Ansharushy Syariah Jateng Turut Apresiasi Upaya Penutupan Warung ‘Sate Gukguk’ di Karanganyar

Ansharushy Syariah Jateng Turut Apresiasi Upaya Penutupan Warung ‘Sate Gukguk’ di Karanganyar

SOLO (Jurnalislam.com)- Amir Jama’ah  Ansharu syariah Jawa Tengah, ustaz Surawijaya,  mengapresiasi langkah Bupati Kabupaten Karanganyar Juliyatmono yang akan menutup seluruh warung yang menjual kuliner daging anjing atau sate guk-guk di Wilayah Karanganyar.

 

Hal itu dilakukan Juliyatmono setelah melakukan audensi dengan komunitas animal frends anggota komunitas dog meat free Indonesia di Ruang Garuda Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Karanganyar, Senin (17/6/2019).

 

“Saya selaku Amir Jama’ah ansharu syariah Jawa tengah memberikan dukungan dan simpati  yang sebesar- besarnya atas keberanian Pemerintah Kabupaten Karanganyar menutup warung jamu atau sate guguk” katanya saat dihubungi jurniscom, Rabu, (19/6/2019).

 

“Menurut Ustadz Surawijaya rencana bupati Karanganyar untuk menutup warung sate jamu dan sate guguk adalah bentuk perlindungann pemrintah dari perkara makanan yang membahayakan rakyatnya,” imbuhnya.

 

Ustadz Surawijaya melanjutkan, secara medis atau secara idiologis mengkonsumsi anjing  memiliki dampak   yang tidak baik.

 

“Bahwa makan daging anjing itu memiliki dampak yang tdk baik,apalagi dalam perkara makanan toyyibah ini adalah makanan haram”ujarnya.

 

Cak Rowi berharap, kebijakan ini bisa di tiru dan di kembangkan oleh daerah- daerah lain dengan menerbitkan peraturan  yang serupa.

 

“Jadi ini perlu ditiru dan di kloning oleh beberpa kabupaten dan kota termasuk Sukoharjo dan Solo”tandasnya.

 

Ridho asfari

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X