Serangan Udara Rusia Kembali Targetkan Warga Sipil di Idlib, 15 Tewas

IDLIB (Jurnalislam.com) – Rusia melancarkan serangan udara di benteng pertahanan kelompok oposisi di Idlib, Suriah Barat Laut. Dikutip dari AFP, serangan ini menewaskan sedikitnya 15 warga sipil, termasuk seorang anak.

Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (HAM), serangan itu terjadi pada Kamis (5/3/2020) dini hari waktu setempat. Di mana militer Rusia menargetkan kamp-kamp berkumpul warga Idlib yang kehilangan tempat tinggal di luar kota Maaret Misrin.

Dalam perang Suriah, Rusia mendukung rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad. Serangan ini terjadi di saat, Rusia dan Turki- yang mendukung kelompok berseberangan Front Pembebasan Nasional- dijadwalkan bertemu di Moskow hari ini.

Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di ibu kota Rusia. Keduanya dikabarkan akan mengupayakan solusi guna meredakan ketegangan mereka di wilayah Suriah.

Pada Rabu (4/3/2020), Erdogan mengatakan, akan membujuk Putin untuk menyetujui gencatan senjata sesegera mungkin di Idlib.

“(Saya harap) akan ada gencatan senjata yang dibuat dengan segera di Idlib,” kata Erdogan.

Turki sendiri telah mengancam akan membalas rezim Assad jika mereka tidak juga menghentikan serangan di Idlib dan mundur dari wilayah itu, sebagaimana yang disepakati dalam perjanjian Sochi 2018 yang menentukan Idlib sebagai zona aman.

Ratusan Umat Islam Sukabumi Ikuti Aksi Bela Muslim India

SUKABUMI (Jurnalislam.com) – Ratusan massa dari Ormas Islam dan simpatisan Gerakan Reformis Islam (GARIS) Sukabumi Raya mengadakan Aksi Damai Solidaritas untuk Muslim India di depan kantor Wali Kota Sukabumi, Jl. R. Syamsudin, S.H., No. 25, Kamis (5/3/2020). Garis mengecam keras kekerasan umat Hindu dan aparat India terhadap minoritas muslim.

Aksi dipimpin langsung oleh Ketua DPD Garis Sukabumi Raya, Ustadz Ade Saefulloh. Dalam orasinya, Ustadz Ade mengajak kepada umat Islam untuk peduli kepada setiap urusan kaum muslimin.

“Termasuk perhatian kepada Muslim India yang saat ini sedang mengalami penindasan oleh Kafir Hindu India. Kami menuntut pemerintah untuk segera mengambil sikap agar penindasan tersebut segera dihentikan,” tegasnya diatas mobil komando.

Dalam kesempatan itu Garis menyampaikan pernyataan sikap yang kemudian diserahkan kepada Walikota Sukabumi Ahmad Fahmi yang turut serta mengikuti jalannya aksi.

Ahmad Fahmi mengatakan, akan menyampaikan Pernyataan Sikap tersebut ke Pemprov Jabar untuk dilanjutkan kepada Pemerintah Pusat.

Kerusuhan di India dipicu oleh pengesahan Undang-undang Citizenship Amendment Bill yang dinilai merugikan masyarakat Islam oleh Perdana Menteri Naredra Modi. Sedikitnya 38 muslim meninggal dunia dan ratusan rumah serta toko-toko milik umat Islam dibakar termasuk masjid.

UU Kewarganegaraan India yang baru mengatur percepatan pemberian kewarganegaraan untuk warga dari enam agama yakni Hindu, Sikh, Buddha, Jain, Parsi, dan Kristen, yang berasal dari negara tetangga Afghanistan, Bangladesh, dan Pakistan, yang pindah ke India sebelum tahun 2015.

Namun, dalam revisi UU Kewarganegaraan tersebut tidak mencantumkan agama Islam, sehingga menyulut protes warga Muslim India dan berujung pada tindak kekerasan oleh aparat keamanan.

Kontributor: Haady/Sukabumi

DMI Imbau Masjid Sediakan Cairan Disinfektan

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) mengimbau masjid agar teratur menjaga kebersihan lantai masjid dengan cairan disinfektan agar steril dari berbagai bibit penyakit. Termasuk ancaman virus Corona Covid-19.

“PP DMI mengimbau seluruh jajaran untuk melakukan Sanitasi Siaga bersama DKM dan takmir. Teratur menjaga kebersihan lantai masjid/mushola dengan cairan disinfektan,” kata Ketua Umum DMI HM Jusuf Kalla dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu.

Dia meminta masjid agar dijaga kebersihan tempat wudhu dan toiletnya dengan cairan disinfektan. Selain itu, mantan Wapres RI juga mengajak umat untuk menjaga kebersihan karpet dan alas shalat lainnya dengan rutin.

Ia mengimbau jamaah shalat agar membawa sajadah atau sapu tangan/kain bersih sendiri sebagai alas sujud masing-masing.
JK juga meminta jamaah yang sedang batuk, demam dan mengalami gejala sakit seperti flu atau selesma supaya melaksanakan shalat di rumah hingga sembuh.

Dia juga mengajak umat dan unsur masjid ikut mengawasi penyebaran atau penularan COVID-19 dan melakukan upaya tanggap melaporkan jika ada warga dicurigai terdampak virus tersebut, khususnya sekitar masjid atau mushola.

Sumber: republika.co.id

Turki: Operasi Militer Turki di Idlib Sesuai Hukum Internasional

ANKARA(Jurnalislam.com) — Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar menyatakan Angkatan Bersenjata Turki melakukan operasinya di Idlib barat laut Suriah sesuai dengan hukum internasional, aturan, dan perjanjian yang ditandatangani.

Target Operasi Perisai Musim Semi Turki adalah pasukan rezim Suriah di bawah kepemimpinan Bashar al-Assad.

Turki melancarkan operasi pada Ahad kemarin setelah setidaknya 34 tentara Turki tewas dalam serangan udara rezim Suriah di bawah Assad di Idlib. Idlib, tepat di seberang perbatasan selatan Turki, berada dalam zona de-eskalasi yang diatur dalam kesepakatan antara Turki dan Rusia pada akhir 2018.

Dilansir Anadolu Agency pada Kamis (5/3), Akar menuturkan Turki berharap Rusia sebagai negara penjamin memengaruhi rezim untuk memenuhi komitmennya dan menghentikan serangannya dan mematuhi perjanjian Sochi.

Tujuannya adalah untuk memastikan gencatan senjata, mencegah migrasi, mengakhiri drama kemanusiaan di wilayah tersebut, dan memastikan keselamatan dan keamanan pasukan, orang-orang, dan perbatasan.

Langkah-langkah tersebut merupakan bagian sebagai hak sah pertahanan diri berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB dan gencatan senjata dalam kerangka perjanjian Adana, Astana, dan Sochi. Idlib telah menjadi kubu oposisi dan kelompok bersenjata anti-pemerintah sejak pecahnya perang saudara Suriah pada 2011.

Pada September 2018, Ankara dan Moskow mencapai kesepakatan di Sochi, Rusia. Kesepakatan ini untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.

Tetapi lebih dari 1.800 warga sipil telah tewas dalam serangan oleh rezim dan pasukan Rusia sejak saat itu, mencemooh gencatan senjata 2018 dan yang baru yang dimulai pada 12 Januari. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan baru-baru ini mengutuk serangan rezim Assad terhadap warga sipil dan pasukan Turki di Idlib.

Dia juga mendesak Rusia, sekutu Assad, untuk hidup sesuai dengan proses perdamaian Astana dan Sochi untuk Suriah. Rusia juga didesak melakukan lebih banyak untuk menghentikan serangan.

Sumber: republika.co.id

Panik Berlebihan Karena Corona Dinilai Tak Jawab Persoalan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan ketersediaan stok pangan yang dimiliki Perum Bulog.

Hal ini dikatakan Erick saat mengunjungi Komplek Pergudangan Bulog di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (4/3/2020).

Hal ini dilakukan menyusul masuknya virus corona ke Indonesia yang membuat kepanikan masyarakat dengan memborong kebutuhan pangan di sejumlah kawasan.

“Insya Allah stok beras aman. Kecemasan dan panik berlebihan tidak menjawab persoalan. Pemerintah serius melindungi masyarakat. Kita hadapi bersama ya, percayalah, bersatu selalu menguatkan kita,” ujar Erick.

Erick mengapresiasi kesigapan Bulog dalam menjaga ketersediaan beras nasional. Erick mengatakan Bulog harus terus meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi dampak Korona dan juga persiapan jelang lebaran.

“Kita saksikan sendiri Bulog mampu menyediakan beras untuk seluruh masyarakat Indonesia. Dengan stok beras yang tersimpan di unit-unit gudang Bulog seluruh Indonesia,” kata Erick.

Erick menyampaikan kondisi beras di gudang Bulog saat ini didominasi oleh beras impor dari Thailand dan India. Hal ini mengingat belum terjadinya panen raya. Erick menyampaikan komposisi beras lokal dan impor di gudang Bulog secara dinamis berubah.

“Bisa saja kalau sudah panen raya nanti 100 persen (beras) dari lokal,” lanjut Erick.

Erick juga terus mendorong Bulog memperbaiki distribusi agar tidak ada celah bagi mafia beras bermain dan merugikan petani serta masyarakat. “Kalau mafia di setiap bisnis ada yang kita hadapi, ya justru kita ingin menyadarkan, boleh berbisnis, boleh untung, tapi jangan petani dihancurkan pendapatannya, jangan rakyat disuruh beli mahal-mahal,” ucap Erick.

sumber: republika.co.id

48.000 Orang Telah Sembuh Corona, Jumlahnya Terus Bertambah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Tercatat infeksi virus corona Wuhan yang menyebabkan Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 90.000 orang di seluruh dunia.

Sejak mewabah akhir 2019 lalu, ternyata lebih dari separuhnya telah dinyatakan sembuh. Tidak mengherankan jika jumlah infeksi virus corona yang terus bertambah semakin memberi dampak psikologis bagi masyarakat di dunia.

Melansir CNN, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan virus ini telah menyebar ke setiap benua, kecuali Antartika sejak pertama kali terindetifikasi pada Desember tahun lalu di kota Wuhan, China.

Dari hanya beberapa negara, virus ini telah menyebar ke lebih dari 70 negara di dunia, termasuk di Indonesia.

Presiden Joko Widodo telah mengumumkan dua kasus pertama pasien yang positif terinfeksi Covid-19 di Istana Negara, Senin (2/3/2020).

Secara total, Worldometers mencatat angka infeksi virus corona Wuhan secara global telah mencapai 90.933 orang. Di mana sebanyak 80.152 kasus ada di China.

Hingga saat ini, jumlah korban tewas akibat virus ini mencapai 3.119 orang di seluruh dunia, di China jumlah korban tewas mencapai 2.944 kasus.

Sementara, pasien yang dinyatakan sembuh dari virus ini mencapai 48.177 orang, dan jumlahnya terus bertambah.

Sumber: kompas.com

 

MUI Serukan Qunut Nazilah terkait Wabah Corona, ini Teknisnya

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak umat Islam melakukan qunut nazilah untuk menangkal turunnya malapetaka virus corona.

Qunut ini dapat dibaca setiap selesai shalat wajib (fardhu) di rakaat terakhir setelah ruku.

“Adapun tata caranya, yaitu dibaca pelan saat shalat sirriyah (shalat yang disunnahkan tidak mengeraskan suara, yaitu shalat zhuhur dan ashar) dan dibaca keras saat shalat jahr (shalat yang disunnahkan mengeraskan suara, yaitu shalat maghrib, isya’ dan subuh), baik ketika menjadi imam atau sedang shalat sendiri,” kata Wakil Ketua MUI, KH Muhyiddin Junaidi dalam jumpa pers di kantor MUI, Jakarta, Selasa (3/3).

Bagi imam shalat saat membaca doa qunut nazilah ini agar mengumumkan lafadz doanya, yaitu dengan mengubah kata ganti untuk diri sendiri (mutakallim) menjadi kata ganti untuk orang banyak (mutakallim ma’al ghair), dan makmum cukup mengaminkannya.

 

Sikapi Corona, Aa Gym: Tetap Tenang dan Perbanyak Sedekah Karena Dapat Menolak Bala

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhid (DT) KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym mengimbau kepada masyarakat agar tenang dan tidak panik menyikapi bencana virus Corona.

Ia meminta masyarakat jangan meremehkan, dan juga tidak panik berlebihan.

“Jangan berlebihan ketakutan sehingga merusak akidah. Lebih takut pada virus daripada ingat pada allah. Jangan bergantung kepada syariat lahir, sampai melupakan pertolongan Allah,” kata Aa Gym baru-baru ini.

Hal ini, menurut Aa Gym, karena virus pada hakikatnya adalah ciptaan, allah, bertasbih dan sama sekali tidak bisa membahayakan kita izin Allah sesuai At Thabagub ayat 11.

Karenanya, Aa Gym mengajak masyarakat agar mendekatkan diri kepada Allah.

“Tingkatkan ibadah kita, penuhi waktu dengan zikrullah, perbanyak sedekah menolong orang menolak bala dan bencana, hindari maksiat dan perbuatan zalim,” pungkasnya.

 

Terkait Corona, Umat Islam Diimbau Memperbanyak Wudhu dan Saling Bantu

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak umat Islam melakukan qunut nazilah untuk menangkal turunnya malapetaka virus corona.

MUI juga mengajak umat Islam agar memperbanyak wudhu sesuai tata cara secara benar dan sempurna.

“Khususnya saat mencuci kedua tangan agar melakukannya lebih ekstra dengan memakai sabun agar diyakini lebih bersih, saat berkumur, dan saat membersihkan hidung. Karena, menurut para ahli kesehatan, cara-cara tersebut dapat menangkap penularan virus corona,” kata Wakil Ketua MUI, KH Muhyiddin Junaidi dalam jumpa pers di kantor MUI, Jakarta, Selasa (3/3/2020).

MUI juga mengimbau semua elemen bangsa tetap tenang, bersatu, mengedepankan sikap saling membantu.

Juga menghindarkan perilaku saling menyalahkan serta tidak menyebarkan berita atau informasi yang belum diketahui kebenarannya (hoaks).

MUI Ingatkan Larangan Menimbun Barang

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) melarang penimbunan barang di tengah krisis virus Corona di Indonesia.

Hal tersebut ditakutkan menimbulkan spekulasi.

“Kalau di dalam Islam kita tidak boleh menimbun karena perilaku penimbunan itu akan menimbulkan spekulasi,” ujar Wakil Ketua Umum MUI, KH Muhyiddin Junaidi di Kantor MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2020).

Muhyiddin mengimbau umat membeli barang kebutuhan seperlunya.

Dalam penjelasannya, MUI ingin masyarakat Indonesia, terutama umat Islam, senantiasa menjaga hidup sehat.

Hal itu dengan sendirinya dapat menghindarkan diri dari musibah virus Corona.

“Jadi sesuai dengan aturan main yang ada di agama dan juga cocok dengan cara menghindari virus Corona,” kata Muhyiddin.

MUI juga mengajak masyarakat agar tidak panik. Selain itu, yang terpenting adalah agar umat menjadi imunitas tubuh.

“Kami minta kepada semua pihak agar jangan panik,” ujar Muhyiddin.

sumber: detik.com