Perusak Mushola di Minahasa Utara Patut Disebut Radikal dan Intoleran

MAGELANG (Jurnalislam.com) – Front Aliansi Umat Islam Bersatu (FA-UIB) Jateng – DIY mendesak Presiden dan Kapolri untuk serius dalam menyelesaikan kasus pengerusakan mushola Al Hidayah di Perum Agape, Desa Tumaluntung, Minahasa Utara.

“Menuntut kepada Presiden, Kapolri dan juga Panglima TNI untuk menangkap serta menyelesaikan secara tuntas kasus ini sampai oknum-oknum tersebut mendapat hukuman yang pantas serta setimpal karena perbuatannya,” kata ketua FA-UIB Anang Imamudin kepada jurnalislam.com pada Jum’at (31/1/2020).

“Mengutuk dengan keras tindakan biadab dan intoleransi gerombolan yang merusak tempat ibadah mushola di perumahan Agape, Desa Tumaluntung, Kauditan, Minahasa Utara, Sulawesi Utara,” imbuhnya.

Anang juga menyebut tindakan perusakan mushola tersebut bentuk intoleran yang merusak kerukunan antar umat beragama dan membecah belah anak bangsa.

“Perusak mushola yang diindikasikan dari kelompok Laskar Manguni adalah teroris yang nyata. Pemecah belah bangsa, intoleran dan sangat radikal. Maka kami menuntut untuk laskar Manguni dibekukan atau dibubarkan,” tandas Anang.

Ini Tujuh Tuntutan Ormas Islam Sulut Pasca Perusakan Mushola di Minahasa Utara

MANADO (Jurnalislam.com) – Merespon perusakan yang dilakukan sekelompok orang terhadap Mushola Al Hidayah di Perum Agape, Minahasa Utara, tokoh agama, tokoh masyarakat, ormas Islam dan aktivis menyatakan sikap di Masjid Raya Ahmad Yani, Kamis (30/1/2020).

Dalam pernyataan sikap dibacakan oleh Tokoh muslim Sulut yang sekaligus Wakil Ketua Komite I DPD RI, Djafar Alkatiri tersebut, ada 7 tuntutan umat Islam atas perusakan Mushola Al-Hidayah.

Dan berikut pernyataan sikap dari umat Islam Sulawesi Utara selengkapnya :

Pertama, mengutuk tindakan pengrusakan Masjid Alhidayah di Perumahan Agape, Desa Tumaluntung, Kabupaten Minahasa Utara.

Kedua, mendesak kepada Kapolda Sulawesi Utara untuk segera mencari dan menangkap semua pelaku pengrusakan rumah ibadah kaum Muslimin serta menangkap otak/dalang/aktor intelektual pelaku pengrusakan Masjid Al-Hidayah di Desa Tumaluntung di Minahasa Utara untuk segera diproses secara hukum.

Ketiga, meminta dengan tegas FKUB Minahasa Utara untuk tidak menghalangi dan meminta pihak kepolisian menindak oknum ketua FKUB Minahasa Utara yang menghambat perizinan proses rekomendasi pendirian rumah ibadah.

Keempat, Bupati Minahasa Utara dan pemerintah setempat harus bertanggung jawab telah melakukan pembiaran pengrusakan masjid.

Kelima, mendesak Kapolda Sulawesi Utara segera mencopot Kapolres Minahasa Utara, karena telah melakukan pembiaran pengrusakan rumah ibadah.

Keenam, memberi waktu 2 x 24 jam untuk menindaklanjuti penyelesaian atas sikap dan tuntutan kami di atas.

Ketujuh, meminta pemerintah dan kepolisian untuk menjamin keamanan dalam pembangunan dan pelaksanaan ibadah di Masjid Al-Hidayah Perum Agape, Minahasa Utara.

Mereka yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain dari anggota DPD RI, Nahdlatul Ulama Sulawesi Utara, Muhammadiyah Sulawesi Utara, Syarikat Islam Sulawesi Utara, Presedium KAHMI Sulut, Dewan Masjid Indonesia Sulut, Syarikat Islam Indonesia Sulut, Wahdah Islamiyah Sulut, Mathlaul Anwar Sulawesi Utara, BKPRMI Sulawesi Utara, Parmusi Sulut, KB PII Sulut, Bamusi Sulut, PHBI Sulut, ICMI Sulut, IPHI Sulut, LDKA Sulut, Pagar Nusa Sulut, LPBHNU Sulut dan Pejuang Suling.

Selain itu Barisan Solidaritas Muslim Sulut, KKSS Sulut, KKIG Sulut, Himpunan Ukhuwah Islamiah, Ilomata Manado, GSMI Sulut, Bikers Subuhan Manado, Pemuda Muslim Manado, KMBS Sulut, tim pengacara Muslim Sulut, Garmas Sulut, FKIB (Forum Komunikasi Imam dan Badan Takmir) Bunaken, Muslim Bikers Community Sulut, Persatuan Pekerja Muslim Indonesia (DPW PPMI) Sulut, dan Kerukunan Keluarga Jaton Indonesia (KKJI) Sulut.

Selanjutnya Pemuda Muslim Indonesia Sulut, Jamaah Tabligh Sulut, Ikatan Persaudaraan Imam Kota Manado, Commando Masyarakat Ekonomi Lemah (Comel), Majelis Taklim Siratal Mustaqim, Majelis Taklim Al-Fatah Bitung, Majelis Buraq, Majelis Arrayyan, Pemuda Muhammadiyah Sulut, Aisyiyah Sulut, Prima DMI Sulut, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Minut, Komunitas Alyadululyah Sulut dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah Minsel.

”Perbuatan perusakan tempat ibadah tidak bisa lagi dimaafkan dalam kehidupan negara yang melindungi kemerdekaan penduduknya untuk menjalankan agama dan kepercayaan sebagaimana dijamin oleh undang-undang yang berdasarkan kepada Pancasila dan UUD 1945,” tandas Alkatiri.

WHO Tetapkan Situasi Darurat Global Terkait Virus Corona

JENEWA (Jurnalislam.com) – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan situasi darurat global terkait virus corona mematikan yang menyebar dari China. Pengumuman pada Kamis ini diambil setelah China melaporkan lonjakan angka kematian terbesar dalam sehari.

Dilansir AFP dan AP, WHO merevisi penilaian risiko mereka terhadap virus corona. Virus Corona kini telah membunuh 170 orang di China.

“Kekhawatiran terbesar kami adalah potensi penyebaran virus ke negara-negara dengan sistem kesehatan yang lebih lemah,” kata petinggi WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah pengarahan di Jenewa seperti dikutip dari AFP, Jumat (31/1/2020)

“Kita semua harus bertindak bersama-sama untuk membatasi penyebaran… kita hanya bisa menghentikannya bersama-sama,” dia menambahkan.

Meski demikian Tedros menyebut tak perlu ada pembatasan perjalanan dan perdagangan dengan China dalam upaya membendung penyebaran virus. Virus corona diketahui sudah menyebar di 15 negara di seluruh dunia.

Tedros menyebut alasan utama dari deklarasi ini bukan karena apa yang terjadi di China. Ini karena virus corona menyebar hingga ke belasan negara.

Sumber: detik.com

 

Mahathir Didorong Prakarsai Dukungan Internasional Tolak Proposal Trump di Palestina

MALAYSIA (Jurnalislam.com) – Ketua Palestinian Cultural Organization Malaysia (PCOM) Malaysia Muslim Imran mengecam rencana Donald Trump untuk memperluas Israel dan memberi kompensasi warga Palestina.

Karenanya, PCOM menyerukan kepada semua negara yang cinta kebebasan untuk berdiri di samping hak Palestina untuk memiliki negara merdeka berdaulat mereka sendiri atas semua tanah mereka.

“Ini adalah waktu yang tepat bagi seluruh komunitas internasional untuk mengakui Palestina yang merdeka secara bebas yang bertentangan dengan rencana Amerika yang tidak adil ini,” kata Ketua PCOM Muslim Imran dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Kamis (30/1/2020).

PCOM  juga meminta semua negara anggota OKI untuk memobilisasi semua upaya mereka dalam solidaritas dengan rakyat Palestina dalam menghadapi fase agresi dan pendudukan baru ini.

“Kami menyebut Malaysia di bawah kepemimpinan berani PM Tun Dr Mahathir Mohamad untuk memainkan peran utama dalam memobilisasi negara-negara Muslim dan non-Muslim dalam perjuangan panjang untuk Palestina yang berdaulat bebas ini,” kata Muslim Imran.

Ia menyebutkan bahwa sejak 1948, pendudukan Israel telah mendatangkan malapetaka di Palestina; menjarah properti, mencuri kekayaan dan sumber daya, merebut tanah, mengusir penduduk asli, membunuh orang tak berdosa, menghancurkan warisan dan menghancurkan rumah.

PCOM Serukan Elemen Palestina Bersatu Tolak Proposal Donald Trump

MALAYSIA (Jurnalislam.com) – Ketua Palestinian Cultural Organization Malaysia (PCOM) Malaysia Muslim Imran mengecam rencana Donald Trump untuk memperluas Israel dan memberi kompensasi warga Palestina.

“Rencana bias yang tidak adil ini langsung ditolak oleh semua warga Palestina. Semua faksi Politik Palestina utama dan LSM berdiri bersatu dalam menolak kesepakatan Trump yang tidak adil,” kata Muslim Imran dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Kamis (30/1/2020).

PCOM mengatakan bahwa  untuk menghadapi dan menggagalkan “kesepakatan abad ini” dan melindungi kepentingan rakyat warga Palestina adalah tugas dan tanggung jawab semua warga Palestina dan orang-orang bebas di seluruh dunia.

“Oleh karena itu, kami menekankan perlunya posisi yang bertanggung jawab dan berani untuk menghadapi proposal Trump yang tidak adil dengan memobilisasi massa Palestina dan meningkatkan segala bentuk perlawanan terhadap pendudukan Israel,” pungkasnya.

 

IRI Harap Pemuka Agama Dorong Kepedulian Terhadap Alam dan Lingkungan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Perkumpulan Prakarsa Lintas Agama Untuk Hutan Tropis atau Interfaith Rainforest Initiative (IRI) resmi dibentuk, dan mendapuk Din Syamsuddin sebagai Ketua Kehormatan sekaligus menjadi pemateri dengan pembahasan peran agama dalam pelestarian hutan.

Ketua Panitia Lokakarya, Dialog, dan Peluncuran IRI Indonesia Hayu Prabowo menjelaskan, tiga tujuan utama dari IRI Indonesia, yaitu mendidik dan meningkatkan kesadaran tentang krisis penggundulan hutan dan membekali para pemimpin agama dengan pengetahuan, perangkat pendidikan, dan pelatihan yang diperlukan untuk menjadi pendukung efektif untuk perlindungan hutan tropis.

Selain itu, menggerakkan aksi berbasis agama dengan menghubungkan para pemimpin agama dengan mitra dari berbagai sektor untuk meningkatkan dampak secara kolektif.

“Juga mempengaruhi kebijakan dan mengadvokasi pemerintah dan perusahaan untuk mengadopsi, memenuhi dan memperluas komitmen mereka dalam melindungi hutan tropis,” katanya.

Prakarsa ini diluncurkan di Nobel Peace Center di Oslo, Norwegia, pada 19 Juni 2017. Peluncuran ini diselenggarakan oleh Menteri Iklim dan Lingkungan Norwegia, dan dipimpin oleh Raja Harald V dari Norwegia.

Dalam pertemuan puncak ini dihadiri oleh pemimpin agama Kristen, Islam, Yahudi, Budha, Hindu, dan Tao bergabung dengan masyarakat adat dari Brasil, Kolombia, Republik Demokratik Kongo, Indonesia, Meso-Amerika dan Peru untuk membuat perlindungan hutan tropis menjadi prioritas moral bagi komunitas agama dunia.

Prakarsa ini bergerak secara global untuk membawakan suara moral tentang perlindungan hutan ke forum pembuat kebijakan internasional tentang lingkungan, perubahan iklim, masalah masyarakat adat dan pembangunan berkelanjutan.

Din Nilai Moral dan Agama Berperan Penting dalam Pelestarian Hutan Tropis

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Ketua Kehormatan Presidium Inter-Religious Council Indonesia Din Syamsuddin mengatakan, dalam upaya melestarikan hutan tropis di dunia, banyak usaha yang dilakukan. Namun upaya upaya tersebut tidak cukup.

“Tantangan dalam pengelolaan alam adalah berakar dari moral manusia. Nah, agama menjadi penting untuk dapat terlibat dalam mengelola moral manusia tersebut,” kata Din usai membuka lokakarya, dialog, dan peluncuran Prakarsa Lintas Agama Untuk Hutan Tropis atau Interfaith Rainforest Initiative (IRI) di kantor Kementerian Hidup, Lingkungan dan Kehutanan (KLHK), Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Din menjelaskan, agama dan masyarakat adat dapat tampil berperan lebih untuk mengingatkan manusia agar tidak melakukan kerusakan.

Dia optimis, masyarakat yang berada di kawasan pedesaan dengan adat istiadat yang dijunjung tinggi, mereka lebih mudah melakukan adaptasi atas modalitas dan moralitas yang mereka miliki.

“Sehingga pendekatan dengan para pemuka atau tokoh masyarakat setempat dapat menjadi agen perubahan untuk mendorong perubahan perilaku dalam melestarikan hutan hujan tropis,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Din menjadi narasumber kunci bersama sejumlah Prakarsa Lintas Agama Untuk Hutan Tropis atau Interfaith Rainforest Initiative (IRI).

IRI merupakan wadah bagi para pemimpin agama dan komunitas agama untuk bekerja bahu-membahu dengan masyarakat adat, pemerintah, LSM, dan bisnis terkait aksi-aksi untuk melindungi hutan tropis dan hak-hak mereka yang berperan sebagai pelindungnya.

Bupati Minahasa Utara Akan Keluarkan Izin Mushola Jika Syaratnya Terpenuhi

MINUT (Jurnalislam.com)- Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) melalui Bupati Vonnie Anneke bergerak cepat dalam menyikapi kasus pengerusakan mushola Al Hidayah di Perum Agape, Desa Tumaluntung, Minut, rabu, (29/1/2020) malam.

Dalam video yang beredar pada kamis, (30/1/2020), Bupati Minut Vonnie Anneke menyebut sudah ada keputusan bersama Forkopimda Sulut, Forkopimda Minut, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Sudah ada keputusan forkopimda provinsi, forkopimda Minahasa Utara dan tokoh tokoh masyarakat, tokoh tokoh muslim, kristen semua,” katanya.

“Sekarang supaya dalam keadaaan tenang aman dan kondusif,” imbuhnya.

Menurutnya, mushola yang telah dirusak tersebut akan diperbaiki oleh Kapolres, ia juga berjanji akan ikut memberikan izin untuk berdirinya masjid di Perum Agape apabila seluruh persyaratan dan izin sudah lengkap.

“Tempat itu akan diperbaiki oleh Kapolres dan itu sementara waktu sholat dirumah dulu, kalau surat suratnya sudah lengkap, kita tetap tanda tangan untuk berdirinya masjid,” paparnya.

“Dan itu sudah persetujuan dari DPRD Provinsi dan DPRD Minahasa Utara, Forkopimda bersama tokoh masyarakat,” pungkasnya.

Sementara terkait pelaku perusakan mushola Al Hidayah, Bupati Vonnie belum memberikan keterangan lebih lanjut.

HMI Desak Bupati Minahasa Utara Selesaikan Masalah Pengrusakan Mushala

MINAHASA UTARA (Jurnalislam.com) – Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bolaang Mongondow Raya (BMR) Irwanto Mamonto menyebut perusakan mushola di Perum Agape, Desa Tumaluntung, Minahasa Utara (Minut) oleh sekelompok orang pada Rabu (29/1/2020) dapat merusak tatanan kerukunan antar umat beragama di Sulawesi Utara.

“Kami mengutuk keras aksi pengrusakan Mushola oleh sekelompok orang di Desa Tumaluntung dan meminta pihak Kepolisian segera mengambil langkah tegas,” katanya sebagaimana dikutip dari boganinews.com, Kamis (30/1/2020).

“Dan mengusut tuntas para pelaku kasus itu, agar dikemudian hari tidak terjadi lagi hal-hal seperti itu,” imbuhnya.

Irwanto juga mendesak Bupati Minut untuk segera melakukan langkah mediasi bersama dengan aparat Kepolisian, TNI, tokoh agama dan tokoh masyarakat di Sulut dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Kami minta persoalan ini segera diselesaikan secepatnya 1×24 jam,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia meminta masyarakat untuk mempercayakan penyelesaian kasus tersebut kepada pihak aparat kepolisian.

“Diharapkan kepada kita semua khususnya umat muslim agar tetap tenang dan tidak terpancing. Biarkan pihak berwenang menyelesaikan persoalan ini,” pungkasnya.

Mushola Minahasa Dirusak, GP Ansor Sulut: Tangkap Aktor Intelektual 1×24 Jam!

MANADO (Jurnalislam.com) – Ketua Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Utara Yusra Alhabsyi mengecam keras tindakan sekelompok orang yang melakukan perusakan mushola di Perum Agape, Desa Tumaluntung, Minahasa Utara (Minut) pada Rabu, (29/1/2020) malam.

Ia mendesak Kapolda Sulut Irjen (Pol) Remigius Sigid Tri Hardjanto untuk segera menangkap aktor intelektual dibalik perusakan yang meresahkan warga tersebut.

“Selain itu juga, tangkap aktor intelektual paling lambat 1x 24 jam,” katanya sebagaimana dikutip dari beritamanado.com, Kamis (30/1/2020).

Alhabsyi juga meminta Bupati Minut untuk segera mencopot kepala desa Tumaluntung karena dianggap tidak bisa menjaga keamanan keamanan desanya dari tindakan anarkisme yang dilakukan oleh sekelompok orang.

“Karena tidak mampu menjaga keamanan desanya dari tindakan brutal warganya yang sudah terjadi berulang kali,” ungkapnya.

Alhabsyi yang juga anggota DPRD Sulut itu meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

Untuk itu, katanya, Polres Minut diharapkan segera melakukan mediasi dengan tokoh agama maupun masyarakat di Sulut, agar terciptanya kondisi yang kondusif.

“Saya juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terpancing dengan situasi ini, percayakan kepada aparat keamanan yakni Polri dan TNI untuk penyelesain masalah ini,” ungkapnya seraya berharap agar hal ini tidak terulang lagi, dan umat Islam di Perumahan Agape bisa mendapatkan tempat yang nyaman untuk beribadah.

“Mari kita bersama-sama menjaga Sulut ini untuk tetap aman dan damai dalam keberagaman, jangan hanya karena ulah beberapa orang kemudian dapat merusak kebersamaan yang selama ini terjaga bersama,” pungkas Alhabsyi.