Taliban Kuasai 65% Wilayah, Joe Biden Peringatkan Pemerintah Afganistan Pro AS

Taliban Kuasai 65% Wilayah, Joe Biden Peringatkan Pemerintah Afganistan Pro AS

AFGANISTAN(Jurnalislam.com)–Pejuang Taliban menguatkan cengkeraman mereka di wilayah Afghanistan dengan tambahan beberapa wilayah berhasil direbut pada hari Selasa (10/8/2021), sekarang mereka menguasai 65% negara itu, sementara Presiden AS Joe Biden mendesak para pemimpin negara itu untuk memperjuangkan tanah air mereka sendiri.

Pul-i-Khumri, ibu kota provinsi utara Baghlan, jatuh ke tangan Taliban pada Selasa malam, menurut warga yang melaporkan pasukan keamanan Afghanistan mundur menuju gurun Kelagi, markas bagi pangkalan besar tentara Afghanistan.

Pul-i-Khumri menjadi ibu kota regional ketujuh yang berada di bawah kendali militan Islam dalam waktu sekitar sepekan.

“Para pemimpin Afghanistan harus bersatu,” kata Biden kepada wartawan di Gedung Putih, seraya mengatakan jumlah pasukan Afghanistan melebihi jumlah Taliban dan harus memiliki tekad berperang. “Mereka harus berjuang untuk diri mereka sendiri, berjuang untuk bangsa mereka.” sambung Biden.

Presiden AS mengatakan dia tidak menyesali keputusannya untuk mundur dari Afghanistan, tercatat Washington telah menghabiskan lebih dari 1 triliun USD selama 20 tahun dan kehilangan ribuan tentara. Dia mengatakan Amerika Serikat akan terus memberikan dukungan udara, makanan, peralatan, dan gaji yang signifikan kepada pasukan Afghanistan.

Di Kabul, Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani mengatakan dia mencari bantuan dari milisi regional. Dia mengimbau warga sipil untuk membela “jalinan demokrasi” Afghanistan.

Sementara di Aibak, ibu kota provinsi antara kota utara Mazar-i-Sharif dan Kabul, pejuang Taliban bergerak ke gedung-gedung pemerintah. Sebagian besar pasukan pemerintah tampaknya telah mundur.

“Satu-satunya cara adalah menjadi tahanan rumah atau mencari cara untuk pergi ke Kabul,” kata petugas pajak Sher Mohamed Abbas, ketika ditanya tentang kondisi kehidupan di Aibak.

Bagian utara selama bertahun-tahun adalah wilayah paling damai di Afghanistan, dengan hanya sedikit kehadiran Taliban. Strategi para militan tampaknya mengambil bagian utara, dan penyeberangan perbatasan di utara, barat dan selatan, dan kemudian akan mendekati Kabul.

Taliban berjuang untuk mengalahkan pemerintah yang didukung AS dan menerapkan kembali hukum Islam di Afghanistan, pembicaraan damai dengan pemerintah menemui jalan buntu.

Seorang juru bicara kantor politik Taliban mengatakan kepada Al Jazeera TV pada hari Selasa bahwa mereka tetap berkomitmen pada jalur negosiasi di Doha dan tidak ingin itu runtuh.

Pasukan Taliban kini menguasai 65% Afghanistan, mengancam akan merebut 11 ibu kota provinsi berikutnya dan berusaha menghentikan dukungan untuk Kabul dari pasukan nasional di utara, kata seorang pejabat senior Uni Eropa, pada Selasa.

Pemerintah telah menarik diri dari distrik pedesaan yang memang sulit dipertahankan untuk fokus pada pusat-pusat ibu kota provinsi. Para pejabat telah meminta tekanan pada Pakistan untuk menghentikan bala bantuan dan pasokan ke Taliban yang mengalir melewati perbatasan. Namun Pakistan membantah tuduhan negara mereka mendukung Taliban.

Amerika Serikat telah melakukan beberapa serangan udara untuk mendukung pasukan pemerintah. Juru bicara Departemen Pertahanan John Kirby mengatakan serangan itu memiliki efek “kinetik” pada Taliban, tetapi mengakui adanya keterbatasan.

“Tidak ada yang menyarankan disini bahwa serangan udara adalah obat mujarab yang akan menyelesaikan semua masalah kondisi di lapangan. Kami tidak pernah mengatakan itu,” pungkas Kirby. (Bahri)

Sumber: France 24

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X