UMM Sabet Gelar Juara Lomba Inovasi Digital Mahasiswa 2020

MALANG(Jurnalislam.com)–Dua tim Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menyabet dua gelar bergengsi dalam Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2020 yang diadakan Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Raihan tersebut antara lain Juara Harapan untuk inovasi pembelajaran digital dengan memanfaatkan teknologi Augmented Reality atau KertubAR. Kemudian mendali perunggu untuk short story tentang pembelajaran daring berjudul “Hari Esok”

Tim Prodi Informatika yang tergabung di divisi II Inovasi Materi Digital Pendidikan membuat aplikasi KertubAR yang merupakan media pembelajaran untuk materi Kerangka Tubuh Manusia. Pada aplikasi ini, fitur Kamera AR dapat memvisualisasikan objek tiga Dimensi (3D) mengenai macam-macam tulang penyusun kerangka tubuh. Ada juga fitur Virtual Button yang dapat memberikan animasi pada objek 3D, mengembalikan bentuk objek 3D ke bentuk semula, serta fitur unggulan lainnya,

Ketua Tim Apliaksi KertubAR, Nur Syafei mengatakan, aplikasinya juga mempunyai fitur kuis. Fitur ini bisa dimanfaatkan sebagai bentuk eveluasi bagi para siswa setelah mempelajari kerangka tubuh manusia melalui aplikasi tersebut. Fitur juga digunakan sebagai uji kompetensi seperti yang sering diberikan guru kepada siswanya setiap pembelajan di sekolah.

“Soal-soal yang disajikan berdasarkan materi Kerangka Tubuh Manusia yang telah dipelajari melalui fitur Kamera AR. Soal tersebut berjumlah 25 soal pilihan ganda,” ungkap Syafei dalam keterangan pers Senin (7/9).

Menurut Syafei, terdapat beberapa perbedaan prinsip antara aplikasinya dengan alat peraga konvensial. Pada KertubAR, guru hanya sebagai fasilitator karena materi kerangka tubuh sudah tersedia di aplikasi. Sementara pada alat konvensional, guru menyampaikan materi dan alat peraga konvensional hanya sebatas peraga.

Sebagai produk digital, KertubAR bisa mengemas berbagai bentuk model 3D. Sementara peraga konvensional hanya model statis yang biasanya memiliki satu bentuk tetap. “Kelebihan lainnya, KertubAR bisa tersedia untuk semua siswa,” ucapnya.

Tim dari Prodi Ilmu Komunikasi yang tergabung ke dalam divisi III Kreasi Video Digital Suntainable Development Goals membuat short story yang mengisahkan Pak Roy yang berprofesi sebagai seorang dosen. Dikisahkan, istri Pak Roy sudah meninggal sejak anaknya masih kecil. Selain berperan menjadi bapak untuk buah hatinya, dia juga harus melengkapi peran sebagai ibu di rumah.

Sumber: republika.co.id

 

Bupati Malang Resmikan Sumur Bor BMH di Kalipare

MALANG(Jurnalislam.com)–Pembangunan sumur bor dan instalasi air bersih untuk warga oleh Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Jatim di Desa Puthukrejo Kecamatan Kalipare Malang telah selesai.

Fasilitas umum tersebut diresmikan oleh Bupati Malang Drs HM Sanusi MM, (Ahad, 6/9).

Bupati Malang Drs HM Sanusi MM mengapresiasi semua pihak yang turut serta memberikan kepedulian kepada masyarakat terdampak kekeringan di musim kemarau, termasuk diantaranya Laznas Baitul Maal Hidayatullah.

“Terimakasih kepada BMH, saat ini pemerintah masih merepotkan BMH. Insyaallah 2022 tidak merepotkan lagi. Karena air sudah mengalir di seluruh Kabupaten Malang,” kata Sanusi dalam sambutannya.

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, bantuan Sumur Bor bantuan BMH saya nyatakan resmi untuk digunakan,” ucapnya.

Pada musim kemarau warga Desa Puthukrejo Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang ini sudah tidak mengalami kesulitan air bersih lagi, hal itu karena sudah ada sumur bor yang selesai dikerjakan oleh BMH.

Proses Pekerjaan dan pembangunan Sumur Bor di Kalipare ini tingkat kesulitan pengeborannya sangat luar biasa.

“Mata bor sering mengalami trouble karena kedalaman pengeboran lebih dari 120 meter serta banyak bebatuannya,” terang Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Jawa TImur, Imam Muslim.

Bantuan Sumur Bor ini menggunakan mesin pompa SP3-33 dan motor kekuatan listrik 2,2 KW.

“Alhamdulillah berkat dukungan semua pihak, akhirnya pembangunan sumur bor telah rampung beserta instalasinya,” lanjutnya.

Saat ini BMH Perwakilan Jawa Timur telah merealisasikan 18 Titik Sumur Bor yang tersebar di Kab/Kota di Jawa Timur.

Acara ini dirangkai dengan pembagian bingkisan Kejutan Muharram kepada anak Yatim dan Dhuafa binaan BMH di desa tersebut.

4,2 Juta Positif, Kasus Covid-19 India Nomor Dua di Dunia

INDIA(Jurnalislam.com) – Jumlah kasus infeksi virus corona covid-19 di India melampaui Brasil pada Senin, 7 September 2020. Data terbaru menunjukkan bahwa India kini berada di nomor dua daftar kasus infeksi terbanyak di dunia di bawah Amerika Serikat, sedangkan Negeri Samba turun di posisi ketiga.

Negara terpadat kedua di dunia itu membukukan lebih dari 90.000 kasus pada Senin kemarin, dan melewati 4,2 juta kasus infeksi, serta lebih dari 68.000 kasus di atas Brasil.

Bahkan, para ahli memprediksi bahwa India bisa saja melampaui angka Amerika sebesar 6,2 juta bulan depan karena penyakit itu menyebar dari kota-kota besar Delhi dan Mumbai ke pedalaman yang luas di mana dua pertiga dari 1,3 miliar penduduk India tinggal.

“Ini menjadi beban ganda sekarang,” ujar Rajib Dasgupta, profesor kesehatan masyarakat di Jawaharlal Nehru University (JNU), Dehli, kepada Reuters, Senin. “Daerah perkotaan tidak melambat, dan daerah pedesaan meningkat.”

Korban tewas India mencapai 71.642, jauh di belakang Amerika yang mencapai 193.000 dan 126.000 di Brasil. Pemerintah mengatakan tingkat pemulihan yang tinggi menunjukkan strategi pengujian, penelusuran, dan pengobatannya berhasil.

Dalam memerangi virus ini, seluruh negeri memiliki beban yang cukup besar, baik dalam hal fasilitas ataupun tenaga medis. Dokter di Max Smart Super Speciality Hospital, dengan fasilitas Covid-19 swasta terbesar di ibu kota India, mengatakan bahwa mereka kelelahan dan kekurangan staf setelah hampir enam bulan bekerja tanpa henti.

Meskipun pandemi tidak menunjukkan tanda mereda, Perdana Menteri India Narendra Modi, memilih untuk mengakhiri sebagian besar pembatasan aktivitas sosial untuk menghidupkan kembali ekonomi. Pemerintah juga membuka kembali layanan kereta bawah tanah dan mengumumkan rencana untuk membuka kembali Taj Mahal bulan ini.

Meskipun layanan kereta dibuka kembali, hanya ada sedikit penumpang di New Dehli setelah berhenti selama lebih dari enam bulan. “Saya senang metro sudah dimulai. Saya dulu memiliki banyak masalah dalam perjalanan ke tempat kerja sebelum ini,” kata Vijender, seorang penumpang bermasker kepada Reuters.

Layanan kereta metro sebagian juga dibuka di kota bagian barat Ahmedabad, kota utara Lucknow, dan beberapa tempat lain, setelah hampir enam bulan ditangguhkan karena pandemi. Sementara Taj Mahal, tempat wisata terkenal di dunia di kota utara Agra, akan dibuka pada 21 September, setelah pembukaan kembali yang dijadwalkan sebelumnya pada Juli ditunda karena tingginya angka infeksi di daerah itu.

Sumber: tempo.co

 

Pemerintah Dinilai Belum Berhasil Jadikan Masyarakat Disiplin Protokol

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Fenomena pada masa pendaftaran pasangan calon Pilkada 2020 membuat publik resah. Ada kekawatiran muncul klaster baru covid-19pada tahapan pilkada selanjutnya. Terlebih, setelah pendaftaran masih ada kampanye yang pasti meyedot kerumunan massa.

Anggota Komisi II DPR Zulfikar Arse Sadikin mengatakan, perilaku abai masyarakat dan paslon terhadap protokol kesehatan merupakan indikasi kuat bahwa situasi pandemi saat ini dianggap remeh. Ini berarti pemerintah belum berhasil membangun kesadaran.

“Jika masyarakat masih belum sadar bahaya pandemi ini, berarti pemerintah belum berhasil menyosialisasikan dengan efektif,” ujar Zulfikar, Selasa (8/9/2020).

Zulfikar meminta ada sanksi tegas yang diterapkan pada tahap selanjutnya. Politikus Partai Golkar ini mendorong pemerintah untuk menjatuhkan sanksi bagi pelanggar.

“Indonesia memiliki Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan Undang-Undang 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan yang mengatur sanksi mulai 1 juta hingga 100 juta rupiah atau penjara 1 tahun, bagi mereka yang tidak mentaatinya,” ujarnya.

Selain itu, Zulfikar mengingatkan demokrasi dan kesehatan merupakan dua hal yang sama-sama esensial bagi bangsa ini. “Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020 sudah menjadi kesepakatan antara Pemeritah, DPR, dan Penyelenggara, maka semua pihak harus siap bertanggung jawab dengan segala konsekusensinya,” pungkasnya.

sumber: sindonews.com

Waspada Klaster Covid-19 Pilkada Serentak

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 berpotensi besar menjadi kluster baru penyebaran wabah covid-19.

Tahapan pendaftaran calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah menjadi bukti betapa sulitnya menerapkan protokol kesehatan di tengah euforia saling dukung dan aksi unjuk kekuatan massa.

Dalam tiga hari terakhir masa pendaftaran, kerumunan massa pendukung pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah memang sungguh mengkhawatirkan. Ratusan hingga ribuan orang berkerumun mengiringi pasangan kepala daerah jagoan mereka untuk mendaftar ke kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD).

Mereka beriringan, baik berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan bermotor. Seperti bakal calon bupati dan wakil bupati Jember Abdus Salam-Ifan Ariadna Wijaya yang memilih berjalan kaki saat mendaftar ke KPU Jember pada Sabtu (5/9/2020).

Dengan diiringi ratusan pendukung, keduanya longmarch sejauh satu kilometer. Pasangan yang diusung koalisi PDI Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa, PAN, Golkar, Perindo, dan Beringin Karya ini berangkat dari Sekretariat DPC PKB di Jalan Danau Toba, kemudian menyusuri sepanjang Jalan Kalimantan menuju Kantor KPU Jember. Di sela-sela longmarch, tim pemenangan pasangan pengusaha ini membagi-bagikan sembako yang kian memadatkan kerumunan. Sembako yang dibagikan sebanyak 200 paket beras dalam kemasan masing-masing 2,5 kilogram.

“Kami bukan hanya longmarch, tapi disertai dengan bagi-bagi sembako berupa beras kepada para pedagang kaki lima dan warga sekitar,” ujar Hadi Supa’at, Anggota Tim Pemenangan Abdul Salam-Ifan Ariadna.

Ribuan pendukung pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Bukit Tinggi, Sumatera Barat, Ramlan Nurmatias dan Syahrizal, juga tampak abaikan protokol kesehatan saat mengantar jagoan mereka ke KPUD Bukit Tinggi. Mereka berkerumun tanpa mengatur jarak dan sebagian tak menggunakan masker. Pendukung pasangan petahana ini tampak bersemangat meneriakkan yel-yel kemenangan. Meskipun berulang kali diingatkan oleh Ramlan agar menjaga jarak, namun mereka tampak beranjak untuk mengatur posisi.

Kerumunan massa juga tampak pada pendaftaran calon bupati dan wakil bupati petahana Karawang Cellica Nurrachadiana-Asep Syaepuloh. Pasangan petahana ini berangkat ke Kantor KPU Karawang dengan menumpang motor Vanderhall buatan Amerika Serikat dengan diiringi ratusan pendukungnya. Kerumunan ini sempat menimbulkan kemacetan lalu lintas sepanjang jalur ke Kantor KPU Karawang.

Atas kerumunan massa ini, Cellicha mengaku mendapat teguran dari Kementerian Dalam Negeri. Dia beralibi jika kerumunan itu merupakan spontanitas pendukung. Menurutnya, dirinya dan tim telah mengimbau para pendukung agar tidak menghadiri acara pendaftaran dan menyaksikan kegiatan tersebut melalui platform media sosial.

“Saya memohon maaf kalau acara kemarin terjadi kerumunan. Saya sudah imbau sebelumnya supaya tidak perlu datang. Namun, karena antusias yang tinggi, kami kewalahan dan tidak bisa dibendung lagi,” kata Cellica seperti dikutip Antara.

Sumber: sindonews.com

Mengenang Prof. Malik Fajar, Tokoh Agama dan Pendidikan Penuh Karya

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Sekjen MUI Buya Anwar Abbas mengenang kepergian sosok tokoh Muhammadiyah Prof. Dr. Malik Fadjar.

“Prof Malik adalah seorang pejuang pendidikan yang dikenal gigih dan tidak pernah mengenal lelah serta selalu optimistic,”kata Anwar Abbas, Selasa (8/9/2020).

Berkat ketekunannya, kata Anwar,  dia berhasil menjadikan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi salah satu universitas swasta terkenal di negeri ini yang tidak hanya megah dan indah tapi juga maju dan modern.

“UMM ini merupakan salah satu  universitas dan perguruan tinggi unggulan di lingkungan muhammadiyah dan menjadi salah satu perguruan tinggi swasta yang diperhitungkan di negeri ini,” kata dia.

Kata Awar, diangkatnya beliau menjadi menteri agama kemudian menjadi menteri pendidikan dinilai tak terlepas kaitannya dengan keberhasilan beliau di dalam memajukan kampus yang beliau pimpin di samping kiprah beliau di organisasi muhammadiyah yang telah banyak melahirkan kader-kader muda yang tangguh dan handal.

“Prof. Dr. Muhadjir Effendi yang sekarang menko Pemberdayaan manusia dan kebudayaan adalah salah seorang kader dan anak didiknya,” kata Anwar.

Dengan kepergian beliau, tambah Anwar,  warga muhammadiyah tentu saja akan merasakan kehilangan karena beliau selama ini telah menjadi pemberi inspirasi bagi generasi dibawahnya dan tempat untuk bertanya agar juga  bisa berbuat serupa dengan yang telah beliau lakukan.

Salah satu Ketua PP Muhammadiyah ini  berkata bahwa sebagian besar dari pendiri dan pengelola perguruan tinggi di lingkungan Muhammadiyah  adalah banyak terinspirasi oleh karya agung dari beliau berupa universitas Muhammadiyah malang yang beliau tinggalkan.

“Salah satu pesan beliau yang saya ingat betul kalau anda mau mengurus dan mau memajukan  perguruan tinggi anda maka tekunilah dan uruslah secara bersungguh-sungguh,” kenang Anwar.

Warga Geruduk Kemenag Solo, Minta Menag Mundur

SOLO (Jurnalislam.com)- Merespon pernyataan kontroversial Menteri Agama Fachrul Razi hafidz Al Qur’an hingga anak Good Looking yang menyebarkan paham paham radikalisme di lingkungan Masjid BUMN, Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) mendatangi kantor Kemenag Surakarta di Jl Mangun Sarkoro, no 115, Sumber Banjarsari, Solo guna melakukan audensi, Senin, (7/9/2020).

Dalam audensi tersebut, perwakilan DSKS diterima oleh Plt Kepala Kemenag Solo Rosyid Ali Safitri beserta jajarannya. Perwakilan DSKS ustaz Yusuf Suparno menyampaikan tadzkiroh untuk Menteri Agama Fachrul Razi.

DSKS menilai bahwa seharusnya Menteri Agama mendukung program program hafidz Qur’an dan memprioritaskan konsep agama di Indonesia bukan malah mencurigai sebagai penyebar paham radikal.

“Konsep agama tentang anti korupsi yang sudah merasuki di wilayah penegak hukum, sebagaimana kasus Korupsi Joko Tjandra,” terangnya.

“Konsep agama tentang antisipasi paham komunisme di Indonesia khususnya di lembaga eksekutif dan legeslatif dan Konsep agama tentang antisipasi pengubahan dasar negara Pancasila dg yang lain spt Trisila atau Ekasila,” imbuh ustaz Yusuf.

Selain itu, konsep agama tentang antisipasi LGBT di Indonesia, tentang tentang pengelolaan BUMN agar berkah dan tidak merugi dan konsep agama tentang solusi hutang negara saat pandemi.

“Dan masih banyak lagi problematika yang dihadapi dinegeri kita ini Untuk itu kami meminta kepada menteri agama Fachrul Razi untuk memperbaiki negeri ini dengan menumbuhkan dan mencari solusi berbasis nilai nilai keagamaan di Indonesia,” ujarnya.

Namun, kata ustaz Yusuf, jika merasa tidak kompeten untuk jabatan menteri agama maka Fachrul Razi sebaiknya mengundurkan diri dengan hormat.

“Atau meminta Presiden Jokowi mempertimbangkan mengganti dengan yang lain yang lebih baik, kompeten, profesional dan lebih beradab,” pungkasnya.

Selain melakukan audensi, umat Islam juga melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Kemenag Surakarta. Massa yang berjumlah ratusan tersebut melakukan orasi dan membentangkan spanduk meminta Presiden Jokowi untuk mengganti menteri agama Fachrul Razi.

117 ASN Pemkot Bandung Terkonfirmasi Positif Corona

BANDUNG(Jurnalislam.com)– Sebanyak 117 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bandung, Jawa Bara, terkonfirmasi positif covid-19. Hal itu diketahui saat Pemkot Bandung melakukan tes usap massal terhadap tiga ribu ASN.

Koordinator Bidang Perencanaan, Data, Kajian dan Analisa Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, Ahyani Raksanagara, menerangkan pemeriksaan secara masif covid-19 dilakukan sejak 27 Agustus hingga kini. Pemeriksaan meliputi ASN di 27 Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) serta 33 kecamatan.

“Sampai sekarang 1.900 (orang) lebih pemeriksaan, yang terkonfirnasi positif (covid-19) 117 (orang),” ujar Ahyani saat dihubungi, Senin, 7 September 2020.

Dia melanjutkan, 117 ASN tersebut tengah menjalani isolasi mandiri selama 14 hari ke depan sembari menunggu pemeriksaan selanjutnya. Ratusan ASN yang positif tersebut tersebar di beberapa SKPD dan kecamatan di Kota Bandung.

“Iya 117 juga oleh dinkes dipilah apakah warga Bandung atau bukan. Karena akan ada penyelidikan epidemologi di rumahnya. Protapnya yang positif isolasi mandiri tanpa gejala, kalau ada gejala harus di rumah sakit ditentukan,” bebernya.

Ahyani menuturkan, ASN yang terapar mayoritas orang tanpa gejala (OTG) yang setiap hari bertugas di dalam ruangan atau kantor. Namun ada pula puluhan pasien yang memiliki gejala dan langsung mendapatkan perawatan di rumah sakit.

“Iya kebanyakan OTG, mereka pada ngantor. Lebih 80 persen covid-19 tidak menunjukkan gejala,” tukasnya.

Sumber: medcom.id

Innalillahi, Tokoh Muhammadiyah Prof. Malik Fajar Meninggal Dunia

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Muhammadiyah kembali kehilangan tokoh umat dan bangsa. Prof. Drs. Abdul Malik Fadjar, M.Sc. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005—2010 dan 2010—2015. Almarhum meninggal dunia Senin, 7 September 2020 pukul 19.00 WIB di RS Mayapada Jakarta.

Prof Malik Fadjar lahir di Yogyakarta, 22 Februari 1939 pernah menjabat Rektor Universitas Muhammadiyah Malang dan Surakarta, tahun 1983 s.d. 2000, Menteri Agama, tahun 1998 s.d. 1999, Menteri Pendidikan Nasional, tahun 2001 s.d. 2004, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (ad-interim) tahun 2004, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden tahun 2015 s.d. 2019.

Tokoh Pendidikan Muhammadiyah di era modern ini merupakan sosok yang tidak pernah kenal memberikan semangat di setiap lini gerakan pendidikan khususnya di Muhammadiyah.

Pesan Malik Fadjar untuk Sekolah Muhammadiyah harus memiliki bekal dalam mengarungi masa-masa kedepannya, Malik Fadjar berpesan kepada penggerak pendidikan di Muhammadiyah untuk memiliki komitmen dan kerja keras untuk menghidupkan. Tidak lupa untuk melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, baik internal maupun eksternal Muhammadiyah.

Pada Seminar Pra-Muktamar Muhammadiyah 2020 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (8/2), di UMM, Malik Fadjar mengatakan bahwa Muhammadiyah di tengah-tengah pergolakan di semua aspek kehidupan terus tumbuh berkembang. “Usia 108 tahun bagi sebuah ormas bukanlah (capaian) usia yang gampang. Yang perlu digaris bawahi adalah bukan sekedar usianya yang panjang, tapi real dengan amal yang nyata,” ujarnya.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menjelaskan kepada redaksi website www.muhammadiyah.or.id bahwa Prof. Malik sebagai tokoh Muhammadiyah banyak mengayomi yang tua maupun muda.
“Sebagai orang yang lebih muda dan banyak berinteraksi dengan Prof Malik, saya banyak belajar dari beliau. Beliau tokoh Muhammadiyah, umat Islam, dan bangsa yang bersahaja, gigih, penuh prestasi di bidang pendidikan, berpikiran maju, inklusif, dan diterima banyak pihak. Kita kehilangan tokoh besar yang dimiliki bangsa ini. Beliau lebih banyak bekerja bangun pusat keunggulan dan membawa umat untuk maju ketimbang banyak bicara. Pengabdiannya untuk bangsa sangat besar tanpa mengeluh, radius pergaulan dan pemikirannya pun melintasi,” tutur Haedar.
sumber: muhammadiyah

MUI Tolak Rencana Kemenag Sertifikasi Penceramah

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (Waketum MUI) KH Muhyiddin Junaidi bersikap tegas terhadap wacana sertifikasi penceramah yang digaungkan pemerintah. Muhyiddin menyatakan, MUI tak setuju dengan pemerintah dengan kebijakan itu.

“MUI menolak tegas rencana Kemenag tentang sertifikasi para dai/penceramah guna menghindari paham radikal,” tegas KH Muhyiddin, Senin (7/9).

Muhyiddin memandang kebijakan sertifikasi ulama tergolong kontra produktif. Ia khawatir, kebijakan tersebut berpeluang dimanfaatkan demi kepentingan pemerintah guna meredam ulama yang tak sejalan.

“Cenderung sangat mudah disalahgunakan oleh pemerintah dan pihak yang anti kritik kebijakan pemerintah, yang zalim dan melanggar hukum,” tegas Muhyiddin.

Muhyiddin mengungkapkan bahwa sudah ada kasus beberapa penceramah tanpa sertifikat tak diizinkan berceramah. Padahal mereka punya kapasitas yang sangat bagus dalam tugasnya sebagai penyampai ajaran Allah.

Atas dasar temuan ini, Muhyiddin mengajak pemerintah duduk bersama ormas Islam membahas nasib kelanjutan sertifikasi ulama.

“Kemenag seharusnya menyamakan persepsi dengan semua ormas dan lembaga tentang rencana kebijkan tersebut,” imbau Muhyiddin.

Diketahui, Kemenag berdalih program sertifikasi penceramah kini dinamai Penceramah Bersertifikat. Program ini diklaim arahan Wapres sekaligus Ketum MUI Ma’ruf Amin.

Target peserta program itu tahun ini diperkirakanmencapai 8 ribu penceramah. Program tersebut diklaim melibatkan banyak pihak seperti Lemnahas, BPIP, BNPT, MUI.

Sumber: republika.co.id