Begini Kata Menteri Pertahanan AS Terkait Aksi Militer di Suriah

13 April 2018
Begini Kata Menteri Pertahanan AS Terkait Aksi Militer di Suriah

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Menteri Pertahanan AS James Mattis mengatakan pada hari Kamis (12/4/2018) bahwa Presiden Donald Trump belum memutuskan apakah ia akan melanjutkan aksi militer di Suriah, Anadolu Agency melaporkan.

“Kami belum membuat keputusan untuk melancarkan serangan militer ke Suriah,” kata Mattis kepada anggota parlemen di komisi House Armed Services. “Presiden belum membuat keputusan.”

Ketika ditanya apa yang paling mengkhawatirkan dia tentang kemungkinan aksi militer yang mungkin akan dilakukan AS, Mattis mengatakan: “Pada tingkat strategis, bagaimana kita menjaga aksi ini meningkat di luar kendali.”

Sebelumnya pada hari Kamis, Trump muncul untuk menegaskan kembali komentar sebelumnya di mana ia memperingatkan Rusia untuk bersiap-siap menghadapi rudal yang katanya “akan datang.”

“Jangan pernah bertanya kapan serangan ke Suriah akan terjadi. Bisa jadi segera atau bisa juga tidak secepat itu!” Trump mengatakan pada hari Kamis di Twitter.

Kemudian, dia mengatakan kepada wartawan bahwa keputusan akan “segera dibuat.”

Trump: Amerika akan Luncurkan Serangan Rudal Canggih Terbaru ke Suriah

James Mattis

The White Helmets, sebuah badan pertahanan sipil, menyalahkan rezim Syiah Assad atas serangan bahan kimia Sabtu malam di kota Douma di Ghouta Timur, yang dilaporkan menewaskan 78 warga sipil dan melukai ratusan lainnya.

Mattis mengatakan dia yakin serangan kimia yang dicurigai memang benar terjadi, tetapi mengatakan AS masih “mencari bukti yang sebenarnya.” Dia mengatakan AS memiliki “banyak indikator media dan media sosial yang tentang adanya penggunaan klorin atau sarin.”

Mattis menempatkan tanggung jawab untuk verifikasi pada tim pencari fakta dari Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (The Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons-OPCW) dan mengatakan Washington sedang mencoba membawa mereka ke situs di luar Damaskus dalam sepekan.

“Dengan berlalunya hari, dan Anda tahu bahwa sifat gas itu semakin lama semakin menipis, jadi menjadi semakin sulit untuk mengonfirmasi,” katanya.

Tim OPCW ditugaskan untuk menentukan apakah serangan kimia memang benar terjadi, tetapi tidak bertugas menentukan pihak mana yang bertanggung jawab.

OPCW menegaskan timnya sedang dalam perjalanan ke Suriah dan berharap akan memulai pekerjaan hari Sabtu (14/4/2018), besok.

Pengawas Senjata Kimia Dunia Terjunkan Tim Pencari Fakta ke Douma

Rusia pada hari Selasa memveto naskah rancangan Dewan Keamanan PBB yang akan membentuk badan ahli baru untuk menentukan pihak yang bersalah atas dugaan serangan kimia.

Berbicara kepada wartawan di PBB, Vassily Nebenzia, utusan Rusia, menekankan prioritas utama seharusnya adalah “untuk menghindari bahaya perang.”

“Prioritas kedua sekarang adalah agar misi OPCW berhasil mencapai Damaskus dan Douma, untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi,” katanya.