SURIAH (Jurnalislam.com) – Militer rezim Suriah baru-baru ini mulai menggunakan jenis senjata udara dan darat baru yang dipasok oleh Rusia, sumber militer Suriah mengatakan pada hari Kamis (17/09/2015), lansir Al Arabiya News Channel.
Sumber itu menggambarkan senjata baru tersebut sangat akurat dan efektif, menambahkan bahwa tentara telah mulai menggunakan mereka dalam beberapa pekan terakhir. Mereka telah dilatih dalam penggunaan senjata baru di Suriah dalam beberapa bulan terakhir.
"Senjata baru sedang dikirimkan, dan juga senjata jenis baru. Tentara Suriah sedang dilatih dalam penggunaan senjata-senjata ini. Bahkan, tentara telah mulai menggunakan beberapa dari senjata tersebut," kata sumber itu menanggapi pertanyaan tentang dukungan militer Rusia.
"Senjata-senjata itu sangat efektif dan sangat akurat, dan dapat mencapai target dengan tepat," kata sumber itu kepada Reuters. "Kami bisa mengatakan ada semua jenis senjata – baik senjata udara ataupun darat."
Sumber tersebut menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut tentang senjata.
Menghadapi masalah tenaga kerja di ketentaraan, pemerintah rezim Suriah tahun ini telah kehilangan wilayah barat laut, barat daya dan tengah ke tangan faksi faksi mujahidin Suriah yang berjuang untuk menggulingkan Presiden Bashar al-Assad.
Para pejabat AS mengatakan pada hari Rabu mereka telah mengidentifikasi sejumlah kecil helikopter Rusia di lapangan terbang Suriah, sebuah informasi tambahan terbaru bagi Washington tentang adanya penumpukan militer Rusia yang signifikan di negara ini.
Salah satu pejabat mengatakan empat helikopter telah diidentifikasi, termasuk helikopter tempur, meskipun tidak jelas kapan helikopter Rusia tersebut tiba di sana.
Reuters melaporkan sebelumnya tentang penilaian AS bahwa Rusia telah mengirimkan sekitar 200 pasukan infanteri angkatan laut, tank tempur, artileri dan peralatan lainnya ke sebuah lapangan terbang di dekat Latakia.
Sejauh ini, Iran dan sekutu Lebanon Syiah Hizbullah telah menjadi sumber utama dukungan militer bagi Damaskus dalam konflik. Hizbullah telah mengerahkan secara langsung dalam pertempuran, sementara Iran telah memobilisasi milisi dan mengirim penasihat militer.
Sumber Lebanon yang akrab dengan perkembangan militer dan politik di Suriah juga sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa Rusia telah mengambil bagian dalam operasi militer di negara itu.
Deddy | Alarabiya | Jurniscom