Kasus Covid-19 di Turki Terus Tunjukkan Penurunan

ANKARA(Jurnalislam.com) — Turki melaporkan penurunan angka kematian dan jumlah pasien di unit perawatan intensif secara konstan, sementara total warga yang pulih tercatat mencapai 86.296 orang pada Jumat.

Menteri Kesehatan Fahrettin Koca mengatakan total jumlah pasien yang pulih melebihi 85.000 pasien.

“Ada penurunan jumlah kasus, kematian, perawatan intensif dan pasien yang diintubasi dalam 24 jam terakhir,” tambah dia.

Korban tewas akibat pandemi naik menjadi 3.689 jiwa karena setelah 48 kematian baru, sementara 3.412 orang pulih dalam 24 jam terakhir, kata Koca di Twitter.

Turki mencatat 1.848 kasus baru pada Jumat, menjadikan total kasus menjadi 135.569, sebut data dari Kementerian Kesehatan.

Lebih dari 33.680 tes tambahan telah dilakukan selama 24 jam terakhir, dan jumlah tes sejauh ini melampaui 1,29 juta, tambah Menkes Turki.

“Data ini mendukung perjuangan kami melawan virus tersebut. Ini bukan hasil yang tepat, tetapi merupakan peluang serius. Mari kita manfaatkan kesempatan,” tambah Koca.

Lebih dari 3,87 juta kasus dilaporkan di 187 negara sejak virus itu muncul di China Desember lalu, dengan daerah yang paling terdampak adalah AS dan Eropa.

Sebagian besar pasien Covid-19 – lebih dari 1,3 juta – telah pulih, tetapi wabah ini telah merenggut lebih dari 271.700 jiwa, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins di AS.

Sumber: anadolu agency

PT KCI Persilakan Pemda Lakukan Pengecekan Surat Tugas

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Setelah ditemukannya penumpang positif virus corona, kepala derah Jabodetabek kembali mendesak pemerintah menghentikan operasional KRL.

Kalau pun tidak dihentikan seluruhnya, KRL harusnya hanya melayani penumpang yang harus tetap bekerja sesuai dengan 8 sektor yang dikecualikan dalam aturan PSBB.

Para kepala daerah paling tidak meminta penumpang yang boleh naik KRL hanya yang mengantongi surat tugas dari perusahaan. Itu pun perusahaan yang hanya diizinkan beroperasi selama PSBB. Sisanya tak boleh pakai KRL.

Menanggapi hal itu, VP Corporate Communication PT KCI Anne Purba mengatakan, pihaknya tak masalah dengan adanya usulan itu.

Tapi, untuk mekanisme razia atau pemeriksaan surat tugas bagi penumpang, diharapkan dilakukan oleh pemda di masing-masing wilayah.

“Harapannya razia atau screening surat kerja itu dilakukan di akses menuju stasiun oleh pihak terkait (pemda),” kata Anne saat dihubungi, Minggu (10/5).

Anne menegaskan, PT KCI sudah dan terus melakukan rangkaian protokol kesehatan bagi penumpang. Proses pemeriksaan ini juga membutuhkan waktu yang cukup lama.

Terlebih, tidak semua stasiun yang padat penumpang ukurannya besar. Dengan begitu, peran Pemda dalam memeriksa penumpang di luar stasiun sangat vital agar tak terjadi penumpukan di stasiun.

“Stasiun-stasiun padat tak semuanya besar, ada yang kecil dan tentu pengecekan tersebut membutuhkan waktu di samping kami harus menerapkan protokol COVID-19 seperti cek suhu tubuh dan pembatasan masuk peron dan KRL,” tambah dia.

Anne memastikan PT KCI akan terus memperketat penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona di KRL.

Misalnya memastikan penumpang dicek suhu tubuhnya, menggunakan masker, dan menerapkan physical distancing baik di stasiun maupun di dalam gerbong.

 

Sumber: kumparan.com

 

MUI: Umat Sudah Tidak Shalat Berjamaah, Pemerintah Malah Longgarkan Transportasi

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nadjamuddin Ramly menanggapi pernyataan sikap 32 Dewan Pimpinan MUI Provinsi se-Indonesia terhadap pemerintah.

Menurutnya pernyataan sikap tersebut bentuk kepedulian, perhatian dan tekad serius mereka untuk memutuskan rantai penyebaran virus corona atau Covid-19.

“Kami memberikan apresiasi terhadap aspirasi yang berkembang dari hasil koordinasi Dewan Pimpinan MUI Provinsi se-Indonesia, Dewan Pimpinan MUI Pusat tidak bisa memberikan intervensi kepada mereka karena itu aspirasi mereka,” kata Nadjamuddin, Jumat (8/5) malam.

Ia mengatakan, MUI di berbagai provinsi sudah berusaha semaksimal mungkin di lapangan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tapi tiba-tiba menteri perhubungan mengubah kebijakan dan melonggarkan moda transportasi dalam semua matra baik darat, laut maupun udara.

Menurutnya, pelonggaran moda transportasi tersebut akan memperkeruh suasana di kala masyarakat sedang berusaha memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kalau pesawat-pesawat datang lagi ke ibu kota provinsi membawa orang-orang dari berbagai daerah, sementara mereka semua tidak bisa dipastikan bebas dari Covid-19. Mungkin saja ada orang yang sudah terjangkit Covid-19, tapi tanpa gejala (OTG) Covid-19.

“Sementara Dewan Pimpinan MUI Provinsi sudah memberlakukan lockdown di masjid-masjid, umat Islam tidak melaksanakan sholat Jumat, tarawih, dan shalat Idul Fitri, tapi tiba-tiba ada kebijakan melonggarkan moda transportasi,” ujarnya.

Nadjamuddin menegaskan, Dewan Pimpinan MUI Provinsi se-Indonesia memberikan aspirasi karena mereka juga prihatin dan cemas dengan pandemi Covid-19. Mereka juga sudah berusaha maksimal untuk menjaga provinsinya masing-masing dari ancaman Covid-19, salah satunya dengan tidak melaksanakan sholat berjamaah di masjid-masjid.

“Ini (aspirasi Dewan Pimpinan MUI Provinsi se-Indonesia) sebagai bentuk kepedulian dan perhatian serta tekad sungguh-sungguh mereka untuk memutus mata rantai transmisi Covid-19,” jelasnya.

Sebelumnya, 32 Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi se-Indonesia menyampaikan pernyataan sikap kepada pemerintah Indonesia yang telah mengeluarkan kebijakan kontradiktif dengan peraturan pemerintah sendiri dan imbauan para tokoh agama.

Salah satu aspirasi mereka, meminta dengan tegas kepada Presiden Republik Indonesia untuk membatalkan kebijakan menteri perhubungan yang membuka dan melonggarkan moda transportasi dalam semua matra baik darat, laut maupun udara sebelum penyebaran dan penularan Covid-19 ini benar-benar dapat terkendali dan bisa menjamin tidak akan ada lagi penularan baru.

sumber: republika.co.id

Kasus Corona Global Tembus 4 Juta, Sembuh 1,3 Juta

INTERNASIONAL(Jurnalislam.com) — Jumlah kasus infeksi virus corona di seluruh dunia hingga Sabtu (9/5) mencapai 4.014.320 orang.

Berdasarkan data statistik Worldometer, pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 1.387.181 dan 276.237 kematian.

AS dengan tingkat angka kematian tertinggi, 1.322.163 kasus corona, 78.616 kematian, dan 223,749 dinyatakan sembuh.

Spanyol berada di urutan kedua dengan 260.117 kasus, 26.299 kematian dan 168.408 sembuh. Selanjutnya Italia yang mencatat 217.185 kasus, 30.201 kematian, dan 99.023 sembuh.

Inggris memiliki 211.364 kasus, dan 31.241 kematian. Sementara Rusia memiliki 187.859 kasus dan 26,608 pasien sembuh. Tingkat kematian corona di Rusia terbilang rendah yakni 1.723 jiwa.

Sumber: cnnindonesia.com

Wagub Jabar Minta Pemerintah Pusat Tidak Buat Kebijakan Bingungkan Daerah

JABAR(Jurnalislam.com)– Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum berharap keputusan pemerintah pusat tidak membingungkan pemerintah daerah. Hal itu disampaikan Uu menanggapi pernyataan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan kembali membuka sejumlah moda transportasi.

Menurut Uu, disaat pemerintah daerah berusaha meminimalisir pergerakan orang, jika moda transportasi dibuka kembali maka ia rasa sulit untuk membuat orang terbatasi pergerakannya dan pada akhirnya penyebaran Covid-19 berpotensi semakin meningkat.

“Di sisi lain, ada kebijakan pak Menteri Perhubungan untuk memberikan izin kembali operasional untuk kendaraan seperti yang kita ketahui. Berarti di sisi lain saya menahan masyarakat untuk bergerak, tidak mudik, tidak kumpul untuk yang lain sebagainya, tapi di sisi lain memberikan kebebasan pada masyarakat,” ungkapnya saat on air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Sabtu (9/5/2020).

Kendati demikian, ia mengaku pihaknya pasti akan mengikuti instruksi dari pemerintah pusat.

Namun, ia pun berharap masukan dari beberapa pihak termasuk pemerintah daerah dan MUI Pusat pun diharapkan bisa dijadikan bahan pertimbangan.

“Saya sebagai pemerintah daerah ikut saya aja apa yang diperitahkan pemerintah pusat. Tetapi harapan kami keputusan tersebut tidak membingungkan,” kata dia.

Sumber: pikiran-rakyat.com

 

Olahraga Dinilai Penting Tingkatkan Imunitas Tubuh

SOLO(Jurnalislam.com) – Kebugaran tubuh sangat penting dijaga di masa-masa pandemi. Fakultas Keolahragaan (FKor) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo menggelar webinar dengan tema Melatih Kebugaran di Tengah Pandemi Covid-19 pada Bulan Ramadan.

Deputi Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Raden Isnanta mengatakan di tengah situasi Pandemi Covid-19 banyak penyakit degeneratif yang muncul.

Hal itu disebabkan oleh adanya pola hidup masyarakat yang tidak sehat sehingga tingkat imunitas tubuh menurun.

“Banyak penyakit degeneratif diawali dari pola hidup masyarakat yang kurang sehat. Dari data bisa dilihat masyarakat kita angka partisipasi 34 persen dan angka kebugaran 24 persen. Kalau kita punya angka partisipasi dan kebugaran yang tinggi korban tidak akan sebanyak ini,” ujarnya seperti tertulis dalam siaran pers, Sabtu (9/5).

Membudayanya pola hidup yang tidak sehat dinilai oleh Isnanta merupakan akibat dari tidak dijadikannya olahraga sebagai gaya hidup. Menurutnya, menjadikan olahraga sebagai gaya hidup merupakan hal yang penting.

Sebab, dengan kesadaran masyarakat menggelorakan semangat berolahraga maka akan berdampak positif pada meningkatnya tingkat produktivitas masyarakat dalam sebuah negara.

Kurang gemarnya masyarakat dalam berolahraga juga disinggung oleh Dekan FKor UNS, Sapta Kunta. Padahal, aktivitas olahraga yang didukung dengan aktivitas fisik yang baik akan berdampak pada kebugaran dan kesehatan.

“Berkebun, pekerjaan rumah tangga, naik tangga di tempat kerja, dan membawa dagangan pulang pergi ke pasar merupakan aktivitas fisik. Namun aktivitas tersebut dianggap bukan latihan atau olahraga. Aktivitas fisik dan nutrisi adalah faktor gaya hidup yang dapat berdampak besar pada kebugaran dan kesehatan,” paparnya.

Sapta Kunta menambahkan, jika masyarakat di segala level usia tidak intens dalam melakukan aktivitas fisik, maka tubuh seseorang akan mudah terserang berbagai penyakit, baik yang tidak menular, degeneratif, maupun katastropik, seperti obesitas dan diabetes.

Dalam kesempatan tersebut, Sapta Kunta menekankan pedoman dalam melakukan olahraga dengan FITTE. FITTE yang dimaksud Sapta Kunta merupakan singkatan dari frekuensi, intensitas, time (waktu), type (tipe), dan enjoyment (kenikmatan). Sapta Kunta berpesan, dalam menggelorakan semangat berolahraga juga harus diiringi dengan perasaan yang gembira.

Sumber: republika.co.id

Indonesia Minta Klarifikasi Cina Soal ABK DIlarung di Laut

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Indonesia meminta China untuk mendesak pemilik kapal yang memperkerjakan anak buah kapal (ABK) WNI memenuhi semua kewajibannya, termasuk soal pembayaran upah.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi pada Kamis memanggil Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian untuk meminta klarifikasi tentang dugaan adanya praktik perbudakan oleh perusahaan kapal ikan berbendera negara itu.

Menurut Retno, hingga saat ini ABK yang bekerja di kapal ikan tersebut belum mendapatkan upah dan bekerja dalam kondisi tidak aman.

“Kita minta dukungan pemerintah Tiongkok untuk membantu pemenuhan hak awak kapal termasuk pembayaran gaji yang belum dibayarkan dan kondisi kerja yang aman,” kata Retno pada Kamis.

Indonesia, kata Menteri Retno, juga meminta klarifikasi terkait tiga jenazah awak kapal WNI yang meninggal dan dibuang ke laut.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengeluarkan pernyataan resmi bahwa ketiga WNI yang tewas tersebut bekerja di kapal ikan Long Xin 605 dan Tian Yu 8 yang beberapa hari lalu berlabuh ke Busan, Korea Selatan.

Kedua kapal tersebut, kata Kemlu RI, membawa 46 awak kapal WNI yang 15 di antaranya berasal dari kapal ikan berbendera China lainnya, Long Xin 629.

Kemlu menjelaskan pada Desember 2019 dan Maret 2020 terjadi 3 kematian ABK Indonesia di kapal Long Xin 629 dan Long Xin 605 saat kapal sedang berlayar di Samudra Pasifik.

Sementara, kata Kemlu RI, kapten kapal melarung jenazah karena kematian tersebut akibat penyakit menular dan telah mendapat persetujuan dari awak kapal lainnya, kata pernyataan tersebut.

“Pemerintah Indonesia meminta klarifikasi untuk mendapatkan informasi valid apakah penguburan di laut atau pelarungan itu sudah sesuai ILO,” kata Retno.

Menanggapi permintaan Indonesia tersebut, kata dia, Dubes China menyatakan akan menyampaikan permintaan Indonesia ke pemerintahnya.

China juga akan memastikan agar perusahaan pemilik kapal itu memiliki tanggung jawab memenuhi kewajiban terhadap ABK Indonesia sesuai hukum yang berlaku, sambung Retno.

Sumber: republika.co.id

Delapan Negara Ini Akan Mulai Longgarkan Lockdown

INTERNASIONAL(Jurnalislam.com)–Pandemi Covid-19 yang menyerang seluruh dunia membuat banyak negara menerapkan penguncian (lockdown) di beberapa wilayahnya untuk menghentikan penyebaran virus ini. Mulanya lockdown dilakukan oleh pemerintah China terhadap kota Wuhan untuk menekan penyebaran COVID-19 di luar wilayah tersebut.

Ketika virus ini mulai merebak di luar China, berbagai negara pun menerapkan kebijakan lockdown. Setelah ramai-ramai melakukan lockdown, banyak dari mereka yang akhirnya melonggarkan kebijakan tersebut.

  1. Amerika Serikat

    Presiden Donald Trump mengubah fokus penanganan COVID-19, dan membuka kembali peran aktivitas masyarakat. Trump menegaskan AS tidak bisa selamanya mengurung diri. Namun sang presiden Negeri Adidaya ke-45 mengakui bahwa membuka kembali aktivitas masyarakat berisiko membuat kasus dan korban meninggal kembali berjatuhan.

    “Anda harus menjadi pejuang. Kita tidak bisa terus-menerus menutup negara ini, apalagi sampai bertahun-tahun. Kita harus melakukan sesuatu.

    “Semoga itu (tambahan jumlah kasus dan korban jiwa) tidak terjadi. Namun sangat mungkin itu terjadi,” kata Trump, sebagaimana dikutip dari Reuters.

    2. Denmark

    Denmark mulai membuka kembali ruang publik setelah menjalankan aturan pembatasan selama berbulan-bulan. Mulai 8 Juni mendatang, Denmark akan membuka museum, teater, bioskop, taman hiburan, dan kebun binatang.

    Pemerintah negara Skandinavia itu juga mengatakan akan membuka kembali pusat perbelanjaan pada 11 Mei. Sementara restoran, tempat ibadah, dan sekolah untuk anak berusia 11-15 tahun akan dilanjutkan seminggu kemudian.

    3. Malaysia
    Malaysia akan melonggarkan lockdown mulai 4 Mei 2020. Sejumlah kegiatan bisnis kembali diizinkan beroperasi demi menyelamatkan perekonomian negara tersebut

    Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mengatakan hampir semua sektor ekonomi akan dibuka kembali. Namun ada sejumlah catatan tergantung pada kondisi sektor tersebut.

    Untuk pertemuan yang melibatkan banyak orang misalnya, masih akan dikontrol. Selain itu, sekolah-sekolah juga masih akan tetap tutup dan perjalanan antar negara tetap dilarang.

  2. Inggris
    Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson, Rabu kemarin mengatakan pelonggaran lockdown bisa dilakukan pada Senin (11/5/2020) pagi.
    “Kami ingin, jika kami bisa, untuk melonggarkan lockdown pada hari Senin” kata PM Johnson di hadapan Parlemen Inggris, sebagaimana dilansir CNBC International.
  3. Jerman
    Kanselir Jerman, Angela Merkel juga mengumumkan langkah-langkah pelonggaran lockdown, tetapi juga merilis mekanisme “emergency brake”, dimana lockdown bisa kembali diterapkan jika laju penambahan kasus baru Covid-19 kembali melonjak.

    6. Korea Selatan
    Korea Selatan sebagian besar telah berhasil membuka kembali ruang publik dan ruang gerak masyarakat belum lama ini.

    Mengenai gelombang kedua COVID-19, negara ini berupaya mencegahnya dengan meluncurkan tiga langkah: pengujian luas, berbagi data dengan masyarakat tentang lokasi infeksi, dan menindaklanjuti dengan orang yang terinfeksi dan kontak mereka.

    7. Belanda

    Belanda yang akan membuka lockdown pada 11 Mei nanti. Namun, Perdana Menteri Mark Rutte, langkah-langkah ketat tetap akan dilakukan.

    Murid-murid akan diizinkan ke sekolah meski jam pelajaran masih dipangkas. Sekolah menengah atas akan diizinkan beroperasi di 1 Juni.

    “Ini ada pertimbangan yang sulit, tapi kehati-hatian tetap lebih baik daripada menyesal sesudahnya,” katanya.

    8. Italia

    Pemerintah Italia mengeluarkan aturan relaksasi karantina dan merilis daftar aktivitas yang boleh dilakukan, namun sekitar 20 wilayah di Italia menetapkan aturan sendiri terkait relaksasi lockdown. Nantinya warga boleh berpergian dengan bebas, namun hanya di wilayah provinsi mereka, boleh mengunjungi taman kota bersama anak-anak. Namun pemerintah Italia tetap tidak memperbolehkan warganya bekegiatan secara berkelompok.

Sumber: cnbcindonesia

Ancaman Ekonomi Indonesia di Kuartal Kedua

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, pertumbuhan ekonomi hanya 2,97 persen pada kuartal I-2020.

Ini angka pertumbuhan ekonomi terendah sejak 2001 atau ketika ekonomi nasional mulai menggeliat setelah Indonesia dihantam badai krisis moneter tahun 1998.

Angka pertumbuhan ekonomi pada tiga bulan pertama tahun ini sesungguhnya masih jauh lebih baik dibandingkan saat krisis moneter melanda kita. Karena kala itu, ekonomi Indonesia benar-benar terjerembap alias minus.

Walau demikian, angka 2,97 persen atau terkontraksi -2,41 persen jika dibandingkan kuartal IV-2019 diakui oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani jauh dari harapan pemerintah. Prediksi Kementerian Keuangan pertumbuhan pada kuartal pertama di kisaran 4,5-4,6 persen.

Dengan target pertumbuhan sebesar itu pada kuartal pertama, pertumbuhan ekonomi sampai akhir tahun ini diperkirakan tidak akan minus, tapi di kisaran 0,5 persen.

Namun, dengan pertumbuhan ekonomi yang hanya 2,97 persen, rencana pemerintah bahwa kuartal pertama akan mampu menopang pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua, ketiga, dan keempat sulit diwujudkan.

Lebih dari itu, pertumbuhan pada kuartal pertama ini menjadi lampu merah bagi pemerintah untuk ekstra waspada, jika tak ingin pertumbuhan ekonomi minus. Jika dicermati, agak mengherankan dengan pencapaian pertumbuhan kuartal pertama tahun ini.

Tidak hanya karena pada kuartal pertama 2019 pertumbuhan ekonomi nasional di angka 5,07 persen, tetapi yang perlu juga menjadi perhatian adalah wabah virus korona pertama kali di Indonesia terjadi awal Maret dan aktivitas ekonomi, seperti pusat perbelanjaan  di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) mulai dibatasi pada pertengahan bulan yang sama.

Seharusnya, aktivitas ekonomi Januari dan Februari mampu menopang pertumbuhan ekonomi yang terkoreksi pada Maret. Apalagi, tekanan ekonomi di kuartal pertama akibat korona baru terasa pada pertengahan Maret atau setengah bulan di kuartal pertama.

Ini artinya,  ekonomi kita di dua bulan pertama tahun ini ketika korona belum melanda Tanah Air sesungguhnya tidak secemerlang tahun lalu.

Sektor konsumsi rumah tangga yang selama ini menopang pertumbuhan ekonomi kita sudah mulai dirasakan mendapat tekanan pada awal tahun walaupun masih sangat tipis tekanannya. Namun pada Maret, tekanan tersebut sudah sangat terasa. Pelemahan daya beli ini yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama hanya 2,97 persen.

Karena menurut data BPS, daya beli atau tingkat konsumsi rumah tangga memiliki kontribusi besar terhadap pembentukan ekonomi Tanah Air, sekitar 56 persen, yang disusul oleh investasi 32 persen, 18 persen ekspor, dan sektor lainnya.

Jika melihat data di atas, ancaman terhadap pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua dan seterusnya sangat besar. Bahkan, berharap pertumbuhan ekonomi di angka 0,5 persen tahun ini seperti mimpi.

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang pada kuartal pertama hanya di Jabodetabek membuat daya beli masyarakat hancur. Apalagi, pada kuartal kedua penerapan PSBB meluas di luar Jabodetabek.

Sementara itu, dalam kondisi seperti saat ini tidak mungkin mengharapkan masukan dari investasi dan mengandalkan ekspor. Meningkatkan sektor konsumsi masyarakat kini harus  menjadi perhatian utama pemerintah.

Bantuan sosial yang disalurkan pemerintah, baik dalam bentuk tunai maupun bahan pokok, nyatanya belum mampu mengangkat konsumsi masyarakat.

Karena itu, pemerintah harus mampu memformulasikan, bagaimana menerapkan PSBB untuk menekan penyebaran virus korona, tetapi saat bersamaan ekonomi bisa bergerak.

Upaya pemerintah yang kembali mengizinkan beroperasinya seluruh moda transportasi umum akan membantu pergerakan ekonomi. Tidak ada salahnya pemerintah di daerah juga mulai memikirkan untuk mengizinkan beroperasinya pusat perbelanjaan dan perkantoran.

Tapi sekali lagi, semua kelonggaran untuk pergerakan masyarakat itu harus dibarengi penerapan protokol kesehatan yang ketat supaya wabah korona tidak terus menyebar.

Sumber: republika.co.id

Nuzulul Qur’an Momen Perkuat Kepedulian di Tengah Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com)— 17 Ramadan diperingati sebagai malam Nuzulul Qur’an atau malam turunnya Al Qur’an untuk seluruh umat manusia melalui Nabi Muhammad SAW. Menag mengajak umat Islam menjadikan Nuzulul Qur’an sebagai momentum memperkuat kepedulian.

“Mari jadikan semangat Nuzulul Qur’an untuk meneguhkan momentum untuk bersatu dan saling peduli,” ujar Menag di Jakarta, Sabtu (09/05).

Menurutnya, saat ini bangsa sedang dihadapkan pada ujian wabah Covid-19. Kebersamaan dan ketaatan atas komitmen bersama yang diajarkan Al Qur’an adalah modal dan solusi bagi permasalahan bangsa termasuk dalam mengatasi wabah Covid-19.

Menag optimis wabah Covid-19 bisa segera diatasi. Al Qur’an mengajarkan, bahwa Allah tidak akan memberi cobaan yang umat tidak kuat memikulnya.

Laa yukallifullaahu nafsan illa wus’ahaa. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya,” ujar Menag mengutip ayat 286 surat Al Baqarah.

Menag menambahkan, sebagai kitab suci, Al Qur’an memiliki arti penting bagi umat Islam. “Al Qur’an adalah pedoman hidup umat Islam,” terang Menag.

Karenanya, lanjut Menag, Kementerian Agama terus berupaya memfasilitasi masyarakat untuk dapat memahami Al Qur’an. Salah satunya dengan terus menerbitkan terjemah dan tafsir Al Qur’an dalam berbagai bahasa daerah untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia akan pemahaman kitab sucinya secara mendalam.

“Al Qur’an adalah pembeda antara yang hak dan yang bathil,  sumber petunjuk untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Peringatan Nuzul Alquran menjadi momentum untuk memahami pesan Al Qur’an dan mengamalkannya sebagai pedoman dalam membangun peradaban yang unggul, maju dan mulia,” tutupnya.