Langsung ke konten

Jurnal Islam

Selasa, 16 Jumadal Ula 1448 / 27 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik
Internasional

Pemerintah Saudi Minta Tolong PM Irak Perbaiki Hubungan Riyadh dengan Iran

Pemerintah Saudi Minta Tolong PM Irak Perbaiki Hubungan Riyadh dengan Iran
Arie Ristyan
14 Agustus 2017, 08:29

RIYADH (Jurnalislam.com) – Pemerintah Arab Saudi telah meminta bantuan perdana menteri Irak untuk memperbaiki hubungan Riyadh dan Teheran, menurut laporan berita, Aljazeera melaporkan.

Mengutip Qasim al-Araji, menteri dalam negeri Irak, saluran satelit Irak Alghadeer melaporkan bahwa Muhammad bin Salman, putra mahkota Arab Saudi, telah meminta Haider al-Abadi untuk memimpin mediasi dengan Iran.

“Selama kunjungan kami ke Arab Saudi, mereka juga meminta kami untuk melakukannya, dan kami mengatakan hal itu kepada pihak Iran. Pihak Iran melihat permintaan ini secara positif,” kata Araji seperti dikutip oleh Alghadeer pada hari Ahad (13/8/2017).

“Setelah Irak meraih kemenangan, Arab Saudi mulai mencari Irak, sesuai ukuran dan peran utama Irak yang sebenarnya.

“Ketenangan dan stabilitas dan kembalinya hubungan antara Iran dan Arab Saudi memiliki dampak positif di kawasan ini secara keseluruhan.”

Qasim al-Araji
Qasim al-Araji

Araji mengunjungi ibukota Iran, Teheran, pada hari Sabtu untuk membahas “beberapa masalah” dengan pejabat tinggi Iran, menurut laporan. Dia juga mengunjungi Arab Saudi pada bulan Juli.

Kantor berita Iran ISNA mengutip Araji di Farsi yang mengatakan bahwa Muhammad bin Salman ingin “mengurangi ketegangan” dengan Iran.

Secara terpisah, Muqtada al-Sadr, pemimpin Syiah Irak yang berpengaruh, mengumumkan di situsnya bahwa dia akan mengunjungi UEA pada hari Ahad.

Pada bulan Juli, Sadr melakukan kunjungan yang jarang ke Arab Saudi, di mana dia bertemu dengan Muhammad bin Salman dan pejabat lainnya.

Sadr, seorang tokoh Syiah Irak, memimpin sejumlah besar penduduk miskin kota Baghdad dan kota-kota di selatan, termasuk Saraya al-Salam, atau milisi Syiah Peace Brigade.

Dia sekarang dilihat sebagai seorang nasionalis yang telah berulang kali menyerukan demonstrasi menentang korupsi di pemerintah Irak, dan pendukungnya telah melakukan demonstrasi besar di Baghdad yang menyerukan reformasi pemilihan.

Kunjungan oleh warga Irak tersebut terjadi karena wilayah Teluk Arab tetap terlibat dalam krisis yang terburuk dalam beberapa tahun – sebuah perselisihan antara Qatar dan sebuah blok pimpinan Saudi yang terdiri dari UEA, Bahrain dan Mesir.

Berbicara kepada Al Jazeera pada hari Ahad, Saad Jawad, seorang profesor ilmu politik di London School of Economics, menyebut gerakan diplomatik Saudi-Irak “aneh”.

Putra Mahkota Raja Arab Temui Pimpinan Syiah Irak, Muqtada al-Sadr

“Jika Arab Saudi (berada dalam sebuah perselisihan) dengan Qatar karena hubungan Qatar dengan Iran … bagaimana mereka bisa meminta Irak untuk mengubah hubungan mereka dengan Iran?

“Saudi tahu betul bahwa Irak sedikit bias dalam hubungannya dengan Iran, dan mereka berada di bawah pengaruh Iran.”

Jawad mengatakan Arab Saudi bisa meminta broker yang lebih netral seperti Kuwait atau Oman, yang keduanya memiliki “hubungan baik” dengan Iran.

Bagi Reza Khaasteh, seorang jurnalis untuk situs Iran Front Page yang berbasis di Teheran, tawaran tersebut merupakan “langkah tulus” Riyadh mengingat “sinyal baru-baru ini antara kedua belah pihak”.

Khaasteh menunjukkan bahwa menjelang pengumuman pada hari Ahad, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir mengadakan pembicaraan singkat dengan mitranya dari Iran Javad Zarif di pertemuan Organisasi Kerjasama Islam di Istanbul pada tanggal 1 Agustus.

“Jadi kita bisa menafsirkan perintah pangeran mahkota Saudi untuk mediasi sebagai kelanjutan dari semua perkembangan positif tersebut dan beberapa kata antara Jubeir dan Zarif. Ya, keduanya mencari hubungan yang lebih baik, tapi tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan.”

Irak yang mayoritas beragama Syiah berada di antara Syiah Iran dan kerajaan Teluk Arab yang diperintah Sunni termasuk Arab Saudi. Pada tahun 2016 Irak menawarkan untuk menengahi antara kedua negara.

Pada bulan Januari 2016, Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran setelah terjadi serangan oleh pemrotes di kedutaan besarnya di Teheran.

Para pemrotes dengan marah bereaksi terhadap keputusan Arab Saudi untuk mengeksekusi pemimpin agama Syiah Nimr al-Nimr, yang dibunuh bersama 46 orang lain, banyak dari mereka Muslim, yang dihukum karena tuduhan terorisme.

Pada saat itu, dua kekuatan regional saingan tersebut telah terlibat dalam perang kata-kata menyusul kematian jamaah haji Iran di luar Mekkah pada tahun 2015.

Iran mengatakan sedikitnya 460 warganya terbunuh dalam insiden tersebut, namun Arab Saudi secara resmi melaporkan bahwa hanya 131 warga Iran yang tewas.

Arab Saudi dan Iran satu sama lain juga menuduh mendukung proxy dalam perang di Yaman dan Suriah.

Laporan berita hari Ahad oleh ISNA mengutip Araji yang mengatakan bahwa Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud sebelumnya telah mengajukan permintaan yang sama kepadanya.

Araji dilaporkan mengatakan kepada Salman bahwa Riyadh “harus menunjukkan perilaku terbaik terhadap peziarah Iran”, dengan mengizinkan mereka mengunjungi pemakaman Janna al-Baqi, sebuah situs penting bagi Syiah yang berada di Madinah.

“Pihak Saudi telah membuat janji-janji tertentu dalam hal ini, dan pintu-pintu pemakaman sudah terbuka bagi para peziarah Iran,” Araji mengatakan, menurut sebuah terjemahan bahasa Inggris oleh Iran Front Page dari laporan ISNA.

Dalam laporan yang sama, Abdolreza Rahmani Fazli, menteri dalam negeri Iran, dikutip saat mengatakan bahwa penting untuk menghormati dan mempertahankan “martabat” peziarah Iran, menambahkan bahwa Iran telah “selalu mencari hubungan baik dengan Arab Saudi.” Kebijakan Iran adalah untuk memiliki kerjasama yang efektif dengan negara-negara regional, dan Teheran belum pernah menjadi pihak yang pertama memutuskan hubungannya dengan pihak lain,” katanya.

Tags arab saudi iran

Berita Terkait

Trump Ragukan China dan Rusia Bantu Iran, Beijing Pernah Bantah Tuduhan AS
Berita

Trump Ragukan China dan Rusia Bantu Iran, Beijing Pernah Bantah Tuduhan AS

14 Oktober 2026
Israel Peringatkan Warga Teheran untuk Mengungsi, Netanyahu: Membunuh Ayatullah Khamenei Bisa Akhiri Perang
Berita

Israel Peringatkan Warga Teheran untuk Mengungsi, Netanyahu: Membunuh Ayatullah Khamenei Bisa Akhiri Perang

17 Juni 2025
Kemandirian dan Martabat Bangsa
Artikel

Kemandirian dan Martabat Bangsa

19 Desember 2025
Iran Buka Peluang Kembali ke Jalur Diplomasi dengan AS
Berita

Iran Buka Peluang Kembali ke Jalur Diplomasi dengan AS

29 Agustus 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat ke Israel di Tengah Ketegangan dengan Iran
Berita

AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat ke Israel di Tengah Ketegangan dengan Iran

6 Oktober 2026
Iran Beli Ribuan Ton Bahan Rudal dari Tiongkok, Berpotensi Produksi 800 Rudal Balistik
Berita

Iran Beli Ribuan Ton Bahan Rudal dari Tiongkok, Berpotensi Produksi 800 Rudal Balistik

8 Juni 2025

Terpopuler

Berita

  1. Parlemen Mesir Setujui Otorisasi Bantuan Militer untuk Arab Saudi
  2. Kamp Pengungsian di Gaza Dibakar, Lebih dari 800 Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal
  3. Operasi Militer Israel di Hebron Paksa 2.649 Warga Palestina Mengungsi
  4. BPJPH Rinci Perubahan Tenggat Sertifikasi Halal, UMK Diberi Waktu hingga Oktober 2028

Artikel

Sorry. No data so far.

Berita

  1. DSKS Sampaikan Penolakan Konser Andrea Bocelli di Borobudur ke Polda Jateng
  2. Audiensi ke DPRD Surakarta, DSKS Desak Konser Andrea Bocelli Dibatalkan
  3. Aliansi Ulama Jatim Desak Pemakzulan Gibran, Minta DPR RI Tindak Lanjuti Putusan MK
  4. Puluhan Kiai Sepuh Berkumpul di Lirboyo, Sebut Gus Yaqut Terzalimi dan Ingatkan KPK

Artikel

  1. Ingkar Janji dalam Hukum dan Islam
  2. Karhutla Akan Terus Berulang Selama Menerapkan Sistem Kapitalisme
  3. Bullying Potret Buram Generasi Sekuler

Berita

  1. Boikot Israel: Membaca Basis Data PBB, Daftar BDS, dan Nama-Nama yang Beredar di Indonesia
  2. DSKS Sampaikan Penolakan Konser Andrea Bocelli di Borobudur ke Polda Jateng
  3. Dugaan Politik Uang Mengguncang Muktamar NU, KPK NU Seret Nama Tiga Tokoh
  4. Kemenag Buka Sayembara Surat Santri untuk Presiden, Angkat Tiga Isu

Artikel

  1. Mengapa Negara Mayoritas Muslim Seperti Azerbaijan Membatasi Hijab?
  2. Tiga Tahun Gaza: Jangan Lelah Membela Al-Aqsa
  3. Hari Santri 2026: Setelah Santri Menulis kepada Presiden

Opini

Bullying Potret Buram Generasi Sekuler

Bullying Potret Buram Generasi Sekuler

25 Okt 2026 18:45:30
Karhutla Akan Terus Berulang Selama Menerapkan Sistem Kapitalisme

Karhutla Akan Terus Berulang Selama Menerapkan Sistem Kapitalisme

25 Okt 2026 18:43:18
Ingkar Janji dalam Hukum dan Islam

Ingkar Janji dalam Hukum dan Islam

21 Okt 2026 22:29:28
Pendidikan Politik Jalan di Tempat, Anggaran Parpol Jalan Terus

Pendidikan Politik Jalan di Tempat, Anggaran Parpol Jalan Terus

19 Okt 2026 08:30:25

Internasional

Operasi Militer Israel di Hebron Paksa 2.649 Warga Palestina Mengungsi

Operasi Militer Israel di Hebron Paksa 2.649 Warga Palestina Mengungsi

27 Okt 2026 05:32:21
Kamp Pengungsian di Gaza Dibakar, Lebih dari 800 Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal

Kamp Pengungsian di Gaza Dibakar, Lebih dari 800 Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal

27 Okt 2026 05:29:02
Parlemen Mesir Setujui Otorisasi Bantuan Militer untuk Arab Saudi

Parlemen Mesir Setujui Otorisasi Bantuan Militer untuk Arab Saudi

27 Okt 2026 05:26:52
Erdogan Tegaskan Diplomasi Turkiye Tetap Terbuka untuk Perdamaian Dunia

Erdogan Tegaskan Diplomasi Turkiye Tetap Terbuka untuk Perdamaian Dunia

25 Okt 2026 17:46:43

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

[ INFOGRAFIK ] Azerbaijan, Muslim dan Hijab
[ INFOGRAFIK ] Setahun Gencatan Senjata Gaza dalam Lima Angka
[INFOGRAFIK] Jakarta Understanding 2026: Tujuh Komitmen Imam Besar Dunia dari Jakarta
[INFOGRAFIK] Partai Kepala Daerah Juara Korupsi di Era Jokowi: Golkar Disusul PDIP

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED