Dekat Kediaman Wali Kota Tasik, Mobil Bermuatan Ratusan Dus Miras Digerebek Santri

TASIKMALAYA (jurnalislam.com)– Sebuah mobil jenis blind van yang digunakan untuk mengangkut minuman keras digerebek oleh Ormas Islam Al Mumtaz, pada Minggu malam (8/6/2025), tak jauh dari kediaman Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan.

Penggerebekan ini bermula dari laporan masyarakat yang diterima Al Mumtaz mengenai aktivitas mencurigakan sebuah mobil berwarna abu gelap yang kerap mondar-mandir mendistribusikan miras. Berbekal nomor polisi, beberapa santri melakukan pemantauan secara langsung hingga akhirnya menemukan momen yang tepat.

Sekitar pukul 22.30 WIB, mobil tersebut terpantau melintas di kawasan Dadaha dan melaju ke arah Jalan BKR, Kelurahan Kahirupan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya. Penguntitan berlanjut hingga kendaraan memasuki kompleks perumahan elit Grand Mayasari Estate yang diketahui merupakan tempat tinggal pribadi Wali Kota.

Santri Al Mumtaz sempat tertahan di pos keamanan. Petugas sekuriti mengimbau agar kegiatan santri tidak mengganggu kenyamanan warga karena sudah memasuki waktu istirahat. Namun, setelah dilakukan pengecekan melalui rekaman CCTV, pihak keamanan membenarkan bahwa mobil tersebut sempat melintasi gerbang perumahan.

Setelah diberi izin, beberapa santri masuk ke dalam kompleks dan menemukan mobil target sedang terparkir di depan salah satu rumah. Mereka pun mengetuk rumah tersebut dan meminta agar pemilik kendaraan membuka pintu mobil. Hasilnya cukup mengejutkan puluhan dus miras ditemukan menumpuk di dalam mobil tersebut.

“Iya, awalnya dari informasi yang diterima kami. Kami pantau mobil itu, memang sudah dicurigai. Alhamdulillah malam ini berhasil kami gerebek,” ungkap Ustadz Abu Hazmi, Sekjen Al Mumtaz, di lokasi kejadian.

Mobil bermuatan miras tersebut akhirnya digiring ke Mako Polres Tasikmalaya Kota dengan pengawalan pihak kepolisian yang hadir saat penggerebekan. Di Mako, sekitar 1.800 botol minuman keras diturunkan, didata, dan diamankan sebagai barang bukti.

Atas kejadian ini, Ustadz Abu Hazmi mendesak Wali Kota Tasikmalaya untuk mengambil tindakan tegas. Ia menuntut agar barang bukti segera dimusnahkan dalam waktu 2×24 jam, serta meminta agar penghuni rumah yang menjadi tempat parkir mobil tersebut diusir dari lingkungan perumahan.

“Wali kota harus menunjukkan komitmennya terhadap fakta integritas yang sudah ditandatangani bersama para ulama dan santri untuk memberantas miras di Tasikmalaya,” pungkas Abu Hazmi.

Jika tuntutan tersebut tidak direspons, Al Mumtaz bersama para ulama dan santri menyatakan siap mendatangi Balekota Tasikmalaya sebagai bentuk aksi lanjutan.

Suriah Resmi Tutup Kamp Rukban, Ribuan Pengungsi Pulang Setelah Bertahun-tahun Ditindas Rezim Bashar al-Assad

DAMASKUS (jurnalislam.com)– Pemerintah Suriah mengumumkan penutupan kamp pengungsian Rukban, kamp yang selama bertahun-tahun menjadi tempat pelarian ribuan warga sipil dari kekejaman rezim Bashar al-Assad. Ribuan keluarga yang sebelumnya tertahan di gurun tanpa akses bantuan kini telah kembali ke kampung halaman mereka.

Menteri Informasi Suriah, Hamza al-Mustafa, menyampaikan bahwa pembongkaran kamp tersebut menjadi akhir dari babak kelam dalam sejarah bangsa Suriah.

“Rukban bukan sekadar kamp, melainkan segitiga kematian yang menjadi saksi kekejaman pengepungan dan kelaparan. Kisah tragis ini kini telah usai,” tulis al-Mustafa di akun X, Sabtu (7/6).

Kamp Rukban didirikan pada tahun 2014, di perbatasan gurun antara Suriah dan Yordania, sebagai tempat perlindungan bagi warga sipil yang melarikan diri dari pemboman dan serangan brutal rezim Assad. Kamp ini berada di zona dekonflik yang dikuasai pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat dan menjadi simbol penderitaan rakyat sipil akibat kebijakan penyiksaan massal, pengepungan, dan pemblokiran bantuan kemanusiaan.

Selama bertahun-tahun, kamp ini terisolasi. Bantuan kemanusiaan sulit masuk akibat blokade, sementara kondisi kehidupan di dalam kamp sangat memprihatinkan. Ribuan pengungsi bertahan hidup dengan makanan yang diselundupkan dengan harga tinggi, tinggal di gubuk lumpur tanpa fasilitas dasar.

Situasi mulai berubah setelah rezim Assad digulingkan oleh pasukan loyalis Ahmed al-Sharaa pada Desember lalu. Pemerintah baru segera membuka jalan pemulangan dan reintegrasi warga yang terpaksa hidup dalam pengungsian akibat kekejaman masa lalu.

“Kami kembali dengan hati penuh harapan, meski rumah kami hancur dan hidup dalam kekurangan. Namun tetap saja, pulang ke rumah rasanya seperti berada di istana,” ujar Yasmine al-Salah, pengungsi yang kembali ke kampung halamannya di al-Qaryatan, provinsi Homs.

Pemerintahan Presiden Ahmed al-Sharaa kini bertekad memulihkan Suriah dan memulangkan para pengungsi yang selama ini terlantar akibat konflik dan penindasan. Dukungan dari dunia internasional terus mengalir, termasuk dari Amerika Serikat dan Uni Eropa yang mencabut sanksi terhadap Damaskus untuk membuka jalan pemulihan ekonomi.

Menteri untuk Situasi Darurat dan Bencana, Raed al-Saleh, menyebut penutupan kamp Rukban sebagai akhir dari salah satu krisis kemanusiaan paling memilukan dalam sejarah Suriah.

“Kami berharap ini menjadi langkah awal untuk mengakhiri penderitaan di kamp-kamp lainnya, dan membawa rakyat kami pulang dengan aman dan bermartabat,” ungkapnya.

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mencatat bahwa lebih dari 1,8 juta warga Suriah telah kembali ke rumah mereka sejak kejatuhan rezim Assad. (Bahry)

Sumber: Al Jazeera

Krisis Gizi Anak Gaza Memburuk, Lebih dari 2.700 Balita Derita Malnutrisi Akut

GAZA (jurnalislam.com)– Lebih dari 2.700 anak di bawah usia lima tahun di Jalur Gaza didiagnosis menderita malnutrisi akut, menurut laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dirilis Kamis (5/6). Angka ini mencerminkan “kemunduran tajam” dalam situasi gizi anak-anak di wilayah yang terkepung itu.

Kelompok Gizi PBB melaporkan bahwa “dari 46.738 anak di bawah usia lima tahun yang diskrining untuk mengetahui malnutrisi pada paruh kedua bulan Mei, 2.733 (5,8 persen) didiagnosis dengan malnutrisi akut.” Angka ini naik dari 4,7 persen pada paruh pertama bulan Mei, dan hampir tiga kali lipat dibandingkan bulan Februari 2025 selama gencatan senjata.

Sejak awal tahun ini, lebih dari 16.500 anak telah didaftarkan untuk perawatan malnutrisi akut berat (Severe Acute Malnutrition/SAM), termasuk 141 kasus yang mengalami komplikasi medis serius dan memerlukan rawat inap.

“Pada bulan Mei, 7,5 persen kasus SAM memerlukan rawat inap karena komplikasi, dibandingkan dengan hanya tiga hingga empat persen dalam dua bulan sebelumnya,” ungkap laporan tersebut.

“Ini menunjukkan peningkatan jumlah kasus berat.”

Namun, saat ini hanya terdapat empat pusat stabilisasi untuk perawatan anak-anak dengan SAM yang mengalami komplikasi medis — dua di Deir al Balah, satu di Khan Younis, dan satu di Kota Gaza. Sementara itu, “pusat-pusat stabilisasi di Gaza Utara dan Rafah terpaksa menghentikan operasinya, sehingga anak-anak di daerah tersebut tidak dapat memperoleh perawatan yang dapat menyelamatkan nyawa.”

Krisis gizi juga memengaruhi perempuan hamil dan menyusui.

“Pada bulan Mei, malnutrisi akut terdeteksi pada 17 persen wanita yang menjalani pemeriksaan di provinsi Gaza dan pada 18 persen wanita yang menjalani pemeriksaan di Deir al Balah,” demikian bunyi laporan. Padahal, pada Februari dan Maret, angkanya masih di bawah 10 persen.

Klaster Gizi PBB menegaskan bahwa “dimulainya kembali distribusi makanan dalam skala besar sangat dibutuhkan untuk mencegah memburuknya situasi gizi lebih lanjut.”

Sementara itu, Program Pangan Dunia (WFP) mengungkapkan bahwa konsumsi dan keragaman pangan di Gaza telah “anjlok ke tingkat kritis” pada bulan Mei. Makanan bergizi utama seperti daging, telur, produk susu, sayur-sayuran, dan buah-buahan “hampir tidak ada dalam pola makan.”

WFP memperingatkan, “Pola makan di seluruh Gaza telah menjadi sangat tidak seimbang dan sangat kekurangan nutrisi, menandakan keruntuhan parah dalam keragaman makanan dan krisis gizi yang semakin dalam.” (Bahry)

Sumber: TPC

Taliban Imbau Warga Afghanistan di Luar Negeri Pulang, Janjikan Keamanan Meski Pernah Bekerja untuk AS

KABUL (jurnalislam.com)– Pemerintah Afghanistan yang saat ini dipimpin oleh Taliban mengimbau seluruh warganya yang berada di luar negeri untuk kembali ke tanah air. Dalam pidato yang disiarkan pada Sabtu (6/7), Perdana Menteri Taliban, Hassan Akhund, menjanjikan keselamatan dan perlindungan bagi para pengungsi, termasuk mereka yang pernah bekerja untuk pasukan Amerika Serikat.

Pidato tersebut disampaikan bertepatan dengan perayaan Idul Adha dan dimaksudkan untuk meyakinkan para pengungsi bahwa mereka akan dilindungi berdasarkan amnesti umum yang telah dideklarasikan oleh Pemimpin Tertinggi Taliban, Hibatullah Akhundzada.

“Bahkan jika Anda melayani Amerika selama beberapa dekade… Anda tidak akan menghadapi pelecehan atau masalah,” ujar Akhund dalam pidato yang disiarkan melalui media pemerintah.

Seruan ini datang di tengah kebijakan baru Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menandatangani perintah eksekutif melarang perjalanan dari 12 negara, termasuk Afghanistan. Pemerintah AS menyatakan larangan tersebut diberlakukan karena negara-negara itu dianggap tidak memiliki otoritas yang kompeten dalam memproses dokumen perjalanan dan melakukan pemeriksaan keamanan.

Sejak pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban pada 2021, hukum Islam diberlakukan secara ketat di seluruh wilayah Afghanistan. Bersamaan dengan itu, jalur migrasi bagi warga Afghanistan semakin terbatas. Amerika Serikat sendiri telah menutup kedutaan besarnya di Kabul sejak 2021. Kini, warga Afghanistan yang ingin mengajukan visa harus melakukannya di negara ketiga, dengan Pakistan sebagai opsi utama. Namun, Pakistan juga diketahui meningkatkan deportasi terhadap warga Afghanistan yang tidak memiliki dokumen resmi.

Pemerintah Taliban berharap imbauan ini dapat mendorong kembalinya warga Afghanistan ke tanah air untuk “membangun kembali negara” di bawah pemerintahan baru. (Bahry)

Sumber: Shafaq

Kementerian Kesehatan Palestina: Rumah Sakit di Gaza Terancam Lumpuh Total dalam 3 Hari Akibat Krisis Bahan Bakar

GAZA (jurnalislam.com)– Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza mengeluarkan peringatan keras pada Sabtu (7/6/2025) bahwa sektor kesehatan di wilayah tersebut berada di ambang kehancuran total akibat blokade dan agresi militer Israel yang terus berlangsung. Persediaan bahan bakar untuk rumah sakit diperkirakan hanya mampu bertahan tiga hari ke depan.

Pihak kementerian menyebut situasi ini sebagai ancaman “bencana kemanusiaan yang tidak dapat diprediksi”. Dalam pernyataannya, mereka menegaskan bahwa militer Israel telah menghalangi organisasi internasional dan PBB untuk mengakses lokasi penyimpanan bahan bakar dengan alasan lokasi tersebut berada di zona merah.

“Pendudukan Israel mencegah masuknya bahan bakar ke rumah sakit. Padahal, rumah sakit sangat bergantung pada generator untuk menghidupkan unit-unit penting seperti ICU, ruang operasi, dan perawatan darurat,” kata pernyataan resmi Kementerian Kesehatan Gaza.

Kementerian juga memperbarui seruan kepada seluruh pihak internasional untuk segera campur tangan, mendesak Israel membuka akses masuk obat-obatan dan peralatan medis yang sangat dibutuhkan.

Saat ini, hanya 19 dari 38 rumah sakit di Gaza yang masih berfungsi, dan sebagian besar hanya berjalan dengan kapasitas terbatas. Dari jumlah itu, delapan merupakan rumah sakit pemerintah dan 11 rumah sakit swasta. Sembilan rumah sakit lapangan juga memberikan layanan darurat terbatas di tengah serangan yang disebut kementerian sebagai “operasi militer pemusnahan sistematis terhadap warga sipil Gaza”.

Situasi paling kritis terjadi di Khan Younis, Gaza selatan. Kementerian menegaskan bahwa Kompleks Medis Nasser menjadi satu-satunya rumah sakit yang masih berfungsi setelah Rumah Sakit Gaza Eropa ditutup dan akses ke Rumah Sakit Al-Amal dibatasi akibat peringatan dan perintah evakuasi dari militer Israel.

“Jika Kompleks Medis Nasser lumpuh, maka akan terjadi bencana kemanusiaan besar-besaran yang tak bisa diprediksi oleh siapa pun,” tegas Kementerian Kesehatan, seraya menambahkan bahwa kehancuran fasilitas ini akan menandai runtuhnya sistem kesehatan di Gaza selatan secara menyeluruh.

Sementara itu, Rumah Sakit Al-Amal yang dioperasikan Bulan Sabit Merah Palestina kini berada dalam situasi terisolasi setelah militer Israel menetapkan area sekitarnya sebagai “zona pertempuran berisiko tinggi”. Para pasien dan tenaga medis yang masih berada di dalam rumah sakit tersebut menghadapi kondisi sangat berbahaya di tengah pengepungan.

Kementerian Kesehatan Gaza menyerukan intervensi segera dari lembaga-lembaga internasional untuk memberikan perlindungan terhadap fasilitas medis, serta membuka koridor kemanusiaan yang memungkinkan pasien dan korban luka untuk mengakses layanan kesehatan dasar, terutama di wilayah selatan Gaza yang terdampak paling parah.

Peringatan ini datang di tengah eskalasi baru konflik sejak gagalnya gencatan senjata pada bulan Maret lalu. (Bahry)

Sumber: TNA

Idul Adha Berdarah di Gaza, Israel Gempur Warga Sipil, Hamas Balas Ledakkan Terowongan Tewaskan Tentara Zionis

GAZA (jurnalislam.com)– Serangan brutal Israel selama hari-hari pertama Idul Adha menewaskan lebih dari 100 warga sipil di Jalur Gaza, menurut pernyataan resmi Gerakan Hamas yang dirilis Ahad dini hari (8/6/2025) melalui kanal Telegram resminya. Hamas menyebut aksi tersebut sebagai “kelanjutan dari perang pemusnahan brutal” yang telah berlangsung selama lebih dari dua puluh bulan.

“Intensifikasi penembakan kriminal oleh tentara pendudukan fasis terhadap rumah-rumah penduduk di seluruh Jalur Gaza, eskalasi pembantaian terhadap warga sipil tak berdosa, dan kematian lebih dari 100 martir selama hari pertama dan kedua Idul Adha merupakan kelanjutan dari perang pemusnahan,” tegas Hamas dalam pernyataannya.

Selain mengecam serangan yang menewaskan ratusan warga sipil, Hamas juga mengklaim keberhasilan pejuang sayap militernya, Brigade Izzuddin Al-Qassam, dalam melakukan operasi militer terhadap pasukan Israel.

Menurut Hamas, pada Jumat (6/7), para pejuangnya berhasil meledakkan sebuah terowongan yang telah dipasangi bahan peledak, menargetkan sekelompok pasukan infanteri Israel yang terdiri dari enam tentara di daerah Murtaja, dekat Universitas Islam di tenggara Khan Yunis, Jalur Gaza selatan.

Ledakan tersebut, klaim Hamas, menewaskan dan melukai sejumlah tentara Israel.

Konfirmasi atas insiden tersebut datang dari militer Israel. Melansir The Times of Israel, empat tentara Israel dilaporkan tewas dan lima lainnya luka-luka akibat ledakan di sebuah gedung di Khan Younis pada Jumat pagi. Gedung tersebut, menurut penyelidikan awal militer Israel (IDF), dipasangi jebakan oleh pejuang Palestina dan runtuh setelah ledakan, menimpa pasukan yang sedang menyisir bangunan tersebut untuk mencari infrastruktur Hamas.

Dua dari tentara yang tewas telah diidentifikasi, yakni Sersan Mayor (Purn.) Chen Gross (33) dari unit komando Maglan, dan Sersan Staf Yoav Raver (19) dari unit teknik tempur Yahalom. Nama dua korban lainnya akan diumumkan setelah proses identifikasi selesai.

Serangan Israel di Jalur Gaza terus berlangsung dengan intensitas tinggi sejak pecahnya konflik besar pada Oktober 2023 lalu. Wilayah Gaza, yang diblokade dari berbagai arah, terus mengalami serangan udara dan darat yang menyebabkan puluhan ribu korban jiwa, mayoritas warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. (Bahry)

Rusia Gempur Ukraina dengan 206 Drone dan 9 Rudal dalam Semalam, Kharkiv Terparah Diserang

UKRAINA (jurnalislam.com)– Kota Kharkiv di Ukraina timur mengalami serangan udara besar-besaran dari Rusia pada Jumat malam (6/6/25), menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai 22 lainnya, termasuk seorang bayi berusia satu setengah bulan. Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Kharkiv, Ihor Terekhov, pada Sabtu dini hari waktu setempat.

Terekhov menyebut serangan kali ini sebagai yang “paling kuat sejak dimulainya invasi skala penuh” oleh Rusia lebih dari tiga tahun lalu. “Kharkiv saat ini mengalami serangan paling dahsyat,” tulisnya melalui kanal Telegram resminya.

Menurutnya, puluhan ledakan terdengar sepanjang malam saat pasukan Rusia menggempur kota itu dengan pesawat nirawak (drone), rudal, dan bom udara berpemandu. Serangan menyasar bangunan bertingkat, rumah-rumah warga, fasilitas pendidikan, serta infrastruktur penting.

Gubernur Kharkiv, Oleh Syniehubov, mengatakan bahwa salah satu lokasi industri sipil di kota tersebut dihantam oleh 40 drone, satu rudal, dan empat bom udara berpemandu, yang memicu kebakaran hebat. Ia menambahkan bahwa kemungkinan masih ada warga yang tertimbun di bawah reruntuhan bangunan yang hancur.

Foto-foto yang dibagikan otoritas setempat menunjukkan rumah-rumah dan kendaraan hangus terbakar, tim penyelamat mengevakuasi korban luka, serta upaya pembersihan puing-puing yang masih berlangsung.

Militer Ukraina melaporkan bahwa sepanjang malam, Rusia meluncurkan total 206 pesawat nirawak, dua rudal balistik, dan tujuh rudal lainnya ke berbagai wilayah di seluruh Ukraina.

Pasukan pertahanan udara Ukraina berhasil menembak jatuh 87 drone, sementara 80 lainnya berhasil dialihkan menggunakan sistem peperangan elektronik atau diketahui merupakan simulator tanpa hulu ledak.

Secara keseluruhan, sepuluh lokasi di Ukraina menjadi sasaran serangan pada malam tersebut.

Kharkiv, yang merupakan salah satu kota terbesar di Ukraina dan hanya berjarak puluhan kilometer dari perbatasan Rusia, telah menjadi target pengeboman secara intensif sejak awal perang, dan kembali menjadi pusat serangan terbaru yang memicu kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut di kawasan timur Ukraina. (Bahry)

Sumber: Alarabiya

AS Jatuhkan Sanksi pada Hakim Pengadilan Internasional yang Terbitkan Surat Penangkapan Netanyahu

WASHINGTON (jurnalislam.com)– Pemerintah Amerika Serikat pada Kamis (5/6) resmi menjatuhkan sanksi terhadap empat hakim Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas peran mereka dalam penyelidikan dugaan kejahatan perang yang dilakukan oleh militer AS dan Israel.

Dalam pernyataan resminya, Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa sanksi tersebut mencakup pembekuan seluruh aset milik para hakim di wilayah AS, serta larangan melakukan transaksi dengan warga negara atau lembaga AS. Hal ini secara efektif memutus hubungan para hakim dari sistem keuangan dan hukum AS, termasuk kerja sama melalui badan internasional mana pun.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, yang mengumumkan sanksi tersebut dalam sebuah pernyataan tertulis, menuding ICC telah bertindak di luar kewenangannya dan mengancam kedaulatan AS dan Israel.

Pihak ICC langsung merespons dengan keras, mengutuk langkah AS sebagai serangan terhadap independensi lembaga peradilan internasional tersebut.

“Menargetkan mereka yang bekerja untuk akuntabilitas tidak akan membantu warga sipil yang terjebak dalam konflik. Itu hanya akan memberanikan mereka yang percaya bahwa mereka dapat bertindak tanpa hukuman,” demikian pernyataan ICC.

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Turk, juga mengecam tindakan AS. Ia menyatakan bahwa “serangan terhadap hakim bertentangan dengan prinsip supremasi hukum dan perlindungan hukum yang setara, nilai-nilai yang selama ini diklaim dijunjung tinggi oleh AS”.

Empat hakim yang dikenai sanksi adalah Solomy Balungi Bossa, Luz del Carmen Ibanez Carranza, Reine Alapini Gansou, dan Beti Hohler. Menurut Departemen Luar Negeri AS, Bossa dan Carranza dikenai sanksi karena menyetujui penyelidikan pada tahun 2020 terhadap dugaan kejahatan perang yang dilakukan pasukan AS dan petugas CIA di Afghanistan dan penjara rahasia.

Sementara itu, Alapini Gansou dan Hohler disebut terlibat dalam penerbitan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant pada November 2024. Mereka didakwa atas tuduhan membuat warga sipil kelaparan dan menyerang warga sipil di Gaza. Putusan tersebut langsung ditolak keras oleh pemerintah AS dan Israel.

Sanksi ini menyusul tindakan sebelumnya pada 13 Februari 2025, ketika AS juga menjatuhkan sanksi terhadap Kepala Jaksa ICC, Karim Khan. Ia dituduh telah mengumumkan permohonan surat perintah penangkapan secara prematur dalam kasus Palestina, yang dianggap mengganggu proses pengadilan.

Sejak kembali menjabat pada Januari 2025, Presiden Donald Trump memperkuat tekanannya terhadap ICC. Hanya beberapa hari setelah pelantikannya, ia menandatangani perintah eksekutif yang mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada siapa pun yang terlibat dalam penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang oleh AS atau Israel. Perintah ini kini dijadikan dasar untuk memberikan sanksi terhadap keempat hakim ICC tersebut. (Bahry)

Sumber: Cradle

Iran Beli Ribuan Ton Bahan Rudal dari Tiongkok, Berpotensi Produksi 800 Rudal Balistik

TEHERAN (jurnalislam.com)– Iran dilaporkan telah memesan ribuan ton bahan kimia yang diperlukan untuk pengembangan rudal balistik dari Tiongkok, menurut laporan eksklusif The Wall Street Journal (WSJ) pada Kamis, 5 Juni 2025. Langkah ini dilakukan di tengah ketegangan yang meningkat terkait program nuklir Teheran dan negosiasi diplomatik yang masih belum membuahkan hasil dengan Amerika Serikat.

Menurut sumber WSJ, pengiriman bahan kimia berupa amonium perklorat – komponen utama bahan bakar roket padat – diperkirakan akan tiba di Iran dalam beberapa bulan ke depan. Volume bahan tersebut disebut cukup untuk memproduksi hingga 800 rudal balistik. Sebagian dari bahan ini diduga akan dialirkan ke kelompok-kelompok sekutu Iran di kawasan, termasuk kelompok Houthi di Yaman.

WSJ mengungkap bahwa sebuah perusahaan Iran bernama Pishgaman Tejarat Rafi Novin Co. disebut sebagai pihak yang memesan bahan tersebut dari Lion Commodities Holdings Ltd., sebuah perusahaan berbasis di Hong Kong. Namun, kedua perusahaan tersebut belum memberikan komentar, begitu pula dengan perwakilan Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Terkait laporan tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui kontrak yang dimaksud. Ia menegaskan bahwa Tiongkok selalu menerapkan kontrol ketat terhadap barang-barang dengan fungsi ganda sesuai hukum dan kewajiban internasional.

Laporan ini muncul hanya sebulan setelah pemerintah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah perusahaan asal Tiongkok yang dituduh membantu program rudal balistik Iran. Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa Iran “tetap sangat bergantung pada Tiongkok” dalam menjalankan aktivitas yang disebutnya sebagai “kegiatan jahat” di kawasan Timur Tengah.

WSJ juga melaporkan bahwa kapal-kapal Iran yang berlabuh di Tiongkok awal tahun ini membawa lebih dari 1.000 ton natrium perklorat, senyawa lain yang juga digunakan dalam pembuatan propelan rudal.

Laporan soal pengadaan bahan rudal ini semakin memperkeruh atmosfer pembicaraan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat. Setelah lima putaran negosiasi sensitif, belum ada kejelasan mengenai kelanjutan kesepakatan nuklir baru. Sementara AS terus menjatuhkan sanksi, Washington dilaporkan sempat memerintahkan “penghentian sementara” sanksi terhadap Teheran awal bulan ini. Namun, Iran mengaku belum menerima jaminan resmi terkait pencabutan sanksi.

Amerika Serikat tetap bersikeras bahwa Iran tidak akan diizinkan memperkaya uranium dalam skema kesepakatan baru. Iran menolak keras syarat tersebut dan menyatakan akan terus melakukan pengayaan uranium baik ada kesepakatan maupun tidak.

Menurut laporan media Barat, proposal baru AS memungkinkan Iran memperkaya uranium dalam skala terbatas dengan pengawasan internasional dan regional. Namun, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, menolak usulan itu. Reuters melaporkan bahwa Teheran kemungkinan akan secara resmi menolak tawaran tersebut.

Di tengah kebuntuan diplomasi, laporan lain menyebutkan bahwa Israel sedang merancang rencana untuk menyerang fasilitas nuklir Iran. Iran pun memperingatkan bahwa mereka akan merespons dengan keras jika serangan semacam itu terjadi.

Hingga kini, Iran belum memberikan balasan atas serangan udara Israel yang menghantam situs pertahanan udara di Teheran pada Oktober 2024 lalu. Serangan itu merupakan respons Israel terhadap peluncuran ratusan rudal balistik Iran ke pangkalan militer Israel di awal bulan yang sama. (Bahry)

Sumber: Cradle

866 Tentara Israel Tewas Sejak Awal Perang, Abu Ubaidah: Mujahidin Al-Qassam Terus Gempur Pasukan Penjajah

GAZA (jurnalislam.com)– Juru Bicara Militer Brigade Al-Qassam, Abu Ubaidah, merilis pernyataan terbaru yang menegaskan bahwa mujahidin Hamas terus melanjutkan perlawanan terhadap pendudukan Israel di Jalur Gaza. Dalam pidato yang disampaikan melalui saluran resmi Telegram Hamas pada Sabtu (7/6), Abu Ubaidah menyampaikan bahwa para pejuang Palestina terus memberikan pukulan telak terhadap militer Israel.

“Mujahidin kita, pewaris para nabi, terus melemparkan ‘batu-batu Daud’ ke ‘Kereta Gideon’, menginjak-injak kekuatan pendudukan dan menyebabkannya musnah,” katanya.

“Melalui kepahlawanan mereka, mereka mencatat kemenangan kelompok yang tertindas dan setia atas kelompok yang sombong dan penindas.” sambung Abu Ubaidah.

Ia menambahkan bahwa kerugian yang dialami Israel di Khan Yunis dan Jabalia merupakan bagian dari serangkaian operasi terencana yang akan terus berlanjut.

“Publik musuh tidak punya pilihan selain memaksa pimpinan mereka untuk menghentikan perang pemusnahan, atau bersiap menerima lebih banyak putra mereka dalam peti mati,” tegasnya.

Pernyataan Abu Ubaidah muncul di tengah laporan terbaru mengenai meningkatnya jumlah korban di pihak militer Israel. Dilansir dari Al Jazeera (7/6), jumlah tentara Israel yang tewas sejak dimulainya perang di Gaza pada 7 Oktober 2023 telah mencapai 866 orang. Dalam sepekan terakhir saja, delapan tentara Israel dilaporkan tewas.

Kementerian Pertahanan Israel juga mengonfirmasi bahwa empat tentaranya tewas pada Sabtu ini setelah sebuah bangunan runtuh akibat ledakan di Khan Yunis, Gaza selatan. Insiden ini semakin menambah daftar panjang kerugian militer yang dialami Israel dalam operasi daratnya di wilayah tersebut.

Menurut Radio Angkatan Darat Israel, dari total 866 tentara yang tewas, 18 di antaranya tewas setelah Israel mengakhiri gencatan senjata dengan Hamas pada pertengahan Maret lalu. (Bahry)

Sumber: Al Jazeera