Banjir Bandang Menerjang Lebak Banten di Awal 2020

Banjir Bandang Menerjang Lebak Banten di Awal 2020

LEBAK (Jurnalislam.com) – Hujan di penghujung tahun 2019, Selasa (31/12/2019) mengakibatkan Sungai Ciberang dan Sungai Cimangenteung meluap.

Hingga pukul 06.30 WIB, banjir bandang menerjang 4 kecamatan di Lebak, dan yang terparah adalah kecamatan Cipanas, Lebak Gedong dan Sajira.

Beberapa jembatan putus dan satu diantaranya merupakan jembatan utama yang menghubungkan tiga kecamatan.

Akibat putusnya jembatan-jembatan ini, warga di Muncang dan Sobang yang hendak ke Sajira dan Rangkasbitung harus memutar sejauh 50 kilometer melalui kecamatan Leuwidamar.

Rahmat Camat Sajira menjelaskan, “Ada enam jembatan gantung dan satu jembatan utama yang putus, warga dari Kecamatan Sajira, Muncang dan Sobang tidak bisa melintas.”

Selain memutuskan beberapa jembatan, banjir bandang pun menghanyutkan sejumlah rumah dan pondok pesantren yang ada di bantaran sungai. Namun demikian belum diketahui korban jiwa.

Sejumlah ruas jalan pun ditutup oleh pihak kepolisian karena tertutup banjir dan tanah longsor, yakni jalan dari Cipanas menuju kecamatan Muncang kemudian jalan dari Cipanas menuju Lebak Gesing.

Jalan ambles di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten

“Sementara jalan ditutup akibat tertutup longsor dan banjir, ” kata Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardi. “Untuk korban jiwa sementara nihil. Data kerusakan dan kerugian masih didata,” imbuhnya lagi.

Sejumlah tiang listrik pun bertumbangan akibat terkena hantaman banjir, longsor, dan tanah amblas. Hingga berita ini ditulis pada Kamis 2 Januari 2020 dini hari, sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Lebak, yakni Kecamatan Cipanas, Cimuncang, serta Sajira gelap gulita.

Akibat bencana ini ribuan penduduk mengungsi, BPBD Lebak mendirikan beberapa posko pengungsian dan dapur umum agar masyarakat korban bencana tidak mengalami kerawanan pangan dan serangan penyakit.

“Kami memfokuskan pasca penanganan banjir dan longsor dengan melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan untuk mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa,” kata Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Kaprawi.

“Kami mengutamakan warga korban banjir dan longsor tetap tinggal di pengungsian sebelum banjir surut,” kata dia lagi.

(dari berbagai sumber)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X