Utusan Palestina untuk PBB: Krisis Al-Aqsha pada Titik Kritis

Utusan Palestina untuk PBB: Krisis Al-Aqsha pada Titik Kritis

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Utusan Palestina untuk PBB mengatakan kepada Dewan Keamanan bahwa kompleks gabungan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur berada pada titik kritis, mendesak anggota dewan untuk membantu melindungi warga Muslim Palestina dan tempat-tempat suci mereka dari “agenda nekat dan destruktif Israel”.

Riyad Mansour memperingatkan dalam pidatonya kepada Dewan pada hari Selasa (25/7/2017) bahwa “konflik agama berkembang dengan cepat saat Israel terus melakukan tindakan ilegal di Yerusalem Timur yang dijajah,” lansir Aljazeera.

Dia mengatakan Israel melakukan “perilaku agresif dan pelanggaran provokatif” terhadap status quo bersejarah di kompleks Masjid Al-Aqsha yang diamanahkan oleh kaum Muslim, merujuk pada penutupan singkat Masjid Al Aqsha pada hari Jumat lalu setelah sebuah penembakan mematikan di sana yang diikuti oleh pemasangan kamera CCTV dan detektor logam.

“Kami jelas-jelas berada di titik kritis,” katanya. “Oleh karena itu kami sekali lagi harus memperingatkan terhadap bahaya provokasi dan hasutan Israel semacam itu, yang memicu siklus kekerasan lagi yang pastinya akan memiliki konsekuensi luas.”

Di Yerusalem Timur, para pemimpin Muslim mendesak umat pada hari Selasa untuk terus melakukan protes dengan sholat di luar rumah dan menghindari memasuki kompleks tersebut, bahkan setelah Israel membongkar detektor logam yang pada awalnya memicu ketegangan.

Sheikh Najeh Bakirat, direktur Masjid al-Aqsha, mengatakan pada hari Selasa bahwa tindakan Israel membongkar detektor logam tidak memenuhi tuntutan para jamaah Muslim karena kamera keamanan tetap ada.

Sheikh Raed Saleh, seorang pejabat al-Aqsha, mengatakan bahwa warga Muslim Palestina “tidak akan pernah menerima status saat ini, kecuali jika semua aturan yang ditambahkan setelah 14 Juli telah dihapus total.

“Gambar tersebut sampai saat ini tidak jelas, mereka melakukannya di tengah malam, di dalam kegelapan, seperti kelelawar. Hanya Allah yang tahu apa yang akan kita hadapi saat bangun keesokan paginya,” kata Saleh.

Puluhan jamaah Muslim terus melakukan shalat di jalanan di luar kompleks hingga hari Selasa.

Imran Khan dari Al Jazeera, melaporkan dari Yerusalem Timur yang diduduki, mengatakan bahwa saat detektor logam dilepaskan, ratusan orang Palestina memprotes kamera pemantau yang masih berada di tempat.

Israel mengatakan akan mengganti detektor logam dengan pengaturan keamanan baru berdasarkan “teknologi maju”, yang dilaporkan termasuk kamera canggih, namun mengatakan dibutuhkan waktu hingga enam bulan untuk memasangnya.

Bagikan
Close X