Responsive image

28 Pasukan Syiah Tewas, HTS: Akhiri Konflik Antar Faksi dengan Membentuk Pemerintah Daerah

28 Pasukan Syiah Tewas, HTS: Akhiri Konflik Antar Faksi dengan Membentuk Pemerintah Daerah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Aktivis mengatakan 28 tentara rezim Syiah Suriah tewas dalam baku tembak setelah disergap sebuah unit militer di dekat ibu kota, Damaskus.

Penyergapan pada hari Kamis (20/7/2017) tersebut mengikuti hari-hari pertempuran sengit saat daerah pinggiran kota Damaskus yang dikuasai oposisi anti-Assad berada di bawah serangan rezim, lansir Aljazeera.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) yang berbasis di Inggris mengatakan bahwa tentara dan pasukan sekutu mereka disergap di desa Rihan, sebelah timur Damaskus.

Anas al-Dimashqi, seorang aktivis oposisi yang berbasis di daerah tersebut, dan SOHR mengatakan bahwa penyergapan tersebut menewaskan sedikitnya 28 tentara rezim dan pasukan pro-pemerintah (gabungan milisi Syiah internasional).

Pasukan rezim Nushairiyah Assad dan sekutu mereka berusaha menyerbu pinggiran timur Damaskus, yang dikenal sebagai Ghouta Timur, namun kesulitan menembus pertahanan oposisi.

Lebih dari 450.000 orang terbunuh di Suriah sejak konflik yang dimulai dengan unjuk rasa anti-pemerintah pada Maret 2011 lalu direspon dengan keganasan militer rezim yang tidak terduga.

Di tempat lain di Suriah, pejuang Suriah di wilayah barat laut terjadi konflik diantara mereka, menurut sumber oposisi.

Mereka mengatakan bentrokan terus berlanjut di sebagian besar kota besar Idlib pada hari Kamis antara Hayat Tahrir al-Sham, sebuah koalisi faksi-faksi jihad yang dipimpin oleh Jabhat Fath al Sham dengan Ahrar al-Sham.

Apakah Koalisi Telah Gagal? Begini Penjelasan Syeikh Muhaysini

Bahkan di luar Idlib, Hayat Tahrir al-Sham dan Ahrar al-Sham – yang memiliki ribuan pejuang tersebar di Suriah – memperkuat posisi dan menempatkan pasukan mereka masing-masing pada kewaspadaan yang tinggi, menurut sumber oposisi.

Konflik tersebut melemahkan barisan oposisi Suriah sejak dimulainya perjuangan melawan rezim Syiah Bashar al-Assad pada 2011.

Perang antar mereka justru malah membantu pergerakan pasukan Syiah Assad dan sekutu-sekutunya di utara dan sekitar Damaskus.

Ketegangan terbangun antara dua faksi anti-pemerintah terbesar di Provinsi Idlib, terutama karena perbedaan pendapat.

Mereka juga bersaing untuk mendominasi di satu-satunya provinsi di Suriah yang sepenuhnya berada di bawah kontrol penuh faksi-faksi jihad.

Bentrokan baru-baru ini di pinggiran kota Idlib telah meningkatkan risiko pertempuran bergeser ke daerah-daerah perkotaan yang padat penduduk, kata sumber-sumber oposisi. Faksi-faksi telah berjanji kepada dewan lokal bahwa wilayah tersebut akan terhindar dari konflik.

Hayat Tahrir al-Sham pada hari Kamis mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk mengakhiri pertempuran adalah dengan membentuk sebuah pemerintahan daerah setempat di utara yang dikuasai mujahidin yang akan membantu mendamaikan faksi-faksi yang berseteru dan menghalangi campur tangan asing dalam konflik tersebut.

Bagikan
Close X