600 Kader ‘Aisyiyah Jateng Siap Turun ke Desa Perkuat Dakwah Kemanusiaan

600 Kader ‘Aisyiyah Jateng Siap Turun ke Desa Perkuat Dakwah Kemanusiaan

SEMARANG (jurnalislam.com)- Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah akan menggelar Jambore Milad ke-109 ‘Aisyiyah dan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 pada Sabtu-Ahad, (27–28/6/2026) di Wonder Park Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Kegiatan yang akan diikuti sekitar 600 peserta dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah itu tidak hanya menjadi ajang konsolidasi gerakan dan penguatan kapasitas kader. Pada hari kedua, peserta akan diterjunkan ke lima desa untuk melakukan survei sosial yang hasilnya akan menjadi bahan penyusunan White Paper (Kertas Kebijakan) terkait penguatan Qaryah Thayyibah, ketahanan pangan, pencegahan stunting, dan pengentasan kemiskinan ekstrem.

Mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian melalui Penguatan Qaryah Thayyibah, Ketahanan Pangan, dan Pencegahan Stunting serta Kemiskinan Ekstrem”, jambore ini menjadi bagian dari ikhtiar ‘Aisyiyah dalam menghadirkan dakwah yang membumi melalui pemberdayaan masyarakat dan penguatan keluarga.

Ketua PWA Jawa Tengah, Dr. Eny Winaryati, M.Pd., mengatakan peringatan Milad ke-109 ‘Aisyiyah yang bertepatan dengan Hari Keluarga Nasional merupakan momentum strategis untuk memperkuat peran perempuan dalam membangun keluarga yang tangguh, masyarakat yang berdaya, dan bangsa yang berkemajuan.

“Dakwah kemanusiaan yang dikembangkan ‘Aisyiyah tidak hanya diwujudkan melalui pengajian dan pendidikan, tetapi juga melalui aksi nyata pemberdayaan masyarakat. Penguatan Qaryah Thayyibah, ketahanan pangan keluarga, pencegahan stunting, dan pengurangan kemiskinan ekstrem merupakan bagian dari ikhtiar mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, berkeadaban, dan hidup dalam suasana damai,” ujarnya.

Sejumlah tokoh nasional dan daerah dijadwalkan hadir dalam pembukaan kegiatan, di antaranya Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI Wihaji, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, Ketua BAZNAS Jawa Tengah KH Ahmad Daroji, Ketua Umum BKOW Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin, serta Ketua Majelis Tabligh PP ‘Aisyiyah Prof. Dr. Casmini.

Melalui forum tersebut, peserta akan memperoleh penguatan wawasan mengenai pembangunan keluarga berkualitas, strategi ketahanan pangan, pencegahan stunting, penguatan dakwah komunitas, hingga optimalisasi zakat, infak, dan sedekah dalam mendukung Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

Ketua Panitia, Dr. Hj. Amiroh, M.Ag., menjelaskan jambore akan diikuti oleh Pimpinan Harian PWA Jawa Tengah, utusan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah, Korps Muballighat, Mualaf Center ‘Aisyiyah, serta unsur majelis dan lembaga yang selama ini terlibat dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, salah satu kekhasan Jambore Milad tahun ini adalah kegiatan turba (turun ke bawah) yang dilaksanakan pada hari kedua. Melalui kegiatan tersebut, peserta akan melakukan silaturahmi dengan warga, survei sosial, pendataan keluarga, observasi potensi desa, identifikasi persoalan stunting dan kemiskinan ekstrem, serta dialog dengan pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat.

“Hasil turba akan menjadi bahan penyusunan White Paper yang memuat potensi, tantangan, rekomendasi program, serta strategi penguatan Qaryah Thayyibah, ketahanan pangan, pencegahan stunting, dan pengentasan kemiskinan ekstrem,” kata Amiroh.

Dokumen tersebut diharapkan dapat menjadi bahan advokasi dan rekomendasi bagi pemerintah serta para pemangku kepentingan di tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten dalam merumuskan program pemberdayaan masyarakat yang lebih tepat sasaran, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Selain itu, jambore juga menjadi wahana kolaborasi lintas majelis, lembaga, dan Badan Pembantu Pimpinan (BPP) di lingkungan ‘Aisyiyah. Sedikitnya 10 unsur organisasi akan berkolaborasi menghadirkan berbagai program yang saling terintegrasi dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Untuk mendorong lahirnya inovasi di tingkat daerah, panitia juga akan menyelenggarakan ajang apresiasi praktik baik (best practice), meliputi Program Qaryah Thayyibah, Dakwah Digital, Dakwah Komunitas, serta Role Play Biro Konsultasi Keluarga Sakinah.

Berbagai kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus memperluas replikasi program-program unggulan ‘Aisyiyah di seluruh Jawa Tengah.

Melalui Jambore Milad ke-109 ini, ‘Aisyiyah Jawa Tengah meneguhkan komitmennya untuk terus menghadirkan dakwah yang mencerahkan, memberdayakan, dan memajukan kehidupan masyarakat.

Dengan memperkuat keluarga, mengembangkan ketahanan pangan, serta memperluas gerakan pemberdayaan berbasis komunitas, ‘Aisyiyah berupaya mewujudkan masyarakat yang sehat, sejahtera, berkeadilan, dan berkemajuan menuju Indonesia yang damai dan berkeadaban.

Bagikan