Sengsara, Kondisi Pengungsi di Idlib Suriah saat Ramadhan

Sengsara, Kondisi Pengungsi di Idlib Suriah saat Ramadhan

IDLIB(Jurnalislam.com) – Ribuan warga sipil yang mengungsi di kamp-kamp Idlib, barat laut Suriah menyambut Ramadhan dengan kesengsaraan. Mereka kekurangan sumber pendapatan untuk mempersiapkan Ramadhan.

Um Khader dan keluarganya melarikan diri dari daerah pedesaan Hama tiga tahun lalu. Serangan lanjutan oleh pasukan rezim Bashar al-Assad memaksa mereka untuk tinggal di kamp Atimah di Idlib. Khader mengatakan suaminya tidak bisa bekerja setelah tulang belakangnya dipukul.
“Anak-anak saya tidak makan daging selama tiga tahun. Kami tidak melakukan persiapan apa pun untuk Ramadhan kecuali doa kami,” kata Khader, dilansir Anadolu Agency, Jumat (16/4).

Pedagang sayur dari kota Saraqib yang menjual sayur di kamp Atimah, Emad Khalid mengatakan sebagian besar penduduk kamp ttidak memiliki daya beli. Sebab, mereka kebanyakan menganggur dan kekurangan uang.

“Semoga Allah membantu para penghuni kamp. Saya berharap mereka dapat segera kembali ke tempat semula, di desa-desa mereka,” ucap dia. Sebagian besar penghuni kamp berbuka puasa selama Ramadhan dengan sedikit makanan dan tidak bisa membeli daging.
Keadaan pengungsi Idlib diperburuk oleh konflik yang terjadi lebih dari sepuluh tahun. Mereka masih mengalami kemiskinan di tengah pengangguran yang meluas.
Pengungsi lain, Khalid Sheiban mengatakan harga semua barang telah melonjak yang membuat sebagian besar pengungsi tidak mampu membeli kebutuhan pokok. Kondisi ini sama seperti Ramadhan tahun lalu.
“Kondisi kehidupan di sini tidak baik. Situasi keuangan kami buruk,” ujar dia.
Sumber: ihram.co.id

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X