Tokoh Surakarta : Hanya Pro Komunis yang Takut Diputarnya Film G30 S PKI

Tokoh Surakarta : Hanya Pro Komunis yang Takut Diputarnya Film G30 S PKI

SOLO (Jurnalislam.com) – Tokoh masyarakat Surakarta Mudrick M Sangidu mengapresiasi langkah Jendral Gatot Nurmanto yang memerintahkan pasukannya untuk kembali memutar film G30 S PKI secara serentak.

Menurutnya, film tersebut sudah bisa mewakili sejarah tentang pemberontakan dan kekejaman Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1965. “Jadi Film itu mau diputar lagi itu sah-sah saja. Memang itu dibuat di zaman pak Harto, tapi bagi mereka yang anti PKI dan Pancasialis sejati, memang betul seperti seperti itu ceritanya, dan para jendral itu dibunuh dengan cara biadab,” paparnya Kamis,(21/9/2017).

Ia juga heran, terhadap pihak-pihak yang mengatakan film tersebut tidak sesuai dengan fakta. Menurutnya, hanya orang-orang yang pro PKI lah yang takut akan munculnya kembali Film tersebut.

Jelang 30 September, Masyarakat Solo Gelar Aksi Tolak PKI di Car Free Day

“Lalu ada yang sewot, pertama Mendagri, katanya nggak sesuai, nggak begini. Ada juga anggota DPR. Adanya pemutaran Film itu kan, membuat kebakaran jenggot simpatisan dan yang pro PKI. Harusnya kan ndak masalah, biarkan saja,”tegasnya.

Lebih lanjut, Mudrick juga mengkritik sikap Pemerintah yang kurang tegas terhadap PKI, yang jelas-jelas dilarang berkembang di Indonesia namun justru mengkriminalisasikan aktifis-aktifis yang selama ini, menyuarakan bahaya laten PKI pada rakyat Indonesia.

“okowi sendiri mengatakan mau bikin film versinya sendiri juga nggak tau ya, ini kesannya di masyarakat kan aneh, di satu sisi Jokowi bilang kalau ada PKI mau digebuk, tapi kenyataannya yang digebuk itu sopo. Yang digebuk malah Alfian Tanjung, aktifis pegiat anti komunis, ini kan aneh,”tandasnya.

Mudrick juga menghimbau kepada masyarakat dan umat Islam agar memasang foto para pahlawan Revolusi di sekolahan-sekolahan, yang selama ini sudah hilang. Hal itu menurutnya, agar para generasi muda memahami sejarah bangsa, terutama tentang penghianatan PKI.

 

Bagikan