Responsive image

Pasukan Irak yang Dilatih Militer AS Lakukan Pembunuhan Massal di Mosul

Pasukan Irak yang Dilatih Militer AS Lakukan Pembunuhan Massal di Mosul

IRAK (Jurnalislam.com) – Sebuah divisi militer Irak yang dilatih AS dilaporkan mengeksekusi puluhan pria secara massal pada tahap akhir pertempuran melawan IS di Kota Tua Mosul, menurut Human Rights Watch, lansir Aljazeera.

Kelompok hak asasi manusia pada hari Kamis (27/7/2017) mendesak pemerintah AS untuk menangguhkan semua dukungan untuk Divisi 16 tentara Irak sambil menunggu penyelidikan atas kejahatan perang berat tersebut, yang mana bukti tersebut dilihat oleh dua pengamat internasional yang tidak disebutkan namanya.

Klaim tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen karena pihak berwenang Irak telah membatasi akses media ke Kota Tua sejak 10 Juli, menyusul deklarasi kemenangan Perdana Menteri Haider al-Abadi atas Islamic State (IS).

Juru bicara pemerintah dan militer Irak tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar.

IS mempertahankan benteng terakhirnya di Kota Tua setelah sembilan bulan perang perkotaan dengan pasukan Irak, yang didukung oleh sebuah koalisi pimpinan agresor AS.

Pertempuran berlanjut di sana selama beberapa hari setelah kemenangan diumumkan pada pertengahan Juli, dan muncul video pasukan Irak memukuli orang-orang yang tidak bersenjata.

Rekaman menunjukkan satu orang dijatuhkan dari tebing hingga tewas.

“Mengingat penyiksaan meluas oleh pasukan Irak dan catatan tidak resmi pemerintah mengenai pertanggungjawaban, AS harus memperhatikan keterlibatannya dengan pasukan Irak,” kata Sarah Leah Whitson, direktur Human Rights Watch di Timur Tengah.

Irak telah berjanji untuk menyelidiki laporan pelanggaran kemanusian berat sebelumnya.

Para pengamat yang dikutip oleh HRW mengatakan bahwa mereka telah melihat sekelompok tentara Irak yang mengidentifikasi diri mereka sebagai anggota Divisi 16 memimpin empat pria telanjang menyusuri gang, setelah itu mereka mendengar beberapa suara tembakan.

Mereka diberitahu oleh tentara lain bahwa keempat pria tersebut adalah pasukan IS.

Ketika mereka meninggalkan daerah itu, salah seorang pengamat melihat mayat beberapa pria telanjang tergeletak di ambang pintu, yang salah satunya tampaknya telah diborgol dan diikat tali di sekitar kakinya.

Divisi ke-16 juga terlibat dalam eksekusi lainnya.

Dalam insiden terpisah, dua tentara dari unit yang sama menunjukkan pengamat sedikitnya 25 mayat yang terbaring di gundukan puing-puing di sepanjang Tigris, dan membual bahwa ini adalah pasukan IS yang dieksekusi mereka dan rekan-rekan tentara mereka.

“Militer AS harus mencari tahu mengapa sebuah kekuatan yang mereka latih dan mereka dukung melakukan kejahatan perang yang mengerikan,” kata Whitson. “Dolar pembayar pajak AS seharusnya membantu mengurangi pelanggaran, bukannya memungkinkan pelanggaran.”

Bagikan
Close X