Pengadilan Mesir Perintahkan Pembebasan Putra Mubarak

MESIR (Jurnalislam.com) – Pengadilan Mesir memerintahkan pembebasan anak-anak presiden terguling, Hosni Mubarak, pada sebuah pengadilan ulang yang tertunda hari Kamis (22/1/2015), kata pengacara mereka, saat gerakan protes yang langka meletus beberapa hari sebelum ulang tahun  pemberontakan tahun 2011 yang menggulingkan otokrat Mubarak.

Pengacara Farid el-Deeb mengatakan bahwa perintah pembebasan Alaa dan Gamal Mubarak berarti mereka segera bebas.

Pengadilan Pidana Kairo dalam sebuah dokumen menjelaskan keputusannya bahwa keduanya telah menjalani 18 bulan waktu hukuman maksimum yang diizinkan di dalam tahanan praperadilan dan untuk itu tidak boleh lagi ditahan sementara menunggu pengadilan ulang mereka dalam kasus korupsi.

Pengadilan ulang diperintahkan oleh pengadilan tinggi Mesir awal bulan ini. Pengadilan telah menjatuhkan tuduhan korupsi lainnya terhadap anak-anak Mubarak pada bulan November.

Protes anti-pemerintah yang langka terjadi di Mesir sebelum ulang tahun pemberontakan populer yang mengakhiri tiga dekade pemerintahan tangan besi Mubarak dan menimbulkan harapan kebebasan dan akuntabilitas yang lebih besar.

Ketegangan telah meningkat untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan.

Pada hari Kamis (22/01/2015), pasukan keamanan dengan cepat membubarkan pengunjuk rasa di pusat kota Kairo setelah insiden serupa terjadi pada Rabu malam di daerah yang sama.

Pendukung Ikhwanul Muslimin memblokir lalu lintas dan melemparkan bom molotov di kota kedua Mesir, Alexandria pada hari Kamis, kata sumber-sumber keamanan. Tiga belas orang ditangkap.

Tentara, yang pada waktu dipimpin oleh Abdel Fattah al-Sisi, menggulingkan Ikhwan dari kekuasaan pada tahun 2013 setelah protes massal terhadap kekuasaan mereka. Sejak itu tindakan keras dijatuhkan untuk kelompok tersebut.

Sisi, yang menjabat sebagai kepala intelijen militer Mubarak, kemudian menjadi presiden terpilih Mesir.

Pada bulan November, pengadilan menjatuhkan tuduhan terhadap Mubarak karena bersekongkol untuk membunuh demonstran dalam pemberontakan 2011, menimbulkan kekhawatiran di kalangan aktivis hak asasi manusia bahwa ia berusaha berkuasa kembali.

Mei lalu, mantan presiden berusia 86 tahun itu menerima hukuman tiga tahun dan kedua anak laki-lakinya dipenjara selama empat tahun dalam kasus mengalihkan dana publik untuk meningkatkan properti keluarga.

Tidak jelas mengapa pengadilan tidak memerintahkan pembebasan Mubarak saat ia juga menunggu pengadilan ulang atas tuduhan yang sama bersama dengan anak-anaknya.

Karena menderita sakit, Mubarak menjalani hukuman di sebuah rumah sakit militer kelas atas di distrik Maadi Kairo. Sumber pengadilan mengatakan ia bisa segera bebas karena saat ini tidak ada tuduhan terhadap dirinya.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.