Pandemi di Saat Kurban, Momen Teladani Pengorbanan Nabi Ibrahim

Pandemi di Saat Kurban, Momen Teladani Pengorbanan Nabi Ibrahim

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto mengajak masyarakat untuk mensukseskan segala program pemerintah dalam penanganan covid-19. Hal ini disampaikan Yandri saat menyampaikan konferensi pers secara virtual usai mengikuti Sidang Isbat (penetapan) Awal Zulhijah 1442 H yang digelar Kementerian Agama secara daring.

“Mari kita sukseskan program pemerintah untuk mengatasi pandemi yang sangat luar biasa ini. Mari kita ikuti ajaran Nabi Ibrahim AS beserta anaknya Ismail bagaimana  memiliki kesabaran untuk menghadapi sebuah cobaan yang besar. Insya Allah dengan cobaan yang besar ini akan meningkatkan kepedulian kita terhadap sesama, apalagi dengan semangat berkorban,” tutur Yandri, Sabtu (10/7/2021).

Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan, Sidang Isbat memutuskan bahwa 1 Zulhijah 1442 H jatuh pada Minggu, 11 Juli 2021. “Oleh karena itu saya sebagai Ketua Komisi VIII mendukung keputusan pemerintah yang sudah menetapkan sidang isbat pada hari ini, bahwa  1 Zulhijah akan jatuh pada esok hari, dan Hari Raya Iduladha akan jatuh pada 20 Juli 2021,” ungkap Yandri.

Menjalani Iduladha di tengah pandemi menurut Yandri diperlukan kesadaran seluruh umat untuk selalu menjalankan protokol kesehatan. Ini menjadi wujud pengorbanan yang diteladanka Nabi Ibrahim dan Ismail untuk mencapai kemaslahatan bersama.

“Mari kita sukseskan program pemerintah ini, karena bagaimana pun negara ini adalah negara kita yang harus sama-sama kita jaga. Dan tidak boleh dianggap remeh dianggap sepele, bahwa pandemi covid 19 ini belum berlalu,” kata Yandri.

“Oleh karena itu ayo kita bergandengan tangan. Satu sama lain harus satu sama rasa bahwa ini tanggung jawab kita semua. Oleh karena itu dengan kebersamaan ini saya yakin cobaan yang berat ini akan bisa kita llaui dengan sukses. Dan pandemi akan pergi dari negeri yang kita cintai,” imbuhnya.

Ia pun menyampaikan keprihatinannya atas banyaknya korban sakit dan meninggal selama pandemi covid-19. “Kita prihatin bagi yang meninggal maupun yang sedang terbaring sakit. Tentu doa kita semua, bagi yang sudah meninggal semoga diterima di sisi Allah SWT dan yang masih sakit terbaring disembuhkan oleh Allah SWT,” ujar Yandri.

“Dan bagi yang masih sehat mari sama-sama kita sadar diri, tidak perlu menggantungkan kesehatan kepada orang lain, tapi tanggung jawab kita masing-masing. Mari kita jaga protokol kesehatan, insyaAllah wabah ini akan berlalu dari tanah air yang kita cintai ini,” tandasnya.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X