas prestasinya mengharumkan nama Indonesia saat menjuarai lomba MTQ tingkat internasional di Maroko.

Sampaikan Ceramah di KPK, UAS Bahas Integritas

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Dai kondang Ustaz Abdul Somad (UAS) pada Selasa (19/11/2019) berkesempatan menyampaikan ceramah keagamaan di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan. UAS menyampaikan ceramah tentang bagaimana Islam membangun integritas.

“Temanya tentang integritas, bagaimana Islam mengajarkan sebesar biji sawi pun kecurangan akan dituntut di hadapan Allah SWT, untuk mendidik kita dalam menjaga kesucian, karena tidak ada gunanya banyak ibadah kalau kita aniaya pada orang, kalau kita makan barang haram doa tidak dikabulkan Allah,” kata UAS kepada wartawan.

UAS juga mendukung kebijakan apapun yang akan mendorong orang untuk berbuat baik dan mencegah yang munkar.

“Kamu akan tetap menjadi umat yang terbaik bukan karen tahajud malam sendirian berdoa kepada Allah. Umat terbaik adalah berbuat baik, support kebaikan, berikan dukungan terhadap kebijakan kebaikan, dan melarang perbuatan munkar, cegah orang dari perbuatan dosa, maka itu adalah inti ajaran Islam. Islam berani mengatakan tidak pada sogok, tidak pada rasuah, dan itu hanya dengan mendekatkan diri kita kepada Allah SWT,” paparnya.

Ditanya soal pengurus KPK yang baru, UAS mengatakan, dia mendukung siapapun yang mendapat amanah kepemimpinan di negeri ini selama mereka menjalankan amanah dengan baik dan takut kepada Allah.

“Amanah itu akan ditanya di hadapan Allah. mudah-mudahan siapapun, tetap yang takut kepada Allah SWT,” pungkasnya.

Baitul Maqdis Kian Terancam, Ulama Al-Aqsa Minta Dunia Islam Tak Diam

ALQUDS (Jurnalislam.com) – Wakil Direktur Departemen Endowmen Keagamaan Al-Quds, Najeh Bkeerat mengatakan, ancaman Israel terhadap Masjid Al-Aqsa dan Gerbang Al-Rahma semakin buruk. Dia menilai, penyebabnya adalah agresi militer Israel dan kurangnya respon dunia Arab, regional, internasional, dan dunia Islam pada umumnya.

Bkeerat menambahkan, kurangnya kesadaran tentang pentingnya perjuangan Palestina, Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa di antara warga Palestina, Arab, dan Muslim adalah alasan lain meningkatnya ancaman Israel tersebut. Bab Al-Rahma dibuka kembali pada Februari untuk pertama kalinya sejak 2003, sebelum ditutup lagi oleh Israel sebulan kemudian.

“Otoritas pendudukan Israel berusaha mengirim pesan kepada dunia, melalui agresi mereka, bahwa mereka telah mengontrol penuh atas Masjid Al-Aqsa,” kata Bkeerat kepada Pusat Informasi Palestina, Senin (18/11/2019).

Menurutnya, semakin banyak pelanggaran Israel di Baitul Maqdis menunjukkan bahwa penjajah sedang mempersiakan sesuatu. Bkeerat tidak mengenyampingkan peningkatan jumlah pemukum Yahudi yang menyerang Masjid Al-Aqsa adalah bagian dari kampanye Israel untuk menarik lebih banyak dukungan.

“Kita tidak boleh tinggal diam dengan konspirasi yang dirancang melawan Masjid Al-Aqsa. Kita bisa melakukan ini dengan memperkuat hubungan kita dengan Masjid Al-Aqsa dan orang-orang Yerusalem,” ujar Bkeerat.

Untuk mencapai tujuan ini, pejabat Awqaf menyerukan media Palestina, Arab dan Islam untuk melawan narasi palsu Israel dan pro-Israel dengan menerbitkan fakta tentang kota suci dan apa yang terjadi di sana.

Bkeerat juga menyerukan para intelektual dan pejabat Palestina dan Arab untuk melakukan apa pun yang mereka bisa untuk melindungi Masjid Al-Aqsa dan Yerusalem dari rencana jahat Israel.

 

Kecewa pada Netanyahu, Gedung Putih: Presiden Tidak Suka Pecundang

ALQUDS (Jurnalislam.com) – Pemerintahan Presiden AS Donald Trump merasa frustrasi dan kecewa dengan Israel, khususnya kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Pernyataan itu seorang pejabat senior Gedung Putih kepada rekan-rekan Israel-nya yang menolak identitasnya diungkap.

“Orang-orang Amerika berkecil hati dan frustrasi oleh politik Israel dan krisis politik saat ini, yang telah mencegah Gedung Putih dari mengungkap bagian politik dari kesepakatan abad ini,” katanya dilansir Ynet News, Senin (18/11/2019). Pernyataan orang Gedung Putih itu merujuk pada rencana perdamaian Timur Tengah yang lama ditunda oleh pemerintahan Trump

Sumber menambahkan bahwa Donald Trump merasa “sangat kecewa” dengan Netanyahu dan telah berbicara negatif tentang dia.

Menurut sumber itu, Trump telah memutuskan untuk menjauhkan diri dari Benjamin Netanyahu karena gagal memenangkan Pemilu 9 April dan membentuk pemerintahan, padahal Trump sudah banyak membantunya.

“Presiden tidak suka pecundang,” katanya.

Sumber tersebut mencatat bahwa Trump membantu Netanyahu dengan memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem, mengakui aneksasi Dataran Tinggi Golan yang diduduki dan menunjuk Pengawal Revolusi Iran sebagai organisasi teroris asing.

Mantan Sekretaris Negara AS Rex Tillerson sebelumnya mengatakan bahwa Netanyahu telah memberikan informasi yang salah kepada Trump tentang berbagai kesempatan.

Dia mencatat bahwa Netanyahu “melakukan itu dengan presiden pada beberapa kesempatan, untuk membujuknya bahwa ‘Kami adalah orang baik, mereka adalah orang jahat.”

“Kami kemudian mengungkapkannya kepada presiden sehingga dia mengerti, ‘Anda telah dipermainkan’. Itu menggangguku bahwa sekutu yang dekat dan penting bagi kita akan melakukan itu pada kita,” kata Tillerson.