Tantangan Dakwah Abad ke-2, Muhammadiyah: Kita Harus Siap Berkorban untuk Kemajuan Islam

CILEGON (Jurnalislam.com) – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Cilegon menggelar tabligh akbar bertema “Muhammadiyah Menjawab Tantangan Dakwah Abad ke-2” di Perguruan Muhammadiyah, Jln. Cut Nyak Dien No. 22 Cilegon, Sabtu (9/4/2016).  Menghadirkan Wakil Ketua Majelis Tabligh (MT) PP Muhammadiyah, Dr Fahmi Salim sebagai pembicara.

“Tantangan dakwah kedepan mau tidak mau kita harus siap mengorbankan jiwa, harta, dan waktu untuk memajukan umat Islam,” tegas Wakil Ketua Majelis Tabligh (MT) PP Muhammadiyah, Ustad Fahmi Salim dalam tausiahnya.

Menurutnya, tantangan dakwah kedepan akan lebih sulit, salah satunya adalah perjuangan Muhammadiyah untuk menghapuskan stigma teroris yang disematkan kepada umat Islam.

“Dahulu kami bergerak hanya untuk menumpas gerakan pemurtadan dan nativisasi, tapi sekarang kami harus menghadapi banyak hal, mulai dari LGBT sampai pelurusan stigma teroris terhadap umat islam,” ujar Fahmi Salim yang juga Wakil Sekjen MIUMI itu.

Fahmi menegaskan, Muhammadiyah akan selalu menjadi garda terdepan dalam mencegah erosi (pengikisan-red) nilai keislaman umat.

“Karena jelas di dalam matan dan tujuan hidup Muhammadiyah, bekerja untuk tegaknya nilai-nilai Islam,” tegasnya.

Da’i lulusan Universitas Al Azhar Kairo, Mesir ini berpesan, untuk menjawab tantangan dakwah kedepan harus dimotori oleh rasa cinta yang tinggi terhadap kemajuan Islam serta harus banyak bekerja agar terealisasi tegaknya nilai-nilai keislaman ditengah umat.

“Kita akan merasa capek jika tidak ada nilai cinta, karena dengan cinta kita berkorban, pengorbanan didasari oleh cinta dan yakinlah jika kita bekerja untuk Islam bantuan akan segera datang dari Allah,” tukasnya.

Fahmi juga menyinggung ketertindasan umat Islam sebagai pemilik saham terbesar di Indonesia. Sebab setiap orang beriman harus dibela.

“Terakhir kasus Siyono, adalah bentuk penindasan dan pelecehan terhadap umat islam, dan mesti kita bela, karena ini merupakan amar ma’ruf nahi munkar kami,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Fajar Aditya | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.