Siyono Hanya ‘Dihargai’ 100 Juta

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Dua bungkusan yang diserahkan Suratmi, istri Siyono kepada PP Muhammadiyah pada Selasa (29/3/2016) akhirnya dibuka. Isinya, uang senilai Rp 100 juta. Bungkusan uang itu diterima Suratmi dari perempuan bernama Bu Ayu di Jakarta beberapa hari setelah Siyono diculik.

"Uang ini diberikan ketika istri Siyono dijemput untuk membesuk Siyono,” kata Komisioner Komnas HAM Siane Indriyani di kantor Komnas HAM, Senin (11/4/2016).

Saat dibuka, masing-masing gepokan berisi lima bundel uang seratus ribuan. Tiap bundel senilai 10 juta rupiah. “Semuanya total 100 juta,” kata Siane.

Siane menambahkan bahwa saat dijemput Suratmi berangkat ditemani kakak Siyono, Wagiyono. Sesampainya di Jakarta keduanya diberitahu bahwa Siyono telah meninggal.

Akhirnya, masing-masing diberi satu gepok uang. Polisi yang memberikan uang ke Suratmi saat itu mengatakan bahwa uang itu diberikan untuk membiayai anak-anaknya.

“Dan Wagiyono mendapatkan satu gepok itu untuk biaya pemakaman,” lanjut Siane.

Komnas HAM bersama PP Muhammadiyah dan sejumlah LSM yang mendukung Suratmi mencari keadilan masih akan bermusyawarah perihal uang tersebut.

Pada 29 Maret lalu, Suratmi mendatangi Kantor PP Muhammadiyah di Yogyakarta untuk melimpahkan kasus kematian suaminya. Dalam kesempatan itu, Suratmi juga menyerahkan dua bungkusan uang yang diterimanya dari perempuan bernama Bu Ayu dan Bu Lastri di sebuah hotel di Jakarta. 

Reporter: Irfan | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X