SWEDIA (jurnalislam.com)- Ratusan warga Swedia membatalkan perayaan Tahun Baru dan menggelar aksi unjuk rasa di ibu kota Stockholm sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Gaza yang terus menjadi korban agresi Israel.
Meski suhu udara sangat dingin, para demonstran berkumpul di Lapangan Sergels Torg pada Rabu (31/12), menindaklanjuti seruan dari berbagai organisasi masyarakat sipil. Mereka memilih untuk berduka atas anak-anak dan warga sipil Palestina yang terbunuh, alih-alih merayakan pergantian tahun.
Para peserta aksi membawa spanduk bertuliskan, โ๐๐ฏ๐ข๐ฌ-๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ช๐ฃ๐ถ๐ฏ๐ถ๐ฉ ๐ฅ๐ช ๐๐ข๐ป๐ข,โ โ๐๐ฆ๐ฌ๐ฐ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ณ๐ถ๐ฎ๐ข๐ฉ ๐ด๐ข๐ฌ๐ช๐ต ๐ฅ๐ช๐ฃ๐ฐ๐ฎ,โ โ๐๐ข๐ต๐ถ๐ฉ๐ช ๐จ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ข๐ต๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ต๐ข ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ,โ ๐ด๐ฆ๐ณ๐ต๐ข โ๐๐ฌ๐ฉ๐ช๐ณ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฑ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ.โ Massa menuntut dihentikannya apa yang mereka sebut sebagai genosida Israel di Gaza, sekaligus mendesak pemerintah Swedia agar menghentikan penjualan senjata ke Israel.
Dalam pernyataan resmi yang dibacakan atas nama penyelenggara aksi, para demonstran menyampaikan penolakan terhadap kekerasan dan kebisuan dunia internasional.
โDi tahun baru ini, kami menolak kematian massal, pengepungan di Palestina, dan sikap diam terhadap kejahatan-kejahatan ini. Kami menolak memulai tahun baru dengan menutup mata terhadap ketidakadilan,โ demikian pernyataan tersebut.
Pernyataan itu juga menegaskan bahwa Israel dinilai tidak mematuhi komitmen perdamaian dan perjanjian gencatan senjata dengan Palestina.
โSaat dunia memasuki tahun baru, genosida di Palestina terus berlangsung. Meskipun gencatan senjata telah disepakati, warga Palestina masih dibunuh, pengepungan tetap berlanjut, dan banyak orang membeku hingga meninggal karena dibiarkan hidup tanpa perlindungan di tenda-tenda,โ lanjut pernyataan itu.
Sambil mengibarkan bendera Palestina dan membawa obor, para demonstran kemudian melakukan long march menuju Gedung Parlemen Swedia.
Warga Palestina menuduh Israel berulang kali melanggar perjanjian gencatan senjata yang menghentikan perang selama dua tahun. Perang tersebut telah menewaskan lebih dari 71.000 orang sebagian besar perempuan dan anak-anak serta melukai lebih dari 171.000 lainnya sejak Oktober 2023.
Sejak kesepakatan gencatan senjata yang diberlakukan pada 10 Oktober lalu, sedikitnya 414 warga Palestina dilaporkan tewas dan lebih dari 1.100 lainnya terluka, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza. (Bahry)
Sumber: TRT