Korban Terdampak Banjir Tangerang Capai 16 Ribu Jiwa

TANGERANG(Jurnalislam.com) — Pemerintah Kota Tangerang mencatat jumlah warga terdampak banjir mencapai 16 ribu jiwa lebih. Korban banjir tersebar di 13 kecamatan.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Posko Banjir Kota Tangerang, ketinggian air yang merendam permukiman dan jalan raya mulai dari 15 centimeter hingga 130 centimeter. Sebaran banjir terjadi merata di 13 kecamatan dengan jumlah warga terdampak bervariasi.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah di Tangerang Kamis (2/1) mengatakan, upaya evakuasi masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

Sejak terjadi banjir pada hari Rabu pagi hingga Kamis dini hari. Petugas masih berada di lokasi untuk membantu evakuasi warga dan mendistribusikan makanan.

Curah hujan yang kembali terjadi pada Rabu malam, membuat seluruh pihak bersiaga dalam mengantisipasi segala hal yang terjadi. Beberapa dampak dari banjir yang terjadi adalah permukiman warga yang terendam banjir dan aliran listrik yang dipadamkan oleh PLN.

“Kita terus berupaya semaksimal mungkin dalam membantu warga untuk bisa dievakuasi dan keselamatan semua pihak,” ujarnya.

Camat Karawaci, Tihar Sopian mengatakan, semua pegawai telah diminta untuk terjun membantu korban terdampak banjir dalam proses evakuasi maupun pemberian makanan. Hal senada juga dikatakan Camat Cipondoh, Rizal Ridallah jika pihaknya siaga 24 jam hingga memastikan kondisinya sudah surut.

Sumber: republika.co.id

BNPB: Titik Banjir Jabodetabek Terbanyak ada di Bekasi

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat banjir pada awal tahun 2020 menggenangi wilayah yang cukup luas di Jabodetabek. Menurut BNPB, titik banjir terbanyak pada Rabu (1/1) ada di Kota Bekasi.

“Pertanyaannya ada berapa titik genangan dan berapa tinggi air banjirnya,” kata Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo dalam keterangan tertulisnya diterima di Bekasi, Kamis.

Pantauan BNPB menunjukkan ada 169 titik banjir di seluruh wilayah Jabodetabek dan Banten. Titik banjir terbanyak berada di Provinsi Jawa Barat ada 97, DKI Jakarta ada 63 dan Banten ada sembilan.

Banjir di Provinsi Banten terjadi di sembilan lokasi dengan rincian Kota Tangerang ada tiga titik dan Tangerang Selatan ada enam titik.

DKI Jakarta ada 63 titik banjir dengan rincian Jakarta Barat ada tujuh titik, Jakarta Pusat ada dua, Jakarta Selatan ada 39, Jakarta Timur ada 13, dan Jakarta Utara ada dua titik. Sedangkan di Jawa Barat terdapat 97 titik banjir dengan rincian Kabupaten Bekasi ada 32, Kota Bekasi ada 53, dan Kabupaten Bogor ada 12.

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa wilayah yang paling terdampak banjir adalah Kota Bekasi. Titik terparah berikutnya ada di Jakarta Selatan, Kabupaten Bekasi, dan Jakarta Timur.

Kedalaman banjir tertinggi mencapai 2,5 meter terjadi di Perumahan Beta Lestari, Jatirasa, Jatiasih, Kota Bekasi. Sedang genangan dengan kedalaman satu hingga dua meter terdapat 49 titik.

sumber: republika.co.id

Wantim MUI: Bantu dan Doakan Korban Banjir, Jangan Saling Menyalahkan

JAKARTA(Jurnalislam.com) Awal tahun 2020, sejumlah daerah di Indonesia, khususnya wilayah Jabodetabek diterjang banjir.

Menyikapi bencana ini, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof. Dr. KH Didin Hafidhuddin mengatakan bahwa hujan bisa merupakan  rahmat sekaligus peringatan dari Allah SWT agar warga lebih mendekatkan diri kepada Allah.

Ia juga mengimbau agar masyarakat saling bantu dan tidak saling menyalahkan.

“Kepada saudara-saudara yang bergabung dalam lembaga atau institusi kemanusiaan seperti Baznas, Laznas, dan ormas lainnya harus saling bahu membahu secara bersama-sama untuk menolong dan membantu meringankan beban saudara-saudara kita,” kata dia, dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Rabu (1/1/2020).

Ia juga meminta musibah ini agar tidak dikembangkan kebiasaan berpikir negatif dan menyalahkan pihak tertentu atas terjadinya peristiwa yang terjadi ini.

“Marilah kita semuanya berdoa kepada Allah SWT agar saudara- saudara kita yang mendapatkan musibah kebanjiran ini diberikan kekuatan dan kesabaran,” pungkasnya.

Multaqo Dua’t Soloraya Usung Isu Tantangan Dakwah di Era Milenial

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) menggelar Multaqo Du’at bertajuk ‘Tantangan Dakwah Era Milenial dan Implementasi Fiqih Dakwah di Kancah Soloraya’ di Multazam Hotel, Mendungan, Pabelan, Rabu (1/1/2020).

Kegiatan Multaqo Ulama yang diikuti sekitar 300 peserta tersebut, menghadirkan sejumlah tokoh sebagai pembicara diantaranya pimpinan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) pusat KH Syuhada Bahri, ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Dr Muinudinillah Basri dan ustaz Ali Shobri Bazmul.

Ketua Divisi Dakwah DSKS ustaz Abdul Rohim Ba’asyir menjelaskan bahwa kegiatan Multaqo Du’at juga sebagai ajang silaturahmi para da’i se-Soloraya.

Lebih lanjut, pria yang karib disapa ustaz Iim ini menyebut tantangan kedepan akan semakin berat dan beragam.

Untuk itu, kegiatan Multaqo Du’at tersebut diharapkan bisa menjadi solusi untuk para da’i saling berbagi ilmu dan pengalaman dalam berdakwah di masyarakat.

“Sehingga kita temukan banyak problematika para da’i yang menemukan problem problem tantangan dakwah dan mereka belum menemukan solusi,” ujarnya.

“Dengan bertemu ini saya berharap terjadi pertukaran pemikiran kemudian saling mengisi ide dan solusi bagi masing masing,” imbuhnya.

Dengan demikian, kata ustaz iim, mudah mudahan da’i yang kekurangan solusi, “Bisa mendapatkan solusi dari problemnya dan mendapatkan inspirasi baru dari tantangan dakwah itu,” pungkasnya.

Ratusan Dai Hadiri Mulatqo Du’at Soloraya

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) menggelar Multaqo Du’at bertajuk ‘Tantangan Dakwah Era Milenial dan Implementasi Fiqih Dakwah di Kancah Soloraya’ di Multazam Hotel, Mendungan, Pabelan, Rabu (1/1/2020).

Kegiatan Multaqo Ulama yang diikuti sekitar 300 peserta tersebut, menghadirkan sejumlah tokoh sebagai pembicara diantaranya pimpinan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) pusat KH Syuhada Bahri, ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Dr Muinudinillah Basri dan ustaz Ali Shobri Bazmul.

Ketua Divisi Dakwah DSKS ustaz Abdul Rohim Ba’asyir menjelaskan bahwa kegiatan Multaqo Du’at juga sebagai ajang silaturahmi para da’i se-Soloraya.

“Kemudian yang kedua dalam acara ini kita mencoba untuk berdiskusi membicarakan hal hal tertentu terkait problematika dan tantangan dakwah di soloraya,” katanya kepada Jurnalislam.com di sela sela kegiatan.

“Dan berusaha untuk mencari solusi apa yang bisa dihasilkan sebagai bekal para dai dai kita ketika mereka melaksanakan dakwah di masyarakat,” imbuhnya.

Prof Didin: Musibah Momen Mendekatkan Diri pada Allah dan Saling Membantu

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Awal tahun 2020, sejumlah daerah di Indonesia, khususnya wilayah Jabodetabek diterjang banjir.

Menyikapi bencana ini, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof. Dr. KH Didin Hafidhuddin mengatakan bahwa hujan bisa merupakan  rahmat sekaligus peringatan dari Allah SWT agar warga lebih mendekatkan diri kepada Allah.

Ia juga mengatakan bahwa ini menjadi momen bagi bangsa Indonesia untuk membuktikan keuletan, kesabaran dan ketabahan yang tinggi dalam menghadapi segala situasi dan kondisi termasuk banjir.

Dari kejadian ini juga, akan terlihat apakah bangsa Indonesia bangsa yang terbiasa untuk menolong sesama yang sedang mengalami musibah dengan tenaga, pikiran, harta, maupun juga doa.

“Musibah ini harus dijadikan momentum untuk merekatkan kembali persaudaraan antar anak bangsa, dengan saling tolong menolong dan bantu membantu satu dgn yang lain,” pungkasnya dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com.

Banjir Bandang Menerjang Lebak Banten di Awal 2020

LEBAK (Jurnalislam.com) – Hujan di penghujung tahun 2019, Selasa (31/12/2019) mengakibatkan Sungai Ciberang dan Sungai Cimangenteung meluap.

Hingga pukul 06.30 WIB, banjir bandang menerjang 4 kecamatan di Lebak, dan yang terparah adalah kecamatan Cipanas, Lebak Gedong dan Sajira.

Beberapa jembatan putus dan satu diantaranya merupakan jembatan utama yang menghubungkan tiga kecamatan.

Akibat putusnya jembatan-jembatan ini, warga di Muncang dan Sobang yang hendak ke Sajira dan Rangkasbitung harus memutar sejauh 50 kilometer melalui kecamatan Leuwidamar.

Rahmat Camat Sajira menjelaskan, “Ada enam jembatan gantung dan satu jembatan utama yang putus, warga dari Kecamatan Sajira, Muncang dan Sobang tidak bisa melintas.”

Selain memutuskan beberapa jembatan, banjir bandang pun menghanyutkan sejumlah rumah dan pondok pesantren yang ada di bantaran sungai. Namun demikian belum diketahui korban jiwa.

Sejumlah ruas jalan pun ditutup oleh pihak kepolisian karena tertutup banjir dan tanah longsor, yakni jalan dari Cipanas menuju kecamatan Muncang kemudian jalan dari Cipanas menuju Lebak Gesing.

Jalan ambles di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten

“Sementara jalan ditutup akibat tertutup longsor dan banjir, ” kata Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardi. “Untuk korban jiwa sementara nihil. Data kerusakan dan kerugian masih didata,” imbuhnya lagi.

Sejumlah tiang listrik pun bertumbangan akibat terkena hantaman banjir, longsor, dan tanah amblas. Hingga berita ini ditulis pada Kamis 2 Januari 2020 dini hari, sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Lebak, yakni Kecamatan Cipanas, Cimuncang, serta Sajira gelap gulita.

Akibat bencana ini ribuan penduduk mengungsi, BPBD Lebak mendirikan beberapa posko pengungsian dan dapur umum agar masyarakat korban bencana tidak mengalami kerawanan pangan dan serangan penyakit.

“Kami memfokuskan pasca penanganan banjir dan longsor dengan melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan untuk mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa,” kata Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Kaprawi.

“Kami mengutamakan warga korban banjir dan longsor tetap tinggal di pengungsian sebelum banjir surut,” kata dia lagi.

(dari berbagai sumber)

Anies Baswedan: Seluruh Kantor Pemerintah dan Sekolah Harus Siap Jadi Tempat Pengungsian

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengeluarkan perintah khusus dalam menghadapi banjir di Jakarta pada awal tahun baru 2020. Ia menginstruksikan jajarannya untuk cepat tanggap menanggulangi banjir.

“Seluruh kantor pemerintah dan sekolah harus siap menjadi tempat pengungsian bagi warga terdampak banjir. Siapkan dapur umum, pos kesehatan, dan makanan siap saji. Semua tenaga kesehatan harus siaga,” kata Anies yang pagi ini, Rabu (1/1/2020) usai meninjau Pintu Air Manggarai, Jakarta.

Selain obat-obatan dan air minum, tuturnya, toilet umum dan seluruh kebutuhan dasar bagi pengungsi harus disiagakan. Anies juga memerintahkan untuk menjaga kelancaran mobilitas warga sehingga tidak terganggu.

“Pemprov DKI harus hadir dan mengambil sikap bertanggung jawab. Kita tunjukkan pada seluruh warga, bahwa seluruh jajaran turun tangan,” ujarnya.

“Amankan semua transportasi publik. Jika ada rute kendaraan umum yang terkendala banjir, segera siapkan rute alternatif,” paparnya.

Seluruh wali kota, ujar Anies, diharapkan melakukan koordinasi antarbagian. Para wali kota, camat, dan lurah diperintahkan juga untuk selalu memberikan informasi mutakhir yang valid tentang kondisi saat ini.

Secara khusus ia berpesan agar aparat Pemprov DKI juga menjaga kesehatan dan keselamatan masing-masing. Hal ini agar bisa memastikan bantuan keselamatan bagi warga. “Curah hujan tidak bisa kita kendalikan, akan tetapi dampaknya bisa kita kendalikan,” urai Anies.

Ia mengingatkan untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah-masalah yang ada dengan sebaik-baiknya. Ia yakin Allah akan memberi kemudahan sehingga bisa menanggulangi masalah banjir dengan secepatnya.

Anies Instruksikan Aparatnya Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Banjir

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meminta aparatnya untuk sigap membantu warga terdampak banjir. Pesan itu disampaikan Anies pagi ini, Rabu (1/1/2020) ketika meninjau pintu air Manggarai, Jakarta.

“Saya instruksikan pada seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta untuk turun tangan langsung. Datangi kantor kelurahan setempat untuk bekerja di bawah koordinasi lurah,” tuturnya.

Ia meminta seluruh aparat Pemprov DKI membantu untuk menyelamatkan warga. Aparat juga diharapkan melakukan evakuasi warga terdampak, memastikan kesiapan tempat pengungsian.

Anies menambahkan, aparat juga harus memastikan keamanan warga di tempat tinggal maupun di jalanan. “Pastikan warga bebas dari bahaya listrik, pohon tumbang, dan semacamnya,” paparnya.

Dia menjelaskan, bahwa masalah banjir dan dampaknya ini harus dihadapi dengan sebaik-baiknya. Dia percaya Allah akan memberikan kemudahan untuk menanggulangi banjir sesegera mungkin.

“Camkan dan segera laksanakan pesan ini. Semoga Allah selalu mengiringi dan memudahkan Bapak-Ibu dalam menjalankan tugas ini,” ujar Anies.

ACT Turunkan Tim DER Bantu Korban Banjir Jabodetabek

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Selasa (31/1/2019) sore hingga Rabu (1/1/2020) pagi membuat sejumlah wilayah terendam banjir. Tim Disaster Emergency Response (DER) – Aksi Cepat Tanggap (ACT) telah memberangkatkan tim ke sejumlah lokasi banjir pada Rabu (1/1/2020) pagi.

Komandan DER – ACT Dwiko Hari Dastriadi menerangkan, tim sudah diberangkatkan ke wilayah terdampak banjir, yakni Jakarta Timur, Tangerang, Jakarta Pusat, dan Jakarta Barat.

“Tim sudah bergerak, relawan di beberapa lokasi banjir sudah siaga, tim di pusat sedang bergerak untuk menurunkan perahu karet ke lokasi-lokasi tersebut,” kata Dwiko. Satu regu tim DER terdiri dari 4-5 personel yang dilengkapi perahu karet dan peralatan penyelamatan lainnya.

“Kami juga segera mengaktivasi posko bantuan di Jabodetabek,” tambah Dwiko.

Anggota tim DER-ACT Lukman Salehuddin yang bertugas di Tangerang Selatan melaporkan, saat ini ia dan timnya tengah mengevakuasi warga di wilayah Paku Jaya, Serpong Utara, Tangerang Selatan.

“Puluhan orang kami evakuasi keluar dari rumah ke tempat yang lebih aman,” terang Lukman.

Sementara itu, sejumlah warga di Kelurahan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tampak mulai mengungsi ke masjid Al Ridwan. Pengurus DKM Masjid Al Ridwan, Jati Padang, Iwan Hari mengatakan, hujan yang tidak kunjung berhenti membuat semakin banyak warga yang mengungsi.

“Bahkan banjir di Jati Padang ada yang mencapai setengah meter di kampung padat penduduk, terutama RT 03, RT 11 di RW 06 Kelurahan Jati Padang. Semalam ACT juga mendistribusikan Air Minum Wakaf 50 dus, sangat membantu sekali,” jelas Hari.

Laporan langsung pun juga terus diterima ACT, baik melalui media sosial maupun tim di lapangan. Pengamatan mata tim ACT Eka Saputra langsung dari Pintu Air Bendung Katulampa, saat ini debit air sudah mencapai 340 meter kubik atau siaga 2.

“Warga di wilayah Jakarta, Depok, Bekasi, diimbau untuk waspada. Saat ini sejumlah wilayah juga sudah dilaporkan banjir,” terang Eka