Peran Media Massa dan Akal Sehat

Peran Media Massa dan Akal Sehat

Oleh: Muhammad Fajar Aditya
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya

JURNIS – Cemas, resah, dan gelisah. Mungkin itu yang dirasakan oleh sebagian besar masyarakat terhadap media massa saat ini. Tempat untuk rakyat menerima informasi sudah mulai terlihat porsi yang timpang antara kepentingan perusahaan pers dan fungsi sosial.

Rasanya seperti pasca reformasi, keran kebebasan pers yang dibuka lebar malah memberikan efek yang kebablasan. Era tahun 2000an misalnya, media massa seperti kehilangan arah dalam setiap produk jurnalistiknya.

Mungkin kita masing merasakannya bagaimana masa-masa itu terjadi. Terutama di dunia pertelevisian, tidak sedikit tayangan yang tidak mendidik dan berbau pornografi dipertontonkan kepada publik.

Beralih ke masa kini kita berpijak. Mungkin dimulai pasca aksi reuni Akbar 212 ke-2 di Monas, Jakarta. Banyak warga yang prihatin terhadap insan media, dan berakhir dengan pertanyaan mengapa, mengapa, dan mengapa?

Saat itu, hanya segelintir media saja yang memberitakan peristiwa yang dinilai pakar komunikasi, Effendi Ghazali sesuatu yang harus diberitakan tetapi enggan oleh banyak media.

Ditambah lagi pada tahun politik seperti saat ini. Tidak sedikit masyarakat yang menilai produk akhir dari pemberitaan media massa sudah dipengaruhi oleh berbagai faktor. Ada yang menyebut kepentingan politik, ada juga yang menyebut intervensi pemilik media. Semrawut!

Peran Media Massa

Baiklah, melihat realitas sosial yang dijabarkan penulis diatas, sepertinya menarik untuk membahas peran media massa.

Menurut Prof Burhan Bangin, dalam bukunya Sosiologi Komunikasi; Teori, Paradigma, dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat menjelaskan sedikit banyak tentang ini.

Media massa adalah institusi yang berperan sebagai agent of change, yaitu sebagai institusi pelopor perubahan. Ini adalah paradigma utama media massa. Dalam menjalankan paradigmanya media massa berperan;

1. Sebagai institusi pencerahan masyarakat, yaitu perannya sebagai media edukasi. Media massa menjadi media yang setiap saat mendidik masyarakat supaya cerdas, terbuka pikirannya, dan menjadi masyarakat yang maju.

Media sebagai edukasi

2. Selain itu, media massa juga menjadi media informasi, yaitu media yang setiap saat menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Dengan informasi yang terbuka, jujur, dan benar disampaikan media massa kepada masyarakat, maka masyarakat menjadi kaya dengan informasi dan terbuka, sebaliknya pula masyarakat akan menjadi informatif, dapat menyampaikan informasi dengan jujur kepada media massa.

3. Terakhir, media massa sebagai media hiburan. Sebagai agent of change, media massa juga menjadi institusi budaya, yaitu setiap saat menjadi corong kebudayaan, katalisator perkembangan budaya.

Juga mendorong agar perkembangan budaya itu bermanfaat bagi manusia bermoral dan masyarakat sakinah, dengan demikian media massa juga berperan untuk mencegah berkembangnya budaya-budaya yang justru merusak peradaban manusia dan masyarakatnya.

Persoalan Media Massa Kini

Secara lebih spesifik, peran media massa saat ini lebih menyentuh persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat secara aktual, seperti:

1. Harus lebih spesifik dan proporsional dalam melihat sebuah persoalan sehingga mampu menjadi media edukasi dan informasi sebagaimana diharapkan oleh masyarakat.

2. Dalam memotret realitas, media massa harus fokus pada realitas masyarakat, bukan pada potret kekuasaan yang ada di masyarakat itu, sehingga informasi tidak menjadi propaganda kekuasaan, potret figur kekuasaan.

3. Sebagai lembaga edukasi, media massa harus dapat memilah kepentingan pencerahan dengan kepentingan media massa sebagai lembaga produksi. Sehingga, kasus-kasus pengaburan berita dan iklan tidak harus terjadi dan merugikan masyarakat.

4. Media massa juga harus menjadi early warning system, hal ini terkait dengan peran media massa sebagai media informasi, dimana lingkungan saat ini menjadi sumber ancaman.

Media massa menjadi sebuah sistem dalam sistem besar peringatan terhadap ancam lingkungan, bukan hanya menginformasikan informasi setelah terjadi bahaya dari lingkungan itu.

5. Dalam hal menghadapi ancaman masyarakat yang lebih besar seperti terorisme, seharusnya media massa lebih banyak menyoroti aspek fundamental pada terorisme seperti mengapa terorisme itu terjadi bukan hanya pada aksi-aksi terorisme (Subiakto, 2006).

Itulah sedikit banyak peran media massa yang seharusnya diterapkan dan diterima oleh publik.

Peran akal sehat publik

Dalam realitas media massa saat ini, publik memang dituntut untuk kritis dengan tetap mengawasi keberlangsungan suatu media massa.

Terakhir, sebagai masyarakat yang mempunyai dan pasti tentang akal sehat, sudah saatnya menggunakan nalar cerdas dalam memilah dan memilih media massa mana yang harus diikuti. Media massa mana yang masih mengedepankan independensi dan profesionalisme patut dicari dan diperhitungkan.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X