Rusia Kembali Veto Draft DK PBB atas Serangan Senjata Kimia di Douma

11 April 2018
Rusia Kembali Veto Draft DK PBB atas Serangan Senjata Kimia di Douma

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Rusia memveto sebuah draft DK PBB pada hari Selasa (10/4/2018) yang akan membentuk badan ahli baru untuk menentukan kesalahan atas dugaan serangan kimia di Suriah.

Rancangan itu mendapat dukungan luar biasa dari dewan dengan didukung 12 anggota dewan yang beranggotakan 15 anggota tersebut, dengan hanya dua Negara, yaitu Rusia dan Bolivia, yang menentang. China menyatakan abstain, lansir Anadolu Agency.

Nikki Haley, utusan PBB AS, mengecam Moskow, mengatakan bahwa “Rusia telah menghancurkan kredibilitas dewan” segera setelah pemungutan suara selesai.

Info Grafik Serangan Senjata Kimia Rezim Assad dan Bantahan Sitematis Rusia

“Suara telah diberikan. Catatan akan menunjukkan bahwa saat ini beberapa negara telah memutuskan untuk membela kebenaran,” kata Haley.

“Catatan itu tidak akan berbaik hati kepada satu anggota tetap dewan ini.”

Dugaan serangan kimia di luar Damaskus pada Sabtu malam menewaskan puluhan orang dan melukai ratusan lainnya.

The White Helmets, sebuah badan pertahanan sipil, melaporkan rezim Suriah atas serangan di Douma Ghouta Timur, yang menewaskan 78 warga sipil dan melukai ratusan korban lainnya.

Waspadai Serangan AS ke Suriah, Pasukan Assad dan Angkatan Laut Rusia Siaga 1

Setelah pemungutan suara pada resolusi rancangan AS, resolusi yang dibuat oleh Rusia gagal mendapatkan suara yang dibutuhkan untuk lolos dari dewan.

Berbeda dengan AS, teks rancangan Rusia tidak berusaha untuk menetapkan kesalahan atas serangan itu, tetapi lebih memilih untuk menentukan apakah serangan kimia memang benar terjadi. Tujuh Negara anggota semuanya memilih menentang draft Rusia dengan enam suara mendukung.