Sebelum Khashoggi Dimutilasi Ajudan Pangeran Salman Terlihat di Konsulat Saudi

Sebelum Khashoggi Dimutilasi Ajudan Pangeran Salman Terlihat di Konsulat Saudi

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Foto-foto yang diterbitkan pada hari Kamis (18/10/2018) menunjukkan seorang teman dekat dan ajudan Pangeran Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, memasuki konsulat Saudi di Istanbul hanya beberapa jam sebelum jurnalis Jamal Khashoggi menghilang di dalam.

Surat kabar Turki, Sabah, mempublikasikan foto-foto dengan tanggal yang tertera, diambil dari rekaman pengawasan keamanan, yang menunjukkan Maher Abdulaziz Mutreb di luar konsulat Saudi pada pukul 9:55 waktu setempat, di luar kediaman konsul Saudi pada pukul 16:45, di sebuah hotel pada jam 5: 15 sore dan akhirnya di bandara jam 5:58 sore, Anadolu Agency melaporkan.

Foto-foto itu adalah bukti paling mendalam yang muncul sejauh ini yang menghubungkan dugaan pembunuhan Khashoggi dengan otoritas tertinggi keluarga kerajaan Saudi.

Baca juga: Saudi akan Salahkan Penasihat Pangeran Salman atas Terbunuhnya Khashoggi

Mutreb ditugaskan sebagai diplomat di kedutaan Saudi di London pada tahun 2007 dan sering terlihat dalam foto bersama Pangeran Salman di AS, Spanyol dan Perancis.

Khashoggi, seorang kolumnis untuk The Washington Post dan juga seorang warga negara Saudi, terakhir terlihat memasuki konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober. Bukti semakin jelas bahwa wartawan itu tewas dan dipotong-potong (mutilasi) oleh warga Saudi yang terbang ke Istanbul pada hari yang sama.

Menurut The New York Times, Mutreb termasuk di antara 15 warga Saudi, termasuk beberapa pejabat, yang tiba di Istanbul dan mengunjungi gedung itu sementara Khashoggi masih di dalam.

Baca juga: Trump: Ini Jelas Terlihat seperti Khashoggi Sudah Mati

Otoritas Saudi belum memberikan penjelasan yang jelas tentang nasib Khashoggi, sementara beberapa negara – terutama Turki, AS dan Inggris – telah menyatakan keinginan mereka bahwa masalah ini harus dijelaskan secepat mungkin.

The New York Times melaporkan pada hari Kamis bahwa ada rencana oleh pemerintah Saudi untuk menyalahkan pembunuhan Khashoggi pada Jenderal Ahmed al-Assiri, penasihat untuk Pangeran Salman.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X