Panglima Perang Pakistan: Angkatan Bersenjata Kami akan Tanggapi Setiap Agresi Militer India

Panglima Perang Pakistan: Angkatan Bersenjata Kami akan Tanggapi Setiap Agresi Militer India

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Panglima militer Pakistan Jenderal Qamar Javed Bajwa pada hari Kamis (05/01/2017), mengatakan ia menolak klaim “self defeating” oleh lawannya dari India tentang serangan bedah di wilayah Kashmir Pakistan September lalu.

“Angkatan bersenjata Pakistan sepenuhnya diarahkan untuk menanggapi setiap agresi oleh India,” kata sebuah pernyataan oleh Bajwa, yang diangkat menjadi kepala tentara yang kuat di negara itu pada bulan November, lansir World Bulletin, Kamis (05/01/2017).

Jenderal Pakistan tersebut bereaksi menanggapi kata sambutan panglima militer India yang baru diangkat Jenderal Bipin Rawat, yang mengatakan kepada India NDTV pada hari Selasa bahwa serangan bedah terhadap militer Pakistan dimaksudkan untuk menyampaikan pesan “yang harus dikomunikasikan.”

Permusuhan berat antara India dan Pakistan telah meningkat sejak India menuduh Pakistan memiliki hubungan dengan orang-orang bersenjata Kashmir yang menewaskan 19 tentara India di wilayah Kashmir yang diduduki India (Indian-held Kashmir-IHK) September lalu.

Pakistan membantah tuduhan itu, dan menuduh India menekan protes pro-kemerdekaan yang dimulai di wilayah Himalaya yang disengketakan pada bulan Juli, dan sejak itu lebih dari 100 warga sipil Muslim Kashmir telah ditembak mati oleh pasukan India, dengan ribuan lainnya juga luka-luka.

Serangan tersebut berakibat Perdana Menteri India Narendra Modi mengeluarkan klaim bahwa pasukan India melakukan operasi bedah di wilayah Kashmir Pakistan – yang lebih dikenal sebagai Azad (independen) Kashmir – membunuh beberapa “pejuang Kashmir”.

Kashmir, wilayah Himalaya yang mayoritas Muslim, dipegang oleh India dan Pakistan di beberapa bagian dan diklaim oleh keduanya secara penuh.

Kedua negara terlibat tiga kali perang – pada tahun 1948, 1965, dan 1971 – sejak mereka dipecah pada tahun 1947, dua dari perang tersebut memperebutkan Kashmir.

Sejak tahun 1989, kelompok-kelompok perlawanan Muslim Kashmir di IHK telah berjuang melawan kekuasaan India, atau untuk penyatuan dengan negara tetangga Pakistan.

Lebih dari 70.000 warga Kashmir dilaporkan telah tewas dalam konflik sejauh ini, sebagian besar dari mereka oleh kebrutalan pasukan bersenjata India. India mempertahankan lebih dari setengah juta pasukan di wilayah Kashmir.

Bagikan
Close X